

JAKARTA - Disaster Medical Committe Rumah Sakit Islam Jakarta (DMC RSIJ) Cempaka Putih memberikan pelayanan kesehatan di Kebon Pala, Jakarta Timur, Rabu (24/2).
Tim yang dipimpin oleh dr. Sylvianti, MARS ini memberikan pelayanan kepada 147 pasien di sekitar Jakarta Timur. 147 pasien tersebut terdiri dari 4 bayi, 5 balita, 32 anak, 74 dewasa, dan 32 lansir.
Dr. Sylvianti menyebut bahwa target awal penerima manfaat sebanyak 150 orang.
"Hari ini kami memberikan pelayanan kepada penyintas banjir yang terdampak banjir sejak hari Jumat lalu," ujarnya.
Ia mengaku mendapatkan informasi bahwa banyak warga yang mengalami kelainan kulit, hipertensi, dan kasus lain yang perlu tindak lanjut dari tenaga medis. Di sisi lain, para penyintas tersebut tidak memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan sehingga tim RSIJ Cempaka Putih perlu turun ke lokasi.
Ke depan, dr. Sylvianti bersama tim juga akan terus membantu penyintas banjir di titik-titik yang lain. "Dari rumah sakit nanti akan menugaskan kami ke beberapa titik lain," imbuhnya.
Ia berpesan kepada masyarakat dan relawan agar ketika terjadi bencana banjir segera melakukan asesmen kebutuhan masyarakat terdampak. Dan apabila korban membutuhkan bantuan medis, maka relawan harus segera menghubungi pihak terkait seperti rumah sakit.
"Tempat-tempat yang memang tidak tersentuh bantuan medis harus segera dilaporkan," tegasnya.
Menurut keterangan dr. Sylvianti, penyakit-penyakit yang paling banyak dilayani secara berurutan hipertensi, kelainan kulit, GEA, ISPA, arthalgia, myalgia, gastritis, conjungtivitis, sakit gigi, vulnus punctum, dan CHF.
Sebagaimana diketahui, Ketinggian air yang menggenangi kawasan Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur naik lagi pada Minggu (21/2) sore. Lurah Kampung Melayu Setiawan mengatakan, ketinggian air di Kebon Pala naik lagi karena kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor.
"Iya, ada kiriman dari Katulampa," kata Setiawan saat dikonfirmasi, Minggu petang.
Sebelumnya, berdasarkan data pukul 10.00 WIB, genangan banjir tertinggi di Kebon Pala mencapai 60 sentimeter. Namun, pada pukul 17.30 WIB, ketinggian air naik menjadi 130 sentimeter.
Reporter: Yusuf

PEKANBARU - Untuk kesekian kalinya, Ayat Cahyadi, S.Si Wakil Walikota (Wawako) Pekanbaru resmikan Kantor Layanan Lazismu (KLL) yang ke 15 di Madrasah Aliyah Muhammadiyah (MAM) Jl. Lobak No.44, Delima, Kec. Tampan, Kota Pekanbaru pada Rabu (24/02).
Dalam kesempatan ini Ayat cahyadi menyampaikan bahwa KL Lazismu tersebut bisa memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah secara syar’i dan secara regulasi melalui lembaga yang resmi.
"Selain membantu siswa-siswi di MAM ini, KL Lazismu juga akan mampu membantu masyarakat sekitar. Apalagi di tengah suasana pandemi covid-19 seperti ini. KL Lazismu dapat menjadi solusi jangka pendek misalnya dengan membantu masyarakat yang terdampak PHK," ujarnya.
Lebih lanjut Hariyati, SE. M. E. Sy. Ak Seksi Penganggaran Zakat Wakaf Kemenag Pekanbaru mengatakan bahwa Lazismu sangat tepat mendirikan Kantor Layanan untuk menjangkau seluruh element masyarakat agar memudahkan masyarakat menunaikan zakat, infak dan sedekah.
“Gerakan zakat nasional itu bagaimana masyarakat itu membayar zakat melalui lembaga resmi, nah Ketika sudah terbentuk layanan yang dekat dengan masyarakat. Sehingga, secara otomatis gerakan ini akan sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.
Pada saat yang sama, Hj Marianti, M.Pd.I sebagai Kepala Sekolah MAM Pekanbaru menjelaskan tujuan dibentuknya KL Lazismu tersebut agar guru-guru, siswa, wali murid dan masyarakat sekitar MAM tersebut sadar bahwa zakat, infak dan sedekah merupakan kewajiban menjalankan syariat Islam.
“Kita ingin mengakomodir anak-anak di sekitar MAM ini supaya mereka bisa bersama-sama disini sekolah, walaupun misalnya dalam ekonominya yang tidak mampu, itu dalam sekala yang kecil. Di skala besar, kita ingin ada anak-anak yang dari luar daerah yang memang punya potensi untuk belajar tetapi mereka tidak memiliki ekonomi yang tidak bisa untuk melaksanakan pendidikan. Dengan adanya KL Lazismu ini, kita ingin supaya mereka tidak terhenti pendidikannya,” jelasnya.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pekanbaru, Dede Firmansyah bersyukur atas terbentuknya KLL yang ke 15 di MAM Pekanbaru sehingga ini bisa memudahkan masyarakat untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah.
"Kami berharap tidak hanya Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) tetapi juga termasuklah lembaga-lembaga lain terutama masjid untuk segera mengurus izin untuk menghimpun dana zakat bisa melalui Baznas atau Laznas-laznas yang ada di Pekanbaru salah satunya melalui Lazismu Pekanbaru, apalagi sebentar lagi tepatnya tanggal 13 April nanti sudah puasa,“ harapnya
Ia menambahkan dengan banyaknya yang berzakat, infak dan sedekah tentuk akan berimbas kepada banyaknya msyarakat yang membutuhkan bisa dibantu.

LAZISMU.ORG - Lazismu akan menggelar Public Expose atau publikasi hasil survei dan webinar strategi edukasi zakat bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir dan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Prof. Hilman Latief, Sabtu (27/2) pukul 13.00 WIB secara virtual.
Selain itu, akan ada diskusi dari Sekretaris BP Lazismu Pusat Dr. Mahli Zainuddin, Direktur Puskas Baznas Dr. Moh. Hasbi Zaenal, Ketua Fatwa MTT PP Muhammadiyah Dr. Fuad Zein, Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fathurrahman Kamal, Ketua PP 'Aisyiyah Dra. Latifah Iskandar, Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Lincoln Arsyad, dan Direktur Lazismu Jawa Tengah Ikhwanushoffa.
Public expose ini bertujuan untuk mensosialisasikan Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah yang telah dijalankkan Lazismu Pusat kepada para Amil Lazismu Nasional, Majelis Lembaga dan Ortom (MLO) PP Muhammadiyah, Warga Muhammadiyah secara umum dan awak media, sekaligus mendiskusikan arah kebijakan strategis pendidikan zakat di Persyarikatan yang bisa dijalankan secara sinergis bersama Majelis Lembaga dan Ortom (MLO) PP Muhammadiyah.
Hal ini berangkat dari total potensi zakat di Indonesia tahun 2020 sebesar Rp. 233,84 triliun dengan porsi terbesar pada zakat penghasilan yaitu Rp. 139,07 triliun. Dalam realisasinya total jumlah penghimpunan nasional di tahun 2019 masih berada di angka Rp. 10.166,12 triliun.
Potensi Rp. 233,84 triliun tersebut meliputi Zakat Perusahaan sebesar Rp. 6,71 triliun, Zakat Penghasilan sebesar Rp. 139,07 triliun, Zakat Pertanian sebesar Rp. 19,79 triliun, Zakat Peternakan sebesar Rp. 9,51 triliun dan Zakat Uang Rp. 58,76 triliun. persentase sumber zakat paling besar masih didominasi oleh zakat penghasilan.
Berdasarkan laporan realisasi penghimpunan zakat oleh Lazismu Nasional yang terdata tahun 2019 hingga pertengahan tahun 2020 sebesar Rp.239,003 milyar, maka dapat dikatakan realisasi penghimpunan belum optimal.
Berdasarkan penelitian Bank Indonesia tahun 2018, selain faktor internal, eksternal dan sistem pengelolaan zakat, salah satu faktor penyebab belum optimalnya penghimpunan zakat di Indonesia yaitu rendahnya pemahaman/literasi masyarakat mengenai zakat itu sendiri (Ascarya: 2018). Oleh karena itu, kajian mengenai kontribusi aspek kognitif (pengetahuan) dalam keputusan berzakat masyarakat menjadi relevan untuk digali lebih dalam.
Maka, Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan pengukuran tingkat pemahaman zakat warga Muhammadiyah kepada 2.199 responden di 34 Provinsi yang tersebar secara proporsional berdasarkan database keanggotaan Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Pengambilan data dilakukan menggunakan survei indeks yang dikembangkan oleh Puskas Baznas (2019). Setelah melewati expert review Dewan Syariah Lazismu Pusat, survei kemudian disebarkan pada 16 September – 20 November 2020.
Berdasarkan hasil pengukuran, nilai rata-rata Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah berada pada tingkat literasi menengah/moderate dengan nilai 76,58; lebih tinggi dari nilai Indeks Literasi Zakat Nasional yaitu 66,78. Adapun nilai rata-rata pengetahuan dasar zakat sebesar 78,88 dan nilai rata-rata pengetahuan lanjutan zakat sebesar 72,33. Data ini bisa menjadi literacy map untuk penyusunan program edukasi zakat di lingkungan persyarikatan.
Reporter: Yusuf

YOGYAKARTA - Tim Lazismu Pusat bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengunjungi Sekolah Dasar Unggulan 'Aisyiyah (SDUA) Ngemplak, Sleman dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (25/2).
Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka audit keuangan BPKH oleh BPK. Sebagaimana diketahui, BPKH menyalurkan donasi melalui Lazismu untuk membantu pembangunan SDUA Ngemplak Sleman dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
Di Ngemplak, kegiatan tersebut hadir Eny Muslichah Wijayanti sebagai PIC program kerja sama Lazismu dan BPKH untuk pembangunan SDUA Ngemplak bersama Mahsunah Syakir. Sedangkan audit di Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta dihadiri secara langsung oleh Ketua BP Lazismu Pusat, Hilman Latief.
Eny menyebut bahwa kegiatan audit berjalan dengan lancar dan baik. Semua bukti pembangunan dan data administrasi sudah lengkap sehingga tidak ada masalah apapun.
"Audit dari BPK detail sekali. Tapi ini kan dana umat, jadi memang harus detail dan jangan sampai salah sasaran. Secara umum tadi berjalan lancar. Di SDUA tidak ada masalah dan sudah beres semua," ujarnya ketika dihubungi lazismu.org.
Menurut keterangan Eny, Lazismu dan BPKH telah bekerja sama dalam banyak program. Namun, yang menjadi sampel untuk diaudit oleh BPK adalah program pembangunan SDUA Ngemplak dan Madrasah Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta.
"Kebetulan samplingnya SDUA dan Muallimin Jogja," imbuh Eny.
Ia bersyukur Lazismu semakin dipercaya oleh BPKH. "Bahkan kemarin sampai dapat BPKH Award. Saya harap kerja sama antara Lazismu dengan BPKH dapat berjalan semakin baik," imbuhnya.

MAKASSAR - Lazismu Sulawesi Selatan menggandeng berbagai komunitas dan organisasi kepemudaan pada Aksi Go Clean yang digelar Minggu (21/02).
Mereka melakukan aksi bersih sampah di kawasan Ekowisata Mangrove Lanatebung, Bira, Kecamatan Tamalnrea, Kota Makassar.
Koordinator Lazismu Sulsel, Ahmad Hunain mengatakan, kegiatan dihelat dalam rangka memperingati Hari Sampah Nasional sekaligus mengampanyekan pentingnya merawat ekosistem lingkungan.
“Sampah selalu menjadi masalah bagi kota besar seperti Makassar. Bahkan kawasan ekowisata pun juga ikut terdampak. Olehnya itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk memasifkan gerakan cinta lingkungan dengan mengajak komunitas dan organisasi kepemudaan,” ujar Hunain sebagaimana dilansir dari khittah.
Memasuki tahun 2021, lanjut Hunain, pihaknya akan berupaya melakukan berbagai kegiatan yang concern pada lingkungan.
“Sebelumnya, kami mengadakan Volunteer Camp di Gowa untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya dunia filantropi dalam menanggapi berbagai isu global,” Imbuhnya.
Staf Yayasan Konservasi Laut (YKL) Muhammad Fauzi Rafiq menyebut bahwa modal utama yang harus dijaga adalah spirit enviromental yang mendorong kebijakan menjaga ekosistem pesisir dan pulau melalui program pemberdayaan.
Sementara itu, Ketua Pengelolaan Mangrove Lantebung Makassar, Sarabba mengaku, sangat mengapresiasi kegiatan ini. Nantinya, lanjut Sarabba, sampah sampah yang terkumpul akan dibuat sebagai media tanam mangrove, mengingat wilayah mangrove di Makassar hanya tersisa sekitar 30 hektar saja.
Turut hadir Duta Putri Pariwisata Sulsel, Aulia, Fajri Hamzah, Duta Lingkungan Hidup Sulsel, Novi Tri dan lain-lain.

TAPAKTUAN - Lazismu Tapaktuan mendapatkan kepercayaan dari dua Dokter Spesialis yang bertugas di RSUD Yuliddin Away. Mereka berdua adalah Dr. Mauyana, Sp.A dan Dr. Safrian, Sp.Pd. Dengan total zakat sebesar Rp. 26 juta rupiah, Kamis (25/2).
Kedua muzakki tersebut berpesan agar zakat mereka dapat disalurkan secara produktif sehingga dapat meningkatkan ekonomi berkelanjutan bagi para mustahiq. Bukan sekedar diberikan lalu langsung hilang seperti pemberian konsumtif. Namun, lebih menekankan kualitas manfaat yang terus berkelanjutan.
Lazismu Tapaktuan merasa senang sekaligus terharu mendapatkan kepercayaan ini. Walaupun Lazismu baru terbentuk sejak bulan September 2020, namun sudah mendapatkan kepercayaan dari berbagai pihak, khususnya dari kalangan dokter. Hal ini tidak terlepas dari peran Ust Rusdi Kurnia, S.Pd, M.Pd yang selalu mempromosikan Lazismu kepada para dokter yang bertugas di Tapaktuan.
Diakhir acara Ust Dedy Sastra, S.Ag mendoakan para muzakki dengan lafad "Ajarakallahu fima a’thoita wabaraka fiima abqaita waja’alallahu laka tahura" (Semoga Allah melimpahkan ganjaran pahala terhadap harta yang telah engkau berikan dan semoga Allah memberkahgi harta yang masih tersisa padamu. Serta semoga Allah menjadikan dirimu suci bersih).
Penyerahan zakat ini turut disaksikan dari Unsur Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) H. Rusli, BA, Direktur Marqaz Studi Qur'an (Masqur) Ust. Rusdi Kurnia, M.Pd, Sekretaris dan Staf Lazismu Taufik Hidayat Harahap, M.Ag, Fakrur Mubarak, SE, Hasballah dan Iswanil.

