Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Hafidz Terbaik di SD Muhammadiyah 1 Tulungagung Mendapat Beasiswa Lazismu

Tulungagung
– LAZISMU
. Hafidz terbaik SD Muhammadiyah (SDM) 1 Tulungagung mendapat bantuan beasiswa dari Lazismu dalam wisuda Tahfidz ke 3 SDM 1 Tulungagung di Narita Hotel Tulungagung, Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (25/06/2019) lalu.

 

Pada kesempatan itu, Lazismu menyerahkan bantuan berupa beasiswa kepada hafidz terbaik kepada Abdul Rokhim dan hafidzoh bertalenta Irsya Balqis dalam wisuda Tahfidz ke 3 SDM 1 Tulungagung.

 

Anang Imam Masa Arief, Ketua PDM Tulungagung berpesan agar tidak menganggap dengan diwisudanya tahfidz dan mendapat gelar hafidz ini sudah selesai belajar menghafal Al Qur'an nya.

 

“Dengan diwisuda tahfidz dan
mendapatkan gelar hafidz jangan dianggap sudah selesai, justru harus memulai
dengan juz yang lain, masih ada 28 juz yang harus dihafalkan,” demikian
dikatakan Anang Imam Masa Arief, Ketua PDM Tulungagung dalam sambutan wisuda
tahfidz SD Muhammadiyah 1 Tulungagung di hotel Narita, Selasa (25/06).

 

Dahulu, lanjutnya, awal SD berdiri
ini hanya mempunyai murid 12 anak, “termasuk anak saya, anak kakak saya. Bisa
disebut, itulah laskar pelanginya SD Muhammdiyah 1 ini" kenang nya.

 

Sementara itu, Atika Mustikawati,
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Tulungagung mengatakan, wisuda tahfidz yang
ketiga ini sangat istimewa karena ada sosok Abdul Rokhim, anak kelas 2 yang
mempunyai kebutuhan khusus ini langsung murojahah juz 29 dan 30.

 

Abdul Jalil, Ketua Pengurus Lazismu Tulungagung, mengatakan terimakasih kepada para donatur yang sudah mempercayakan Zakat, Infaq, Sodaqoh (ZIS) kepada Lazismu.

 

“Terimaksih kepada donatur lazismu
yang telah mempercayakan zisnya melalui kami semoga kami senantiasa bisa
menjaga amanah yang donatur berikan,” ucap Abdul Jalil, Ketua Pengurus Lazismu
Tulungagung. (bp)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

JNE dan Lazismu Pekanbaru Kembali Adakan Khitanan Massal

Pekanbaru
– LAZISMU
. JNE Pekanbaru
bekerjasama dengan Lembaga Amil Zakat, Infak, Sodaqoh (Lazismu) Pekanbaru mengadakan
khitanan massal di dua lokasi.

 

Lokasi pertama dilaksanakan pada
Sabtu (22/06/19) di Masjid Al Irsyad, jalan Agus Salim Pasar Pusat, yang
bekerjasama dengan Ikatan Remaja Masjid Al Irsyad (IRMI) dengan jumlah 31
peserta.

 

Lalu lokasi kedua dilaksanakan pada
Ahad (23/06/19) di Masjid Darul Ihsan, jalan Cipta Karya, yang bekerjasama
dengan Ikatan Sosial Kemasyarakatan setempat dengan jumlah peserta khitanan 54
peserta.

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Cabang
JNE Pekanbaru, Zulheri Adha menjelaskan bahwa khitan massal ini rutin
dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian JNE Pekanbaru kepada
masyarakat kurang mampu.

 

"Khitan ini sudah menjadi
kegiatan rutin bagi JNE Pekanbaru sebagai bentuk kepedulian JNE Pekanbaru
kepada masyarakat yang kurang mampu" jelas Zulheri Adha.

 

Ia juga menjelaskan bahwa kegiatan
khitan massal ini selalu bekerjasama dengan Lazismu Pekanbaru. Lazismu selalu
membantu dengan mengerahkan beberapa relawan kegiatan khitanan massal dan
membantu juga dalam menyediakan konsumsi untuk peserta khitanan massal, serta ambulance yang stand by untuk
pengantaran peserta.

 

Kepala Cabang Lazismu Pekanbaru,
Agung Pramuryantyo, menjelaskan peserta khitan massal juga diberikan bingkisan
berupa kain sarung, buku panduan sholat dan uang saku.

 

"Harapannya dengan kegiatan ini
bisa membantu mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk bisa
melaksanakan salah satu sunah rosul yaitu berkhitan" ujar Agung
Pramuryantyo.

 

Sementara Patiswel Rajopulo, Ketua RT
01 RW 07 kelurahan Sialang Munggu, mengatakan bahwa kegiatan khitanan massal
yang dijalani oleh JNE cabang Pekanbaru dan Lazismu Pekanbaru ini sangat
membantu masyarakat yang kesulitan untuk membiayai khitan anak-anaknya.

