

PALEMBANG -- Dalam pengajian bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Seberang Ulu 1 (SU 1) Palembang pada Sabtu (07/12/2024), acara pengajian berjalan semarak ketika Lazismu Kota Palembang mengumumkan adanya program penyaluran beasiswa Mentari.
Acara yang berlangsung di Masjid Uswatun Hasanah ini, diselingi dengan penyerahan beasiswa secara simbolis dilakukan oleh Ketua Lazismu Kota Palembang, Kgs. Muhammad Fahmi, kepada Kepala Sekolah Dasar Muhammadiyah 2 Palembang, Ibu Fadhillah.
Sebanyak 37 siswa penerima manfaat menerima program Beasiswa Mentari dengan total penyaluran sebesar Rp. 11.581.000,. Beasiswa ini diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan siswa-siswi, sehingga mereka dapat lebih fokus pada prestasi belajar.
“Penyaluran beasiswa Mentari ini merupakan bentuk kepedulian Lazismu terhadap pendidikank khususnya bagi anak-anak Muhammadiyah yang membutuhkan,” ujar Muhammad Fahmi.
Pengajian bulanan ini dihadiri oleh para guru dan karyawan dari berbagai sekolah Muhammadiyah di wilayah Seberang Ulu 1, di antaranya SD Muhammadiyah 2, SD Muhammadiyah 7, SMP Muhammadiyah 5, SMK Muhammadiyah 2, dan SMA Muhammadiyah 9. Selain itu, turut hadir pula pengurus PCM SU 1, Seluruh pengurus Majelis dan PRM se PCM SU 1 serta takmir Masjid Uswatun Hasanah.
Ketua PCM SU 1, Usman, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Beliau berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin untuk memperkuat tali silaturahim dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
Sementara itu, puncak acara pengajian diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Idmar Wijaya. Dalam tausiyahnya, Ustadz Idmar memaparkan tentang ideologi Muhammadiyah.
“Ideologi Muhammadiyah adalah sistem keyakinan, cita-cita, dan perjuangan Muhammadiyah sebagai gerakan Islam dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya,” tegas Ustadz Idmar.
Penyaluran beasiswa Mentari dan pengajian bulanan ini memberikan pesan yang mendalam bagi seluruh peserta. Pertama, pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan. Kedua, semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Ketiga, komitmen untuk terus belajar dan mengembangkan diri berdasarkan nilai-nilai Islam yang luhur.
Semoga kegiatan seperti ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut serta dalam memajukan pendidikan dan mencerdaskan kehidupan bangsa.
[Kelembagaabn dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi W)

KUPANG – Lembaga pendidikian rintisan Muhammadiyah di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, mendapat perhatian berupa asesmen dari Lazismu. Penilaian dilakukan untuk pendistribusian program Save Our School bagi sekolah – sekolah yang masih belum tersentuh dukungan dari lembaga filantropi Islam, khususnya Lazismu.
Kunjungan ini bertujuan untuk menilai kondisi AUM, demikian disampaikan Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani, bersama Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Ardi Lutfi Kautsar pada Sabtu, (7/12/2024) di Kabupaten Alor. Dia menambahkan hal ini juga untuk mempersiapkan pendistribusian program Save Our School di kawasan timur Indonesia.
Beberapa AUM yang menjadi fokus kunjungan adalah STKIP Muhammadiyah Kalabahi, SMA Muhammadiyah Kalabahi, TK ABA Kedelang dan Sawalama, serta SMP Muhammadiyah Ekosari. “Setiap institusi dikunjungi secara langsung untuk memahami tantangan dan kebutuhan yang dihadapi dalam proses pembelajaran dan pengelolaan sekolah,” terang Ibnu Tsani.

Dalam kesempatan yang sama, Ardi Lutfi kautsar menekankan bahwa setelah dilalukan asesmen Lazismu akan mempertimbangkan jenis bantuannya agar dapat tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi siswa, guru, dan masyarakat sekitar.
“Program Save Our School adalah wujud komitmen Lazismu untuk mendukung penguatan pendidikan di wilayah 3T mellalui pilar program pendidikan yang menjadi bagian untuk melengkapi capaian pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya setelah mengikuti agenda Sidang Tanwir Muhammadiyah.
Dalam asesmen ini, tim Lazismu berdialog dengan para kepala sekolah, guru, dan pengelola AUM untuk menggali informasi terkait fasilitas, kebutuhan tenaga pendidik, hingga ketersediaan sarana belajar. Temuan dari asesmen ini, sambung Ardi akan menjadi dasar penyusunan program pendistribusian yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing institusi.
Program Save Our School dirancang untuk memberikan dukungan berupa peningkatan fasilitas pendidikan, penyediaan sarana dan prasarana belajar, serta pelatihan bagi tenaga pendidik. Dengan fokus pada penguatan pendidikan di daerah 3T, harapan dia, Lazismu dapat meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan.
Lazismu terus berkomitmen untuk menghadirkan solusi konkret bagi tantangan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah yang membutuhkan perhatian lebih. Melalui program ini, Lazismu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung keberlangsungan pendidikan di daerah 3T demi masa depan yang lebih cerah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

YOGYAKARTA - Dalam rangka milad ke-112 Muhammadiyah, Lazismu Mantrijeron meresmikan sentral penampungan air bersih, Kamis (5/12/2024). Peresmian tersebut berlokasi di Padukuhan Karang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul.
Program ini diharapkan dapat menghadirkan kebermanfaatan dan kemakmuran bagi warga Padukuhan Karang dan sekitarnya. Harapan tersebut sesuai dengan tema Milad ke-112 Muhammadiyah 'Menghadirkan Kemakmuran untuk Semua'.
Kebutuhan air bersih bagi keberlangsungan hidup manusia termasuk dalam kebutuhan dasar yang harus terpenuhi. Sebelumnya, warga dusun ini kesulitan dalam mencukupi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari. Hingga akhirnya perangkat desa setempat melakukan pengeboran sumur bor dan air bersih pun telah mengalir dari sumur tersebut. Namun, masih ada keterbatasan fasilitas untuk mengalirkan air kepada masyarakat.
Hadir dalam peresmian sentral penampungan air bersih itu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron, PCM Panggang, dan para donatur Lazismu Mantrijeron. Turut hadir juga Bp Karyanto Lurah Kalurahan Girikarto, Kepala Dukuh Padukuhan Karang, serta masyarakat setempat. Pemotongan pita secara bersama-sama oleh Daelami PCM Mantrijeron, didampingi oleh Wasdjiyono PCM Panggang, Lurah Kalurahan Girikarto, dan Kepala Dukuh Padukuhan Karang.
Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron, Nur Alam Romadhon turut hadir meresmikan bantuan tandon air yang berkapasitas 36 ribu liter ini. Sebelum adanya tandon air permanen, warga biasanya memenuhi kebutuhan air dengan bolak-balik mengisi jerigen air dari penampungan sementara.
"Semoga apa yang telah kita bangun ini, tandon air kapasitas 36 ribu liter ini bisa memberikan manfaat untuk masyarakat dan memberikan keberkahan untuk para donatur sekalian. Semoga tandon ini bisa menjadi seperti program kami, yaitu Air Untuk Negeri. Yaitu supaya wilayah-wilayah pedesaan yang kekeringan tidak kekurangan air lagi. InsyaAllah dengan adanya tandon ini, maka program tersebut akan bisa terlaksana. Karena dengan adanya tandon ini, warga bisa mengumpulkan air sebanyak mungkin dari sumur yang sudah ada, dan masyarakat sekitar bisa memanfaatkan air yang ada," jelas Nur Alam.
Pengurus PCM Panggang, Bapak Wasdjiyono, menyampaikan terima kasih banyak atas adanya bantuan penampungan air bersih ini. Selama bertahun tahun di Padukuhan Karang kesulitan air bersih, sehingga dengan adanya sentral penampungan air bersih ini tentunya akan sangat membantu warga terkait ketersediaan air bersih.
“Kami atas nama warga masyarakat Padukuhan Karang mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya. Dengan iringan do'a, semoga Allah SWT memberikan ganjaran pahal a yang berlipata ganda bagi para donatur dan semoga bak penampungan air ini selalu dan selalu bermanfaat bagi warga masyarakat Padukuhan Karang dan menjadkan masyarakat Padukuhan Karang lebih makmur," pungkasnya.
Alhamdulillah sentral penampunan air bersih telah secara resmi beroperasi, warga Padukuhan Karang dan sekitarnya sudah dapat memanfaatkannya. Senyum gembira menghiasi wajah warga padukuhan selama kegiatan peresmian berlangsung. Setelah sekian lama hidup dalam kondisi kesulitan air, sebanyak 134 Kepala Keluarga di Padukuhan Karang kini sudah lebih mudah dalam pemenuhan air.
Dalam kesempatan ini, Nur Alam menerangkan bahwasanya bantuan sentral penampungan air bersih ini merupakan program tahap awal. Ia berharap agar Lazismu Mantrijeron beserta donatur bisa melanjutkan pembuatan penampungan air bersih umum bagi warga di setiap RT di Padukuhan tersebut. Agar kebermanfaatan dari air yang mengalir dari sumber air di Padukuhan Karang dapat maksimal.
Sebelumnya, pada bulan September hingga Oktober 2024 ini Lazismu Mantrijeron telah menyalurkan 840.000 liter air bersih untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang mengalami kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Air bersih tersalurkan di 4 Kapanewon yaitu Tanjungsari, Tepus, Rongkop, dan Girisubo.
Dengan total penerima manfaat sebanyak 10.847 jiwa, penyaluran dilakukan secara bertahap. Penyaluran program Air Untuk Negeri ini bekerjasama dengan Pimpinan Cabang Muhammadiyah di masing-masing Kapanewon.
Tersalurkannya program ini tidak terlepas dari dukungan Bapak Ibu dalam mempercayakan amanah Infak Sedekahnya melalui Lazismu Mantrijeron. Semoga segala amal baik Bapak Ibu menjadi pahala jariyah yang terus mengalir, serta Allah Ta'alaa mudahkan untuk kembali menunaikan sedekahnya melalui Lazismu Mantrijeron. Aamiin...
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/ Nur’aini P Lestari]

KUPANG – Peran Lazismu Pusat dalam melaksanakan pendampingan dan pembinaan terhadap Lazismu di wilayah merupakan bagian dari meningkatkan sinergi dan penguatan kelembagaan. Di tengah jalannya pengkhidmatan Tanwir Muhammadiyah di “Kota Karang” tersebut, Lazismu berkesempatan untuk silaturahim dengan pimpinan Muhammadiyah di Gedung SMK Muhammadiyah, tepatnya di lingkungan PDM Kota Kupang Kamis, (5/12/2024)..
Kegiatan ini menjadi salah satu agenda penting yang dilaksanakan di sela-sela Sidang Tanwir Muhammadiyah 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, Direktur Utama Lazismu Pusat dan Direktur Program Lazismu Pusat Ardi Lutfi Kautsar disambut antusias oleh Majelis, Lembaga, dan Ortom Muhammadiyah Kupang.
Kunjungan ini dalam rangka memperkuat sinergi dan meningkatkan kapasitas pengelolaan filantropi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), ungkap Mujadid Rais. Di momen ini juga, Lazismu menggelar kegiatan pembinaan bagi Lazismu NTT.
Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci Lazismu, di antaranya Wakil Ketua PWM NTT yang membidangi Lazismu, Ketua Lazismu Pusat Ahmadi Imam Mujadid Rais, Sekretaris Lazismu Gunawan Hidayat, Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani, dan Ketua Lazismu Jawa Timur Imam Hambali yang juga bertindak sebagai tim pendamping untuk Lazismu NTT.
Dalam kunjungannya, Mujadid Rais menekankan pentingnya peran Lazismu sebagai motor penggerak filantropi berbasis zakat di daerah. "Kawasan Indonesia Timur seperti NTT memiliki tantangan sekaligus peluang besar untuk mengembangkan gerakan filantropi,” pungkasnya.
Karena itu, sambung Mujadid Rais, acara silaturahim ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh kunci Lazismu, di antaranya Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah (PWM) NTT yang membidangi Lazismu. Bertepatan dengan hal itu, Mujadid Rais mengatakan yang bertindak sebagai Tim Pendamping untuk Lazismu NTT adalah Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmadi Imam Mujadid Rais, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, dan Ketua Lazismu Jawa Timur Imam Hambali.
Silaturahim Lazismu ini juga menandakan gaung spirit Tanwir Muhammadiyah yang direspons langsung dengan pendampingan dan selaras dengan apa yang telah disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir untuk mendorong dan melahirkan serta memperkaya ide gerakan muhammadiyah.
Gagasan Indonesia Berkemakmuran dalam Sidang Tanwir menjadi motivasi bagi Lazismu Pusat bagaimana agar gerakan fialntropi Islam di Indonesia Timur, khususnya NTT dapat tumbuh dan berkembang. Sehingga nilai manfaat gerakan zakat dapat dirasakan oleh warga di Nusa Tenggara Timur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KALTENG -- Lazismu Barito Selatan, Kalimantan Tengah terus konsisten dalam menjalankan pendampingan dan pembinaan mualaf. Kali ini kolaborasi Bersama Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Masjid (LPCRM) setempat menyerahkan bantuan keranda jenazah.
Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Danau Pantau, pada Ahad, (1/11/2024) di Masjid Darul Hijrah yang disaksikan oleh M. Drajat Nurmas Wakil Ketua PDM Barito Selatan (Barsel)berserta rombongan, dan langsung diterima oleh Pengurus Muhammdiyah Ranting Desa Danau Pantau dan Ketua RT setempat.
Penyerahan Keranda Jenazah ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan pembinaan terhadap mualaf yang dilaksanakan oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Kalimantan Tengah (PWA Kalteng) di Desa Danau Pantau. Pada 12 Oktober yang lalu, PWA Kalteng melaksanakan safari dakwah bina mualaf ke Desa Danau Pantau, yang juga dihadiri oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Barsel.
Desa Danau Pantau sendiri terdapat sekitar 15 Kepala Keluarga mualaf yang menjadi binaan dakwah Muhammadiyah. Dari warga binaan dan takmir masjid Darul Hijrah mengeluhkan belum memiliki keranda sehingga saat pengurusan jenazah menjadi kendala tersendiri. Oleh karena itu, berkeinginan agar dapat memiliki keranda jenazah yang akan digunakan untuk pengurusan jenazah bagi keluarga/jamaah yang meninggal dunia.
Clief Sandro dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa Bina Muallaf adalah program yang dilakukan oleh Lazismu untuk membina para mualaf. Program ini bertujuan untuk memperkuat akidah, akhlak, ibadah, dan muamalah para mualaf, sehingga mereka dapat lebih mantap dalam menjalani hidup setelah memeluk agama Islam.
“Kami berharap dengan adanya keranda jenazah dapat bermanfaat dalam pengurusan jenazah khususnya bagi warga mualaf binaan dan jamaah di Desa Danau Pantau, sekaligus sebagai penguatan silaturahim dan kepedulian antar sesama umat Islam,” katanya.
Drajat Nurmas menambahkan kolaborasi dakwah seperti ini harus dilakukan bersama – sama dengan konsisten oleh majelis dan lembaga Muhammadiyah, mulai dari pembinaan, pendampingan dan penguatan bagi mualaf agar dapat memahami dan melaksanakan kehidupan sesuai dengan ajaran agama Islam yang sebenar-benarnya.
“Muhammadiyah selalu konsisten menyebarkan dakwah (pembinaan mualaf), sehingga menjadi mualaf yang berpengetahuan, inklusif, harmonis, mandiri, dan berwawasan kemajuan” ujarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/MF]

YOGYAKARTA -- Penghargaan atas prestasi lembaga amil zakat muhammadiyah di seluruh Indonesia diberikan dalam agenda Rakernas Lazismu 2025. Lazismu Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali meraih penghargaan itu di Yogyakarta, Jum'at (29/11/2024).
Lazismu Kalimantan Selatan meraih penghargaan untuk kategori Lazismu Wilayah dengan Pertumbuhan Ziska Terbaik & Kreatifitas Penghimpunan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana sosial lainnya (ZISKA) terbaik Tahun 2024.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kalsel, Erie Norahman mengatakan pihaknya berhasil meraih penghargaan itu dengan menerapkan konsep analisa SWOT atau Strengths (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunities (peluang), dan Threats (ancaman).
“Kita menerapkan konsep itu dan alhamdulillah tim work kami cukup solid, baik tim di lapangan maupun tim di kelembagaan,” kata Erie seperti dilansir dalam media mu4.co.id, Ahad (01/12/2024).
“Kuncinya ada di data, kita belajar dari Lazismu wilayah lain baik yang sudah berhasil ataupun yang masih dalam tahap berkembang, di situ kita lihat ke data yang kita dapat dari wilayah kita kekuatan SDM kelemahan serta potensi, (hingga) berapa jumlah yang kita dapat dari muzaki dan berapa potensi yang kita salurkan,” jelasnya.
Pihaknya pun berharap dengan kembali meraih penghargaan tersebut, kedepan utamanya kampung yang sudah dibina melalui dakwah komunitas menjadi kampung yang berkemajuan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/mu4.co.id]

