

GUNUNGKIDUL - Lazismu Daerah Gunungkidul menyerahkan program bedah rumah tahap kedua kepada keluarga Bp. Teguh Wiyono yang beralamat di Kemorosari II, Piyaman, Wonosari pada Minggu (29/11).
Bapak Teguh Wiyono merupakan buruh bangunan yang juga aktivis masjid. Bedah rumah ini dimulai pada tanggal 22 Oktober 2020 dan diresmikan pada 29 November 2020.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Wahyudiyono, Ketua Lazismu Gnungkidul, total dana yang dihabiskan untuk program ini adalah sebesar Rp 28.730.000,-
Kunci rumah diserahkan secara simbolis oleh dr. Achmad Suparmono mewakili donatur kepada Bp. Teguh Wiyono. Penyerahan ini disaksikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, H. Sadmonodadi; Ketua Lazismu Gunungkidul, Wahyudiyono; Ketua MDMC Gunungkidul, serta Warga Kemorosari II.
Bp. Teguh Wiyono yang diwakili oleh Bapak Murwanto, Kepala Dukuh setempat mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan para donatur yang telah membantu mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah yang layak huni dan aman huni. Semoga diberikan balasan yang lebih banyak dari Allah SWT.
H. Sadmonodadi menyampaikan bahwa beramal sholeh tidak hanya bisa dilakukan sendiri, tetapi juga dengan berjamaah. "Semoga semakin banyak yang terbantu," ujarnya.
Dalam peresmian tersebut, hadir pula Ust. Muhammad Abduh Tuasikal dari Panggang. Dalam pengajiannya, ia menyampaikan tentang bagaimana cara agar kita mendapatkan rumah kelak di surga. Salah satunya adalah terus beramal shalih sebanyak banyaknya.
"Semoga rumah yang baru diresmikan bisa memberikan ketentraman lahir dan bathin dan terus membawa keberkahan," jelasnya.
Sebelumnya, Lazismu Gunungkidul telah melaksanakan bedah rumah milik Fajar Sidik Kurniawan. Ia merupakan pegawai TU di MI Muhammadiyah Munggur Semanu. Dengan gaji per bulan Rp. 250.000,- ia menjadi tulang punggung keluarga. Ia membiayai hidup kedua orang tuanya yang sudah tidak mampu bekerja, kakaknya yang mengalami gangguan jiwa, dan satu adiknya yang masih sekolah di salah satu SMK di Gunungkidul.
Selain rumah, Fajar juga diberikan sepeda motor dari donatur untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Peresmian bedah rumah miliki Fajar dilaksanakan pada Minggu (18/10). (Yusuf)

LAZISMU.ORG - Lazismu mendapatkan penghargaan Baznas Award 2020 sebagai LAZNAS dengan pertumbuhan pengumpulan ZIS terbaik tahun 2020.
Penghargaan ini disampaikan oleh Astera Primanto Bhakti, anggota Baznas RI dalam kegiatan Baznas Award pada Senin (14/12) secara daring.
Sebelumnya, Lazismu juga menyabet penghargaan sebagai LAZNAS dengan laporan tahunan terbaik pada Baznas Award 2019. Pada tahun 2018, Lazismu mendapatkan penghargaan Baznas Award dengan kategori pertumbuhan penghimpunan terbaik nasional.
Nominasi LAZNAS dengan kategori pertumbuhan pengumpulan terbaik diikuti oleh Lazismu, LAZ Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, dan Lazisnu.
"Kerja keras para amil zakat yang didedikasikan untuk kebangkitan zakat dan kemaslahatan masyarakat mampu meningkatkan pertumbuhan pengumpulan dana zakat, infaq, dan shodaqoh. Selamat kepada Lazismu," tegas Astera.
Baznas Award merupakan kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Baznas RI dengan tujuan memberikan apresiasi atas kinerja UPZ, mendorong optimalisasi dan profesionalitas pengelola zakat nasional, mendorong kreatifitas dan inovasi kerja, mempererat tali silaturahmi, dan lain-lain.
Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat mengaku bergembira melihat Lazismu yang semakin solid dan memiliki tingkat kepatuhan organisasi yang tinggi.
"Mudah-mudahan kepercayaan masyarakat juga semakin kuat," jelasnya melalui pesan tertulis kepada lazismu.org.
Menurut Bambang Sudibyo, Ketua Baznas RI, penganugerahan Baznas Awar dengan tema "Semesta Kebajikan Zakat" ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya suasana fastabiqul khoirot dalam pengelolaan zakat di Indonesia.
"Kami berharap tradisi baik yang sudah melembaga sejak tahun 2017 ini bisa diteruskan setiap tahunnya oleh para pimpinan Baznas," jelasnya. (Yusuf)

PURBALINGGA - Pada hari Minggu (6/12) Lazismu Purbalingga memulai pendistribusian 816 kaleng Rendangmu yang diberikan oleh Lazismu Jawa Tengah.
Kaleng Rendangmu dibagikan kepada masyarakat terdampak bencana, baik terdampak covid-19, banjir, maupun tanah bergerak di Desa Tumanggal Kecamatan Pengadekan, Kabupaten Purbalingga.
Menurut keterangan Andi Pranowo, Manajer Lazismu Purbalingga, proses pendistribusian masih berlangsung hingga hari ini.
"Kita bagikan ke tenaga medis di PKU Muhammadiyah Purbalingga, beberapa Amal Usaha Muhammadiyah yang terdampak covid-19, ada juga Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang terdampak," jelasnya ketika dihubungi oleh lazismu.org.
Andi menjelaskan bahwa di Desa Tumanggal terjadi tanah bergerak yang mengakibatkan 67 rumah yang rusak dan 728 jiwa. Setiap hari tanah bergerak sepanjang 5 cm sehingga terjadi tanah longsor.
Di Desa Tumanggal, Lazismu juga membagikan paket sembako, pakaian baru, mukena, air mineral, dan logistik makanan.
"Kita salurkan ke posko disana sejak terjadi tanah bergerak kira-kira dua minggu yang lalu. Kebetulan MDMC dan Lazismu sudah mendirikan posko layanan untuk penanggulangan bencana dan penghimpunan logistik," imbuhnya.
Posko tersebut masih aktif memberikan bantuan hingga saat ini. "Korban di Tumanggal belum pulih dan nampaknya prosesnya masih panjang," jelasnya.
Ia berharap agar masyarakat yang terdampak bencana merasakan kepedulian dari warga sekitar dan Lazismu. Ia juga berharap agar masyarakat yang tidak terdampak dapat turut membantu melalui donasi di Lazismu. (Yusuf)

LUMAJANG - Lazismu & Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Lumajang membuka posko layanan di titik kumpul Dusun Kamar Kajang, Desa Sumber Wuluh, kecamatan Candi Puro, Lumajang pada Minggu (6/12).
Posko ini berdampingan dengan posko dari BPBD dan LPBNU. Malam harinya, relawan di posko Muhammadiyah membagikan 330 paket makan malam untuk pengungsi.
Dilansir dari lazismujatim.org, Anggit, ketua MDMC Lumajang mengatakan bahwa pendirian posko di Dusun Kamar Kajang perlu dilakukan karena posko induk Muhammadiyah berada di Gedung Dakwah Muhammadiyah di tengah Kota. Karena jarak yang jauh dari Gunung Semeru, maka sulit untuk melakukan koordinasi dan pemantauan aktivitas Gunung Semeru.
“Kita putuskan untuk mendirikan posko di lokasi ini berdekatan dengan posko lain, seperti BPBD, LPBNU, dan lainnya” kata Anggit.
Menurut Kuswantoro, Fundraising Lazismu Lumajang, masyarakat yang terdampak pergi ke pengungsian hanya pada sore hingga pagi. Pada pagi hari, mereka kembali ke rumah masing-masing.
"Yang dikhawatirkan itu aliran lahar dingin di Semeru. Sungai-sungai di bawah Semeru itu tertimbun material vulkanik hingga 4-5 meter," ujarnya kepada lazismu.org.
Ia menyebut bahwa relawan yang tergabung di posko layanan, selain Lazismu dan MDMC, juga terdiri dari berbagai organisasi otonom Muhammadiyah Lumajang. "Nanti kalau terjadi letusan lebih besar, kami sudah menyiapkan posko yang lebih besar untuk pengungsian," imbuhnya melalui saluran telepon.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati mengatakan sebanyak 550 warga mengungsi setelah Gunung api Semeru mengeluarkan awan panas guguran, Selasa (1/12).
Raditya mengatakan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang berdasarkan data sementara pada Selasa (1/12/2020), pukul 09.00 WIB, pengungsian tersebar di dua titik, yaitu di pos pantau sebanyak 300 jiwa, sedangkan sisanya di Desa Supiturang.
Pada 1 Desember 2020 mulai pukul 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 Km ke arah Besok Kobokan di sektor tenggara dari puncak Gunung Semeru.
"Status aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada level II atau waspada," ujarnya.
Lokasi yang berpotensi terdampak aktivitas vulkanik yaitu Desa Supiturang, Desa Oro-oro Ombo dan Rowobaung di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro. Sejumlah desa tersebut berada Kabupaten Lumajang. (Yusuf)

SURABAYA - Lazismu Surabaya membagikan kaleng Rendangmu kepada anak asuh di Panti Asuhan Muhammadiyah Pagesangan Surabaya, Selasa (15/12).
Selain kaleng Rendangmu, Lazismu juga menyalurkan dana Rp. 7.000.000,- untuk pembangunan panti.
Dilansir dari lazismusby.com, bantuan diserahkan oleh Sunarko, Ketua Lazismu Surabaya kepada Jintung Marsudi, salah satu pengurus panti. Penyerahan bantuan tersebut juga dihadiri oleh Rahmat Zulkarnaen, Sekretaris Lazismu Surabaya; Rahmat Edi Hidayat, Keuangan Lazismu Surabaya; dan Abdul Hakim Wakil Ketua Lazismu Surabaya.
Jintung menyebut bahwa Panti Asuhan Muhammadiyah Pagesangan Surabaya tengah menyiapkan pembangunan gedung empat lantai. Panti tersebut memiliki 5 anak asuh yang tinggal di asrama dan 46 santri binaan yang setiap hari belajar ke panti.
"Panti ini juga membina tidak kurang dari 45 janda dan lansia sejak tahun 2013. Ada berbagai pembinaan di panti binaan Lazismu ini, meliputi bimbingan Alquran, ibadah, dan akhlak," jelasnya.
Sementara itu, menurut Sunarko, Lazismu Surabaya akan meningkatkan kuantitas program-program kemanusiaan pada tahun 2021, salah satunya dengan menambah program baru bernama Muhammadiyah Senior Care (MSC). Realisasi program ini adalah dengan mendirikan Griya Werda (Panti Jompo) yang ada di Dukuh Kupang.
"Lazismu Kota Surabaya juga mengadakan penggalangan dana besar-besaran untuk pembangunan Gedung PA Muhammadiyah di Kota Surabaya. Kedua program di atas adalah sinergi Lazismu dengan MPS PDM Kota Surabaya," tuturnya. (Yusuf)

SUKOHARJO - Curah hujan yang tinggi dan dalam durasi yang lama mengakibatkan Sungai Samin, Wonorejo, Kecamatan Polokarto, Sukoharjo meluap pada Minggu (13/12).
Luapan sungai ini mengakibatkan banjir di beberapa titik seperti Desa Wonorejo, Desa Mranggen, Desa Ngombakan, Desa Bugel, dan Desa Pranan. Desa-desa tersebut terletak di Kecamatan Polokarto.
Melihat hal tersebut, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Sukoharjo melakukan evakuasi warga yang terdampak banjir ke tempat yang lebih aman. Selain itu, MDMC juga melakukan pengamanan aset rumah yang terdampak, pembersihan akses jalan, dan pembersihan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang terdampak.
Muslih Nur Wahid, anggota MDMC Sukoharjo menyebut bahwa respon bencana ini melibatkan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) Blimbing, Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Blimbing, dan Pemerintah Desa Wonorejo.
"Minggu malam Pemdes Wonorejo sudah membuat posko. Terus Senin pagi kita langsung drop sarapan untuk warga," jelasnya kepada lazismu.org
Menurutnya banjir disebabkan karena curah hujan yang tinggi sejak pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB. Di beberapa titik, ketinggian air mencapai 1 meter.
Pada Senin pagi warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk melakukan pembersihan rumah pasca banjir. "Belum ada kerugian berat. Hanya saja TK Dagas dan TK Ngombakan tergenang lumpur, terus salah satu talud di Wonorejo jebol. Tapi masih relatif aman," imbuh Muslih.
Selain di Kecamatan Polokarto, banjir juga terjadi di Kecmatan Sukoharjo dan Kecamatan Grogol. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Sri Maryanto mengatakan bahwa di Desa Gayam, Kecamatan Sukoharjo ada satu pohon yang tumbang dan melintang di tengah jalan.
"Selain itu, di Desa Mranggen, banjir menggenang dan masuk rumah warga hingga 50 cm. Setidaknya ada lima rumah yang terdampak di desa itu. Belum desa-desa yang lain," jelasnya sebagaimana dilansir dari Radar Solo.
Muslih berharap agar tidak ada lagi bencana yang merugikan masyarakat. "Semoga Sukoharjo selalu aman dan siap menghadapi bencana jika ada bencana," tutupnya. (Yusuf)