 

"Ya, tentu harapannya kita ingin
kegiatan khitanan massal ini tidak hanya dilaksanakan ditahun ini saja tetapi
kami berharap kegiatan khitanan massal ini akan berjalan setiap tahunnya
disini" tutupnya.

 

Begitupun Andri Rahmat, Ketua IRMI
mengatakan kegiatan khitanan massal yang adakan oleh JNE Pekanbaru dan Lazismu
Pekanbaru sangat bermanfaat dan sangat membantu masyarakat yang membutuhkan.

 

"Semoga kegiatan khitanan massal
ini akan terus berkelanjutan di tahun tahun berikutnya,” pungkas nya. (bp)

 

(Sumber: RanahRiau.com

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

514 Mahasiswa Umsida Ini Terima Beasiswa Sang Surya Lazismu

Sidoarjo
– LAZISMU
. Kali ini dalam sektor
pendidikan dan sosial, Kantor Layanan (KL) Lazismu Umisda memberikan beasiswa
Sang Surya kepada 514 mahasiswa di acara Wisuda Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
(Umsida), Auditorium Aula K.H Ahmad Dahlan Kampus 1 Umsida, Sabtu (22/06/2019).

 

Penyerahan Beasiswa Sang Surya KL Lazismu
Umsida ini sebesar Rp.608.721.000
secara
simbolis diterima oleh Wiwin Endang Sulistikawati, mahasiswa semester 6 FHBIS
jurusan Akuntansi. Beasiswa ini disetahkan ke 514 mahasiswa yang kurang mampu.

 

Selain pemberian dana beasiswa,
terdapat program pemberdayaaan bagi mahasiswa yang menerima beasiswa Sang Surya
itu.

 

Program pemberdayaan itu mengusung
tema “Menjadi Mahasiswa yang Mandiri dan Produktif” ini memliki 3 program pilihan
sesuai passion yaitu Filantropi Muda,
Entreupreneur Muda, dan Dai Muda.

 

Manager KL Lazismu Umsida, Kumara
Adji mengharapkan beasiswa ini mampu membantu mahasiswa yang kurang mampu,
sehingga kedepannya dapat mandiri dan produktif.

 

Beasiswa Sang Surya adalah salah satu
program nasional yang bertujuan untuk memberikan bantuan biaya pendidikan
jenjang S1 bagi generasi muda yang terkendala biaya pendidikan. Pentasyarufan
beasiswa Sang Surya ini dengan cara mahasiswa yang telah mengajukan permohonan
melalui kemahasiswaan Umsida. (bp)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Silaturahmi Idul Fitri dan Rakerwil PWM Kalbar, Hilman Latief: Kuatkan Koordinasi, Loyalitas, dan Profesionalitas

Kalimantan Barat – LAZISMU. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Silaturahmi Idul Fitri di Aula Ki Bagus Hadi Kusuma, STIK Muhammadiyah Kalbar lantai 7, Sabtu (22/06/2019). 
 
Kegiatan Silaturahmi Idulfitri itu dihadiri oleh Sutarmidji (Gubernur Kalbar), Pabali Musa (Ketua PWM Kalbar), Hilman Latief (Lazismu Pusat), Warga Muhammadiyah dan simpatisan Muhammadiyah. Bertepatan dengan itu, diadakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil).
 
Dalam kesempatan itu, Hilman Latief, Ketua Lazismu Pusat itu mengharapkan akan koordinasi Lazismu wilayah, dan daerah yang berjalan secara berkelanjutan. Ia, mengajak sama-sama kepada segenap pengurus Lazismu untuk tidak menampilkan sikap egois pribadi, akan tetapi bersama-sama.
 
“Kordinasi antara lazismu wilayah dan daerah harus sering terjalin, agar kedepannya Lazismu bisa bersinergi dengan baik. Jangan menonjolkan ego masing-masing aku-aku, kamu-kamu. Tapi bergerak sama-sama, karena pada dasarnya Lazismu itu dalam kelembagaan yang sama,” terang Hilman disampaikan saat Rakerwil selepas kegiatan silaturahmi Idul Fitri itu.
 
Tujuan Lazismu, ia menambahkan, dengan memiliki tujuan yang sama, jadi harus sama-sama berkontribusi dengan loyalitas dan profesionalitas.
 
“Tujuannya pun sama. Sama-sama memegang kepercayaan umat, jadi kedepannya amil-amil yang berada di Lazismu harus bisa bekerja dengan loyalitas dan profesionalitas,” kata Hilman.
 
