

Pamekasan – LAZISMU. Lazismu Pamekasan memberikan santunan kepada 19 anak Yatim di Dusun Sawah,Desa Bicorong, Kecamatan Pakong, pada Selasa, 30 Juni 2020. Penyerahan secara simbolis diserahkan oleh Ketua LAZISMU Pamekasan, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pakong dan Manager Lazismu setempat
Acara yang berlokasi di salah satu rumah warga ini, sebagai bentuk hadirnya Lazismu di tengah masyarakat untuk mempererat tali persaudaraan, juga sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab dari lembaga sosial kemasyarakaran.
Ketua Lazismu Pamekasan, Matnin,menyampaikan, ini adalah amanah dari para muzaki dan donatur kepada penerima manfaat yakni anak-anak yatim yang harus disampaikan oleh Lazismu kepada yang berhak.
Ketua PCM Pakong, Mas’udi, mengucapkan terima kasih, dan alhamdulillah sejak diluncurkan, Kantor Layanan (KL) Lazismu Kecamatan Pakong, banyak masyarkat yang bisa merasakan manfaat dari hadirnya lazismu di Pakong.
Manfaatnya dalam bentuk penyaluran program, baik untuk yatim, lansia, dan lainnya. Tujuannya menebar manfaat kepada semua orang secara transparan dengan distribusi yang tepat sasaran. Semoga semakin banyak masyarakat yang menyalurkan zakat, infak dan sedekahnya kepada Lazismu, sehingga sasaran penerima manfaat semakin luas, tuturnya. (lazismujatim)

Kalsel – LAZISMU. Satu pekan sebelum akhir bulan Juni, Lazismu Kabupaten Banjar mengabarkan akan melaksanakan program benah rumah. Informasi itu disampaikan Nashir selaku Staf Program Lazismu Banjar, pada 6 Juli 2020. Di bulan Juni itu, dilaksanakan survei atau penilaian awal oleh badan pelaksana ke lokasi calon penerima manfaat di Desa Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul.
Benah Rumah sendiri merupakan turunan dari program bedah rumah Lazismu Pusat yang merupakan bahagian dari program sosial kemanusiaan. Manajer Lazismu Banjar, Ginanjar Sutrisno, menjelaskan alasan akan dilaksanakannya progam benah rumah. “Kami melaksanakan program ini setelah melakukan penjajakan sebagai awal penilaian untuk ditindaklanjuti, dan kelengkapan informasi didapatkan melalui dinas sosial Kabupaten Banjar,” paparnya.
Ginanjar menambahkan, setelah beberapa waktu lalu melakukan survei Lazismu Banjar memutuskan untuk membantu. Lazismu membantu dalam bentuk program benah rumah, keputusan itu berdasarkan fakta dengan melihat kondisi keluarga Ibu Rusniah memang sangat perlu mendapat uluran tangan.
Rusniah salah seorang penerima manfaat, merupakan warga Pingaran Ulu, Kecamatan Astambul. Dia menurut Ginanjar, mengajukan permohonan kepada kantor dinas sosial setempat pada 2019 untuk dibantu dalam hal pembedahan rumah mengingat rumah yang dihuni saat ini bisa dikatakan tidak layak.
Rusniah ketika ditemui Lazismu, mengakui perihal informasi itu, dia lalu mengucapkan terima kasih atas kedatangan Lazismu dan berharap bisa dibantu. “Saya bersyukur dan terima kasih atas kedatangan Lazismu Banjar, saya berharap nantinya bisa dibantu,” ucapnya.
Rusniah sendiri kondisi kesehatannya memprihatinkan. Beberapa tahun terakhir tidak bisa melihat dengan sempurna karena ada gangguan kesehatan pada mata. Selain itu, Rusniah tinggal bersama empat anaknya. Kondisi lantai rumahnya tidak rata lagi karena tiangnya tak kuat menahan. Dinding rumah yang bolong ditutup dengan spanduk dan terpal plastik.

Jangan tanya jika hujan turun, alirannya merembes ke rumah membasahi sebagian besar rumah yang tidak begitu luas, sementara atap rumah terbuat dari daun rumbia, di tambah lagi dengan terpal yang setiap tahunnya harus diganti.
Lazismu berharap para dermawan bisa ikut membantu beliau dengan mendukung program ini melalui donasi. “Kami berharap para dermawan di manapun berada bisa berdonasi dan mewujudkan hunian yang layak untuk Rusniah,” kata Ginanjar.
Berdasarkan agenda, menurut keterangan Nashir, program bantuan ini akan berlangsung dalam dua tahap. “Tahap pertama periode Agustus – September, yang diprioritaskan adalah pembuatan sumur, kamar mandi, dan benah dapur. Selanjutnya ditahap kedua, periode Oktober - Desember, akan dilakukan pembenahan dinding, atap dan lantai,” jelasnya.
Program ini secara resmi diluncurkan sejak Lazismu Banjar mengagendakan dimulainya bantuan tahap awal melalui penghimpunan dana. Lazismu Banjar membuka donasi dengan cara mengirimkan donasi terbaiknya #mulaidaridari20ribu melalui Bank Syariah Mandiri pada rekening 74444 20205, informasi selengkapnya dapat mengunjungi laman resmi dialamat: https://lazismubanjar.org/benah-rumah-rusniah (mdn)

