Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

Bantu Pemulihan Pasca Banjir, MDMC Banjarmasin Kirim Relawan ke HST

HULU SUNGAI TENGAH - Proses pemulihan pascabanjir di Kalimantan Selatan masih terus berlangsung, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST).

Kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, salah satunya dari Muhammadiyah Disaster Management Centre (MDMC) Kota Banjarmasin. MDMC Banjarmasin mengirimkan relawan untuk melaksanakan beberapa kegiatan di kabupaten tersebut pada Jumat-Minggu (5-7/3) lalu.

Fahmi Idris Tanjung, Ketua MDMC Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa pihaknya mengirimkan relawan sebagai bagian dari ikhtiar membantu daerah di luar Kota Banjarmasin yang terdampak bencana.

"Pengiriman relawan Muhammadiyah Kota Banjarmasin sejumlah 26 orang kali ini sebagai cara kami dalam memberikan bantuan berupa tenaga, karena menurut informasi yang kami terima saat ini MDMC HST sedang melaksanakan masa pemulihan pasca bencana banjir," terangnya.

Fahmi menambahkan bahwa pengiriman relawan kali ini dilakukan karena bencana banjir yang melanda beberapa desa di HST cukup besar.

"Pengiriman relawan ke HST merupakan pilihan yang tepat menurut kami. Karena beberapa desa di daerah sini mendapatkan dampak yang sangat hebat. Maka kami beranggapan perlunya untuk ikut membantu dalam hal pasca banjir. Sejujurnya kami sudah jauh-jauh hari ingin mengirimkan relawan namun pada saat bersamaan di daerah kami sendiri yakni Kota Banjarmasin sedang terjadi banjir juga, maka kami menyelesaikan tugas di Kota Banjarmasin terlebih dahulu," tambahnya.

Secara khusus Fahmi menerangkan pula terkait beberapa kegiatan yang dilakukan oleh para relawan selama tiga hari di lokasi. Di antaranya bakti sosial di Desa Papagaran dengan mengikuti gotong royong bersama relawan dari HST untuk membersihkan atau memperbaiki jalan yang menuju desa.

Kondisi jalan sangat sulit untuk dilewati, apalagi jika hujan turun keadaan cukup memprihatinkan. Selain itu, MDMC Banjarmasin juga membantu pengecatan PAUD Terpadu Aisyiyah Mawaddah Barabai.

Terakhir Fahmi mengharapkan Muhammadiyah melalui MDMC dapat terus membantu masyarakat yang terkena musibah secara cepat dan tepat.

"Pada prinsipnya MDMC sebagai bagian dari Muhammadiyah tentu terus berusaha membantu masyarakat yang terdampak bencana dengan cepat dan tepat. Hal tersebut bisa kita lihat sendiri melalui kegiatan-kegiatan MDMC saat banjir. Pada saat ini khususnya daerah HST yang menjadi perhatian utama karena sampai saat ini kita (Muhammadiyah) termasuk yang masih bertahan untuk membantu warga. Bahkan di beberapa desa mendapat kepercayaan untuk membantu mendirikan hunian tetap," tutupnya.

Sementara itu, Koordinator Pos Pelayanan MDMC Kalimantan Selatan di HST, Erie Norahman menjelaskan bahwa keberadaan relawan MDMC Kota Banjarmasin sangat membantu dalam proses pemulihan pascabanjir dengan beberapa kegiatan yang dilakukan.

"Untuk kegiatan MDMC Kota Banjarmasin kemarin yang pertama membantu TK Aisyiyah Mawaddah untuk perbaikan alat-alat permainan dengan mengecat kembali alat-alat permainan yang ada. Kemudian pada hari kedua (Ahad) relawan membantu masyarakat Papagaran untuk perbaikan jalan, karena setelah kejadian banjir bandang terjadi beberapa longsor yang menutupi akses jalan," ungkapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas kedatangan para relawan dari MDMC Kota Banjarmasin ini. 

Selain mengirimkan relawan, MDMC Kota Banjarmasin juga menyalurkan bantuan ke Pos Pelayanan MDMC Kalimantan Selatan di HST berupa perlengkapan rumah tangga dan sembako yang dititipkan oleh para donatur yang berada di Banjarmasin melalui Lazismu. Keberadaan MDMC Kota Banjarmasin sendiri terbilang baru yakni resmi dilantik pada 14 Februari 2021.

Sebelumnya, para relawan sudah aktif dalam kegiatan kebencanaan seperti pendirian Pos Pelayanan MDMC Kalimantan Selatan dalam penanggulangan bencana banjir yang berlokasi di Perguruan Muhammadiyah K.H. Ahmad Dahlan dengan melibatkan banyak relawan yang berasal dari perwakilan kader Organisasi Otonom Muhammadiyah. 

Reporter: MDN/Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Lazismu dan Aisyiyah Jawa Timur Bantu Korban Banjir Dringu, Probolinggo

PROBOLINGGO - LLHPB Aisyiyah Jawa Timur mengunjungi korban bencana banjir di Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/03).

Bersama tim dari Lazismu, Lembaga Lingkungan Hidup dan Bencana (LLHPB) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jatim memberikan bantuan logistik berupa daging analog, daging ayam, beras dan minyak.

Dari seluruh bantuan logistik yang diterima, bantuan perlengkapan sholat, seperti mukena, sarung dan al-Quran juga sangat dibutuhkan. Apalagi tidak sedikit dari korban banjir mengaku jika mukenanya tidak bisa digunakan lagi.

“Alhamdulillah, terima kasih atas bantuan yang diberikan. Sangat bermanfaat sekali, karena mukena dan al-Quran sudah habis semua terbawa banjir,” ucap Lila, salah satu warga terdampak banjir.

Sejak Senin (8/3/2021) malam, ada tiga desa di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo yaitu Desa Kedungdalem, Desa Tegalrejo, Desa Dringu terendam banjir.

Dilansir dari pwmu, banjir yang mencapai leher orang dewasa, sekitar 150 cm ini merupakan banjir kedua yang terjadi. Sebelumnya banjir merendam Kecamatan Dringu pada 1 - 4 Maret 2021 dengan kedalaman satu meter.

“Waktu banjir pertama kalau di rumah banjirnya satu meter, tapi di jalan bisa sampai dua meter. Banjir kemarin (08/3) jadi banjir terparah, sebelumnya ngga pernah sampe segitu,” lanjut Lila.

“Semoga bencana ini segera berlalu, dan kami semua bisa beraktivitas seperti sedia kala. Aamiin,” harap Lila.

Ketua Lazismu Jawa Timur, drh Zainul Muslimin menuturkan bencana banjir yang terjadi di wilayah Jatim menjadi duka bersama. Sehingga Lazismu sebagai badan Amil Zakat wajib untuk meringankan korban bencana.

Bantuan yang dibawa langsung disalurkan melalui Posko Kemanusiaan untuk Banjir Dringu yang bertempat di Jalan Deandels RT 02 RW 01, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

“Alhamdulillah bisa turun menyaksikan sendiri derita yang dialami warga masyarakat. Betapa sedih dan lelah merasakan musibah banjir bandang. Keadaan rumah yang berantakan kehilangan perabot dan lain-lain,” ujar Nur Cholifah, Ketua LLHPB Aisyiyah Jatim.

Setelah hampir 10 hari rutinitas lumpuh akibat banjir, kini warga Desa Kedungdalem, Kecamatan Drungu, Kabupaten Probolinggo mulai berbenah.

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

MDMC dan Aisyiyah Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Pengungsi dari Rohingya

LHOKSEUMAWE - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) kota Lhokseumawe menyerahkan bantuan berupa tas corak daun asli Ecoprint Aisyiyah, pakaian dalam serta alat pembalut kepada pengungsi dari Rohingya di Aceh, Sabtu (13/3).

Tas Ecoprint tersebut berjumlah 100 buah dan dijahit langsung oleh 'Aisyiyah. Pembuatan tas ecoprint tersebut adalah hasil kerja sama dengan Lazismu Lhokseumawe. 

Kain batik Ecoprint kini dikembangkan MDMC melalui wirausahaan Muhammadiyah/Aisyyah di Lhokseumawe.  Kerajian batik ecoprint ini diharapkan dapat menjadi salah satu produk alternatif masyarakat dalam memilih busana tradisi.

