

SEMARANG – Organisasi otonom Muhammadiyah menerima bantuan program kemaslahatan BPKH – Lazismu berupa satu unit mobil rescue Pemuda Muhammadiyah – Kokam. Penyerahan bantuan program kemaslahatan tersebut berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Rabu, (6/11/2024).
Acara penyerahan secara simbolis dihadiri oleh Deputi Kemaslahatan BPKH Miftahudin, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Gunawan Hidayat, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Abdul Ghofar Ismail, Kepala Badan Kesbangpol Haerudin, Lembaga Resiliensi Bencana MDMC dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah Abdul Ghofar Ismail, mengucapkan terima kasih kepada BPKH dan Lazismu atas bantuan tersebut. Kami akan terus bersinergi dengan Lazismu, MDMC, karena mobil rescue ini menjadi bagian dari One Muhammadiyah One Respons dalam merespons bencana secara darurat.
Dalam kesempatan itu, Ketua PWM Jawa Tengah Tafsir mengungkapkan bahwa apa yang telah dilakukan BPKH dalam program kemaslahatan memang perlu disampaikah oleh BPKH perihal dana abadi umat ini. Agar masyarakat juga tahu nilai manfaat dan apa itu dana abadi umat. Kokam telah mendapatkan bantuan satu unit mobil rescue. Kami ucapkan terima kaish atas pemberian maslahat ini, insyaallah penuh manfaat.
“Ini dana maslahat ada sebagian warga yang menolak bantuan dari BPKH. Karena dalam pemahaman warga, ini uang haji dibuat beli bantuan mobil. Dalam fatwa MUI dana haji adalah dananya jamaah dan kembali kepada jamaah,” ungkapnya seraya meminta BPKH untuk bisa menjelaskan posisinya.
Jadi kata Tafsir, perlu dijelaskan apa sebenarnya BPKH itu, jika mengelola dana untuk optimalisasi dana haji, maka bagaimana dana itu dioptimalasi dan siapa yang melakukan. “Di sanalah yang punya hak untuk bagi hasil optimalisasi. Masyarakat masih ada yang belum paham maka perlu penjelasan dari BPKH,” pungkasnya.
Merespons hal tersebut, Deputi Kemaslahatan BPKH Miftahudin, mengungkapkan bahwa kami mendapat amanah untuk mengelola itu, dan nilai kemaslahatannya dioptimalkan oleh BPKH melalui Lazismu untuk masyarakat. “Adapun kendaraan ini agar betul-betul dimanfaatkan bahwa dana kemaslahatan itu memperoleh keberkahan dari program ini dan digunakan secara maksimal,” katanya.
Karena itu, Ini akan terus dilihat nilai manfaatnya, saat bencana maupun tidak ada pihak lain yang membutuhkan, termasuk MDMC sebagai organisasi di bidang kebencanaan.
Di samping itu, perihal posisi BPKH dalam pengelolaan dana haji sesuai amanah undang-undang untuk mengelola dana abadi umat. “Jadi ada dua hal yang harus dipahami, pertama dana haji dan secara terpisah ada dana abadi umat,” ucapnya.
Dana haji setoran awal dan akhir dikelola secara profesional, dan selanjutnya dana abadi umat juga dipisah secara pengelolaannya. Dana abadi umat datangnya dari dana efisiensi pelaksanaan ibadah haji yang dikelola sebelum dibentuknya BPKH.
Jadi kalau ingat waktu kita belum mgengenal adanya istilah antrean haji. Setiap tahun pelaksanaan haji selalu ada efisiensi, yang kemudian dana ini dikelola sebagai dana tabaruk dalam dana abadi umat. Sampai BPKH berdiri dana tersebut dimanfaatkan untuk kemaslahatan dan bisa dicek secara transparan.
Dalam kesempatan yang sama, Gunawan Hidayat mewakili Badan Pengurus Lazismu, mengatakan BPKH merupakan mitra Lazismu yang telah memberikan nilai manfaat kepada masyarakat melalui program kemaslahatan. Alhamdulillah Lazismu masih dipercaya menjadi mitra program kemaslahatan ini, yang pada hari ini dengan program itu menyerahkan bantuan mobil rescue untuk Kokam.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SIDOARJO – Usaha menjahit yang dijalankan Zuriyah (53), selama setahun belakangan ini mulai berjalan lancar kembali. Dampak Covid-19 yang lalu telah melumpuhkan usahanya hingga mati suri.
Pada hari Jum’at, 1 November 2024, Lazismu Sidorajo berkesempatan menemui Zuriyah di rumahnya, Desa Gerbang, Kecamatan Sidoarjo, Jawa Timur. Ia menyeritakan kisahnya saat terpuruk.
Zuriyah yang karib disapa Jujuk, mengatakan, memulai usaha menjahit sejak usia 24 tahun, setelah memutuskan undur diri sebagai karyawan konveksi busana muslim. Di tengah perannya sebagai ibu rumah tangga, Jujuk menerima orderan menjahit, ungkap Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah ini.
Ketika Covid melanda, kondisi usahanya mati suri dan suaminya yang bekerja di pabrik karton di Mojosari, meninggal dunia karena covid. Ujian berat Jujuk untuk menghidupi keluarganya begitu berat. Itulah kondisi yang dirasakannya, tidak ada penghasilan untuk memenuhi kebutuhan.
Sepinya orderan mengakibatkan modal dan stok bahan kain yang dimilikinya perlahan habis.
“Dulu sebelum covid, memiliki tiga karyawan, sekarang pekerjaan jahitnya dikerjakan sendiri,” katanya.
Ditambah lagi dengan tantangan teknologi yang canggih, masyarakat sudah terbiasa dengan belanja online, sehingga mau tidak mau saya juga harus menyesuaikan agar usaha tetap jalan," jelasnya.
Zuriyah menyediakan kain untuk dibuat baju muslim termasuk seragam pengajian. “Alhamdulillah dalam prosesnya, usahanya mulai berjalan lagi sejak tahun 2023 lalu menerima bantuan modal usaha dari Lazismu," pungkasnya.
Dengan mendapatkan bantuan modal dari Lazismu Sidoarjo, usahanya kini mulai banyak oderan, bisa membeli bahan-bahan jahitan dan kain untuk dijahit menjadi busana muslim sesuai pesanan pelanggan. Dengan sistem memasarkan secara online, melalui jaringan pertemanan dan juga group donatur Lazismu.
Zuriyah merupakan salah satu penerima manfaat Program Pemberdayaan UMKM Binaan Lazismu Sidoarjo katagori Keluarga Yatim. Program ini hasil kolaborasi Lazismu Sidoarjo dan Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan Bank Mega Syariah.
Rata-rata sebulan menerima pesanan 40 setel baju muslimah, dengan harga jual Rp.130.000. Pelanggan bisa memilih hanya jasa menjahit saja atau menjahit dengan kain sekalian.
Di sela kesibukan bisnisnya, Bu Jujuk masih aktif untuk mengikuti kegiatan-kegiatan sosial, seperti menjalankan amanah sebagai Ketua Ranting Aisyiyah Gebang, PKK Kelurahan dan bunda paud setiap hari Senin.
Belajar daru keterpurukan itu membuat ketahanan ekonominya kian terasah. Prinsip hidupnya menjadi perempuan mandiri, berusaha bangkit dan yakin bisa berkembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti]

FLORES TIMUR --- Intensitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, memberikan dampak dan korban bagi warga di sekitarnya. Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, yang diteruskan oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Nasional statusnya dalam Siaga Darurat Bencana Alam.
Hal tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Flores Timur Nomor: BPBD. 300.2.2.5/020/BID.KL/IX/2024 selama 96 hari TMT 27 September s.d. 31 Desember 2024. Pemerintah Kabupaten Flores Timur Menetapkan Status Tanggap Darurat sampai dengan 31 Desember 2024, demikian informasi yang diterima Tim Media Lazismu pada Senin, (4/11/2024).
Kronologisnya seperti disampaikan Pusdalops, dipicu oleh erupsi gunung api Lewotobi Laki-laki pada hari Senin, 04 November 2024, pukul 23:57 WITA. Adapun tinggi kolom erupsi tidak teramati. Sementara itu, erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47.3 mm dan durasi 1450 detik, Pkl. 19.00 WITA.
Lazismu juga menerima laporan dari Sajidin Sengaji salah seorang anggota muhammadiyah Kabupaten Flores Timur yang juga Ketua MDMC Kabupaten Flores Timur Senin pagi, (4/11/2024), bahwa hari ini Tim Mdmc sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk turun ke lapangan melakukan asesmen yang akan dilanjutkan pembukaan posko.
“Untuk sementara rencana darurat adalah mendirikan posko yang akan ditempatkan di ibu kota kabupaten Flores Timur, di kantor sekertariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Flores Timur,” ungkapnya.

Akibat erupsi Gunung Lewotobi tersebut, ada tiga kecamatan yang terkena dampaknya.. Antara lain Kecamatan Wulanggitang (6 Desa), Kecamatan Ile Bura (4 Desa), dan Kecamatan Titehena (4 Desa). Dari laporan itu, korban jiwa diperkirakan kurang lebih 2.734 KK / 10.295 jiwa yang terdampak, dengan rincian Kecamatan Wulanggitang sebanyak 2.527 KK / 9.479 jiwa dan Kecamatan Ile Bura sejumlah 207 KK/ 816 Jiwa. Adapun 9 orang dinyatakan meninggal dan dampak materil masih dalam proses pendataan.
Lazismu melalui program Indonesia Siaga yang berkolaborasi dengan MDMC, sedang melakukan respons dan koordinasi dengan jajaran pemerintah terkait, serta penyiapan tim untuk diterjunkan ke lokasi.
Kebutuhan mendesak yang diperlukan adalah masker, selimut, tenda keluarga, alas tidur, makanan, handsanitizer, air bersih, hygiene kit, baby kit, dan family kit. Lazismu mengajak masyarakat untuk meringankan beban warga terdampak di sana dengan menyalurkan donasi melalui Rekening a/n Lazis Muhammadiyah:
CIMB Niaga Syariah : 9153 944 400
Mandiri : 123 0099 008 999
BCA : 87 80 171 171
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

BANDUNG -- Masa tanggap darurat pasca gempa bumi kabupaten Bandung telah dilewati dengan respons bantuan darurat. Di Kecamatan Kertasari, proses rekonstruksi sedang berlangsung yang diikuti dengan perbaikan sarana umum termasuk lembaga pendidikan milik amal usaha muhammadiyah yang terdampak di bawah naungan pimpinan wilayah muhammadiyah Jawa Barat.
Pada hari ini, Kamis, (31/10/2024) dilakukan peletakaan batu pertama pembangunan SMP Muhammadiyah 3 Kampung Neglasari, Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari setelah alami kerusakan pasca gempa. Tahap rekonstruksi tersebut secara simbolis dilakukan groundbreaking oleh Ahmad Dahlan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, yang disaksikan langsung oleh Zaini Abdul Malik Ketua Ketua Tim Terpadu Rehab Rekon Gempa Kertasari, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, Direktur Program Lazismu Pusat Ardi Luthfi Kautsar, dan tamu undangan.
Ketua Tim Terpadu Rehab Rekon Gempa Kertasari, Zaini Abdul Malik, mengatakan bahwa gempa yang terjadi di sini berdampak pada kita semua. Karena itu, PWM Jabar membentuk sebuah tim untuk mempercepat respons yang selanjutnya dilakukan program Indonesia Siaga di Kertasari.
“Tim ini akan melaksanakan kegiatan rekonstruksi selama 6 bulan, dari Oktober 2024 hingga Maret 2025,” ungkapnya. Selama 6 bulan ini, kata dia, ada dua hal yang dilakukan, pertama yaitu merekonstruksi dari sisi fisik, serta merehab bangunan khususnya amal usaha muhammadiyah.
Di sini yang terdampak SMP muhammadiyah, saat ini lokasinya kita gunakan bersama dalam acara peletakan batu pertama. “Ada lima ruangan kelas yang terdampak maka sulit untuk digunakan kembali dalam kegiatan belajar mengajar, dan membangunnya kembali di bagian belakang,” imbuhnya.
Maka bangunan SMP itu diruntuhkan semua, menurut informasi, sambung Zaini, setelah diteliti lebih lanjut lokasi ini termasuk bagian dari sesar kertasari sehingga harus hati-hati. Rencana akan dibangun lapangan terbuka yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga atau lainnya untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.
Rekonstruksi ini dimulai dari tiga kelas, kendati ke depannya ingin ditambah, minimal saat ini dapat didirikan tiga kelas dan konstruksi bangunannya direncanakan bisa baik ke atas bila akan dikembangkan lagi oleh PDM Kabupaten Bandung dan PCM Kertasari. Sementara itu, kata Zaini, untuk sekolah lain yang retak akan direhab sesuai dengan kondisinya nanti setelah ada penilaian.
Selanjutnya yang Kedua sambungnya, tim juga akan memberikan perhatian kepada hal yang sifatnya non fisik. Yaitu untuk masyarakat ada pendampingan secara psikis dan sosial yang diikuti dengan program dan kegiatan pemberdayaan ekonomi.
Dua hal inilah yang akan dilakukan tim selama enam bulan dengan prakiraan biaya sebesar Rp 2 milyar. Karena itu kami mohon dukungannya baik materil dan non materil untuk proses rekonstruksi ini.
Senada dengan hal itu, Ketua Badan pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, mengatakan bahwa Lazismu juga mendapat amanah dari pimpinan pusat Muhammadiyah agar memberi perhatian terhadap warga di Kertasari.
“Ketua Umum Pimpinan Pusat telah mendapatkan informasi dari MDMC pusat dan Lazismu, agar ada koordinasi lebih lanjut dengan PWM Jabar,” paparnya. Ketasari jadi perhatian khusus karena ada amal usaha muhammadiyah yang terdampak termasuk TK Aisyiyah.
Lazismu tentunya senantiasa berkolaborasi dengan semua pihak untuk sama-sama menuntaskan proses rekonstruksi SMP muhammadiyah yang ke depannya sudah dinanti kembali oleh warga agar sekolah ini dan sekolah lainnya yang terdampak sudah bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.
Lazismu akan berupaya untuk menghimpun dana dengan bersinergi, kata Mujadid Rais. Lazismu berupaya menggerakan semua lini di persyarikatan dan di luar persyarikatan untuk mendukung rekontruksi ini. Terima kasih saya ucapkan kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, termasuk dukungan pemerintah untuk mengonsolidasikan dan mendukung program Indonesia Siaga.
Sementara itu, Ketua PWM Jabar, Ahmad Dahlan mengungkapkan keadaan desa Kertasari ketika dilanda musibah. “Tidak ada yang bisa bergerak sendiri untuk bangkit, perlu interaksi yang positif mengedepankan kebersamaan untuk hadir bersama dalam aksi kemanusiaan pasca gempa ini,” tuturnya.
Muhamadiyah masih hadir di tengah kehidupan berbangsa dan negara di Jawa Barat, dengan segenap potensi yang dimilikinya dalam dakwah yang mengedepankan misi membantu masyarakat, mencerdaskan masyarakat yang diawali dengan lembaga pendidikan.
“Mari bahu-membahu bersama untuk menjadi gerakan bersama dengan wawasan kebangsaan yang eksplorasinya perlu dikuatkan dalam dunia pendidikan di samping potensi lainnya dalam melakukan proses rekonstruksi,” bebernya.
Lazismu hadir dengan potensinya membantu masyrakat dengan cinta terhadap sesama. Memberikan nilai manfaat dari zakat, infak dan sedekah kepada yang membutuhkan. Bahasa filantropi yang diwujudkan untuk berbagi terhadap sesama.
Dengan berempati kepada yang membutuhkan, maka tidak boleh terpuruk ketika ujian datang, katanya. “SMP muhammadiyah boleh runtuh tetapi, guru, karyawan, murid dan warga spiritnya tidak boleh runtuh, harus bisa bangkit,” tegasnya dengan nada semangat.
Kepada semua pihak yang terlibat dalam program ini, mewakli PWM Jabar, kami mengucapkan terima kasih atas semua dukungannya. Satu per satu apa yang telah direncanakan telah berjalan, dan kesulitan akan teratasi.
Kepala Bidang Sekolah Menengah Pertama Kabupaten Bandung, Yusuf Salim yang turut hadir menyaksikan peletakan batu pertama mengapresiasi langkah cepat Muhammadiyah dalam merespons pasca gempa.
“Pelatakan batu pertama di SMP Muhammadiyah Kertasari, membuat kami bisa bertemu dengan orang-orang luar biasa di Muhammadiytah, atas nama Disdik Kabupaten Bandung, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak,” ucapnya.
Kami terinspirasi dalam kondisi ini yang dalam situasi sulit bisa dilaksanakan suatu gerakan bersama dengan bukti nyata. Saya sangat mengapresiasi, sangat berterima kasih, khususnya kepada unsur pimpinan muhammadiyah dari pusat sampai cabang.
Tadi telah disampaikan oleh pimpinan muhammadiyah telah dianggarkan untuk proses rekonstruksi ini. Di awal setelah kejadian gempa, Disdik berkoordinasi dengan kepala sekolah dan mendapat respons bahwa ada informasi yang menggembiarakan jika sekolah ini akan mendapat bantuan.
Yusuf menyambut gembira langkah yang dilakukan muhammadiyah, mudah-mudahan apa pun yang dilakukan dan dukungan yang diupayakan sebagai bagian dari proses komunikasi antara muhammadiyah dan Disdik kabupaten Bandung, bahwa model pentahelix yang dibangun kebersamaan ini sangat membahagaikan kita semua.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

PALEMBANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah memperingatkan puncak cuaca panas sebelum memasuki musim hujan dengan suhu tertinggi mencapai 39°C untuk beberapa hari ke depan.
Dikutip dari Antara, BMKG mengungkapkan fenomena alam ini karena kondisi yang masih berkaitan dengan tutupan awan yang minim dan pergerakan semu matahari yang berada di atas khatulistiwa. Dalam amatannya tersebut, kondisi ini masih dalam kategori biasa yang tak berpengaruh pada perubahan musim di Indonesia.
Suhu panas itu melanda Kota Lampung, Bulungan di Kalimantan Utara, Sikka di Nusa Tenggara Timur, Sidoarjo di Jawa Timur, Pekanbaru di Riau, dan Palembang di Sumatera Selatan. Merespons fenomena tersebut Lazismu Palembang dan perusahaan air minum kemasan AlfaOne, menginisiasi program penyediaan air bersih layak minum.
Ada tiga titik strategis di Kota Palembang yang menjadi bagian dari aksi berbagi ini yaitu di kawasan Masjid Jamik yang berada dalam lembaga Pendidikan Muhammadiyah Balayudha, kawasan pendidikan Muhammadiyah Bukit Kecil, dan kawasan area pimpinan wilayah Muhammadiyah Sumatera Selatan, demikian disampaikan amil Lazismu Palembang pada tim media Lazismu (31/10/2024).
Penyediaan air minum ini menurut Syarif Ali untuk membantu masyarakat mencegah dehidrasi akibat suhu yang panas. "Alhamdulillah, kami mendapat dukungan penuh dari perusahaan air minum AlfaOne dalam program kemanusiaan ini," ujar Dewan Syariah Lazismu Palembang ini.
Kami berharap dengan adanya penyediaan air minum gratis ini dapat membantu masyarakat, terutama anak-anak, untuk tetap menjaga kondisi tubuhnya agar tidak kekurangan air di tengah cuaca panas yang ekstrem. Selain menyediakan minuman gratis, Lazismu Palembang juga rutin tiap jumat pagi berbagi sarapan gratis buat para pekerja yang belum sempat sarapan, ini sudah rutin tiap jumat pagi,” pungkasnya.
Penyediaan air minum gratis ini telah dimulai sejak Selasa, 29 Oktober 2024 dan akan terus berlangsung selama masih dibutuhkan. Lazismu Palembang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam program ini. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, dapat menghubungi layanan Lazismu Palembang.
Dengan adanya kolaborasi antara Lazismu Palembang dan AlfaOne, syiar kebajikan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Palembang dan menjadi stimulan bagi lembaga lainnya untuk turut berkontribusi dalam mengatasi dampak cuaca ekstrem.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Palembang/Andi W]

BOGOR --- Kerangka berpikir logis suatu program yang sistematis ketika direncanakan memerlukan bukti empiris. Dalam penyusunannya melibatkan partisipasi masyarakat sehinga muncul kebutuhan di lokasi kegiatan program sebagai tahapan menggali ide-ide inovasi sosial. Lazismu membingkai kerangka kerja logis itu dalam program Kampung Berkemajuan agar berdampak nilai manfaatnya.
Pendekatan model itu, kata Barry Aditya, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, memang didesign agak panjang. “Jadi Lazismu ingin tahapannya berbasis bukti dan kebutuhan dari masyarakat, makanya diawali dengan pelatihan Participatory Rural Appraisal (PRA), untuk menilai sebuah desa secara partisipatif sehingga masyarakat ikut terlibat di dalamnya sehingga muncul kebutuhan,” jelasnya dalam agenda Penilaian Proposal dan Pelatihan Monitoring dan Evaluasi Kampung Berkemajuan yang berlangsung di Ciawi, Bogor (29/10/2024).
Sebelumnya lanjut dia, beberapa amil dari wilayah telah dikarantina selama sembilan hari pada Juli yang lalu, dalam pelatihan bagaimana proses menyusun kerangka kerja logis. Berdasarkan temuan yang ada selanjutnya disusun design program dan apa saja yang sudah ditemukan, lalu diekplorasi dan disusun secara sistematis.
Barry mengungkapkan, jika melihat lembaga non-profit yang ada, serta panduan dari Baznas, pendekatannya sudah menggunakan model yang sama. “Keniscayaan bagi Lazismu untuk menyusun kerangka kerja program secara sistematis, lantas tahu apa yang menjadi tujuan dan cita-cita sampai dengan penyusunan pelaporan untuk bisa dipublikasikan kepada khalayak,” paparnya.
Prinsipnya, untuk menjadi pembelajaran bersama dan juga sebagai syiar bagaimana kemudian Muhammadiyah dengan dukungan pendanaan dari Lazismu melakukan kegiatan yang kita kategorikan sebagai inovasi sosial.
Dalam praktiknya, inovasi itu beragam, ada yang berpendapat tidak harus baru, imbuhnya. Dengan kemasan yang berbeda dan sistematis juga bisa dilakukan inovasi sosial lewat modalitas masyarakat. Setiap lokasi juga berbeda dan akan kita laksanakan ke depan. Apa yang telah dicapai oleh Lazismu ketika memperoleh penghargaan dari FOZ, yang juga pengalaman berrmakna Ardi selaku Direktur Program itu bisa dikategorikan tentang inovasi sosial.
Dalam aspek tertentu, kerangka kerja logis, proses dan mengemasnya membutuhkan teknologi informasi dan digital. Ini bisa kita lihat bersama, lanjut Barry, soal tren dan zaman yang telah berubah cepat. Di dalamnya ada Gen – Z, maksudnya jadi kita betul-betul ada sebuah program yang dengan inovasi itu Lazismu harus selamatkan generasi tersebut sesuai dengan alur pikir mereka.
Di tengah upaya itu, sambil memperkuat desa dan memberikan nilai manfaat dan kesejahteraan baik dalam aspek kesehatan mental, ekonomi dan sebagainya, hal itu memang bagian dari tugas Lazismu yang luar biasa.
Saat ini teman – teman yang hadir sebagai tindak lanjut agenda sebelumya, dalam satu hari ke depan secara bergantian akan mempresentasikan hasilnya berupa proposal, secara umum kerangka logisnya, temuannya dan alur selanjutnya dituangkan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi.
Mewakili badan pengurus, saya mengucapkan terima kasih kepada kawan – kawan Lazismu yang hadir, semoga bisa bermanfaat dan punya program yang betul-betul menjadi kebutuhan warga. “Termasuk menguatkan Muhamamdiyah di tingkat ranting dan cabang sehingga seluruhnya bisa kita peroleh dari sisi muhammadiyahnya, Lazismunya, dan warganya dari sisi pengembangan program dan evaluasinya,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu, Direktur Utama Lazismu Pusat, Ibnu Tsani mengatakan, sejak awal diangkat menjadi dirut, saya mencoba mereview kembali tentang program Lazismu. Jadi apa yang disampaikan Barry, ini sifatnya sama-sama belajar. Bagaimana mereview tahapan ideal dalam design perencanaan program.
Ketika diberi amanat itu sebagai dirut, secara keseluruhan, di tingkat wilayah dan daerah, tantangan pertama Lazismu membutuhkan bukti empirik (evidensi empirik) dan dampak dari program yang telah disalurkan. Sementara tantangan keduanya, ada renstra dan bagaimana mengimplementasikan kerangka kerja logis.
“Apa bukti empirisnya, mengapa harus melakukan pendekatan ini, sungguh pekerjaan rumah yang sudah saatnya dimulai,” ujarnya. Di era kompetisi ketika membicarakan program, sambung Ibnu, yang ditanya apa kesimpulannya dan apa metode mengambil kesimpulan itu, mengapa perlu adanya PRA dan seterusnya.
Puji syukur, tahap demi tahap, Lazismu berbenah diri, sehingga memiliki divisi monev. Jadi apa yang telah kita lakukan secara nasional agar bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. Kalau kita ikuti ritme divisi monev, sudah mulai diperkenalkan social return of invesment (SROI). Suatu metode evaluasi yang sebenarnya merupakan piranti sistem evaluasi yang metodenya dibutuhkan oleh donor atau investor.
Ketika Lazismu berinteraksi dengan perusahaan, ada yang bertanya apa dampak sosialnya dalam kontribusi bersama Lazismu. Hal ini Lazismu perlu memiliki kerangka berpikirnya. Dan sebagai contoh kebajikannya, Lazismu berhasil di pilar program pendidikan lewat Edutabmu.
Meski bergerak dalam proses itu dan belajar bersama, maka ada tahapan yang jelas sehingga program tidak sekadar aktivitas adminsitratif. Mengapa dalam agenda ini melibatkan penghimpunan, agar Lazismu di tim fundraisingnya punya amunisi dalam penghimpunan dana ZISKA.
“Di tahun 2025 dengan pelatihan berkelanjutan ini, Lazismu sudah punya kerangka logisnya untuk meyakinkan donator, apa yang dilakukan nanti sudah memiliki perencanaan yang matang,” tuturnya.
Perlu sinergi program dan penghimpunan, karena aktivitas ini beririsan dengan meyakinkan publik dan korporat bahwa dokumennya saling terhubung, setidaknya ikhtiar itu sudah dilakukan. Pada aspek ini, tegas Ibnu, bukan sekadar review tapi belajar merencanakan dengan baseline yang terukur dan teruji.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

