Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda
Berkiprah Di Gerakan Filantropi, Enam Perusahaan Ini Raih Lazismu Award dalam Rakernas 2026

Berkiprah Di Gerakan Filantropi, Enam Perusahaan Ini Raih Lazismu Award dalam Rakernas 2026

BANJARMASIN – Kiprah Lazismu dalam program penghimpunan dan pendistribusian tidak lepas dari mitra kolaborasi dalam setiap pelaksanaannya. Mitra kolaborasi Lazismu datang dari perusahaan baik dari dunia perbankan, asuransi dan perusahaan umum.  Tidak hanya Perusahaan, Lazismu juga menggandeng majelis, lembaga dan organisasi otonom di pimpinan pusat Muhammadiyah.

Sebagai wujud memperkuat sinergi lintas sektoral dalam program penghimpunan dan pendistribusian, Lazismu dalam rapat kerja nasional (Rakernas) 2026 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Jum’at (7/10/2025), memberikan penghargaan (Lazismu Award) kepada mitra-mitra Lazismu yang selama ini saling melengkapi dan mendorong gerakan zakat yang inovatif di Indonesia.

Adapun mitra perusahaan yang meraih perhargaan itu antara lain: Permata Bank Syariah, Tokio Marine Life Insurance, Paragon Technology and Innovation, Gramedia, BRI Insurance dan MNC Asset.

Permata Bank Syariah telah lama bersinergi dengan Lazismu dalam program-program pemberdayaan seperti program pendidikan, ekonomi, Ramadhan dan kurban. Ecoprint sebagai pemberdayaan perempuan dalam pembuatan bahan batik alami menjadi program inovatif bersama Lazismu. Selain itu, yang terbaru bersama Lazismu menyalurkan program pemberdayaan Telurmoe dengan melibatkan kelompok rentan yaitu penyandang disabilitas untuk lebih mandiri dan berdaya.

Begitu juga dengan Paragon Technology and Innovation, bersama Lazismu menyalurkan bantuan sanitasi di pondok pesantren KH. Ahmad Dahlan, Sipirok, Sumatra Utara pada 2020. Masih banyak program lainnya yang menyertai perjalanannya di gerakan filantropi.

Dalam program lainnya, Gramedia turut memperkuat program sosial dakwah dengan menyalurkan 6.953 eksemplar mushaf Al-Quran yang disalurkan ke berbagai daerah terpencil di Indonesia. 

Sementara itu, dari dunia industri asuransi BRI Insurance menyalurkan zakat perusahaannya untuk mendukung program Lazismu. Sedangkan Tokio Marine Life Insurance berkolaborasi dengan Lazismu menyalurkan program pendidikan, sosial dakwah dan ekonomi, seperti beasiswa, save our school, back to masjid dan pemberdayaan ekonomi.   

Pada program pendidikan dan kesehatan MNC Asset mengamanahkannya ke Lazismu yang bersumber dari reksadana syariah. Sebelumnya Lazismu bersama MNC Asset melalui Okezone menyalurkan bantuan untuk panti asuhan pada bulan ramadhan kemarin.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
8 November 2025
Enam Wilayah Terbaik Terima Lazismu Award di Rakernas 2026

Enam Wilayah Terbaik Terima Lazismu Award di Rakernas 2026

BANJARMASIN – Pada rakernas 2026 Lazismu Pusat memberikan penghargaan (Lazismu Award) kepada Lazismu Wilayah atas capaiannya dalam gerakan zakat di Indonesia.  Berdasarkan keputusan badan pengurus Lazismu Pusat, penetapan nominator lazismu award terbaik tahun 2025 terdiri dari 6 kategori.

Demikian disampaikan Gunawan Hidayat Sekretaris Badan pengurus Lazismu Pusat dalam acara Soft Opening Rakernas 2026 di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, pada Jum’at (07/10/2025) yang dihadiri Lazismu Wilayah seluruh Indonesia.

