

LAZISMU.ORG - Lazismu telah menyelesaikan agenda Rakernas Lazismu 2021 yang digelar sejak hari Jumat (4/12).
Ada 6 divisi kerja unggulan yang dikuatkan dari Rakernas Lazismu 2021 ini. Antara lain divisi kerja Kelembagaan, Sumber Daya Amil, divisi Keuangan, Fundraising & Kerjasama, Public Relations, dan Penyaluran.
Divisi kerja unggulan kelembagaan mencakup standarisasi kantor, penggunaan sistem informasi manajemen terintegrasi, pembentukan dan standarisasi LAZ AUM. Adapun divisi sumber daya amil mencakup peningkatan jumlah amil tersertifikasi. Lazismu menargetkan memiliki 1000 amil tersertifikasi pada tahun 2021.
Lazismu, melalui Rakernas, juga mengesahkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja (RAPB) tahun 2021. RAPB yang menjadi target di tahun 2021 adalah Rp. 201,370,898,326,00. Dalam laporan Rakernas yang ditulis oleh Dr. Nuryadi Wijihardjono, Lazismu menargetkan adanya optimalisasi penggunaan SIM keuangan dan laporan keuangan yang teraudit secara nasional.
Nuryadi menulis bahwa dalam hal Fundraising & kerjasama, Lazismu menargetkan beberapa hal. Pertama, standarisasi dan klasterisasi Lazismu Daerah & Kantor Layanan berdasarkan hasil perolehan. Kedua, penetapan tanggal tertentu untuk Fundraising. Ketiga, menjalin Kemitraan dengan instansi pemerintah, swasta, LSM, dan LAZ lain. Keempat, memperbanyak kolaborasi dengan penyedia platform digital.
Sementara itu, dalam divisi Public Relations, Lazismu menargetkan peningkatan branding Lazismu dengan platform digital, kerjasama dengan platform digital untuk pemberitaan, pelayanan secara online dengan sistem yang terintegrasi, dan produksi konten yang sesuai dengan generasi muda.
Dalam hal penyaluran, Lazismu akan fokus pada 8 asnaf, rekomendasi Muktamar, dan peningkatan SDGs.
Sementara itu, Hilman Latief, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat dalam sambutannya berharap agar Kantor-Kantor Lazismu tetap melakukan kaderisasi amil.
Ia memandang perlu adanya penugasan eksekutif ke Daerah dan Wilayah untuk mengembangkan keamilan di satu daerah. "Selain itu, harus memperbanyak amil yang melek teknologi (digital friendly) untuk manfaat yang lebih besar. Wiilayah dan Daerah juga harus berperan aktif dalam pencapaian SDGs," jelasnya. (Yusuf)

LAZISMU.ORG - Dalam rangkaian kegiatan Rakernas Lazismu, Lazismu Pusat memberikan Penghargaan Lazismu Award kepada Kantor-Kantor yang berprestasi. Lazismu Award diberikan kepada Kantor Layanan hingga Kantor Wilayah.
Lazismu Jawa Tengah mendapatkan penghargaan sebagai Wilayah dengan Pertumbuhan ZISKA Terbaik Tahun 2020 sekaligus Lazismu Wilayah Terbaik tahun 2020. Dodok Sartono, Ketua Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah menyebut bahwa cara memajukan Lazismu Jawa Tengah adalah dengan membangun SDM dan sistem.
Ia mengaku membentuk badan eksekutif yang mengelola Lazismu secara profesional, mulai dari direktur hingga staff. "Tim ini yang banyak bekerja membantu Badan Pengurus untuk melaksanakan roda organisasi dan juga menggerakkan Lazismu dari Daerah sampai KL, sehingga KL di Jateng sekarang lebih dari 600," ujarnya melalui pesan tertulis.
Menurut Dodok, inti kepemimpinan adalah melayani dan support. Maka, tugas Wilayah adalah melayani dan memberikan support kepada Lazismu Daerah.
Adapun daftar penerima Lazismu Award secara lengkap adalah sebagai berikut. Lazismu DIY mendapatkan penghargaan sebagai Wilayah dengan Kreativitas Penghimpunan ZISKA Terbaik. Lazismu Jawa Timur mendapatkan penghargaan sebagai Wilayah dengan Pendistribusian dan Pendayagunaan Terbaik.