Ketua MDMC Lhokseumawe Abdul Gani Haitamy, SH, MH didampingi koordinator lapangan T. Saiful Basri serta relawan menyerahkan langsung kepada Muslimah rohingya di shelter BLK Kanda Muara dua pada selasa sore.

"Alhamdulillah langsung di serbu dan di bagikan kepada Muslimah rohingya. Mereka antusias dan senang melihat corak tas yang unik ini. Apalagi dibuat dengan bahan natural dari dedaunan sebagai coraknya," ujarnya.

Dilansir dari Suara Muhammadiyah, saat ini ada puluhan pengungsi asal Rohingya yang berada di camp pengungsian di Lhokseumawe. Mereka mendarat di perairan Aceh beberapa waktu lalu. 

Pengungsi asal Rohingya berdatangan ke Aceh melintasi lautan untuk mendapatkan perlindungan setelah mereka didzalimi pemerintah Miyanmar.

Di Aceh Utara pengungsi Rohingya mendapatkan pasokan logistik dari masyarakat disana, termasuk Muhammadiyah melalui MDMC. 

Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Berkah Rajab, Lazismu Magelang Serah Terima Bedah Rumah

MAGELANG - Lazismu Kabupaten Magelang melaksanakan peresmian dan serah terima bantuan bedah rumah kepada kader Kokam Kabupaten Magelang, Supriyono bertempat di Dusun Jarakan, Desa Bojong, Kecamatan Mungkid, Jum’at (12/03).

Acara serah terima dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Tafsir yang sekaligus meresmikan bantuan bedah rumah tersebut, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Magelang Jumari, Direktur Teritorial Lazismu Jawa Tengah Agus Alwi Mashuri dan Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Jawa Tengah, Agus Nur Hidayat.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Ketua Lazismu Kabupaten Magelang Imron Rosyidi, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Magelang Novi Setiaji Panuntun, beserta Komandan Kokam Irfan, jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Mungkid, Kepala Desa Bojong dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya saat peresmian, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir mengatakan bedah rumah dari Lazismu ini menjadi berkah di bulan Rajab. 

“Semoga rumah ini memberi rasa tenang untuk Pak Supri karena orang sudah punya rumah itu tenang. Terima kasih kepada Lazismu, kepada seluruh donatur Insya Alloh akan memperoleh pahala berlipat ganda karena bisa membuat Pak Supri lebih tenang,” katanya.

Sedangkan Ketua Lazismu Kabupaten Magelang, Imron Rosyidi mengatakan bantuan bedah rumah tersebut terlaksana atas dukungan dana para donatur melalui Lazismu Kabupaten Magelang dengan pelaksana pembangunan adalah para personil Kokam dan Pemuda Muhammadiyah.

“Alhamdulillah pada hari ini Lazismu yang bekerja sama dengan Pemuda Muhammadiyah dan Kokam Kabupaten Magelang memberikan program ini kepada Pak Supri yang merupakan Kokam paling senior di Kabupaten Magelang dengan pagu anggaran lima belas juta rupiah,” katanya sebagaimana dilansir menara62.

Meskipun pagu anggaran hanya 15 juta, Imron menambahkan bahwa dalam perjalanannya ternyata donasi yang terkumpul melebihi pagu Lazismu. 

“Khusus untuk Pak Pri ini, donasinya luar biasa, donasi masyarakat dalam bentuk uang tunai itu sebesar 30 juta rupiah, ditambah dalam bentuk bahan dan isi rumah senilai 45 juta. Jadi otal rumah ini beserta isinya itu habis 90 juta rupiah,” imbuhnya.

Menurut Imron, dana 90 juta tersebut tidak akan menjadi acuan bagi Lazismu karena target Lazismu tetap 15 juta. 

“Kalau di Muhammadiyah itu, biasanya kalau dibantunya lima belas juta biasanya bisa lebih, seperti bantuan yang sudah-sudah. Ini kalau tenaga kerja dihitung, barangkali akan lebih lagi,” pungkasnya. 

Reporter: Sapari/Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

MDMC Sosialisasikan Program DiRiReCS dan Teken MoU dengan Pemkab Donggala

DONGGALA - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) melaksanakan sosialisasi Program DiRiReCS (Disaster Risk Resilience in Central Sulawesi) dan menandatangai nota kesepahaman dalam penanggulangan bencana dengan Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Senin (15/03).

Hadir dalam acara tersebut Ketua MDMC PP Muhammadiyah, Budi Setiawan, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Donggala, Rustam Efendi, Kepala BPBD Kabupaten Donggala, Akris Fattah Yunus, dan beberapa kepala dinas terkait di lingkungan Pemkab Donggala.

Hadir pula dari MDMC, Koordinator Nasional Program DiRiReCS MDMC, Yocki Asmoro dan Manajer Program DiRiReCS MDMC, Ferry El Shirinja. Koordinator DiRiReCS MDMC, Syaltut, serta sejumlah Fasilitator MDMC.

Sementara dari Solidar Suisse Sam Lukas, Senior MEAL Solidar Suisse dan David, Koordinator PRB.

Dalam kesempatan tersebut, Budi Setiawan beserta rombongan mensosialisasikan Program DiRiReCS yang merupakan program bersama MDMC dan Solidar Suisse, sebuah NGO asal Swiss. 

Program DiRiReCS adalah program pengurangan resiko bencana dan pembentukan desa tangguh bencana di Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah siang hari ini telah berlangsung penandatanganan MoU antara MDMC PP Muhammadiyah dan Pemerintah Daerah Donggala yang diwakili oleh Bapak Sekda. MoU tersebut termuat dalam kerja sama penguatan kapasitas masyarakat yang kami sebut dengan ketahanan kebencanaan dan pengurangan resiko bencana,” ujarnya.

Menurut Budi Setiawan, pertemuan juga dihadiri oleh beberapa kepala dinas di lingkup Pemkab Donggala yang memberi masukan-masukan agar bisa tercapai integrasi dengan kegiatan pengurangan resiko bencana yang sudah pernah ada.

“Bapak Sekda menyebut kehadiran MDMC seperti sebuah “hujan rahmat”, karena dari yang sudah kami paparkan sangat berharap nanti dari dua puluh satu desa tersebut kalau lima desa saja tercapai dengan baik sesuai dengan indikator-indikator yang telah ditetapkan maka bisa direplikasikan di daerah-daerah lain. Kepala Dinas Pendidikan mengharapkan integrasi dengan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB),” ungkapnya sebagaimana dikutip dari laman resmi Muhammadiyah.

Sementara itu Koordinator Nasional Program DiRiReCS dari MDMC, Yocki Asmoro, maksut Program DiRiReCS adalah dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pengurangan Risiko Bencana di Kabupaten Donggala Provinsi Sulawesi Tengah.

“Program ini mempunyai tujuan secara berkesinambungan memperkuat keterampilan dan kapasitas teknis dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala dan para pemangku kepentingan terkait,” katanya

Lebih lanjut Yocki menyampaikan tujuan program ini juga agar BPBD dan para pemangku kepentingan terkait dapat menyediakan bantuan teknis dan operasional sebelum, saat dan setelah bencana terjadi, serta mempromosikan praktek-praktek terbaik Penanggulangan Bencana (PB) kepada kabupaten-kabupaten terdekat.

Terkait sasaran program ini yang meliputi 21 desa di 3 kecamatan yaitu Sirenja, Balaesang dan Balaesang Tanjung, Yocki merinci nama desa-desa sasaran. 

“Dua puluh satu desa tersebut adalah Tondo, Dampal, Jonooge, Tanjung Padang, Sipi, Balentuma, Lompio, Tompe, Lende, Lende Tovea, di Kecamatan Sirenja. Kemudian Meli, Lombonga, Labean di Kecamatan Balaesang dan Walandano, Malei, Kamonji, Rano, Pomolulu, Palau, Ketong, Manimbaya di Kecamatan Balaesang Tanjung,” pungkasnya.

Reporter: Yusuf

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025

Ada 50 Masjid Rusak Akibat Gempa Myanmar, Relawan Muhammadiyah Asesmen 15 Masjid Untuk Misi Kemanusiaan

MYANMAR – Ada ratusan jamaah muslim di masjid yang menjadi korban pascagempa di Myanmar, pada 28 Maret yang lalu. Menurut laporan Pemerintah Persatuan Nasional bayangan, lebih dari 50 masjid di seluruh negeri juga mengalami kerusakan ketika gempa berkekuatan 7,7 skala Richter melanda pada Jum’at itu, demikian diberitakan Al-Jazeera (29/3/2025).

Di tengah krisis itu bantuan mengalir untuk warga terdampak pasca-gempa menghancurkan Myanmar. Muhammadiyah melalui Tim Kemanusiaan untuk Respons Gempa Myanmar telah menerjunkan relawannya, yang terdiri dari  MuhammadiyahAid, MDMC dan didukung oleh Lazismu.

Tim Kemanusiaan Muhammadiyah diagendakan berada di Myanmar selama dua pekan terhitung dari 25 April hingga 07 Mei 2025. Tim relawan kemanusiaan tersebut terdiri dari Syahri Ramadhan sebagai koordiantor, Dwi Kurniawan sebagai media dan dokumentasi serta Satriyo sebagai manajemen logistik.

Tim Kemanusiaan Muhammadiyah mengabarkan pada Kamis, 1 Mei 2025, bahwa bantuan kemanusiaan yang telah diamanahkan oleh masyarakat Indonesia telah disalurkan untuk penerima manfaat.

Dalam misi kemanusiaannya, Tim Kemanusiaan Muhammadiiyah juga melakukan asesmen salah satu masjid yang rusak akibat gempa. Menurut kesaksian Mohammad Utsman (35) seorang Imam Masjid Thar Lay Saw Ang yang ada di Amarapura, Mandalay, kondisi masjid rusak dan tidak aman untuk digunakan.

“Jadi harus dirobohkan dahulu dan dibangun kembali” ujarnya kepada relawan MuhammadiyahAid saat ditemui di Mandalay sebagai kota terbesar kedua di Myanmar.

Menurut Utsman yang sudah dipercaya menjadi Imam Masjid Thar Lay Saw Ang sejak 2021, supaya masjid ini dapat digunakan kembali memerlukan dana yang besar untuk memperbaikinya.

Ia mengaku penggalangan sudah dilakukan dengan meminta bantuan saudara-saudari muslim di Myanmar. Alhamdulillah ada satu yayasan donatur yang akan mendukung proses perbaikan masjid tersebut. “Melihat kondisi yang ada, tentu saja masih kurang untuk membangun kembali secara utuh” sambungnya.

Sementara ini, lanjut Utsman, kegiatan ibadah di masjid masih menggunakan madrasah yang sebelumnya digunakan untuk sekolah dan mengaji murid-murid dari warga muslim di sekitar masjid dan dari luar kampung. Selama madrasah diliburkan, sebagian jamaah beribadah di lokasi pengungsian dengan adanya musola darurat agar bisa menampung warga muslim.

Salah satu Masjid yang hancur, yang tersisa hanya gerbang pascagempa MyanmarMasjid lainnya yang dikunjungi Tim Kemanusiaan Muhammadiyah adalah Masjid Ulin di Sagaing, Myanmar. Saksi mata yang selamat, Anas, mengatakan pada gempa awal jamaah merasakan guncangan hebat dan masjid masih berdiri, tetapi pada gempa susulan yang kedua, menara masjid dan bangunan masjid langsung roboh. “Ada 50 orang jamaah meninggal di tempat tertimpa reruntuhan,” ungkapnya kepada relawan MuhanmmadiyahAid.

Di sini yang tersisa hanya pintu gerbang masjid. Di luar itu sudah rata dengan tanah. Kegiatan para jamaah sementara menggunakan masjid darurat dari bambu dan terpal yang didirikan di atas lantai masjid lama yang masih bisa digunakan, karena tempat  wudlu dan toilet juga hancur.

Sampai berita ini diturunkan, relawan MuhammadiyahAid dan MDMC, mengatakan bahwa sampai dengan hari ini ada 15 masjid yang terdampak gempa Myanmar, sudah dilakukan asesmen bahkan berdiskusi dengan pengurus di lima masjid, kata Syahri Ramadhan (2/5/2025).  

Meski demikian, Tim Kemanusiaan Muhammadiyah akan membicarakan lebih lanjut dengan pimpinan pusat muhammadiyah, MuhammadiyahAid, MDMC dan Lazismu untuk agenda misi kemanusiaan selanjutnya di Myanmar.    

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah}

SELENGKAPNYA
2 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross