Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Atap Rumah Roboh, Lazismu Benahi Rumah Milik Tiga Kakak Beradik

Magetan – LAZISMU. Rumah tak beratap yang ditempati tiga kakak beradik di Desa Mojopurno adalah peninggalan orang tuanya. Kondisinya rusak parah. Mereka bertiga kebingungan harus melakukan apalagi karena tak ada biaya sedikit pun untuk memperbaiki.

Rumah warisan dengan luas 9.5 x 8.5 meter itu roboh. Kayunya sudah lapuk dimakan usia. Ketika roboh tidak ada orang yang jadi korban. Kejadiannya, 3 Agustus 2020. Alhamdulilah puing dan atap rumahnya tak menimpa penghuninya, kebetulan mereka sedang berada di halaman belakang mengolah daging kurban pembagian dari panitia kurban.

Bukhori, Imam Suhadi dan Ummi Samingatin, semuanya tinggal satu atap di rumah itu, yang berada di Kecamatan Ngariboyo, Magetan. Dua dari tiga kaka beradik ini sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Rumah yang mereka tinggali bersama itu, ruang utama serta atapnya roboh dan ambruk total.

Untuk membenahi rumah yang roboh butuh biaya yang tidak sedikit. Apalagi mereka dalam kondisi ekonomi yang rapuh, karena hanya bekerja serabutan. Setidaknya memperbaiki rumah dengan kondisi tersebut membutuhkan Rp 15 juta dengan rincian membenahi atap, agar atap rumah bisa tertutup.

Kehadiran Lazismu kabupaten Magetan dalam merespons persoalan yang dihadapi Bukhori dan saudaranya dinanti partisipasinya. Peran Lazismu dalam hal ini memberikan bantuan dalam program benah rumah, dengan menopang seluruh kebutuhan renovasi rumah sampai selesai. Bersama sanak saudaranya, Lazismu juga melakukan crowdfunding, menghimpun dana dari para dermawan agar rumah itu dapat diperbaiki.

Dalam penggalangan dana, berhasil terkumpul dana kira-kira sudah mencapai 66 persen, sisanya dari total biaya yang dibutuhkan semoga datang dari para donatur. Sementara itu, Lazismu Wilayah Jatim menambah dana yang tersisa sehingga terkumpul dana yang cukup untuk membenahi rumah.

Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan oleh Yakub Trijuna Kaharudin selaku Dewan Pengawas Lazismu Magetan, yang disaksikan Zainul Muslimin selaku Ketua Lazismu wilayah Jatim di rumah penerima manfaat pada pertengahan Agustus kemarin. Diharapkan dalam tiga hari ke depan rumah sudah tuntas diperbaiki.

Bukhori dan saudaranya mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Lazismu. Kami yang sedang dilanda kesulitan, benar-benar merasakan manfaat kehadiran Lazismu. “Terima kasih banyak atas kedatangan bapak-bapak dari Muhammadiyah dan Lazismu, yang telah memerhatikan kondisi keluarga kami,” tukas Ummi penuh haru.

Semoga dengan diperbaikinya rumah ini dapat menjadikan kehidupan ketiga kakak beradik itu dapat normal kembali.  (lazismujatim)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Bedah Rumah Milik Kader Dakwah

Surakarta – LAZISMU. Bedah rumah yang menjadi bagian dari program Lazismu, kembali diwujudkan di wilayah Solo, Jawa Tengah. Kali ini Lazismu Solo bersinergi dengan Takmir Masjid Al-Jariyah dan lembaga amil zakat lainnya melaksanakan agenda bedah rumah milik Mas Sulaksono yang beralamat di Banyuanyar, Surakarta.

Bedah rumah merupakan program unggulan Lazismu Solo, yang diawali dengan agenda pembongkaran rumah bersama KOKAM Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Solo Utara yang dibantu warga sekitar.

Ketua Lazismu Solo Waluyo Raharjo, yang hadir menyerahkan bantuan (20/8/2020), mengajak kepada khalayak untuk ikut peduli membantu menyalurkan infak untuk mewujudkan rumah yang layak huni milik Mas Sulaksono.

 “Alhamdulillah, sinergi berkelanjutan ini bisa terwujud,  dan ikhtiar mewujudkan rumah yang layak huni dapat terlaksana,” paparnya.

 

Kebutuhan dasar sandang, pangan dan utamanya papan adalah satu hal yang penting untuk bisa direalisasi terutama penerima manfaat yang dianggap berasal dari keluarga duafa. Kemakmuran dan kesejahteraan juga menjadi perhatian Lazismu untuk bisa disentuh juga dalam program bedah rumah.

 “Para dermawan dan mereka yang berkelebihan harta bisa turut berpartisipasi membantu menyalurkan donasi untuk keperluan bedah rumah,” pungkasnya. Mudah-mudahan dalam pelaksanaannya sejalan dengan perintah agama untuk tolong-menolong dalam kebaikan.

Sulaksono selaku pemilik rumah mengatakan, rumah yang ditempati sudah berusia setengah abad. “Sudah ada sebelum saya lahir,” kata penerima manfaat ini yang rumahnya menjadi program terpilih bedah rumah.

Tahun ini kondisinya sudah memerihatinkan, banyak tembok yang pecah-pecah, sekililing rumah kondisinya sudah mengkhawatirkan. Terima kasih saya ucapkan kepada para dermawan yang telah mengamanahkan sebagian rejekinya kepada Lazismu, dan para pihak lainnya, semoga kebaikan para donatur menjadi keberkahan dan pahala terus mengalir. (is)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu Pesawaran Giatkan Kantor Layanan Sebagai Lembaga Amil Zakat Terpercaya

Pesawaran – LAZISMU. Pelatihan Lembaga Amil Zakat, Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Lampung, berlangsung pada Sabtu (22/8/2020) sekaligus peresmian Kantor Layanan di Desa Purworejo Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pesawaran Amrizal, dalam sambutannya, mengatakan, berdirinya Lazismu dimaksudkan sebagai institusi pengelola zakat dengan manajemen modern yang dapat menghantarkan zakat menjadi bagian dari penyelesai masalah (problem solver) sosial masyarakat yang terus berkembang.

Dengan budaya kerja amanah, profesional dan transparan, Lazismu berusaha mengembangkan diri menjadi lembaga amil zakat terpercaya. Seiring waktu, kepercayaan publik semakin menguat, kata Amrizal.

Dikatakan Amrizal, spirit kreatifitas dan inovasi senantiasa menggelorakan Lazismu dalam memproduksi program-program pendayagunaan yang mampu menjawab tantangan perubahan dan problem sosial masyarakat yang berkembang, ujarnya dikutip dari laman resmi prioritas.co.id (25/8/2020).

Sementara itu, Kepala Desa Purworejo Zainal Abidin, yang sekaligus sebagai Pimpinan Daerah Tapak Suci Putra Muhammadiyah Pesawaran menyerahkan surat keputusan (SK) dan papan nama Lazismu. Dalam kesempatan ini juga katanya, ditandai dengan peresmian kantor layanan dan musala.

Sekretaris Lazismu Pesawaran Esmanto, menuturkan, selama ini penghimpunan dan penyaluran zakat, infak dan Sedekah telah berjalan. Seiring berlakunya UU No. 23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat dan berdasarkan Instruksi PP Muhammadiyah Nomor 259 tahun 2016 tentang pendirian dan pengelolaan Lazismu pada struktur dan amal usaha Muhammadiyah.  

 “Hal ini mengacu pada pedoman pada peraturan yang berlaku mengenai ZIS. Jadi ZIS menjadi kantor layanan Lazismu,” pungkasnya.

Manajer Lazismu Pesawaran Deddy Setyawan, mengatakan, saat ini semenjak berdirinya Lazismu daerah Pesawaran pada Oktober 2017, baru terbentuk dua kantor layanan Lazismu yang sudah berjalan.

Di Kantor Layanan Lazismu Desa Purworejo, telah berhasil mengelola zakat dan infak berupa padi sebanyak 34,9 ton dan uang zakat dan infak senilai Rp 29 juta sampai dengan Juli 2020. Dan dipercaya mengelola hibah uang dari Bazis Desa Purworejo sebesar Rp. 64.890.000, paparnya.

Peresmian Kantor Layanan Lazismu Purworejo dan Lumberejo dihadiri Lazismu Wilayah Lampung Ashuri, serta rombongan amil lainnya antara lain, Banun, Jenny, Ketua PDM Pesawaran Amrizal, Sekretaris Lazismu Pesawaran Esmanto, Kepala Desa Purworejo Zainal Abidin, Manajer Lazismu Pesawaran Deddy Setyawan. (wagiman/prioritas.co.id)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

36 Penerima Manfaat Beasiswa Sang Surya Ikuti Pembinaan Bersama Lazismu Banyumas

Banyumas – LAZISMU. Banyak generasi muda yang bermimpi ingin melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Tetapi, tidak banyak dari mereka yang mampu mewujudkan cita-citanya. Di Indonesia, jumlah generasi muda yang menempuh pendidikan tinggi angkanya masih terbilang kecil.  

Angka partisipasi kasarnya hanya berjumlah 60 persen persen. Seperti dilansir kompas.com (12/2/2020), lulusan sekolah menengah atas di Indonesia tak bisa mengakses perguruan tinggi.  

Ada banyak faktor yang melatar-belakanginya. Dari beragam faktor penyebabnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi faktor utamanya. Selanjutnya, biaya kuliah yang terlalu tinggi turut memengaruhi faktor lainnya. 

Dalam beberapa hal, sebagai solusi dari persoalan ini, banyak lembaga yang memberikan alternatif agar bisa mengakses pendidikan tinggi, salah satunya dengan program beasiswa. Seperti dilakukan  Lazismu melalui program beasiswa Sang Surya. 

Program tersebut untuk membantu mewujudkan cita-cita generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan sarjana yang terkendala dengan masalah finansial. Lazismu Banyumas, saat ini tengah membantu sebanyak 60 mahasiswa dalam mewujudkan cita-citanya. 

Dari jumlah penerima manfaat tersebut, mereka rata-rata memilih perguruan yang dipilihnya sesuai jenjang S1 dan S2, serta mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar negeri.

Disampaikan oleh Direktur Eksekutif  Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo, bahwa untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan generasi muda, Lazismu hadir sebagai lembaga yang peduli terhadap nasib pendidikan generasi muda. 

Tujuannya lanjut Sabar, selain untuk menerima tantangan dan menambah wawasan, penerima manfaat atau calon penerima beasiswa dari Lazismu Banyumas mendapat bekal dan pembinaan. Pembekalan dilakukan pada Sabtu, 22 Agustus 2020, bertempat di Aula Abdu Dardiri Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas.

Sebanyak 36 orang peserta mengikuti pembekalan ini, dengan menghadirkan narasumber berpengalaman dan narasumber dari persyarikatan Muhammadiyah untuk berbagi informasi yang dibutuhkan oleh penerima manfaat. Hadir dalam pembekalan itu, Ketua PDM Dr. Ibnu Hasan, M.Si, Direktur Eksekutif Lazismu Banyumas Sabar Waluyo, S.E. dan Dosen Fakulltas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Purwokerto Encep Saefudin, S.E, M.Si. (jnd) 

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Kolaborasi Lintas Sektor, Layanan Syariah LinkAja Perkuat Ekosistem Digital Syariah

Jakarta – LAZISMU. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019 merilis hasil survei nasional indeks literasi keuangan syariah nasional yang baru mencapai 8.93 persen. Sementara di tahun yang sama, indeks inklusi keuangan syariah mencapai angka 9.1 persen. Dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang dilakukan oleh OJK, masih membutuhkan kekuatan dan dukungan ekstra agar ekosistem syariah di Indonesia dapat meningkat.

Berdasarkan hasil itu, akses masyarakat terhadap lembaga keuangan masih terbilang sederhana. Kebutuhan masyarakat baru pada tahap memenuhi bagaimana bertahan hidup, menabung dan rencana perlindungan diri serta pendidikan. Melalui telaah tersebut, pemerintah berkomitmen mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah, dengan menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 28 Tahun 2020 tentang Komite Nasional dan Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang secara khusus bertugas untuk mempercepat, memperluas, dan memajukan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

Dalam upaya menggenjot pertumbuhan aset keuangan syariah di Indonesia, KNEKS telah menyusun Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024, di mana salah satu pilarnya adalah penguatan usaha-usaha syariah dan ekosistem ekonomi digital. 

Para stakeholders menyambut positif, termasuk penyedia layanan keuangan elektronik berbasis aplikasi yang terus melakukan inovasi untuk mendukung ekosistem ekonomi digital. Salah satunya Layanan Syariah LinkAja bersama dengan berbagai pihak lintas sektor resmi menandatangani komitmen kolaborasi dalam mendukung implementasi uang elektronik syariah sebagai wujud dukungan terhadap program Gerakan Nasional Non Tunai (25/8/2020). 

Bertepatan dengan perayaan tahun baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, penandatanganan komitmen kolaborasi ini diselenggarakan bersama dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) dan turut disaksikan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H Ma’ruf Amin. 

Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H Ma’ruf Amin, mengatakan, indeks literasi dan inklusi keuangan syariah yang masih rendah mencerminkan adanya ruang bagi upaya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengembangan ekonomi dan keuangan Syariah di tanah air. 

Dengan potensinya yang besar, Ma’ruf meyakini Indonesia berpeluang menjadi pusat ekonomi syariah dunia, serta perluasan layanan keuangan syariah berbasis teknologi digital kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia. “Utamanya kepada mereka yang belum terhubung ke sistem keuangan formal,” tandasnya.

Pemerintah mengapresiasi upaya LinkAja dalam mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama membangun dan memperkuat ekosistem digital syariah di Indonesia. Adanya sinergi berbagai pihak lintas sektor tentu sangat penting dalam pembangunan sarana prasarana yang dapat memperluas dan memperkuat ekosistem syariah di Indonesia. 

Terutama di tengah pandemi saat ini. Karena itu, Layanan Syariah LinkAja harus dapat menjadi bagian dari solusi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 melalui penggunaan uang elektronik. Integrasi dengan marketplace dapat dilakukan lebih masif untuk menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat melalui transaksi online yang cepat dan aman. 

Pada kesempatan itu, Haryati Lawidjaja selaku Direktur Utama LinkAja, mengungkapkan,  LinkAja menyadari bahwa penguatan dan peningkatan ekosistem syariah berbasis digital merupakan tanggung jawab bersama. Sehingga sinergi berbagai pihak lintas sektor berperan penting. “Bertepatan dengan perayaan tahun baru Islam, kami sangat bersyukur, Layanan Syariah LinkAja dapat mengajak lebih banyak pihak untuk dapat bergabung dalam ekosistem kami,” paparnya. 

Haryati berharap ekosistem syariah akan semakin berkembang, bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat di seluruh daerah Indonesia, sehingga literasi masyarakat dan inklusi keuangan digital syariah akan meningkat, dan mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Maka lanjut Haryati, kami memerlukan dukungan untuk memperkuat ekosistem syariah. Komitmen kolaborasi tidak hanya berupa dukungan, tetapi bagaimana dapat meimplementasikan uang elektronik Layanan Syariah LinkAja dengan delapan pihak lintas sektor, antara lain dengan Pemerintah Pusat seperti KNEKS, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAZ), dan Badan Wakaf Indonesia (BWI) terkait pembayaran haji/umroh, produk halal, dan zakat, infak, sedekah dan wakaf. 

Layanan Syariah LinkAja juga melakukan penandatanganan komitmen kolaborasi dengan beberapa Pemerintah Daerah (Pemda), di antaranya adalah Pemda Provinsi Aceh, Pemda Provinsi Sumatra Selatan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi, Pemkot Tasikmalaya, Pemkot Cirebon, dan Pemerintah Kabupaten Lebak, terkait wisata halal dan retribusi daerah syariah. Hal serupa juga dilakukan dengan bank syariah, lembaga zakat, organisasi Islam, perusahaan teknologi finansial,  pesantren, dan marketplace untuk menjadi mitra pembayaran pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Ventje Rahardjo selaku Direktur Eksekutif (Manajemen Eksekutif) KNEKS, menilai, Layanan Syariah LinkAja merupakan perwujudan salah satu pilar MEKSI, yaitu penguatan ekonomi digital. KNEKS meyakini layanan pembayaran digital syariah ini akan mempercepat pertumbuhan rantai nilai halal dan keuangan syariah secara terintegrasi. 

Diharapkan LinkAja dapat berkolaborasi dengan seluruh stakeholders di dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.  Harapannya masyarakat, khususnya umat Islam, dapat terbantu melakukan transaksi digital yang sesuai prinsip syariah, terutama di masa pandemi ini. Misalnya pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf, membantu digitalisasi layanan bisnis UMKM, kemudahan berbelanja retail (online dan offline), transportasi publik, pengelolaan keuangan sekolah/pesantren, perluasan jaringan layanan untuk mendukung sektor industri halal, serta kolaborasi di bidang riset dan inovasi.

Pada prinsipnya, kata Ventje Rahardjo, komitmen bersama itu sebagai wujud literasi keuangan syariah yang berkelanjutan. Kehadirannya tentu ingin mempermudah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi digital syariah. 

Tidak hanya berperan dalam pembayaran zakat, infak, sedekah dan wakaf, tetapi bagaimana Layanan Syariah LinkAja juga bisa menyentuh kebutuhan harian masyarakat yang ingin bertransaksi digital dengan menerapkan kaidah syariat Islam seperti isi saldo dari dan ke seluruh bank syariah, kurban digital, pembayaran iuran sekolah dan pesantren secara digital, wakaf tunai untuk saham, pembayaran di sejumlah mitra e-commerce, dan berbagai transaksi lainnya. (na)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Perut Terus Membesar, Lazismu - MDMC Tanggamus Serahkan Bantuan untuk Pasien Penderita Tumor

Tanggamus – LAZISMU. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), bersama Lazismu Kabupaten Tanggamus menyerahkan bantuan kepada salah seorang warga miskin  Rahim Sri Harni (38) asal Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, yang menderita tumor.

Bantuan diserahkan langsung oleh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonosobo di antaranya, Ketua PCM Asnawi Haryadinata, Lazismu Saifulloh, Ngadiono, Ketua Bidang Dakwah Pemuda Muhammadiyah, Harda Syukri Yahmin dan Heby Pristiawan dari MDMC di Rumah Sakit Abdoel Moeloek.

Ketua PCM Asnawi mengatakan, bantuan tersebut berasal dari donasi warga persyarikatan Muhammadiyah dan simpatisan yang digalang oleh Lazismu - MDMC Kabupaten Tanggamus, demikian dikutip dari laman resmi headlinelampung (25/8/2020).

“Melalui bantuan ini, semoga dapat meringankan sedikit dari beban ibu Harni dan memberi motifasi semangat kepada dirinya bahwa dia tidak sendiri dalam menghadapi ujian ini dan semoga Allah mengangkat penyakitnya sehingga sehat seperti sedia kala, amin,” kata Asnawi.

Sementara itu, salah satu pengurus Lazismu yang juga Ketua MDMC Arif Rahman menyampaikan, jika masyarakat ingin mendonasikan dananya guna membantu ibu Harni bisa transfer ke rekening Lazismu Siaga Bencana BRI No : 577301024040537 atau hubungi kontak person 082374084747 (arif), 08228240742 (kadar).

Diinformasikan sebelumnya, Sri Harni merupakan warga miskin berasal dari Pekon Soponyono, Kecamatan Wonosobo, Tanggamus yang selama satu tahun ini menderita tumor di perutnya.

Pihak keluarga sudah berupaya melakukan pengobatan demi kesembuhannya, akan tetapi tumor yang berada di perutnya kian membesar, hingga membuatnya susah bernafas, susah buang air besar, dan selalu muntah.

Dalam kondisi perut membesar, Sri Harni tergolek lemas di atas ranjang kelas 3 di RSUDAM sejak 20 Juli 2020. Dia dirujuk ke RSUDAM setelah sempat dirawat tiga hari di RSUD Batin Mangunang. (and/rud/headlinelampung)

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross