

JAKARTA – Kesejahteraan guru merupakan bagian dari prioritas pilar program pendidikan Lazismu. Terutama guru yang berada di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal. Untuk itu, sebanyak 1000 guru dan pendidik honorer memperoleh bantuan program Peduli Guru.
Penyerahan bantuan insentif guru dilakukan secara simbolis kepada penerima manfaat oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais dan mitra kolaborasi Lazismu Unit Pengelola Zakat (UPZ) Bank Permata Syariah, dalam hal ini Kepala Divisi Syariah dan Consumer Banking Rinaldi Agustian Aziz, serta Izzul Muslimin dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang disaksikan langsung oleh Sekretaris Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal M. Khiorul Huda dan Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PP Aisyiyah Fitni Wilis, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, pada Senin (21/10/2024).
Ahmad Imam Mujadi Rais dalam sambutannya mengatakan bersama kita menyaksikan banyak kisah perjuangan guru dan peran pentingnya. Karena itu, Lazismu dengan programnya memberikan apresiasi kepada guru yang telah mengabdi untuk mendidikan generasi masa depan.
“Kesejahteraan guru masih kurang mendapat perhatian, terlebih lagi guru yang ada di daerah tertinggal. Karya dan perjuangannya menjadi bentuk perhatian Lazismu karena guru adalah faktor penting dalam membangun perjalanan bangsa ini,” kata Mujadid Rais.
Ada 1000 guru yang tersebar di Indonesia, mendapat bantuan program Peduli Guru, hasil kolaborasi Lazismu dan UPZ Permata Bank Syariah, ungkapnya. Bantuan sebesar Rp 500 juta diberikan secara tepat sasaran bagi guru guru-guru honorer di lingkungan Muhammadiyah dan Aisyiyah. Masih ada pekerjaan rumah yang juga perlu diperhatikan, maka sinergi dengan semua pihak adalah penting, termasuk dengan UPZ Permata Bank Syariah untuk tergerak merespons persoalan guru.
Sebelumnya, lanjut Mujadid Rais, Lazismu juga memberikan bantuan kepada guru honorer yang mengalami tunggakan iuran BPJS Kesejatan yang berkolaborasi dengan USAID Catalyze. Lazismu berharap guru-guru penerima manfaat dapat merasakan nilai manfaat dari bantuan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada Permata Bank Syariah yang sudah berkolaborasi juga bersama Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan PP Aisyiyah.
Sejalan dengan program tersebut, Kepala Divisi Syariah dan Consumer Banking UPZ Permata Bank Syariah Rinaldi Agustian Aziz mengungkapkan kolaborasi bersama Lazismu merupakan komitmen kami di bidang pendidikan untuk memberikan jangkauan lebih luas bagi penerima manfaat. “Ekosistem Keuangan Islam yang inklusif yang menjadi bagian dari perbankan syariah diharapkan manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Informasi yang diperoleh dari Majelis Dikdasmen dan Aisyiyah pada hari ini memberikan inspirasi bagi kami. Komitmen untuk pendidikan adalah penting agar memajukan aspek pendidikan di masyarakat. Karena kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh masyarakat yang memperoleh akses pendidikan dengan mudah.
Dari beberaa kegiatan yang ada di Lazismu, UPZ Permata Bank Syariah senantiasa ikut berpartisipasi, mudah-mudahan ke depan akan selalu berkomitmen dan semakin solid untuk mendukung program - program Lazismu di bidang pendidikan lainnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah PP Aisyiyah Fitni Wilis, mengatakan, dalam sejarahnya, TK Aisyiyah merupakan lembaga pendidikan pribumi yang ada di Indonesia sejak tahun 1919. Artinya sudah 1 abad lebih kontribusi Muhammadiyah di bidang pendidikan.
“Ada 10 ribu lebih TK Aisyiyah yang terus memberikan layanan kepada anak – anak usia dini di seluruh Indonesia, di samping itu Aisyiyah juga punya kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan dari usia dini sampai tingkat menengah, ujarnya.
Kami juga ingin menyampaikan bahwa guru-guru pendidikan anak usia dini yang belum baik kesejahteraannya masih jauh dari sejahtera. Namun, apa inti yang ingin disampaikan, sambung Fitni, dari apa yang sudah digaungkan oleh pemerintah juga menjadi perhatian kita terhadap guru-guru tersebut, Alhamdulillah hal ini mendapat dukungan dari Lazismu.
“Waktu, tenaga dan pikiran guru – guru ini untuk mengasuh anak kecil masih belum mendapat perhatian serius,” paparnya. Sementara anak usia dini adalah dasar untuk masa depannya yang sangat menentukan.
Di Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, baru saja Aiyiyah atas dukungan Lazismu memperoleh apresiasi penghargaan dari Bappenas karena pendidikan anak usia dini di sana memberikan dampak positif terhadap masyarakat yang selama ini jauh dari akses pendidikan. Bukti nyata ini, kata dia, merupakan langkah pertama dari Aisyiyah dan rencananya akan mendirikan SD untuk perluasan dakwah.
Kami berharap guru-guru di daerah terpencil juga dapat ditingkatkan kapasitasnya untuk bersekolah lagi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Agar kualitas pendidikan turut meningkat dengan guru – guru yang memiliki kecakapan dalam mengajar.
Dalam kesempatan itu, Miftahurrohman guru MI Muhammadiyah Cisarua yang sudah mengabdi selama 10 tahun mengucapkan terima kasih atas bantuan ini kepada donatur Lazismu. “Melalui program peduli guru ini saya dan kawan kawan guru yang lain sangat terbantu semoga semakin menambah motivasi untuk memberikan yang terbaik kepada anak-anak didik,” katanya. Hal senada disampaikan Nurhidah dari TK ABA Depok, bahwa dukungan semua pihak sangat kami nanti untuk menunjang program kegiatan belajar mengajar terutama untuk sekolah yang masih membutuhkan perhatian serius dalam sarana dan prasarananya.
Dalam agenda yang sama, Sekretaris PP Muhammadiyah, Izzul Muslimin, mengungkapkan sekolah muhammadiyah ada di seluruh pelosok Indonesia. Ssemua didirikan dengan mandiri. Dari semangat itulah muhammadiyah sebagai organisasi mengembangkan lembaga pendidikan.
Kendati masih ada sekolah yang menghadapi problem di daerah terpencil karena fasilitas yang tidak memadai. Lalu Muhammadiyah mendirikan sekolah di kawasan tertinggal sebagai panggilan karena di sana memang tidak ada sekolah.
“Itulah yang terjadi, maka dengan keberadaan guru yang harus mendapat perhatian di beberapa tempat, kita berharap apa yang dilakukan oleh para guru tetap sebagai spirit yang ke depannya perlu ada upaya ekosistem pendidikan yang bisa mengatasi ketimpangan dalam realitas pendidikan,” paparnya.
Perlu kekuatan bersama agar bisa menjadi gerakan nasional termasuk oleh Lazismu di seluruh daerah dan wilayah dan semua pihak yang ingin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik. Hal itu, sudah dilakukan muhammadiyah mengelola dana abadi pendidikan. Melalui gerakan Infak Pendidikan, dana abadi ini harus terus digerakkan dan bisa didukung oleh para pemangku kepentingan dan manfaatnya bisa dijangkau secara lebih luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

BANDUNG – Siapa sangka tempat kulinari “Spill & Bites” dan hangout yang cozy di kota Kembang ini menjadi salah satu tempat yang asyik untuk memulai suatu ide dan aktivitas di kalangan muda mudi. Destinasi kuliner di bilangan Gegerkalong, Sukasari, Kota Bandung ini setiap hari ramai dikunjungi karena tempatnya yang nyaman.
Design interior yang kekinian dibalut sentuhan warna biru semakin menambah betah pengungjungnya melalui konsep The First Neo-Fast Food. Di lihat dari luar, suasana kafe sangat kekinian menampilkan magnetnya yang artistik. Hijau pepohonan di halaman depan menyajikan keasrian dengan pesonanya yang gaul dan memanjakan mata.
Bermula dari sinilah Lazismu sebagai lembaga amil zakat menjalin sinergi dengan Spill & Bites. Pesonanya semakin membuat penasaran amil Lazismu untuk datang dan berbagi cerita program bersama.
Pada hari Jum’at, pekan kemarin, Amil Lazismu berhasil bertemu dengan Dafa seorang Direktur Spill & Bites. Dafa menyambut kedatangan Direktur Utama Lazismu, Ibnu Tsani dan kawan-kawan untuk berbagi cerita lebih jauh tentang Lazismu dan Spill Bites itu sendiri.
Ketika masuk dalam kafe yang cozy itu, nuansa anak mudanya begitu kental. List warna biru seperti menjadi ciri khas Spill & Bites. Apron dan topi biru yang dikenakan juru masak dan saji sebetulnya penanda ikonik itu.
Ibnu Tsani mengatakan agenda bertemu dengan Spill & Bites sudah jauh hari direncanakan. Tapi hari Jum’at pertemuan itu baru bisa terwujud. Agenda lain yang dikantongi Lazismu adalah bersinergi dengan Spill & Bites untuk program dan fundraising.
Di hari itu, kata Ibnu Tsani Lazismu menandatangani kersajama program fundrasing kemanusiaan. “Penandatanganan kerja sama penggalangan donasi program kemanusiaan untuk Palestina antara LAZISMU – Spill & Bites,” ungkapnya.
Ketertarikan Spill & Bite untuk bersinergi dengan Lazismu bukan tanpa alasan. Menurut Dafa Direktur Spill & Bites, awal kemunculan destinasi kuliner ini dilatari dari masih sedikitnya Coffee Shop yang berkonsep cepat saji. ”Peluang itu menjadi kesempatan Spill & Bites untuk menjadi pendatang baru di Indonesia khususnya di Kota Bandung di saat destinasi kuliner cepat saji yang lain mengalami kendala terkait isu kemanusiaan di Palestina,” bebernya.
Mengapa di Bandung, sebenarnya untuk memudahkan fungsi Quality Control, karena Spill & Bites merupakan anak perusahaan dari PT MBU sebagai perusahaan pengolahan dan distribusi daging ayam berkualitas tinggi. Jadi itu komitmenya dengan budidaya agar protein anak bangsa dapat tercukupi.
Selanjutnya perihal program fundraising kemanusiaan untuk Palestina yang berkolaborasi dengan Lazismu, lanjut Dafa, spiritnya adalah ingin mengajak anak-anak muda di Indonesia sadar dan peduli terhadap nasib saudara-saudara muslim di Palestina. Nah sebagai simbol kepedulian Spill & Bites, kami membuat kue yang berkarakter warna semangka.
”Melalui kue yang disajikan itu anak – anak muda kita ajak untuk menyuarakan kepedulian untuk saudara – saudara muslim di Palestina,” ungkapnya. Di sini mereka yang hangout tidak sekadar untuk menikmati sajian khas ayam renyahnya, tapi di tengah kegiatan dan aktivitasnya mereka dapat memahami kepedulian kami tentang Palestina.
Hal itu diakui oleh Aulia tim marketing Spill & Bites. Bagi mereka yang suka terhadap produk yang kita sajikan harapannya tumbuh kepedulian terhadap isu Palestina, terutama dari kalangan muda. “Kesadaran akan kepedulian itu, bukan datang dari kue-kue dan ayam serta paket burger yang ditawarkan. Lebih dari itu konsep Bundling of Hope menjadi pilihan terintegrasi dan harmonis bagi mereka yang ingin mulai merasakannya.
Keuntungan dari konsep bundling tersebut, seperti apa yang telah dikolaborasikan bersama Lazismu dalam kerjasama yang disepakati, sambung Aulia, akan kita salurkan untuk saudara saudara kita di Palesitina. Dafa berharap kolaborasi dengan Lazismu dapat berjalan dengan program yang lain. Semoga Spill & Bites bisa ada di Jakarta dan Bogor impiannya jika berkembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

PALEMBANG -- Lazismu Palembang turut berbahagia atas prestasi gemilang yang diraih oleh dua siswi berbakat dari sekolah Muhammadiyah di Palembang. Andini dari SMA Muhammadiyah 2 Palembang dan Salsabilah dari SMP Muhammadiyah 1 Palembang berhasil meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional yang digelar di Kalimantan Timur.
Apresiasi atas prestasi yang membanggakan tersebut, Lazismu Palembang bersama Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Palembang memberikan penghargaan kepada kedua siswi berprestasi, dengan memberikan penghargaan pada Rabu, 16 Oktober 2024 d PDM Kota Palembang.
Ketua PDM Kota Palembang, Mawangir, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih oleh kedua siswi itu. "Prestasi ini membuktikan generasi muda Muhammadiyah memiliki potensi luar biasa. Mereka tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman yang mendalam tentang agama Islam," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Lazismu Palembang, Andiwijaya, menyampaikan, pemberian penghargaan ini merupakan bentuk dukungan terhadap pendidikan dan pengembangan potensi anak-anak didik Muhammadiyah. "Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi siswa-siswi lainnya untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah," ungkapnya.
Andini dan Salsabilah dalam kesempatan tersebut menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih. Mereka juga mengucapkan terima kasih atas dukungan dari keluarga, sekolah, dan seluruh pihak yang telah membantu mereka.
Diketahui bahwa Andini Dwi Melati ini berhasil meraih juara 2 MTQ Nasional kategori Cacat Netra (Canet) kategori putri dan Sabilah Roudatul Jannah Juara 2 MTQ Nasional Cabang Tilawah Golongan Tartil Putri.
Sementara itu, bersamaan dengan pengajian bulanan di lingkungan PDM Kota Palembang dengan tema penguatan kader Muhammadiyah, Mawangir dalam ceramahnya menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi generasi muda, terutama dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan berprestasi.
"Pendidikan karakter bukan hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Kita semua harus bersinergi dalam membentuk generasi emas bangsa yang beriman, cerdas, dan berakhlak mulia," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Majelis Tabligh PDM Kota Palembang, Bustomi, mengatakan kami menyambut baik atas apresiasi yang telah diberikan kepada kedua siswi yang berprestasi, dan atas terselenggaranya kegiatan ini. "Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah," katanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

JAKARTA – Keberadaan Lazismu di luar negeri memiliki peran strategis dalam melakukan aksi filantropi. Hal ini juga menjadi bagian dari rekomendasi pimpinan pusat muhammadiyah pada kerangka sosial dakwah yaitu internasionalisasi muhammadiyah dengan didirikannya Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di luar negeri.
Pada tahun 2023, peran strategis PCIM dan Lazismu di Maroko begitu terasa manfaatnya untuk kerja-kerja kemanusiaan. Misalnya saat terjadi gempa bumi di Maroko pada September 2023 silam dengan kekuatan 6.8 skala richter warga terdampak memperoleh manfaat program kemanusiaan. Kegiatan serupa dilakukan PCIM dan Lazismu Libya ketika pada November 2023 banjir melanda negara di Afrika Utara tersebut.
Hal itu tidak lepas dari peran aktif pelajar islam Indonesia yang sedang menumpuh studinya di negara wilayah Maghribi itu. Selain belajar di kampus ternama, para mahasiswa dan mahasisiwi ini berpartisipasi aktif di Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PICIM) Maroko dan Libya. Mereka berbagi waktu dan peran untuk melakukan aksi kemanusiaan setelah bencana alam melanda untuk membatu sesama.
Mengenai hal tersebut, Jundi Abdurrahman dan Nafisa menceritakannya kembali saat berkunjung ke kantor Lazismu Pusat di bilangan Menteng, Jakarta, pada Jum’at (11/10/2024). Jundi mengisahkan kepada amil Lazismu Pusat yang diwakili Manager Program Shofia Khoerunnisa, Upik Rahmawati Manager Program Kemitraan Lazismu, dan Manager Kelembagaan dan Teritori Risya Umami, bahwa aksi kemanusiaan Lazismu mendapat respons yang baik.
