

SUKABUMI – Matra pendidikan dalam pilar program Lazismu merupakan bagian dari komitmen membuka akses pendidikan untuk semua yang berkualitas. Komitmen itu, diwujudkan Lazismu Jawa Barat melalui pemberian "Beasiswa Sang Surya" kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI).
Beasiswa dengan total nominal sebesar Rp 50 juta ini diserahkan secara langsung di Kampus UMMI pada Senin, (8/10/2024). Wakil Ketua 3 Bidang Program Lazismu Jawa Barat, Endang Mahbub, mewakili Lazismu Jabar dalam prosesi penyerahan beasiswa tersebut yang diterima oleh Rektor UMMI, Reny Sukmawani.
Kegiatan ini merupakan hasil nyata dari kerja sama yang telah terjalin antara Lazismu Jabar dan UMMI. Sebelumnya diawali dalam program "Lazismu Goes To Campus" pada April lalu.
"Ini kali kedua Lazismu Jabar memberikan beasiswa kepada UMMI, sebagai wujud dari komitmen serius untuk turut berperan serta dalam menciptakan generasi muda yang unggul dan religius," ujar Endang Mahbub.
Penyerahan beasiswa kali ini dilaksanakan bersamaan dengan acara Stadium Generale di Kampus UMMI, yang menghadirkan Sekretaris UmumPP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti. Dalam kuliah umumnya, beliau menyampaikan materi "Membangun Generasi Unggul dan Religius", yang menginspirasi para mahasiswa untuk terus berjuang dalam pendidikan dan kehidupan yang dilandasi nilai-nilai keagamaan.
Kolaborasi antara Lazismu Jabar dan UMMI melalui program beasiswa ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi para penerima, tidak hanya dalam aspek akademik tetapi juga untuk membentuk karakter yang berintegritas tinggi.
Dengan total bantuan pendidikan yang diberikan, Lazismu Jabar semakin memperkuat perannya sebagai lembaga yang peduli terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan pemuda.
Beasiswa Sang Surya ini diharapkan bisa menjadi langkah awal bagi mahasiswa UMMI untuk meraih masa depan yang cerah dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Sabit Sy]

YOGYAKARTA --- Kekeringan yang melanda Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, memicu kerisauan warga untuk akses air bersih. Kondisi ini terus terjadi selama musim kemarau. Warga menanti bantuan akses air bersih agar dapat menunjang kebutuhan sehari-hari.
Dalam upaya meringankan beban masyarakat di daerah kekeringan, Lazismu UAD (Universitas Ahmad Dahlan) menyalurkan bantuan dengan melakukan pentasyarufan 100 tangki air bersih dan 504 kilogram beras kepada warga di Paliyan, pada Sabtu, (5/10/2024).
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi antara akademisi, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat. Adapun yang hadir antara lain, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Muchlas, Wakil Rektor AIK UAD Nur Kholis, Ketua Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) UAD Rahmadi Wibowo Suwarno, Ketua Lazismu UAD Andy Putra Wijaya, Dewan Syariah Lazismu UAD Ahmad Arif Rif’an, serta jajaran pengurus dan staf Lazismu UAD turut memperkuat nilai-nilai kebersamaan dalam acara ini.
Acara juga dihadiri oleh Ketua dan Jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Paliyan yang diwakili oleh Wakil Ketua PCM Rohadi, serta Ketua Lazismu Paliyan, Sumaryanta. Tak ketinggalan, semangat sosial dan kepedulian ditunjukkan oleh kawan-kawan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Djazman Alkindi turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan itu.
Setelah pembukaan, Andi Putra Wijaya, Ketua Lazismu UAD, menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam membantu sesama di tengah kondisi sulit seperti kekeringan. “Bantuan ini bukan hanya sekadar simbol, tetapi wujud nyata gotong-royong dan kepedulian kita terhadap saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelasnya. Dana ini berasal dari dana ZIS yang dihimpun dari dosen dan karyawan UAD, sambungnya.
Dalam sambutannya, Rektor UAD, Muchlas, mengapresiasi inisiatif Lazismu UAD dan kerjasama berbagai pihak dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat terdampak kekeringan. “Mulai saat ini PCM Paliyan sebagai bagian dari mitra dengan Lazismu UAD dan dapat berkolaborasi secara strategis, serta hadirkan dampak yang berkelanjutan dalam membantu mengatasi jika terjadi musim kemarau agar dapat lebih terasa manfaatnya,” kata beliau.
Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua PCM Paliyan, Rohadi, turut menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bantuan yang diberikan, seraya berharap agar kerjasama ini terus terjalin dengan baik di masa depan.
Momen puncak dari acara ini adalah penyerahan simbolis bantuan beras kepada perwakilan penerima manfaat, yakni Bapak Jumiran, Suji, serta Ibu Suryani dan Paijem. Senyum haru menghiasi wajah para penerima bantuan saat menerima beras yang menjadi harapan untuk melewati masa sulit ini.
Di samping itu, untuk mempererat silaturahim di antara semua peserta acara yang diselingi makan bersama, dan sebelum acara ditutup, dilakukan juga pentasyarufan simbolis bantuan 100 tangki air bersih, yang diharapkan dapat meringankan beban ketika krisis air tengah dihadapi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Lazismu UAD kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat yang membutuhkan dengan menjunjung tinggi semangat kepedulian, gotong - royong, dan kebersamaan. Bantuan ini bukan hanya solusi sementara, melainkan langkah awal dari perubahan yang lebih besar dan berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu UAD]

BANDUNG -- Gempa bumi berkekuatan 5.0 magnitudo mengguncang kabupaten Bandung dan Garut pada Rabu, 18 September 2024. Di Kecamatan Kertasari salah satu lokasi terdampak, warga Kampung Neglasari, Desa Cibereum panik berhamburan keluar rumah. Sebagian warga yang masih bekerja di ladang dan kebun terkejut berlarian.
Dadan (50) seorang petani yang semula fokus dengan tanaman sayurnya, bergegas lari dengan wajah pucat pasi. Ia memikirkan nasib ibunya yang renta ada di rumah sendirian. “Saya berlari bukan ke rumah sendiri menyelamatkan isteri dan anak, tapi memikirkan bagaimana keadaan ibu di rumah setelah gempa itu,” cerita Dadan.
Dia mengisahkan saat tiba di rumah ibunya yang tak jauh dari rumah miliknya, ia mendapati ibu sudah tertimpa daun pintu. Saat ditemui di hunian darurat yang persis di belakang rumahnya yang sudah retak-retak (3/10/2024), Dadan mengaku saat peristiwa itu terjadi yang terpikir hanya ibunya.
Setelah menyelamatkan ibunya, dia baru melihat rumahnya. Alhamdulillah, kata Dadan, isteri dan anaknya dalam keadaan baik-baik saja. Dadan tak kuasa karena rumahnya sudah tak layak huni. Beruntung relawan Muhammadiyah datang dan mendampingi warga untuk menerima bantuan darurat.
Kepada Lazismu Dadan juga mengungkapkan, ini adalah peristiwa pilu kedua yang dialaminya. Pada tahun 2009 gempa bumi juga meruntuhkan bagian depan rumahnya. Kali ini rumahnya kembali terdampak. “Sungguh ujian berat buat saya dan keluarga,” kata Dadan.

Saya mengucapkan terima kasih kepada relawan dari Muhammadiyah. Ladang di belakang rumah yang tadinya di tanam Kol dan labu sayur (waluh), terpaksa saya bongkar untuk mendirikan hunia darurat bantuan dari Muhammadiyah.
“Ukurannya 3 x 6 meter persegi, bersyukur bisa untuk melepas kantuk dan menahan dingin yang menyengat badan,” tandasnya. Dadan mempersilahkan Direktur Utama Lazismu Ibnu Tsani dan Shofia Khorunisa untuk melihat kondisi hunian darurat yang di tempatinya.