Jakarta – LAZISMU. Pandemi Covid-19 masih belum berakhir. Di Indonesia, data statistik yang ditampilkan laman resmi https://covid19.go.id/ dalam angka menunjukkan perkembangannya, positif 57.770, sembuh 25.595, dan meninggal 2.934 (1/7/2020). Dinamika perubahan zona masih terus berubah seiring dengan aturan protokol kesehatan yang harus diterapkan.
Dampaknya tak perlu ditanya, yang paling terasa adalah ekonomi keluarga. Apalagi bersamaan dengan pergantian tahun ajaran baru dan akademik turut menambah beban kehidupan keluarga. Perhatian lembaga filantropi atas imbas Covid-19, tertuju pada bagaimana bertahan dari impitan ekonomi.
Lazismu misalnya, di samping menelurkan program Ketahanan Pangan secara nasional, dari sisi pemberdayaan juga menjadi perhatian penting, khususnya melalui program UMKM berbasis keluarga. Penerima manfaat program UMKM ini mendapat dukungan dan pendampingan untuk menjalankan usahanya dari Lazismu.
Kebahagiaan diungkapkan Rizka Barkah asal Bandung. Ia dapat menambah asupan perlengkapan pakaian Jersey olahraga lewat Saung 33 Production yang dirintisnya. “Jenis pakaian kaos yang dijulanya kini lebih variatif, saya mengucapkan terima kasih kepada Lazismu, paparnya. Kini Rizka masih tetap berusaha berjualan Jersey, baik secara offline dan online.

Penerima manfaat lainnya, Mang Uu yang tinggal di Bogor, ikut merasakan imbas Covid-19. Warung kopi miliknya sempat tutup karena tak bisa berjualan, sementara uang yang harus diputar semakin menipis untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Setelah mendapat bantuan pemberdayaan dari Lazismu, Mang Uu kini sudah dapat berjualan kembali. ”Akhirnya bisa mulai usaha lagi, di sini bukan hanya bisa ngopi dengan tempat yang nyaman dan bisa sambil ngobrol dan kumpul-kumpul semata, keterjangkauan harga menjadi perhatiannya,” katanya.
Manfaat berikutnya juga dirasakan Dewi Kartinah asal Tambun Utara, Bekasi. Bantuan pemberdayaan Lazismu diterima Dewi untuk mengembangkan usahanya yang sepi saat pandemi. Dewi mengucapkan terima kasih kepada Lazismu. “Alhamdulillah usaha warung saya bisa berjalan lagi dan bertambah lengkap. Mudah-mudahan tambah berkah dan lebih baik kedepannya,” pungkasnya.
Para penerima manfaat program UMKM berbasis keluarga merupakan hasil kerjasama Lazismu dan Alfamart. Terutama hasil donasi konsumen Alfamart yang terhimpun yang amanahnya dikelola Lazismu sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan. “Lazismu mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur yang memercayakan uang kembaliannya di Alfamart kepada Lazismu,” kata Falhan Nian Akbar selaku Manager Program Lazismu Pusat. (na)