Pihak Lazismu Kalbar menyambut baik apa yang disampaikan oleh beliau (Hilman Latief), dan kedepannya akan di adakan pertemuan berkala agar lazismu yang ada di Kalbar bisa bersinergi dengan baik, yakni baik membicarakan program, ataupun membicarakan hal lain yang berkenaan dengan kemajuan Lazismu di wilayah Kalbar. (bp)
SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu-FK UI Gelar Program Peduli Kesehatan Skabies di Ponpes Daarul Ishlah

Jakarta
Selatan – LAZISMU
. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah
Muhammadiyah (Lazismu) bekerjasama
dengan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) menyelenggarakan
Program Peduli Kesehatan Skabies di Ponpes Daarul Ishlah, Warung Buncit,
Jakarta Selatan, Sabtu (22/06/2019).

 

Kegiatan ini direncanakan dengan 4
kali pertemuan, yakni tanggal 22 Juni 2019, 29 Juni 2019, 20 Juli 2019, dan 17
Agustus 2019.

 

Program peduli kesehatan ini merupakan
bentuk penerapan dari program kesehatan Lazismu, yakni dalam rangka
pemberantasan skabies di pondok pesantren Daarul Ishlah, Warung Buncit, Jakarta
Selatan.

 

“Alhamdulillah kali ini, program ini implementasi
program kesehatan Lazismu. Terimakasih banyak dokter-dokter FK UI yang dipimpin
oleh Prof. Saleha, dan dr. Sandra. Kami mengucapkan dari Muhammadiyah terimakasih
banyak,” ucap M Saleh Farabi, Perwakilan Lazismu Pusat dalam sambutannya itu.

 

M Saleh Farabi yang kerap disapa Abi
itu, melanjutkan, semoga kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, dan dapat
mewujudkan pesantren yang bebas penyakit skabies ini. “Mudah-mudahan kerjasama
ini berjalan lancar, dan kita dapat mewujudkan pesantren yang bebas skabies,
dan menjadi berkah buat kita semua. Kita doakan jug para dokter sukses karir dan
makin banyak amal ibadahnya,” tutup Abi dalam sambutannya di Aula pesantren Daarul
Ishlah, Sabtu (22/06).

 

Abi juga mengajak kepada seluruh santri-santri
untuk selalu menjalankan Sunnah Rasulullah SAW tentang hadist kebersihan adalah
sebagian dari iman.

 

Dalam kesempatan
itu, dr. Sandra Widati SpKK mensosialisasikan tentang penyakit skabies ini
mulai dari apa itu skabies, sampai proses pengobatannya.

 

Dokter dari FK UI,
dr. Sandra dalam presentasinya menjelaskan, penyakit skabies ini adalah penyakit
gatal-gatal yang sering menyerang orang-orang yang tinggal berkelompok, nama
lain dari skabies itu kudis.

 

Penyebabnya adalah kutu. Tidak keliahatan oleh mata dan menembus kulit, sangat gatal dan menular. Gejalanya tungau ini menggigit dan menggali terowongan di bawah kulit dan menimbulkan skabies (scabies) atau kudis.

Penyakit ini, dr. Sandra
melanjutkan, bertelur dan bisa sampai ribuan dalam waktu 7 hari. Pada saat itu
kulit bereaksi, akhirnya kita gatal dan menggaruk-garuk,
disitu ada tungau yang sedang bertelur.

 

Disela-sela
presentasinya, dr. Sandra memaparkan ciri-ciri orang yang terkena skabies
diantaranya, gatal nya terutama malam hari, karena tungou keluar dikulit malam
hari, itu ciri khasnya. Kedua, biasanya menyerang manusia secara berkelompok, misalnya
tinggal bersama-sama, tidur bersama-sama dalam satu ruangan besar, pemakaian
karpet bersama-sama itu sangat mudah untuk menular, karena pada malam hari tungau
akan keluar dan menempel di karpet, sarung, dan lain sebagainya.

 

Biasanya dimana
tempat gatalnya, pertama yang paling sering antara sela jari tangan, kedua
diketiak, ketiga sekitar pusar dan pinggang, keempat diatas siku bagian dalam,
lalu ditelapak kaki, kemudian di laki-laki paling banyak disekitar alam kelamin
pria; di buah zakar atau di batang kelamin.

 

Menurut dr.
Sandra, kurang lebih 70-80 % adik-adik yang kena skabies itu terkena di kelamin.
dr. Sandra juga mengingatkan tidak usah malu, akrena ini bukan sakit kelamin,
melainkan sakit gatal tadi (skabies).

 

Penularan skabies
ini, tambah dr. Sandra, yaitu dengan kontak langsung, misalnya main, bercanda,
lalu jangan saling pegang-pegangan dengan orang yang gatal, tidur menggunakan
sprei atau kasur yang sama, pake sarung ganti-gantian, pakaian tukar-tukaran yang
kalau temannya gatal, maka akan menular.

 

Cara pengobatannya,
jelas dr. Sandra, dengan berobat ke dokter, karena nanti akan diberikan obat
anti skabies, obat anti kutu skabies, obat gatal. Tidak bisa berobat satu
orang, jadi diobati semua yang berdekatan dengan kita misalnya, orang tinggal serumah
diobatinya semua.

 

Selain bersama-sama
juga dilakukan serentak waktunya dan bersama-sama orangnya. Setelah itu,
menjaga kebersihan diri dan mencuci pakaian secara khusus. Jadi kita memang
harus sering rajin mencuci kaki, tangan.

 

“Obatnya beda tidak
sama dengan obat gatal biasanya. Jadi nanti digunakan pada sore dan malam hari
setelah mandi, keringkan badan, setelah Isya dan diolehkan obatnya. Oleskan
obatnya ada dua cara, yang pertama, dioleskan obatnya ke seluruh tubuh termasuk
bagian yang tidak gatal tetap dioleskan, kedua,  bisa juga dioleskan hanya pada bintil-bintil
nya saja, tapi nanti dajarkan dengan mandi yang benar supaya kalau ada kutu yang
berjalan sekitar bintil-bintil tadi sudah terbilas oleh air.Yang penting lagi, harus
didiamkan selama 8 sampai 10 jam,” kata dr. Sandra.

 

Lalu, dr. Sandra juga
mengingatkan dan meminta komitmen kepada adik-adik santri agar tidak kambuh
lagi penyakit ini, dan tidak menularkan pada temannya, serta tidak menularkan
ke keluarga saat adik-adik pulang ke rumah masing-masing.

 

Terakhir, dalam presentasinya,
dr. Sandra menyampaikan solusi agar tidak kambuh lagi yaitu semua pakaian yang
terbuat dari kain, seperti sprei, sarung, bantal, handuk, baju, itu semua
direndam dengan air panas dengan suhu 50 derajat celsius selama 10 menit. Kemudian
di cuci seperti biasa dengan deterjen, dan setelah itu di jemur dibawah sinar
matahari.

“Karena kutunya
kecil tidak kelihatan oleh mata bisa masuk kesela-sela pakaian, semua harus
dibersihkan. Lalu, dijemur harus dibawah sinar matahari langsung. Jika memakai
laundry, maka minta laundry mesin cucinya itu menggunakan pengering,”
ungkapnya.

 

Dalam program pemberatasan penyakit skabies ini
bekerjasama dengan FK UI, yang dipimpin oleh Prof. Saleha. Tim dokter dari FK
UI yang bertugas yaitu Prof. Saleha Sungkar
, dr. Sandra Widati
SpKK
, dr. Sri Linuwih,
dr. Rahmaniar Desianti Kuraga, dr.
Lidwina A Lidwina Anissa
,
dr. Agung Muhammad Reza, dr.
Fadhli Aulia Mughni
, dr. Firman Parrol,
dr. Randy S. Nugraha, dr.
Joses Saputra
, dr. Mufqi Handaru Priyanto, dr.
Danny Surya
, dr. Sashia,
Fooan. (bp)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Penerimaan Santri Tahfizh Quran Lazismu Jadi Potensi Pemberdayaan Generasi Muda

Pekanbaru
– LAZISMU
. Dalam rangka penerimaan santri baru, pada kesempatan ini Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Pekanbaru
menseleksi 27 calon santri Pondok Tahfizh Qur'an (TPQ) angkatan ketiga pada Rabu
(29 /5/2019), di kantor Lazismu Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai No 72 M, Jadirejo,
Kec. Sukajadi, Kota Pekanbaru, Riau.

 

Agung
Pramuryantyo, Kepala Cabang Lazismu Pekanbaru mengatakan, jika penerimaan
santri angkatan ketiga dilakukan dengan beberapa tahapan dimulai dengan
administrasi, tes wawancara dan Al-Qur’an.

 

 “Tahapan seleksi yang dilakukan mulai dari
administrasi, tes wawancara, kemampuan membaca dan menghafal Al- Qur’an, serta
orientasi karantina santri selama 4 hari,” jelasnya.

 

Dari 27
calon santri yang mendaftar, hanya ada 10 calon santri yang akan diterima menjadi
santri PTQ putra Lazismu Pekanbaru.

 

Ia
berharap dengan adanya proses seleksi ini akan menghasilkan santri yang
berpotensi, dan berkomitmen untuk menjadi hafizh Qur’an.

 

Ia juga
menjelaskan bahwa program PTQ yang diinisiasi sejak 2015 memberikan potensi
pemberdayaan generasi muda yang berasal dari keluarga kurang mampu, seperti yang
tamatan SMA tidak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan karena
kendala biaya untuk dibina menjadi penghafal Al-Qur'an.
(bp)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross