

Medan – LAZISMU. Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lazismu gelar pelaksanaan program kurban Idul Adha 1441 H secara nasional. Penyaluran hewan kurban yang dibalut dalam program Qurban Untuk Ketahanan Pangan bersama Lazismu Kota Medan menyasar kawasan terpencil di beberapa titik di Sumatera Utara.
Ketua Lazismu Kota Medan, Muhammad Arifin Lubis, mengatakan, di hari yang berbahagia ini kita bersyukur, Lazismu semakin dipercaya oleh mitra-mitranya dalam program kurban sampai ke pelosok-pelosok negeri yang ada di Indonesia, termasuk di Medan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang telah memercayakan Lazismu Kota Medan sebagai pelaksana kegiatan kurban,” jelasnya.
Bagi pekurban, semoga keberkahan dan para penerima manfaat bisa berbahagia, ikut merasakan daging segar kurban di tahun ini karena desa-desa yang menjadi target sasaran merupakan desa yang tidak ada penyembelihan hewan kurban,” paparnya.
Dijelaskan Arifin, ada enam ekor sapi yang disalurkan oleh Lazismu Kota Medan. Lima ekor dikelola bersama dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan satu ekor berasal dari sapi jamaah peserta kurban.
Semarak kurban bertambah syiarnya, saat Lazismu Kota Medan, juga menggelar Tablih Akbar yang berlangsung di dusun 3 Sematar, Kecamatan Bahorok, yang ditandai dengan hadirnya mubaligh kondang Kota Medan Mahmud Yunus Daulay. Hadir dalam tabligh akbar, Wakil Ketua PDM Kota Medan, Adri K dan Ketua Lazismu Kota Medan Muhammad Arifin Lubis dan tim Lazismu Kota Medan.

Terima kasih disampaikan salah seorang penerima manfaat, kepada BPKH dan Lazismu yang sudah memilih desa kami sebagai lokasi sasaran program penyaluran daging kurban untuk para warga di sini. Mudah-mudahan para pekurban dilancarkan rezekinya.
Secara lebih rinci, ada lima lokasi titik penyaluran hewan kurban yang disasar antara lain, Dusun 15 Bambangan 1, Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada Jumat, 31 Juli 2020. Lokasi lainnya, Dusun 5 Penggatalan, Desa Pematang Cermai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, yang dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
Lazismu Kota Medan juga menyasar lokasi berikutnya yakni Dusun 3 Sematar, Desa Sematar, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Ahad, 2 Agustus 2020. Termasuk Dusun 8 Paloh Mancang, Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Senin, 3 Agustus 2020. Selanjutnya, kawasan terpencil lainnya, Dusun Huta Tetap Rejo, Desa Nagori Totap Majawa, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu, 1 Agustus 2020.
Dalam program ini, Lazismu Kota Medan, juga menyasar sampai ke Dusun ll Titi Payung, Desa Naga Timbul, Kecamatan Tanjung Morawa. Dusun ll Titi payung ini merupakan dusun yang terpisah dengan Desa Naga Timbul, dengan jumlah penduduk 17 KK. Di desa itu hanya mengandalkan listrik tenaga surya yang hanya dialiri listrik mulai pukul 19.00 – 23.00 WIB dengan lokasi desa yang terjal dan berlumpur. (na)

Lhokseumawe – LAZISMU. Kak Elly, demikian perempuan ini karib disapa, salah satu pegiat UMKM yang memproduksi kue Bapia Kacang Merah dengan rasa super mantap. Tinggal di pelosok desa (Paya Bilie) di Lhokseumawe, dengan medan yang tak biasa.
Di tengah keterbatasan tempat tinggalnya, tidak mengahalanginya untuk terus berkreasi, memproduksi kue Bapia. Di samping itu, ada anak dan adiknya yang siap mengantar Bapia tersebut ke kedai kopi tradisional atau kios untuk diniagakan.
Pada awalnya, Kak Elly mengalami keterbatasan modal untuk menjalani usaha yang sudah beliau geluti beberapa tahun ini. Selain itu, sistem penjualan dan izinnya belum ada saat itu.
Hari terus berlalu, pada 2019, Kak Elly dan beberapa pegiat dan calon pegiat UMKM mengikuti pelatihan pemberdayaan ekonomi untuk penguatan kapasitas di usaha yang sedang dan akan digeluti, yang saat itu program pemberdayaaan tersebut dilaksanakan oleh Lazismu Lhokseumawe.
Setelah pelatihan itu, menurut amil Lazismu, Kak Elly dibekali modal usaha untuk memproduksi kue hasil olahannya. Selanjutnya mulai dia geluti dari pos zakat Lazismu Lhokseumawe serta terus melakukan pengawasan terhadap usahanya, kata Farhan Zuhri selaku Ketua Lazismu Lhokseumawe (10/8/2020).
Tak berhenti di situ, melalui salah satu relawan Lazismu Lhokseumawe yang terus mendampingi Kak Elly hingga akhirnya dia juga mempunyai izin usaha resmi (PIRT) yang menjadikan produknya bisa dipasarkan secara legal.
Kini, Lazismu dalam tahap pendampingan dan penyesuaian kemasan untuk produk Bapia Kak Elly yang selanjutnya agar bisa dipromosian secara lebih luas.
Kak Elly berharap, dengan bekerja keras siang dan malam, produknya bisa terjual walaupun pandemi Covid-19 masih menghantui dunia. Pandemi tidak melunturkan semangatnya untuk berjuang.
Dan akhirnya, Lazismu dan Kak Elly mempunyai cita-cita besar agar produk bapia ini bisa disukai di pasaran serta yang terpenting bisa meningkatkan ekonomi keluarga kak Elly. (na)

Pekanbaru – LAZISMU. Perhatian lembaga amil zakat infak dan sedekah, khususnya Lazismu di Pekanbaru dalam program kurban bertema Qurban Untuk Ketahanan Pangan, sampai ke saudara-saudara kita yang berada di kawasan minor dalam dakwah.
Lazismu Pekanbaru menyalurkan satu ekor sapi kepada warga di Desa Tanjung Pal, Kampung Penyengat, Kelurahan. Sungai Apit, Siak, pada Sabtu, 1 Agusutus 2020.
Direktur Lazismu Pekanbaru Agung Pramuryantyo, mengatakan, kurban ini semoga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat serta berbagi kebahagiaan di hari raya Idul Adha.
Terimakasih kami sampaikan kepada donatur yang telah memercayakan hewan kurban berupa sapi melalui Lazismu. “Semoga amal ibadahnya mendapat keberkahan dan Allah SWT menerima ibadah kurban kita,” paparnya.
Mursidin salah seorsang warga yang menerima manfaat program kurban, menyampaikan terimakasih kepada Lazismu Pekanbaru yang sudah memerhatikan kondisi warga di desa ini. “Apalagi satu ekor sapi yang diterima warga tepat di momentum hari raya Idul Adha merupakah berkah tersendiri,” katanya.
Program kurban yang dilaksanakan Lazismu di sini sangat berarti buat warga untuk menjadi penyemangat dalam syiar dakwah terutama di Tanjung Pal. Lebih lanjut, ia mengatakan jumlah warga yang muslim di Tanjung Pal hanya 50 KK dari 500 KK.
“Mudah-mudahan dengan adanya kurban ini bisa menambah semangat kami dalam mengembangkan syiar dakwah di sini,” tandasnya. (na)

Jakarta – LAZISMU. Lazismu bersama Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) menggelar acara bertajuk penyaluran bantuan paket sembako kepada penyandang disabilitas, khususnya tuna netra.
Secara simbolis bantuan paket sembako, diserahkan oleh pihak Lazismu yang diwakili oleh Falhan Nian Akbar, selaku Manager Program Lazismu Pusat kepada penyandang tuna netra yang dalam hal ini diwakili oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pertuni, Kramat Sentiong, Jakarta (10/8/2020).
Sementara ini, untuk anggota Pertuni di sini ada 30 paket sembako yang diberikan sebagai bantuan. Mudahan-mudahan program ini bisa berlanjut. Seperti disampaikan DPP Pertuni, masih ada tiga ribuan teman-teman Pertuni di Indonesia yang perlu mendapat perhatian. Untuk itu, kata Falhan Nian Akbar, selaku Manager Program Lazismu Pusat Lazismu, kami mengajak semua pihak bersama–sama membantu mereka yang terdampak. Terima kasih juga untuk para donatur khususnya bank Bukopin Syariah dalam bentuk sembako
Falhan Nian Akbar mengatakan, dampak pandemi Covid-19, tak hanya menyasar para pekerja di sektor formal dan informal. Di luar itu, para penyandang disabilitas terutama mereka yang tuna netra merasakan betul dampaknya. “Para penyandang tuna netra ini berprofesi sebagai penyedia jasa pijat,” katanya. Karena itu, Lazismu juga memberikan beberapa paket cairan pembersih tangan berupa hand sanitizer yang sangat dibutuhkan kawan-kawan tuna netra.
Di saat pandemi, lanjut Falhan, jasa pijat kian sepi, karena protokol kesehatan yang harus dipatuhi. Maka melalui organisasi penyandang disabilitas, terutama melalui Pertuni, Lazismu berkolaborasi untuk memberikan bantuan kepada mereka sebagai penerima manfaat.
.jpeg?access_token=98528e79-52e3-4466-91fd-f762a99e7ba1)
Eka Setiawan Ketua III DPP Pertuni – Ketua Pertuni DKI, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan seluruh donatur. Kebetulan di sini anggota Pertuni di DKI Jakarta yang diwakili oleh kawan-kawan telah menerima secara simbolis.
“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi anggota pertuni, mereka rata-rata terdampak dampak Covid-19, maka mewakili teman-teman sekali lagi kami mengucapkan terima kasih dan sangat bermanfaat buat kami,” pungkasnya.
Eka menggambarkan, bahwa untuk di DKI Jakarta, kira-kira ada 700 lebih penyandang disabilitas tuna netra. Mereka tersebar di wilayah-wilayah yang ada di Jakarta. Usia mereka ada yang 17 tahun atau sudah menikah. Pekerjaan mereka sehari-hari sebagai pemijat, dan ada juga yang berkuliah meski jumlahnya dapat dihitung.
“Protokol kesehatan yang dicanangkan pemerintah melalui jaga jarak sosial dan fisik berakibat pada berhentinya tuna netra sebagai pemijat. Akhirnya kemampuan untuk menghasilkan daya sosial dan ekonomi mereka turut memengaruhi kehidupan sehari-hari mereka untuk memenuhi kebutuhannya,” ungkapnya.
Eka berharap masyarakat dapat berpartisipasi melakukan pendampingan jika bertemu mereka di mana pun berada. Adapun Pertuni, lanjut Eka, hanya sebatas wadah organisasi yang berupaya memfasilitasi mereka untuk berbagi informasi. “Termasuk informasi perkembangan Covid-19 misalnya, kita berbagi info dari tuna netra ke tuna netra. Intinya saling berbagi info,” tandasnya. (na)

Banyumas – LAZISMU. Kebutuhan akan papan menjadi kebutuhan utama yang masih dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Kepemilikan atas tempat tinggal yang layak, sebagai tempat bernaung harus tidak harus dipenuhi. Tetapi, bagaimana tidak, masih banyak warga yang tidak memiliki rumah karena hidup di bawah garis kemiskinan.
Penghasilan harian yang minim hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan harian saja. Jangankan untuk biaya pemenuhan pendidikan, ikhtiar untuk memenuhi makan sehari-hari saja tak cukup. Impian untuk memiliki rumah hanya sebuah mimpi panjang yang tak akan terwujud.
Kondisi itu dihadapi setiap orang, begitu pun dengan Miftahul Jannah. Seorang warga Desa Tambakan, Kecamatan Ajibarang, kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Selama ini, Miftah menyewa sebuah rumah sederhana untuk sekedar berteduh bagi dirinya dan keluarganya.
Walaupun sebenarnya istri beliau memiliki tanah yang bisa dibangun rumah, namun karena keterbatasan ekonomi, sampai saat ini belum juga dibangun rumah di atas tanah tersebut.
Sehubungan dengan kondisi itu, Kantor Layanan (KL) Lazismu di Desa Tambakan berinisiatif menjembatani impian Miftahul Jannah. Akhirnya Miftahul Jannah dipertemukan dengan Lazismu Banyumas.
Sebagai ayah dari tiga orang anaknya, pertemuan dengan Lazismu seperti mimpi yang sulit dipercaya. Medio, Selasa, 28 Juli 2020, rombongan tim bedah rumah Lazismu Banyumas memulai pembongkaran rumah Miftahul Janah untuk direnovasi. Proses tersebut memakan waktu satu minggu sampai untuk siap dihuni oleh keluarga Miftahul Janah.
Pada Selasa, 5 Agustus 2020, Lazismu Banyumas bersama KL Lazismu Tambakan dan Kepala Desa Tambakan menyerahkan bantuan bedah rumah secara simbolis kepada Miftahul Jannah. Pada hari itu juga rumah yang dibangun telah selesai dan siap untuk dihuni.
Bapak Miftahul Jannah, yang kesehariannya sebagai penjual es merasa bahagia atas bantuan rumah itu. Ia berharap rumah yang akan dihuninya itu bisa nyaman dan bertahan lama. Beliau juga berharap semain banyak penerima manfaat dari bedah rumah Lazismu Banyumas, sehingga mereka dapat merasakan kenyamanan dalam lingkungan keluarga mereka.
Salah seorang amil Lazismu Banyumas, Habib Amrillah, saat dihubungi mengatakan, dalam proses renovasi, kendati sudah ditangani oleh tim profesional dari Lazismu Banyumas, warga tetap turut berpartisipasi gotong-royong membantu proses pembangunan rumah tersebut. Para warga saling membantu membawa material hebel, kayu, dan genteng mengingat untuk menuju rumah Miftah harus melalui gang sempit.
“Warga grumbul Tambakan dan para jamaah pengajian magrib tanpa pamrih langsung membawa material tersebut dari jalan ke lokasi bedah rumah,” ceritanya.
Program bedah rumah Bapak Miftah, sambung Habib, merupakan bedah rumah yang ke-27 bagi Lazismu Banyumas. Setiap rumah yang baru berdiri setelah dibedah atau direnovasi selalu ditandai dengan nomor ID yang dipasang setelah penyerahan bedah rumah.
Secara umum, kata Habib, konsep bedah rumah yang Lazismu Banyumas programkan merupakan rumah yang sehat, nyaman, bersih dan kuat. Tujuannya menciptakan kondisi keluarga yang harmonis, ibadah semakin khusuk, dan anak-anaknya nyaman belajar dan tumbuh berkembang dalam rumah yang penuh berkah (ha)

Jakarta – LAZISMU. Permata Bank Syariah dan lembaga amil zakat nasional, khususnya (LAZISMU) berkolaborasi membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan Permata Bank Syariah melalui Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) dengan menyalurkan bantuan berupa sedekah daging sapi segar melalui Lazismu sebagai mitra terpercaya.
Program tersebut sebagai rangkaian kegiatan Idul Adha 1441 H bersama Lazismu, sebanyak 13 ekor sapi. Secara simbolis, Hadi Wijaya selaku Vice President Head, Shariah Transaction Banking Permata Bank Syariah, menyerahkan bantuan tersebut kepada Lazismu yang diwakili oleh Edi Muktiono selaku Manager Fundraising (5/8/2020), di Permata Bank Bintaro Tower Kota Tangerang Selatan.
Vice President Head, Shariah Transaction Banking Permata Bank Syariah, Hadi Wijaya, mengatakan, dengan menjalankan amanah dari para muzaki dan donatur untuk menyalurkan dana ZIS dan DK kepada penerima manfaat, kami bersinergi dengan Lazismu dalam berbagai bentuk program.
Salah satunya program kurban Lazismu yang mengusung tema Qurban Untuk Ketahanan Pangan. Hadi menegaskan, nilai pentingnya memberikan manfaat dan kontribusi terbaik kepada penerima manfaat khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan bersinergi dengan mitra terutama lembaga amil zakat yang profesional.
“Ke depan program ini diharapkan dapat berlanjut dan semakin bertambah luas, baik dari sisi jangkauan daerah, lokasi maupun penerima manfaat itu sendiri,” katanya.
Dalam kesempatan terpisah, Direktut Lazismu Edi Suryanto, mengungkapkan, sinergi ini diharapkan dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat di saat pandemi. “Perbankan merupakan mitra Lazismu yang bisa ikut mendorong bersama-sama dalam menularkan inspirasi kebaikan terutama saat momentum kurban,” tandasnya.
Puji syukur Lazismu dan Permata Bank Syariah telah menyalurkannnya di tujuh provinsi, lanjut Edi. “Adapun ketujuh provinsi itu meliputi Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Pekanbaru dan Palembang,” bebernya.
Lazismu terus berupaya menjali kerjasama dengan semua pihak, untuk melaksanakan amanah dalam mengelola dana zakat, infak, sedekah dan dana sosial kemanusiaan lainnya yang didistribusikan melalui program-program Lazismu kepada penerima manfaat. (na)