Kategori itu, kata Gunawan, terdiri dari Pertumbuhan Ziska Terbaik, Kreativitas Penghimpunan Terbaik, Program Terbaik, dan Laporan Terbaik. Untuk kategori pertumbuhan ZISKA terbaik diraih oleh Lazismu Wilayah Gorontalo, kata Ninik Annisa anggota badan pengurus Lazismu.  

Kreativitas penghimpunan terbaik diraih oleh Lazismu Jawa Tengah melalui Program Kampung Sedekah Mentari di Sragen. Anggota badan pengurus Lazismu M. Ihsan tanjung mengatakan, Masjid Taqwa Pecing dan warga bersinergi untuk gerakan filantropi di wilayahnya dengan kreatif.

Sementara itu, Artati Haris anggota badan pengurus Lazismu mengungkapkan program terbaik berdasarkan pilar meliputi program ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial dakwah, kemanusiaan dan lingkungan. Pada program ekonomi terbaik diraih oleh Lazismu Wilayah Kalimantan Barat dengan program kelompok tani Muhammadiyah (KITAMU).   

Adapun program pendidikan terbaik diraih Lazismu Jawa Tengah, dengan program dana pensiun lembaga keuangan (DPLK) di kabupaten Brebes. Prerstasi lain diraih Lazismu Wilayah Lampung di program kesehatan terbaik melalui program Layanan Ambulanmu di Sekampung Udik, Lampung Timur.

Pilar lainnya yaitu program sosial dakwah terbaik diraih oleh Lazismu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan program pemberdayaan mualaf di Kulonprogo. Di pilar lainya Lazismu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta meraih kembali program kemanusiaan terbaik melalui program Air Untukm Negeri di Tepus Gunung Kidul. Selanjutnya program lingkungan terbaik diraih Lazismu Wilayah Jawa Tengah, dengan program penanaman sejuta pohon Alpukat di Kendal.

Pada nominasi lainnya terdapat Lazismu wilayah terbaik dengan tiga kategori laporan terbaik, Amil Berprogres terbaik dan Lazismu terbaik. Untuk kategori laporan terbaik diraih Lazismu Wilayah Jawa Barat. Menurut Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani laporan terbaik mencakup aspek ketepatan waktu, kesesuaian dan kelengkapan data laporan.    

Dari kategori Amil Berprogres terbaik diraih Ahmad Hunain dari Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan, sedangkan Lazismu Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta meraih Lazismu terbaik secara nasional, kata Ahmad Imam Mujadid Rais. Penetapan nominator Lazismu Award terbaik tahun 2025, kata Mujadid Rais merupakan keputusan yang dipertimbangkan berdasarkan kualifikasi yang memenuhin persyaratan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
8 November 2025
Rakernas 2026, Program Inovasi Sosial Terintegrasi Lazismu Dorong Hasil Berdampak dan Berkelanjutan (2)

Rakernas 2026, Program Inovasi Sosial Terintegrasi Lazismu Dorong Hasil Berdampak dan Berkelanjutan (2)

Alhamdulillah Lazismu dalam penghimpunan dan pendistribusian secara nasional mengalami peningkatan yang signifikan. Hilman mendukung ikhtiar Lazismu mengejar target penghimpunan berikutnya sebesar Rp 1 triliun dan muktamar muhammadiyah tinggal dua tahun lagi.

Ia mengenang saat memimpin Lazismu bisa mengumpulkan dana sekitar Rp 30 miliar. Setelah meninggalkan Lazismu, ternyata dana terkumpul meningkat mencapai Rp 300 miliar. Inilah yang disebut sebagai keberlanjutan.

“Setelah saya tinggalkan, saya ingin beri apresiasi. Tidak pernah saya merasa tidak percaya dengan pengganti saya, dan baru tiga tahun. Sekarang sudah naik lagi hampir 500 persen, mencapai Rp 582 miliar,” ujarnya gembira. 

Menurutnya, menghimpun dana sebesar Rp 1 triliun tidaklah mustahil bagi Lazismu. Ia pernah riset 10 tahun lalu di UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta). Pada 2015, Ia melakukan perhitungan berapa besaran dana yang diperoleh Lazismu. Ia menaksir di angka Rp 540 miliar. Sekarang capaian itu baru terealisasikan pada 2025. 