Saat melakukan penyaluran bantuan yang lokasinya jauh dari ibu kota dengan kondisi wilayah yang blind spot ada salah satu media televisi lokal membantu meliput penyaluran bantuan ini. “Secara tak sengaja ternyata mereka juga ada agenda peliputan pasca-bencana. Ketika mereka mengatahui Lazismu dari Indonesia dan bagian dari Muhammadiyah, mereka terharu bahkan aksi kemanusiaan Lazismu menjadi bagian dari program liputannya,” kata Jundi.
Hal senada disampaikan PCIM Libya, Ahmad Najrullah Siregar, melalui Lazismu kegiatan respons bencana berupa banjir akibat badai Daniel tahun 2023 kemarin, memicu PCIM Libya untuk melalkukan aksi kemanusiaan. Saat itu kondisinya dalam masa darurat yang membutuhkan uluran tangan bagi warga terdampak.
Ahmad menyeritakan, PCIM dan Lazismu Libya menggalang dana yang hasil penghimpunannya disalurkan untuk warga Tripoli dengan melakukan sinergi bersama Hilal Ahmar Libya. Pada penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Hilal Ahmar Libya dan perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tripoli.
Jundi, Ahmad dan Nafisa mengaku mendapat pelajaran berharga bagaimana program kemanusiaan secara internasional juga memberikan dampak positif bagi Indonesia di kancah internasional. Terlebih lagi, Lazismu Pusat ikut mendukung sehingga nilai-nilai filantropi kemanusiaan menjadi bagian tak terpisahkan dalam dakwah sosial di luar negeri kendati keberadaan kami sebagai warga Indonesia yang sedang studi lanjut.
Bagi Lazismu sendiri, menurut Upik Rahmawati kegiatan ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari internasionalisasi Muhammadiyah. Hal senada disampaikan oleh Shofia Khoerunnisa bahwa program-program kemanusiaan Lazismu di luar negeri membutuhkan peran strategis kawan-kawan PCIM.
Risha Umami menilai apa yang telah dilakukan PCIM dan Lazismu di luar negeri turut memberikan andil dalam gerakan kemanusiaan. Karena itu, informasi perkembangan PCIM dan Lazismu di sana terkait kegiatan dan program sangat berharga buat kawan-kawan Lazismu di tanah air. Risya berharap ada program-program lain yang bisa dikolaborasikan, ungkapnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA – Sebagai tindak lanjut dari kolaborasi program peduli kesehatan yang telah disepakati pada pertengahan Mei 2024 antara Lazismu, BPJS Kesehatan dan USAID Catalyze, dengan prioritas penerima manfaat guru honorer, secara bertahap program tersebut berupaya meningkatkan kapasitas guru agar ada nila manfaat yang berkelanjutan.
Salah satunya dengan mengaktivasi pilar pendidikan melalui program Bakti Guru, lewat sinergi tersebut menyelenggarakan Pelatihan Kapasitas Guru dan Sosialisasi Program JKN, di Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Sabtu, 12 Oktober 2024.
Hadir dalam agenda pelatihan itu, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, M. Khoril Huda Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Non Formal PP Muhammadiyah, Team Leader USAID Catalyze Maya Amiarny Rusady, Mr. Brian Oh Senior Manager Program Delivery USAID Catalyze, Senior Associate Health Financing Catalyze Sarah Robinson, Senior Advidsor Catalyze Budi Muhammad Arif, Kepala Bagian Mutu Layanan Kepesertaan BPJS Kesehatan Desi Muflihatun dan para guru penerima manfaat program.
Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani, dalam sambutannya mengatakan, Lazismu dengan salah satu programnya yaitu Pilar Kesehatan berupaya memenuhi hak warga negara dalam aspek perlindungan kesehatan yang dijamin dalam hak asasi manusia. Mengapaa guru, karena guru menjadi profesi yang diprioritaskan dalam program ini.
“Masa depan generasi muda ada di tangan guru, karena itu kesejahteraan guru termasuk perlindungan kesehatannya harus dipenuhi agar profesinya bermartabat,” kata Ibnu Tsani. Maka melaui program Bakti Guru, Lazismu berkomitmen dengan semua pihak yang berkolaborasi termasuk majelis dikdasmen untuk memperhatikan kesejahteraan guru.
Ibnu Tsani mengatakan total penerima manfaat program ini semuanya sebanyak 69 orang. Para guru ini akan memgikuti pelatihan dan peningkatan kapasitas. “Sejauh ini para penerima manfaat dan keluarganya telah dibayarkan tunggakan BPJS nya oleh Lazismu agar guru dalam mengajar tidak memiliki beban akses kesehatan,” ungkapnya.
Di luar itu, untuk program kesehatan Lazismu tidak hanya menyasar guru, di kepulauan Maluku, Lazismu memiliki Klinik Apung Said Tuhuleley, yang bermitra dengan pemangku kepentingan untuk program kesehatan bersama Baznas.
Kapal Klinik Apung ini menyasar kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T), supaya akses kehatan yang sulit dijangkau dapat diterima manfaatnya olah masyarakat di kepulauan Maluku. Faktanya di lapangan, sambung Ibnu Tsani, tidak hanya akses kesehatan yang sulit di jangkau, akses pendidikan juga sulit diakses.
Lazismu berkeliling dalam program Ekspedisi Zakat di Kepulauan Maluku, karena itu Lazismu terbuka untuk berkolaborasi termasuk dengan USAID Catalyze. Nilai manfaat dari program ini telah dirasakan oleh masyarakat sebanyak 2736 jiwa sejak tahun 2021 hingga tahun 2023.
Dalam kesempatan yang sama, Team Leader USAID Catalyze Maya Amiarny Rusady mengucapkan terima kasih kepada Lazismu atas kolaborasi ini. Tadi sudah disampaikan oleh Direktur Utama Lazismu Pusat, bahwa perlindungan kesehatan merupakan hak warga negara.
Maka perlu kami sampaikan mengapa USAID Catalyze berkolaborasi dengan Lazismu dan BPJS Kesehatan. Karena USAID Catalyze memiliki project global di 39 negara untuk melaksanakan program. Kali ini program bersama Lazismu di Indonesia. “Model programnya melalui mekanisme keuangan capuran (blended financing) yang melibatkan partisipasi aktif sektor swasta untuk memberikan bantuan dari sisi sosialnya.
Karena itu, USAID melalui program Catalyze bermaksud membantu Indonesia untuk memberikan akses layanan kesehatan. “Para penerima manfaatnya juga dibantu bagaimana meningkatkan kapasitasnya agar bisa membayar iuran sendiri,” paparnya.
Jadi ada pelatihan dan peningkatan kapasitas, lanjut maya, masyarakat harus diberdayakan sehingga ada program keberlanjutan. Inilah tujuan dari program Catalyze yang berkolaborasi dengan Lazismu, tandasnya. Maya mengatakan, melalui program ini, ada capaian Cakupan Kesehatan Universal (UHC) sebesar 98.5 persen, namun masih ada masyarakat yang sebagian kartunya tidak aktif.
Karena ada kendala ekonomi seperi Covid misalnya, lalu keuangannya tidak lancar untuk membayar iuran BPJS Kesehatan sehingga tidak bisa mengakses layanan kesehatan. “Bersama Lazismu juga, USAID Catalyze sudah sudah melaksanakan program ini di Tasik Malaya sebagai Kick Off-nya, jika berhasil maka Indonesia akan bisa merasakan manfaat dari program ini.
Para guru dalam pelatihan ini juga dikenalkan tentang pentingnya program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) serta pengetahuan dasar tentang perencanaan keuangan yang realistis untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Salah seorang guru peserta pelatihan, Hartini mengaku sangat terbantu dengan program ini.
“Manfaat dari program JKN ini dapat mempermudah akses kesehatan saya dan keluarga;” pungkasnya. Saat saya melahirkan, yang semula kartu BPJS nya tidak bisa digunakan, akhirnya bisa digunakan kembali. Saya mengucapkan terima kasih kepada donatur Lazismu dan USAID Catalyze yang telah memperhatikan guru seperti saya dan kawan – kawan. Semoga manfaat dari program ini jangkauannya lebih luas lagi.
Sebelum penutupan dilakukan penyerahan MoU antara Lazismu dan USAID Catalyze, serta penyerahan simbolis program Bakti Guru berupa bantuan pelunasan tunggakan iuran JKN bagi guru honorer kepada penerima manfaat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/N-Author]

KENDAL -- Lazismu Kantor Layanan Gemuh salurkan zakat produktif kepada mustahik melalui pilar ekonomi program Ternak Mandiri. Khasan penerima manfaat program itu, menerima hewan ternak kambing untuk pemberdayaan ekonomi.
Penyerahan hewan ternak berlangsung di Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, pada Kamis, (10/10/2024), diharapkan melalui pemberdayaan untuk mustahik dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomiannya.
Kepala Kantor Layanan Lazismu Gemuh, Suyadi, dalam sambutannya menekankan akan pentingnya zakat produktif. Dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan bagi mustahik, maka zakat produktif untuk pemberdayaan mustahik menjadi bernilai. Tujuannya, kata Suyadi, untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi mustahik.
“Dalam kesempatan kali ini, Lazismu menyalurkan zakat produktif dalam bentuk kambing,” ungkapnya. Program Ternak Mandiri ini, sambungnya, merupakan salah satu upaya Lazismu dalam memaksimalkan potensi zakat untuk kegiatan yang bersifat produktif.
Lazismu KL Gemuh sendiri merupakan kantor layanan yang bernaung di bawah Lazismu Daerah Kendal, yang telah menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Baik dari segi penghimpunan dana zakat maupun penyaluran program-program inovatif.
Dengan adanya program-program seperti ini, Lazismu terus berupaya untuk menjadi lembaga yang tidak hanya menyalurkan dana zakat yang sifatnya karitatif, tetapi juga berorientasi pada pemberdayaan ekonomi umat. Program ini salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut.
Ditemui terpisah, Ketua Lazismu Daerah Kendal Sutiyono mengatakan bahwa program ternak mandiri merupakan salah satu prioritas di tahun ini. Lazismu Kendal telah berkolaborasi dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kendal pada program sekolah tani ternak.
Sutiyono menambahkan, dana yang sudah tersalurkan sebanyak Rp 200 juta. Kegiatan ini diikuti oleh kader Pemuda Muhammadiyah dan kader Tapak Suci dari Daerah Kendal, serta perwakilan dari beberapa Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) di Kabupaten Kendal. Dengan adanya partisipasi dari berbagai elemen ini, program Sekolah Tani dan Ternak diharapkan dapat terus berkembang.
“Bisa memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian dan peternakan,” pungkasnya.
Alhamdulillah, pada tahun 2023, Lazismu Kendal menerima penghargaan sebagai lazismu terbaik se-Provinsi Jawa Tengah, dengan perolehan zakat tertinggi serta pengelolaan sumber daya manusia yang unggul. “Insyaallah, di tahun 2024, kami akan terus menguatkan inovasi sosial, termasuk dengan meningkatkan sinergi antara majelis dan lembaga.
Kami berharap semua pihak yang terlibat dapat meningkatkan kualitas program yang dilaksanakan dengan penuh kesungguhan, kata Suyadi.
Sementara itu, Manajer Eksekutif Lazismu Kendal Suprapto, mengakui bahwa pihaknya juga terus mengembangkan platform digital untuk kegiatan fundraising. Melalui strategi digital ini, Lazismu Kendal optimis dapat memperluas jangkauan serta mempercepat penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sekaligus menciptakan pengalaman berdonasi yang lebih modern, efektif, dan transparan bagi para donatur. Penerima manfaat, Khasan mengucapkan terima kasih kepada para donator Lazismu, semoga melalui program ini bermanfaat untuk pengembangan ekonomi di masa yang akan dating.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu KL Gemuh Kendal]