Sementara itu, Lazismu Kalimantan Barat mendapatkan penghargaan sebagai Wilayah dengan Laporan Terbaik. Lazismu Kota Lhokseumawe menjadi Daerah dengan Program Pendidikan Terbaik. Lazismu Sragen menjadi Daerah dengan Program Kesehatan Terbaik sekaligus sebagai Kreativitas Fundraising Terbaik. Lazismu Hulu Sungai Tengah menjadi Daerah dengan Program Dakwah Terbaik. Lazismu Banyumas menjadi Daerah dengan Program Ekonomi Terbaik. Lazismu Solo meraih penghargaan sebagai Lazismu dengan Program Sosial Terbaik.
Lazismu Kabupaten Pekalongan mendapatkan penghargaan sebagai Daerah dengan Program Kemanusiaan Terbaik. Lazismu Kota Parepare menjadi Daerah dengan Program Lingkungan Terbaik. Lazismu Kabupaten Gresik menjadi Daerah dengan Media Sosial dan Website Teraktif. Lazismu Kabupaten Lamongan menjadi Daerah dengan Fundraising Komunitas Terbaik. Lazismu Kota Medan menjadi Daerah dengan Pertumbuhan Daerah Terbaik.
Kantor Layanan yang mendapatkan penghargaan adalah KL Nglipar sebagai KL dengan Fundraising Digital Terbaik. KL RSIJ Cempaka Putih mendapatkan penghargaan sebagai KL Terbaik bidang Kesehatan. KL UMSIDA menjadi KL Terbaik bidang Pendidikan. (Yusuf)

ACEH TENGGARA - Lazismu Aceh Tenggara beserta relawan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Aceh Tenggara membagikan ratusan porsi nasi bungkus makan siang kepada korban banjir di tiga lokasi, yaitu Pajak pagi, Mbacang Lade, dan Pulonas Baru, Jum’at (4/12).
Banjir yang terjadi Jum’at dini hari ini merendam puluhan rumah di beberapa lokasi antara lain di Tanah merah, Simpang Lawe Bekung, Pulonas Baru, Mbacang Lade, Pajak Pagi, dan Terutung Pedi.
Dilansir dari Suara Muhammadiyah, ratusan nasi bungkus Padang lengkap dengan lauk dan sayurnya langsung dibagikan ke tiga Lokasi banjir yaitu Pajak Pagi, Mbacang Lade, dan Pulonas Baru.
Ketua Lazismu Aceh Tenggara, Bagindo Afrizal berharap agar bantuan yang di berikan dapat meringankan beban para korban. Setidaknya, nasi tersebut dapat memberikan tenaga untuk mereka yang sedang membersihkan rumahnya yang terendam sejak dini hari tadi.
“Nasi bungkus yang kita siapkan untuk korban banjir tersebut disesuaikan dengan jumlah atau kebutuhan di lapangan karena kita dibantu oleh adik-adik IPM untuk mendistribusikan di tiga titik banjir tersebut,” ujarnya.
Menurut keterangan Afrizal, setelah selesai sholat jum’at, puluhan anggota IPM membagikan makan siang kepada korban banjir yang rumahnya tergenang dini hari tadi.
"Mereka rata-rata hanya bisa berdiam diri dirumah sembari membersihkan barang yang terendam banjir," imbuhnya.
Fadil, salah satu warga di desa Pulonas Baru yang menerima bantuan makan siang itu merasa bersyukur dan berterima kasih atas uluran tangan para dermawan khususnya donatur Lazismu Aceh Tenggara kepada para korban banjir hari ini.
Endang, warga yang lain menyebut bahwa aksi sosial ini sangat tepat dan diberikan saat warga membutuhkan.
"Yang pasti bantuan ini tiba saat keluarganya membutuhkan makan siang, terima kasih Lazismu," ucap Endang.
Ferri Hardian, Direktur Eksekutif Lazismu Aceh Tenggara mengungkapkan terima kasih kepada para donatur yang secara spontanitas mendonasikan makan siang untuk para korban banjir.
"Walaupun nilainya tak seberapa, namun manfaatnya langsung bisa dirasakan para korban dan keluarganya," jelasnya. (Agusnaidi B/Riz/Suara Muhammadiyah)

PACITAN - Lazismu & MDMC Pacitan membuka dapur umum (DU) di lokasi bencana tanah longsor Desa Gembuk yang terjadi Ahad (15/11).
Sebagaimana diketahui, hujan deras melanda Pacitan sejak Minggu (15/11/2020) siang. Akibatnya banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Kebonagung.
"Banjir di Pacitan menggenangi rumah dan persawahan serta satu jembatan hilang sehingga akses warga Desa Banjarjo terputus," terang Didik Alih Wibowo, Kepala Pelaksana BPBD melalui keterangan tertulis yang dibaca detikcom.
Tak jauh dari lokasi pertama, banjir juga menggenangi puskesmas, rumah warga, dan persawahan. Sementara di Dusun Ngelo, Desa Gembuk, longsor menimpa sebuah rumah warga.
Meliha hal tersebut, relawan Muhammadiyah Disarter Management Center (MDMC) Pacitan terus membantu penanganan pascabencana longsor di Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan. Dari kejadian tersebut menyebabkan dua rumah roboh dan satu tempat usaha batako dan mebel tertimbun rata dengan tanah.
Dilansir dari pwmu.co, Ketua MDMC Pacitan, Agus Hadi Prabowo mengatakan bahwa setelah mengetahui kejadian ini, MDMC Pacitan langsung menerjunkan relawan untuk melakukan assessment pada hari kedua bencana.
“Kami membantu kebutuhan korban, bersama Lazismu Pacitan, mulai sembako, terpal dan relawan selama tahap tanggap darurat,” ujanya pada PWMU.CO.
Agus menjelaskan karena perlu penanganan sampai tahap rehabilitasi dan rekonstruksi, maka kemudian Lazismu dan MDMC Pacitan mendirikan DU di MTs Muhammadiyah 03 Pacitan yang berada di Desa Gembuk yang dekat dengan lokasi kejadian.
“Kami buka DU karena banyak relawan yang bekerja membersihkan material longsor dan menyiapkan lahan relokasi yang membutuhkan konsumsi minimal saat makan siang,” katanya.
Menurut keterangan Agus, DU mulai beroperasi pada hari Selasa (24/11/20) bersamaan dengan bakti sosial Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Pacitan yang pada hari itu menyediakan lebih dari 200 nasi bungkus untuk keluarga korban longsor dan relawan.
“Sampai saat ini (5/12/20) sudah lebih dari 1.250 bungkus nasi yang kami distribusikan untuk keluarga korban dan relawan,” jelasnya.
Lazismu & MDMC juga akan membangun hunian sementara mengingat ada beberapa rumah yang tidak bisa ditempati. Sambil menunggu pembangunan hunian sementara, korban bencana akan tetap tinggal di posko MTs Muhammadiyah Gembuk. (Yusuf)

LAZISMU.ORG - Lazismu Jawa Tengah dinobatkan sebagai Lazismu Wilayah terbaik nasional pada Lazismu Award 2020 , dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional Lazismu melalui daring yang diikuti Lazismu wilayah se-Indonesia.
Predikat terbaik Lazismu Jawa Tengah didapatkan setelah menenuhi enam kriteria sebagai lembaga dengan pertumbuhan Zakat Infak Sedekah dan Dana Kemanusiaan (ZISKA) terbaik untuk Kantor Lazismu wilayah Jawa Tengah, Program Kemanusiaan Terbaik diraih Lazismu Kabupaten Pekalongan, Program Kesehatan Terbaik dan Kreatifitas Fundraising Terbaik diraih lazismu Kabupaten Sragen, Program Sosial Terbaik diraih Lazismu Kota Surakarta, dan Program Ekonomi Terbaik diraih Lazismu Kabupaten Banyumas.
Prof Hilman Latief, PhD, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas prestasi yang diraih Lazismu Jawa Tengah.
“Saya ucapkan selamat kepada Lazismu Jawa Tengah yang telah meraih predikat sebagai Lazismu Wilayah terbaik nasional 2020”, tandas Hilman.
Ketua Lazismu Jawa Tengah Dodok Sartono mengatakan bahwa prestasi yang telah diraih dapat membuat Lazismu Jawa Tengah menjadi spirit untuk terus berbenah dan meningkatkan performa bagi Lazismu se-Jawa Tengah dan terima kasih kepada Lazismu pusat yang telah memberikan kesempatan Jawa Tengah untuk meningkat kinerja dalam rangka menjalankan amanah masyarakat.
Sebelumnya Dodok juga menyebut bahwa cara memajukan Lazismu Jawa Tengah adalah dengan membangun SDM dan sistem.
Ia mengaku membentuk badan eksekutif yang mengelola Lazismu secara profesional, mulai dari direktur hingga staff.
"Tim ini yang banyak bekerja membantu Badan Pengurus untuk melaksanakan roda organisasi dan juga menggerakkan Lazismu dari Daerah hingga KL," jelasnya.
Atas penghargaan ini Lazismu Jawa tengah mendapatkan bantuan satu unit Indonesian Mobile Clinic untuk operasional siaga bencana dan pendampingan masyarakat. Bantuan diserahterimakan oleh Prof Hilman Latief, PhD kepada Dodok Sartono, Ketua Lazismu Jawa Tengah di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, didampingi Direktur Lazismu Jawa Tengah, Ikhwan Shofa.
Pada kesempatan yang sama Ikhwan Shofa menjelaskan bahwa prestasi yang diraih Lazismu Jawa Tengah adalah semata-mata atas kesungguhan teman-teman Amil di seluruh Jawa Tengah.
"Prestasi ini adalah hasil dari kinerja amil Lazismu se-Jawa Tengah, sangat membanggakan, dan sekaligus menjadi cambuk untuk bagi para amil Lazismu untuk terus bermuhasabah dalam meningkat kinerja”, tandas Ikhwan mantan Ketua Lazismu Sragen.

GUNUNGKIDUL - Lazismu Daerah Gunungkidul menyerahkan program bedah rumah tahap kedua kepada keluarga Bp. Teguh Wiyono yang beralamat di Kemorosari II, Piyaman, Wonosari pada Minggu (29/11).
Bapak Teguh Wiyono merupakan buruh bangunan yang juga aktivis masjid. Bedah rumah ini dimulai pada tanggal 22 Oktober 2020 dan diresmikan pada 29 November 2020.
Dalam laporan yang disampaikan oleh Wahyudiyono, Ketua Lazismu Gnungkidul, total dana yang dihabiskan untuk program ini adalah sebesar Rp 28.730.000,-
Kunci rumah diserahkan secara simbolis oleh dr. Achmad Suparmono mewakili donatur kepada Bp. Teguh Wiyono. Penyerahan ini disaksikan oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gunungkidul, H. Sadmonodadi; Ketua Lazismu Gunungkidul, Wahyudiyono; Ketua MDMC Gunungkidul, serta Warga Kemorosari II.
Bp. Teguh Wiyono yang diwakili oleh Bapak Murwanto, Kepala Dukuh setempat mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan para donatur yang telah membantu mewujudkan mimpi untuk memiliki rumah yang layak huni dan aman huni. Semoga diberikan balasan yang lebih banyak dari Allah SWT.
H. Sadmonodadi menyampaikan bahwa beramal sholeh tidak hanya bisa dilakukan sendiri, tetapi juga dengan berjamaah. "Semoga semakin banyak yang terbantu," ujarnya.
Dalam peresmian tersebut, hadir pula Ust. Muhammad Abduh Tuasikal dari Panggang. Dalam pengajiannya, ia menyampaikan tentang bagaimana cara agar kita mendapatkan rumah kelak di surga. Salah satunya adalah terus beramal shalih sebanyak banyaknya.
"Semoga rumah yang baru diresmikan bisa memberikan ketentraman lahir dan bathin dan terus membawa keberkahan," jelasnya.
Sebelumnya, Lazismu Gunungkidul telah melaksanakan bedah rumah milik Fajar Sidik Kurniawan. Ia merupakan pegawai TU di MI Muhammadiyah Munggur Semanu. Dengan gaji per bulan Rp. 250.000,- ia menjadi tulang punggung keluarga. Ia membiayai hidup kedua orang tuanya yang sudah tidak mampu bekerja, kakaknya yang mengalami gangguan jiwa, dan satu adiknya yang masih sekolah di salah satu SMK di Gunungkidul.
Selain rumah, Fajar juga diberikan sepeda motor dari donatur untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari. Peresmian bedah rumah miliki Fajar dilaksanakan pada Minggu (18/10). (Yusuf)