Dalam kesempatan itu, Dadan juga menerima bantuan berupa Rendangmu dari Lazismu yang merupakan amanah dari Bank Nano Syariah. Tidak hanya Dadan, warga lain yang terdampak di sekitar lokasi Pos Koordinasi Muhammadiyah ikut merasakan lezatnya Rendangmu.
Atas bantuan itu, Dadan mengucapkan terima kasih kepada Lazismu dan Bank Nano Syariah. Ia berharap setelah kembali normal, dapat bekerja kembali mengurus tanaman sayur mayurnya yang sudah dirawatnya setiap hari.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhamamdiyah]

BANDUNG – Muhammadiyah melalui Lazismu dan MDMC telah menyalurkan bantuan, pendampingan psikis dan layanan kesehatan untuk para penyintas gempa di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Pos Koordinasi Muhammadiyah Jawa barat sendiri berdiri satu hari pasca-gempa bumi di Kampung Neglasari, Desa Cibereum, Kecamatan Kertasari.
Bendahara Umum Pimpisan Pusat Muhammadiyah, Hilman Latief, yang datang langsung ke lokasi pada Kamis, (3/10/2024), bersama Lazismu Pusat berkoordinasi dengan Tim relawan MDMC Pusat dan MDMC Jawa Barat untuk segera melakukan revitalisasi bagi warga yang terdampak.
Di lokasi SMP Muhammadiyah 3 Kertasari, Hilman Latief menyampaikan amanah dari Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah kepada PDM Kabupaten Bandung dan PCM Kertasari, untuk bisa menindaklanjuti bantuan ini bersama Lazismu dan MDMC agar kehidupan pasca-gempa kembali normal.
“Kecamatan Kertasari sebagai daerah yang terdampak gempa bumi di Kabupaten Bandung, yang tidak jauh dari Pos Koordinasi telah kita saksikan bersama bahwa SMP Muhammadiyah 3 mengalami kerusakan yang cukup serius,” katanya.
Berdasarkan kajian yang ditindaklanjuti bersama MDMC, secara teknis, jelas Hilman, bangunan sekolah ini harus dirobohkan. Karena dilihat dari struktur bangunannya sudah tidak kuat menahan beban. Mari bahu membahu untuk segera merevitalisasi sekolah ini agar bisa berfungsi kembali, apalagi sudah mendekati musim hujan.
“Sekolah darurat sudah terpasang dan kita dirikan lagi di lokasi terdekat, karena gedung baru SMP Muhammadiyah 3 juga terdampak, mudah-mudahan dengan bantuan yang ada dari donatur bisa mendukung proses penyelesaiannya dalam waktu dekat,” pungkasnya.
Untuk itu, kita kuatkan kemitraan ini supaya agenda revitalisasi dapat berjalan, dan anak-anak bisa kembali belajar secara normal dengan aman dan nyaman. Mewakili persyarikatan Muhammadiyah, saya mengucapkan terma kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini, kata Hilman.
Menurut informasi dari MDMC dan Lazismu, sambung Hilman, selain sekolah yang akan direvitalisasi, juga akan ada rumah warga yang terdampak untuk direvitalisasi dengan hunian darurat yang akan ditergetkan sebanyak 50 unit.
Penyerahan Bantuan SOS
Dalam kesempatan itu, Hilman Latief menyerahkan secara simbolis bantuan Muhammadiyah melalui Lazismu sebesar Rp 100 juta untuk program Save Our School (SOS) yang langsung diterima oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kertasari, Tomo Firdaus, yang disaksikan langsung oleh Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, Sekretaris Lazismu Jabar Iman Aryadi, Sekretaris MDMC Jabar Ade Irvan Nugraha, Darmawan dari MDMC Pusat dan Manager Program Lazismu Pusat Shofia Khoirunisa.
Lazismu juga memberikan bantuan kemanusiaan gempa bumi tahap awal untuk hunian darurat sebesar Rp 50 juta, yang diserahkan Ibnu Tsani kepada Ade Irvan Nugraha mewakili MDMC Jawa Barat. Selain itu, Lazismu juga menyerahkan 840 kaleng rendangmu kepada penerima manfaat amanah dari Bank Nano Syariah sebanyak 15 kardus dan dari Lazismu Jatim sejumlah 20 kardus.
Bersamaan dengan itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kertasari, Tomo Firdaus mengucapkan terima kasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Lazismu Pusat yang telah hadir memberikan bantuan di kampung Neglasari. “Sejak awal pasca-gempa kawan-kawan relawan MDMC Jabar telah turun langsung memberikan bantuan kepada warga terdampak bahkan sampai hari ini dan apa yang akan dilakukan pada aktivitas selanjutnya selalu terus berkoordinasi,” pungkasnya.
Tomo Firdaus mengungkapkan bahwa pasca-gempa, ada amal usaha muhammadiyah di Kertasari yang terdampak yaitu SMP Muhammadiyah 3 yang menampung murid sebanyak 300 orang, SMA 6 Muhammadiyah yang menampung murid sebanyak 600 orang dan TK Aisyiyah menampung murid sebanyak 57 orang.
Terima kasih sekali lagi kami sampaikan kepada semua pihak dan para donatur. “Kami memohon kepada pimpinan pusat untuk bantuannya, dan mudah-mudahan bantuan ini menjadi motivasi bagi kami dan pimpinan muhammadiyah di Kertasari untuk memperbaiki sekolah-sekolah yang terdampak,” tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

YOGYAKARTA – Kecakapan berwirausaha bagi penerima manfaat program UMKM merupakan faktor penting. Tidak hanya memperoleh bantuan dan pendampingan, penerima manfaat juga dilatih mindset-nya untuk bisa menganalissis peluang, situasi dan risikonya.
Demikian yang dilakukan Lazismu Mantirejon saat mengadakan pelatihan program UMKM Berdaya Jogja (BEJO) Naik Kelas, pada Rabu (2/10/2024) di Hotel Matahari Yogyakarta, dengan tema Pelatihan Mindsetting Bisnis yang bekerjasama dengan Majelis Ekonomi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Mantirejon.
Kegiatan Ini merupakan pelatihan sesi pertama untuk para peserta UMKM Bejo yang sebelumnya telah lolos tahap seleksi. Dari 27 peserta yang mengikuti seleksi, telah terpilih 18 UMKM terbaik dan sekarang mengikuti rangkaian kegiatan program inkubasi ini.
Pelatihan sesi pertama ini bertemakan “Pengambilan Keputusan Bisnis yang Tepat dengan Mindset Pengusaha” yang disampaikan oleh Edy Risdiyanto, selaku Ketua ABDSI Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dengan tema ini, diharapkan para penerima manfaat dapat mengetahui bagaimana cara untuk menganalisis situasi bisnis, mempertimbangkan berbagai alternatif, dan mengambil keputusan yang tepat berdasarkan data dan risiko yang dihadapi.
Nur Alam Romadhon, Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron menjelaskan, pelatihan ini juga sekaligus sebagai Kick of Guru Preneurship yang digabungkan dengan Program BEJO. Program ini sebagai apresiasi bagi para guru agar bisa mengembangkan kesejahteraan keluarganya.
“Saya mendapat banyak hal disini, terutama dibantu oleh Lazismu Mantrijeron dalam modalnya, dan nantinya akan ada pendampingan selama menjalani usaha,” kata Husna Omah Berkah salah seorang penerima manfaat Program UMKM Bejo.
Ia mengajak kawan-kawan untuk tetap semangat dalam mengikuti program ini. Kami ucapkan terimakasih kepada donatur Lazismu Mantrijeron. Dan akan tetap semangat untuk menjadi UMKM Naik Kelas, ujarnya.
Hal senada diungkapkan Fathurrahman, dari UMKM Jahe Joss Jogja dengan brand Jenar. Terima kasih atas pelatihan yang diberikan oleh Lazismu Mantrijeron dalam Program UMKM BEJO Naik Kelas. Semoga dengan didampingi oleh Lazismu, UMKM kami bisa lebih memperluas jangkauan pasar di Kota Yogyakarta dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sementara itu, Aida salah seorang peserta yang lolos seleksi program Guru Preneurship, mengatakan sangat senang mendapatkan kesmepatan ini untuk bisa mengikuti pelatihan. Semoga setelah mengikuti pelatihan ini saya bisa mengembangkan usaha, kata Ibu Aida.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/ N Puji Lestari]

PALEMBANG – Kuliner bakso yang ramah dilidah selalu diburu penikmatnya. Di kawasan Jakabaring Kota Palembang yang berlokasi di pusat pebelanjaan ramai pengunjung, Mas Azis pemilik Bakso Granat kerapkali kesulitan untuk merelokasi limbah anorganik miliknya. Karena keterbatasan tempat pembuangan sampah, maka dia mempersilahkan relawan Bank Sampah untuk mengambilnya.
Inisiatif itu dilakukannya setelah Azis mengetahui ada komunitas Bank Sampah Indonesia di kota Pempek itu. Azis mengaku setiap harinya, warung bakso miliknya menghasilkan sampah anorganik seperti plastik, kardus, dan alumunium. Tinimbang membuangnya begitu saja, kata Azis, sampah-sampah itu dikumpulkan dan disumbangkan ke Bank Sampah Induk pada Rabu (2/10/2024).
Ada kendaraan khusus yang akan menjemput ambil sampah, lalu dipilah, diolah, dan dikelola dengan ramah lingkungan. Menurut Andi Wijaya, Wakil Ketua Bidang Program Pendayagunaan Lazismu Palembang, pada Desember 2023 meluncurkan program Sedekah Sampah.
Melalui Bank Sampah Indonesia sebagai bank sampah induk yang berkolaborasi dengan Lazismu Palembang, diharapkan masyarakat yang memiliki limbah sampah anorganik dapat menyerahkannnya sebagai sedekah sampah.
“Sedekah sampah itu setelah dikelola oleh bank sampah induk, hasilnya langsung diserahkan ke penerima manfaat yaitu Al-Qur’an untuk para tahfidz lewat Lazismu,” ungkapnya. Andi bercerita, Mas Azis mencoba mengawali dengan sampah plastik, jerigen saos dan minyak, dan lainnya, beliau minta ke komunitas Bank Sampah Indonesia untuk diambil dan dikelolanya.
Mas Azis memliki empat outlet Warung Baksi Granat di Kota Palembang. Karena Mas Azis telah mengetahui program-program Lazismu dan dapat dipercaya ke depannya sebagian rejekinya dari hasil berjulan bakso akan disedekahkah ke Lazismu untuk penerima manfaat.
Andi Wijaya mengatakan, semangat berbagi dan kepedulian terhadap lingkungan, dilakukan Lazismu dan Bakso Granat Mas Azis. Dengan menjalin kolaborasi ini diharapkan, ada pelaku UMKM lain yang mau menyerahkan limbah sampah anorganik ke Bank Sampah Indonesia dan Lazismu Palembang.
Hasil dari pengelolaan sampah itu, yang terkumpul akan disalurkan ke Lazismu Palembang. Donasi ini akan digunakan untuk berbagai program sosial, salah satunya adalah memberikan hadiah kepada anak-anak penghafal Al-Qur'an. “Lazismu mengajak masyarakat untuk mendukung inisiatif ini. “Dengan terus mendukung usaha-usaha daur ulang dan sedekah sampah, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan masyarakat yang lebih baik,” tandasnya.
Ini bukan hanya sekedar aksi daur ulang, kata Andi Wijaya, tetapi juga sebuah bentuk sedekah yang sangat berarti. Dengan cara ini, Bakso Granat Mas Azis tidak hanya berkontribusi dalam menjaga lingkungan, tetapi juga ikut serta dalam membantu sesama, khususnya anak-anak yang sedang membuuthkan dukungan dalam meningkatkan kapasitas diri mendalami ilmu agama, salah satunya menghafal Al-Qur’an.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