Banyumas – LAZISMU. Desa merupakan jantung kota. Tanpa desa kebutuhan warga di kota tak akan ada. Di Desa lah berbagai kebutuhan pangan dihasilkan dan didistribusikan ke kota. Jika masyarakat desa makmur, maka warga kota juga akan makmur karena roda ekonomi berputar.
Kemakmuran suatu desa bisa dicapai dari berbagai hal. Salah satu contohnya melalui pemberdayaan masyarakat desa. Tujuan pemberdayaan dilakukan agar masyarakat bisa mencapai kesejahteraan, lewat berbagai macam sumber daya alam desa yang bernilai ekonomi.
Muhammadiyah Banyumas bersama Lazismu memiliki suatu program unggulan yang disebut Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah (GJDJ). Melalui program ini masyarakat di suatu desa melakukan kegiatan pemberdayaan berbasis komunitas jamaah masjid. Gerakan jamaah masjid ini menjadikan peran dan fungsi masjid pada tempat yang semestinya.
Berbagai kegiatan yang dilakukan warga desa berawal dari masjid. Salah satu Ranting Muhammadiyah yang berhasil menerapkan GJDJ adalah Kelompok Masjid Al-Ikhlas Ranting Karangtawang Desa Banteran, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Sebuah Ranting yang menorehkan prestasi sebagai ranting terinspiratif tingkat nasional.
Di ranting Karangtawang ini, jamaah masjid Al-Ikhlas melakukan sebuah kegiatan pemberdayaan dalam bentuk peternakan budidaya ikan lele dan pertanian padi. Pemberdayaan dilakukan secara berjamaah dan dilakukan secara langsung oleh para jamaah. Pada kesempatan berbeda, Ahad, 5 Juli 2020, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) bersama Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) dan Lazismu Banyumas melaksanakan panen raya di Karangtawang.
Panen dilaksanakan secara bersamaan, dengan memanen ikan lele dan padi. Ikan lele yang dipelihara dan padi yang ditanam merupakan produk kemandirian warga Muhammadiyah ranting Karangtawang dalam pemberdayaan masyarakat melalui GJDJ.
Direktur Eksekutif Lazismu Banyumas Sabar Waluyo, mengungkapkan, Gerakan Jamaah Dakwah Jamaah, merupakan program yang menalikan fungsi dan peran masjid dengan kegiatan warga sekitar dan jamaahnya. Melalui program pemberdayaan masyarakat, jamaah dengan semangat merapatkan barisan. “Merapatkan barisan di waktu salat dan merapatkan barisan saat bersosialisasi dalam kehidupan bermasyarakat,” jelasnya.
Dengan adanya pemberdayaan ternak lele dan pertanian padi, diharapkan mampu memberikan kesejahteraan kepada para jamaah dan meningkatkan kemandirian serta nilai ekonomi jamaahnya. “Harapan Lazismu, selaku lembaga yang melaksanakan program pemberdayaan masyarakat berbasis masjid, dapat mengedukasi masyarakat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan,” kata Bapk Jarwan selaku Ketua Kelompok Pemberdayaan Jamaah Masjid Al-Ikhlas, Karangtawang. (jnd)

Aceh – LAZISMU. Di tengah wabah Covid-19 di Aceh, perhatian Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Muhammadiyah Aid dan Lazismu Aceh tertuju kepada Pengungsi Muslim Rohingnya yang berada di Kantor Imigrasi, Lhoksumawe yang sudah tidak digunakan lagi pada Kamis (2/7/2020), untuk menyalurkan bantuan bagi 100 pengungsi.
Irfannusir Rasman, Ketua MDMC Aceh, saat dimintai keterangan disela acara penyerahan bantuan menuturkan, jenis bantuan yang diberikan pada tahap awal ini berupa perlengkapan sehari-hari. Mengingat pengungsi mayoritas adalah perempuan dan anak-anak, maka bantuan mendesak selain bahan konsumsi makanan juga disalurkan pakaian layak pakai yang menutup aurat yang bisa digunakan untuk salat.
“Kita salurkan perlengkapan wanita dengan lengkap, sampai untuk perlengkapan keperluan salat. Termasuk juga yang pria, dan anak-anak yang jumlah total mereka ada sekitar 100 pengungsi,” tuturnya.
Selain menyalurkan bantuan dalam bentuk Family Kit untuk keperluan sehari-hari, Muhammadiyah Aid juga menyalurkan bantuan dalam bentuk pembangunan kamar logistik dan kamar tempat jaga pengungsi. Jenis bantuan tersebut diberikan karena selain untuk mencukupi kebutuhan jasmani, para pengungsi juga memerlukan bantuan yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan di luar yang fisik.
Setelah menempati bekas kantor imigrasi Lhoksumawe, dua hari ke depan para pengungsi yang mayoritas perempuan dan anak-anak ini akan dipindah ke kantor BLK Lhoksumawe. Melihat keadaan pengungsi yang mengalami traumatik, MDMC Aceh selanjutnya juga akan memberikan bantuan psikososial. Bantuan tersebut akan dilakukan atas kerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh dan HIMPSI Aceh.

“Bantuan dari Muhammadiyah ini setidaknya untuk persiapan dua minggu kedepan. Saat ini mereka juga mengalami kesulitan dalam komunikasi, karena tidak bisa berbahasa Melayu atau pun Inggris.” Tambahnya
Irfan juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Aceh yang memiliki semangat ta’awun kepada para pengungsi. Ia juga menambahkan bahwa, semua pengungsi setelah melalui pemeriksaan yang dilakukan oleh pemerintah telah dinyatakan bebas Covid-19.
Sampai pada tahap awal ini, Muhammadiyah Aid menyalurkan sebanyak Rp. 75.000.000 kepada pengungsi. Diperuntukkan sebanyak Rp. 55.000.000 yang disalurkan pada tahap awal dalam bentuk Kit keperluan sehari-hari, Rp.12.000.000 untuk keperluan kamar logistik, MDMC juga akan melakukan pendampingan psikososial selama beberapa waktu ke depan.
Perlu diketahui, pada Rabu 24 Juni 2020 para pengungsi dari Rohingnya yang bertujuan ke Malaysia, berada kurang lebih empat mil dari pesisir Pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara terombang-ambing di tengah laut tanpa persediaan makanan dan minuman, yang kemudian diselamatkan nelayan Aceh untuk menepi ke pinggir pantai. (a'n/muhammadiyah.or.id)

Yogyakarta – LAZISMU. Pandemi masih belum berakhir. Hal ini jelas berdampak kepada seluruh lapisan masyarakat, yang kesulitan memutar roda ekonomi. Beberapa perusahaan ada yang gulung tikar, banyak karyawan yang jadi korban PHK. Bahkan di bidang pendidikan, para guru harus rela gajinya ditunda atau bahkan tidak mendapat gaji sama sekali.
Hal tersebut melatar-belakangi Yayasan Anak Bangsa Bisa dari perusahaan Gojek bersama Lazismu DIY menyelenggarakan kegiatan penyerahan bantuan paket sembako ketahanan pangan Kegiatan itu diselenggarakan di aula PDM Kota Yogyakarta, akhir Juni. Dihadiri oleh Akhid Widi Rahmanto selaku Ketua PDM Kota Yogya, Rizky Nova Sandru selaku Head of Customer Anggeredmen Regional Jateng DIY, dan 30 Guru dan karyawan TK dan PAUD terdampak Covid-19 di Kota Yogyakarta.
Pada Mei 2020, sebanyak 16 sekolah mengajukan proposal ke PDM Kota, karena tidak lagi mampu menggaji karyawannya. Namun, karena Lazismu memiliki program berbagi, antar ortom Muhammadiyah seperti halnya 'Aisyiyah, kini tinggal tersisa 2 sekolah yang masih kesulitan menggaji guru dan karyawan, kata Akhid Widi Rahmanto saat memberikan sambutan.
Ia menuturkan, kegiatan tersebut menjadi bagian takterpisahkan dari Lazismu dan Muhammadiyah apalagi dalam pencegahan Covid-19 bersama Muhammadiyah Command Center Covid-19 (MCCC).
Sementara itu, Rizky Nova Sandru mengatakan, kegiatan pembagian sembako kepada terdampak Covid-19 merupakan ikhtiar awal dari perusahaan Gojek khususnya kepada mereka yang berada digarda terdepan dan tetap harus menafkahi keluarga mereka, seperti pedagang asongan, buruh dan guru honorer.
Karena itu, Yayasan Anak Bangsa Bisa, berusaha melakukan sebuah gerakan sosial dengan berkolaborasi dengan lembaga sosial lain guna menggalang dana sebanyak-banyaknya sehingga akan ada banyak pula yang terbantu dengan kegiatan ini.
.jpeg?access_token=fec29681-7ba1-4841-95eb-0de879ff1933)
Saat ini, kegiatan pembagian paket sembako sudah hadir di 17 Kota di seluruh Indonesia dengan dana yang terkumpul kurang lebih 10,9 M dari 52 ribu donatur. "Kami bersama kitabisa.com berhasil merengkuh lebih dari 52 ribu donatur dengan dana yang terkumpul kurang lebih 10,9 M dan akan terus berlangsung sampai 12 Juli 2020," jelas Rizky.
Rizky juga menuturkan, penyaluran sembako bersama Lazismu ini diselenggarakan di Jogja, Solo dan Semarang karena percaya bahwa Lazismu bisa menyalurkan dengan amanah dan tepat sasaran. Ke depannya, program semacam ini akan tetap berlangsung, tentunya dengan berbagai evaluasi dari program-program yang telah terlaksana.
Pada kesempatan yang sama, Marzuki Manager Regional Lazismu DIY menjelaskan, untuk Yogyakarta, kita menerima bantuan paket sembako sebanyak 450 paket. Selanjutnya sasaran tasarrf paket sembako ini lebih kami fokuskan kepada guru dan karyawan di TK ABA dan PAUD di kota Yogyakarta yang saat ini memang sangat merasakan dampak pandemi..
“Untuk gelombang pertama ada 100 paket sembako yang disalurkan, sisanya akan diserahkan dan diambil langsung oleh penerima setiap harinya dengan menerapkan protokol kesehatan.” imbuhnya.
Marzuki juga menyampaikan terimakasih kepada Yayasan Anak Bangsa Bisa atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepada Lazismu sebagai mitra penyalur untuk gerakan Sumbang Suara berupa bantuan paket sembako kepada masyarakat terdampak. Dirinya berharap, kerjasama ini semoga terus berlanjut. (ly)