“Artinya butuh 10 tahun baru bisa tercapai. Saya mengapresiasi, akhirnya angka yang diprediksi itu tercapai oleh teman-teman Lazismu Pusat,” ujarnya. Berkaca dari pengalaman ini, Hilman yakin bahwa angka Rp 1 triliun bukanlah sesuatu yang mustahil.

Jika target itu dirumuskan, Ia meyakini dengan sebuah konsep area bisa membangun pemberdayaan bukan hanya tentang manusianya tapi wujud konkretnya bisa dibuktikan bagi pihak lain melihatnya untuk berkolaborasi. Ketika konsep program yang bagus itu ada setidaknya sampai muktamar 2027.  

Hilman menginstruksikan setiap provinsi sudah punya satu program Kampung Berkemajuan. “Konsep programnya harus jelas ada indikatornya, lebih terlihat dan beberapa wilayah sudah melakukan,” pungkasnya. Sejalan dengan tema kali yang luar biasa. Suatu tema yang diharapkan Lazismu hadir di suatu tempat dan bisa hadir menjadi solusi masyarakat.

Ia menambahkan untuk memperkuat literasi amil Lazismu dapat membaca program Asta Cita, dalam program itu ada keterkaitan program-program Lazismu dengan Asta Cita pada butir ketiga yaitu penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan serta butir keenam, pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi.    

“Hal itu, sangat relevan dengan visi dan misi Lazismu dan sudah bertahun-tahun integrasikan formula ide dan aksinya ke dalam SDGs yang upaya ini menempatkan Lazismu melengkapi program-program pemerintah,” tandasnya. 

Apa kaitanya Asta Cita dengan Lazismu, Hilman menuturkan terbuka bagi Lazismu memperkuat ekosistem dampingan pemberdayaan masyarakat seperti di peternakan, pertanian dan perikanan. “Harus sudah mulai dirancang, diperkuat serta diintegrasikan dengan program saat ini. Tidak sekadar bangga tapi berdampak dan bermanfaat luas,” ujarnya.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Ridhahani Fidzi selaku tuan rumah turut mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Pusat yang memberikan amanah dan kesempatan kepada Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan untuk menyelenggarakan rakernas.

Ada rangkaian kegiatan Rakernas yang sebelumnya dilaksanakan berupa Lazismu Expo 2025 selama satu pekan dari awal November dan Soft Opening pada Jum’at Siang (7/10/2025). Melibatkan banyak pelaku usaha kecil yang menjadi bagian komitmen muhammadiyah untuk pemberdayaan dan menggerakan roda ekonomi.

Ridhahani Fidzi berharap dari rakernas ini dapat memperkuat komitmen Lazismu untuk kepeduliannya kepada umat. Di Kalimantan Selastan sendiri, kata dia, potensi zakatnya mencapai Rp 1,4 triliun, sementara yang tersentuh baru sekian persennya. Masing – masing wilayah pada momen ini dapat terus memperkuat jaringan dan kualitas. Semoga rakernas berjalan lancar.

Turut hadir dalam acara pembukaan Grand Opnening, Fajar Riza Ulhaq Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Gubernur Kalimantan Selatan, Walikota Banjarbaru, Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Selatan dan para tamu undangan lainnya.   

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
8 November 2025
Rakernas 2026, Program Inovasi Sosial Terintegrasi Lazismu Dorong Hasil Berdampak dan Berkelanjutan (1)

Rakernas 2026, Program Inovasi Sosial Terintegrasi Lazismu Dorong Hasil Berdampak dan Berkelanjutan (1)

BANJARMASIN – Inovasi sosial tanpa sinergi kebajikan tak akan bermakna, dibutuhkan sistem terintegrasi dan berkelanjutan. Kampung Berkemajuan sebagai program unggulan yang telah diamanahkan sejak dua tahun lalu menjadi spirit bahwa pada Rakernas Lazismu 2026 mengusung tema: Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak dan Berkelanjutan. 

Grand Opening Rakernas Lazismu berlangsung di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan pada Jum’at malam, (07 November 2025). Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan bahwa agenda rakernas merupakan even tahunan Lazismu.

“Lazismu bersyukur termasuk lembaga yang rutin membuat rencana anggaran dan belanja. Ini bukti kepatuhan terhadap tata kelola yang diamanahkan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui konsolidasi keuangan,” katanya. Agenda utamanya Lazismu wilayah se-Indonesia menyusun rencana strategis (renstra) untuk mengorkestrasi program penghimpunan dan pendayagunaan se-Indonesia dari 2026 hinga 2030.

Mujadid Rais mengatakan Lazismu berada di suatu fase transisi dan tahun terakhir sampai 2027 menjelang muktamar muhammdiyah. Dinamika geopolitik nasional dan global sangat memengaruhi pilihan renstra pada tahun ini untuk  penguatan inovasi sosial yang terintegrasi.

Penguatan inovasi sosial, menurutnya merupakan refleksi dari poin risalah islam berkemajuan (RIB) dengan penguatan ijtihad dan tajdid, yang dalam kondisi tertentu tidak boleh vakum di tengah perubahan sosial dan harus menyambut perubahan-perubahan itu untuk mencari terobosan solusi dari suatu masalah.

Tema rakernas ini menjadi cerminan bagaimana melaksanakan semanagat islam rahmatan lil alamin. Maka renstra mulai tahun depan dikuatkan dengan integrasi data dan ekosistem. “Malah menjadi tidak relevan jika salah satu entitas berjalan sendiri tidak bisa mengukur dampak program yang dilakukan,” pungkasnya.

Ia melaporkan Lazismu secara nasional telah menghimpun dana ZISKA mencapai 92 persen. Totalnya mencapai Rp 582 miliar sampai September, diproyeksikan pada Desember mendekati angka Rp 668 miliar. Adapun total penyalurannya secara nasional untuk dana ZISKA sampai September sebesar Rp 516 miliar. Diproyeksikan hingga Desember sebesar Rp 620 miliar.  “Semua itu diberikan untuk masyarakat yang membutuhkan dengan nilai manfaat seluas-luasnya agar ada dampak berkelanjutan yang menjadi komitmen Lazismu,” paparnya.

Sementara itu, sebagai amanah rakernas sebelumnya, Lazismu telah melaksanakan program Kampung Berkemajuan di 5 provinsi. Ada tiga wilayah yang telah menunjukkan perkembangannya yaitu di Sragen Jawa Tengah, Tasikmalaya Jawa Barat dan Kulonprogo Daeah Istimewa Yogyakarta.

Pada kesempatan yang sama, Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Wilayah seluruh Indonesia yang telah berkontribusi dalam melaksanakan penghimpunan dan pendistribusiannya selama ini. 

Hilman berharap para peserta drakernas bisa membawa aspirasi dan kebijakan. “Tidak mudah bagi Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional yang ditentukan Undang-undang Nomor 23 tahuan 2011 hingga bisa berkembang sampai sekarang ini,” katanya.  

Bersambung (bagian 2)

SELENGKAPNYA
8 November 2025
Lazismu Wilayah Penghubung Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat Dari Kampung Berkemajuan

Lazismu Wilayah Penghubung Dampak Program Pemberdayaan Masyarakat Dari Kampung Berkemajuan

BANJARMASIN – Dalam suatu program yang terencana, Lazismu membutuhkan suatu yang bernilai yaitu tidak sekadar manfaat, tapi dampak nyata yang terukur. Sudah banyak program dilaksanakan dan tercantum. Lantas ide bernas muncul dalam rakernas 2024 -2025 untuk menetapkan program berbasis kawasan yang disebut Kampung Berkemajuan.

Dalam rakernas itu diputuskan bahwa program Kampung Berkemajuan menjadi amanah yang harus dijalankan di 5 wilayah. Layaknya anak disapih, sebelumya Lazismu wilayah dikumpulkan dalam pelatihan penyusunan kerangka kerja logis program selama 9 hari pada Juli 2024.

Komitmen itu tertuang dalam Rakernas di Yogyakarta berlangsung pada 29 November – 1 Desember 2024. Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan bahwa Kampung Berkemajuan merupakan suatu program unggulan dan strategis dari Lazismu yang memiliki kajian kawasan berbasis partisipasi kebutuhan masyarakat.

“Untuk tahun 2025, ditargetkan 5 wilayah antara lain, Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Lampung, akan melaksanakan sesuai dengan kekhasan masing-masing wilayah,” pungkasnya. Jika program ini berjalan dan memberikan dampak yang bagus, maka akan ada wilayah lain bersiap melakukan hal serupa.

Dalam perkembangannya nanti, lanjut Mujadid Rais, program ini bisa dijadikan pertimbangan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah dalam menilai peran srategis inovasi sosial yang menjadi bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah.

Program Kampung Berkemajuan yang dirintis Lazismu, menurut Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Barry Aditya, didesain dengan durasi yang panjang. Sejak awal, sambungnya, dalam pelatihan yang diberikan bertumpu pada penggalian informasi. “Kerangka kerja logis berperan sebagai teropongnya untuk menentukan masalah dan tujuan lalu diturunkan untuk menjawab akar masalahnya,” jelasnya.      

Untuk mengujinya, masing-masing wilayah berkreasi dalam suatu proposal sejauh mana kerangka kerja logis program dapat dituangkan menjadi urutan kegiatan yang saling berelasi untuk memetakan hubungan sebab akibat hingga hasil yang diharapkan. 

Dalam perkembangannya dari lima wilayah yang melaksanakan, tiga wilayah mulai menunjukkan perkembangan implementasi program, seperti di Sragen Jawa Tengah, Tasikmalaya Jawa Barat dan Kulonprogo Yogyakarta. Lazismu Pusat bersama ketiga wilayah dan daerah bersama-sama melakukan pemantauan pelaksanaan program, baik kesesuaian dengan tujuan awal dan identifikasi manfaat yang mulai dirasakan.

“Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan proses program dinilai efektivitasnya, dan memastikan bagaimana kesesuaian dengan tujuan dan hasil yang diharapkan untuk memberikan gambaran perbaikan,” paparnya.

Potensi pemberdayaan komunitas dalam suatu program yang didesain Lazismu melalui Kampung Berkemajuan adalah pengejawantahan nilai-nilai risalah islam berkemajuan yang mendapat relevansinya dalam pembangunan berkelanjutan.

Oleh karena itu, menurut Hilman Latief, dalam perencanaan strategis ke depannya program kampung berkemajuan sebagai kegiatan berbasis kawasan harus dirawat dan dijaga sehingga dapat dibuktikan dampaknya yang terukur.

“Program berbasis kawasan menjadi sektor yang punya masa depan cukup bagus karena modal sosial yang dimiliki Lazismu bersandar pada jaringan muhammadiyah di seluruh Indonesia,” katanya memberikan sudut pandang yang strategis.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
8 November 2025
Wamen Kemendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Tantangan Generasi Baru Di Depan Mata Lazismu Perlu Perkuat Inovasi Sosial Terintegrasi

Wamen Kemendikdasmen Fajar Riza Ul Haq, Tantangan Generasi Baru Di Depan Mata Lazismu Perlu Perkuat Inovasi Sosial Terintegrasi

BANJARMASIN – Puncak pembukaan Rakernas Lazismu 2026, ditandai dengan Grand Opening di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan (7/10/2026). Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Fajar Riza Ul Haq menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu atas undangannya sehingga bisa menghadiri agenda tahunan ini.

Apresiasi juga disampaikan Fajar, kepada Lazismu sebagai Lembaga amil zakat nasional yang terus berperan dalam kontribusinya menjawab problem sosial keumatan. Kiprah Lazismu semakin nyata di seluruh level pengabdian terhadap kemanusiaan. 

Tidak hanya menyentuh aspek-aspek global, tapi hadir di daerah terluar, tertinggal dan terdepan. Ketika negara tidak menjangkaunya Lazismu turut melengkapi dengan berbagai program-programnya.

“Lazismu punya peran nyata terlibat dalam proses perdamaian dan resolusi konflik di berbagai tempat. Hal Ini menandai kiprah Lazismu kian lama terus menjadi yang terdepan,” pungkasnya. Fajar menilai bahwa Lazismu dalam gerakan zakat fokus pada program yang tepat sasaran. Masih teringat dalam ingatannya, Ketika Lazismu hadir di wilayah Papua yang mayoritas dihuni oleh masyarakat Papua. Kiprahnya sudah sampai ke sana.  

Keberadannya membuktikan bahwa jangkauan dakwah Muhammadiyah yang disokong oleh dana filantropi dari Lazismu betul-betul dirasakan dan diterima oleh masyarakat luas. “Atas nama Kementerian kami menyampaikan selamat atas kegiatan Rakernas yang diselenggarakan di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan,” tandasnya. 

Rakernas Lazismu di bumi Lambung Mangkurat, menurutnya menjadi momentum bersejarah. Pasalnya, seratus tahun lalu, pada 1925, cahaya Muhammadiyah menerangi Kalimantan Selatan. Awal kiprahnya mulai dirasakan di Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara, yang menunjukkan gerakan Muhammadiyah baru berkembang di Kalimantan Selatan. 

“Satu abad Muhammadiyah berkiprah di bumi ini, untuk pertama kalinya cabang Muhammadiyah itu berdiri pada tahun 1930 di Kota Banjarmasin,” ungkap Fajar. Ia berharap, rakernas ini dapat menghadirkan gairah dakwah Muhammadiyah yang signifikan di Kalimantan Selatan. Semoga bisa memperteguh peran Lazismu sebagai salah satu lembaga filantropi yang mampu memberikan nilai manfaat yang luas. 

Merespons target penghimpunan Lazismu sebesar Rp 1 triliun pada 2026, menurutnya itu bukan hal mustahil. Tapi juga bukan sesuatu yang mudah. Dibutuhkan kolaborasi dan kerja keras dengan semangat pantang menyerah. Hal itu telah menjadi ciri khas gerakan besar Muhammadiyah dalam upaya mengabdi untuk negeri. 

“Saya meyakini ada optimisme sebagaimana disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais agar bisa terealisasi. Ikhtiar pengumpulan dana sampai 1 triliun, saya amat yakin bisa. Lebih jauh lagi, rakernas diadakan di Banjarbaru, suatu daerah yang kental dengan budaya kedermawanannya,” ungkapnya. 

Pada kesempatan itu, Ia menekankan perhatiannya agar Lazismu mampu beradaptasi dengan  perkembangan generasi muda. Perlu antisipasi perkembangan generasi muda yang lima sampai sepuluh tahun mendatang menjadi wajah dari gerakan filantropi seperti Lazismu. 

“Ada 75 juta lebih generasi muda yang dalam kategori Gen Z dan Alpa. di masa depan akan sangat menentukan wajah bangsa kita, dan pastinya akan sangat menentukan perkembangan organisasi filantropi seperti Lazismu ini,” jelas Fajar. 

Keunikan dan perilakunya harus dibaca dan dicermati secara kritis, karena generasi muda tidak memiliki kefanatikan kepada satu organisasi. Mereka tidak terlalu mengindahkan hirarki kepemimpinan yang bersifat top down. 

“Generasi model baru hari ini merupakan generasi yang mempertimbangkan hubungan dan interaksi yang bersifat vertical, orientasinya lebih mengutamakan dampak atau nilai,” imbuhnya. 

Inilah tantangan Lazismu yang sesungguhnya, mesti dijawab oleh Muhammadiyah, terutama Lazismu dalam menangkap peluang di dunia filantropi masa depan. Lazismu perlu mengkreasikan kekuatan inovasi sosial yang terintegrasi yang berdampak dan berkelanjutan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

SELENGKAPNYA
8 November 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross