

MADIUN -- Dalam rangka memberikan apresiasi lebih terhadap guru dan tenaga pendidik di lingkungan Muhammadiyah khususnya Kota Madiun, Lazismu, Majelis Dikdasmen, dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Madiun berkolaborasi dalam pendistribusian program Bakti Guru.
Program Bakti Guru ini merupakan tindak lanjut dari program zakat fitrah yang dikelola oleh Lazismu Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur. Program Bakti Guru merupakan program pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, salah satunya adalah pemberian bantuan bahan pokok makanan kepada guru yang berpenghasilan rendah.
Pada pendistribusian paket bakti guru di Kota Madiun, menurut Nadira Rahmadani, Lazismu membagikan sebanyak 18 paket sembako yang berisi 20 kg beras dan 2 kaleng Rendangmu, produk kurban kemasan Lazismu Jawa Timur.
“Pendistribusian dilakukan di Gedung Islamic Center Kota Madiun pada Senin, 30 Desember 2024. Kriteria guru yang mendapatkan program ini adalah guru yang telah mengabdi minimal dua tahun dan memiliki pendapatan kurang dari Rp 500.000 per bulan,” jelasnya.
Dalam kondisi ekonomi yang semakin sulit ini, Lazismu berharap dengan adanya program bakti guru ini dapat memberikan manfaat bagi para penerima dan tetap tulus ikhlas mengabdi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Kota Madiun]

PALEMBANG -- Lazismu Kota Palembang kembali mewujudkan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya para pegiat kesejahteraan masjid. Pada hari Jum’at (27/12/2024), Lazismu menyalurkan bantuan berupa tambahan modal usaha kepada Sudarno, marbot Masjid Al-Jannah, di lingkungan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Sako, Jalan Siaran Sako, Palembang.
Adalah Sudarno, yang akrab disapa Pak Darno (64), telah mengabdikan dirinya sebagai marbot selama lebih dari 10 tahun. Setiap hari, beliau bertugas sejak subuh hingga malam untuk mempersiapkan segala kebutuhan jamaah. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, Lazismu memberikan dukungan terhadap usaha kecil-kecilan Pak Darno, berupa usaha isi ulang tabung gas tiga kilogram.
"Program pemberdayaan UMKM ini merupakan salah satu bentuk pengelolaan dana zakat produktif yang kami lakukan. Selain membantu mustahik, program ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat," ungkap M. Fahmi, saat menyerahkan bantuan secara langsung.
Hal Senada disampaikan Andiwijaya, Wakil Ketua Lazismu Palembang bidang Program dan Pemberdayaan, mengatakan Program Pemberdayaan UMKM ini merupakan bentuk pengelolaan dana zakat yang diamanahkan dari muzaki kepada Lazismu Palembang, dalam bentuk program zakat produktif.
Kami ingin agar dana zakat yang diamanahkan ke Lazismu menjadi produktif menghasilkan nilai lebih buat penerima manfaatnya serta mengajak para penerima manfaat agar ke depannya tidak hanya sebagai penerima manfaat tetapi bisa beralih jadi pemberi manfaat atau menjadi muzaki.
“Kami Ucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Palembang atas bantuan tambahan modal ini, terima kasih juga kepada muzaki atas amanah dana zakat yang telah ditunaikan di Lazismu Kota Palembang, semoga lancar rezekinya sehat selalu dan berkah”, kata Pak Darno.
"Intinya kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Tambahan modal tersebut sangat berarti bagi saya untuk mengembangkan usaha dan memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar," tambahnya dengan penuh syukur.
Penyerahan bantuan ini dilakukan di kediaman Pak Darno (rumah marbot) di belakang Masjid Al-Jannah dan turut didampingi oleh Wakil Ketua Bidang Program Pemberdayaan Lazismu Kota Palembang, Andiwijaya.
Dengan adanya bantuan ini, diharapkan usaha Pak Darno semakin berkembang dan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Lazismu Palembang berkomitmen untuk terus berupaya dalam mengelola dana zakat secara optimal dan memberikan manfaat bagi sebanyak mungkin masyarakat.
Andi Wijaya mewakili dari Lazismu mengajak masyarakat Kota Palembang untuk semakin percaya dan jangan ragu untuk menunaikan zakat, Infak dan sedekahnya ke Lazismu Kota Palembang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Andi W]

KABUPATEN SOLOK -- Cupak Islamic Boarding School (CIBS) yang berada di Kabupaten Solok, Sumatra Barat mendapatkan bantuan untuk pembangunan gedung sekolah dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI. Bantuan bangunan sekolah baru yang berasal dari Program Kemaslahatan BKPH tahun 2023 ini terdiri dari 9 unit kelas. Pembangunannya berlangsung mulai 16 Agustus hingga 23 November 2023 yang menghabiskan dana sekitar 1,5 miliar rupiah.
Serah terima gedung sekolah yang berlangsung Jumat (22/12) ini dihadiri oleh anggota DPR RI asal Nagari Cupak, Dra. Delmeria yang memfasilitasi bantuan tersebut, di samping dukungan tokoh masyarakat dan juga perantau dari Nagari Cupak yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Cupak (IKC). Selain itu juga berhadir Plt. Deputi Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH Ahmad Zaky, Kepala Divisi Registrasi Analisis Kemashlahatan BPKH RI Agung Sri Hendarsa, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Erni Juliana Al Hasanah, Ketua Badan Pengurus Lazismu Sumatra Barat Rifki Abror Ananda, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Solok Atri Tarmizi, Wali Nagari Cupak Fatmi Bahar, Ketua Yayasan Waqaf Peduli Nagari Cupak Andri Ajis, Ketua KAN, Niniek Mamak dan Bundo Kanduang, serta masyarakat.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Delmeria yang juga merupakan putri Nagari Cupak mengungkapkan kebahagiaannya karena dapat berkontribusi dalam memajukan kampung halamannya. "Ini merupakan bentuk kolaborasi antara ranah dan rantau. Semua bergerak dan bekerja sama membangun nagari. Ini titik awal untuk mengembangkan pendidikan di Nagari Cupak dan Kabupaten Solok," ucapnya.
Dengan adanya masjid dan gedung sekolah ini diharapkan dapat memancing pembangunan lainnya di CIBS. Delmeria berharap agar ke depan, kawasan tersebut dapat berkembang dan berdampak terhadap perekonomian masyarakat. "Sejak dulu Ranah Minang ini pusatnya pendidikan. Dengan hadirnya CIBS juga membawa semangat baru untuk terus merawat tradisi pendidikan yang selama ini berkembang di Ranah Minang, khusunya di Nagari Cupak dan Kabupaten Solok," tegasnya.
Plt. Deputi Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan BPKH, Ahmad Zaky dalam kesempatan tersebut menegaskan, pendidikan merupakan investasi masa depan. Oleh karena itu, pembangunan CIBS menjadi sangat penting, sebab Sumatra Barat punya tradisi kuat dalam pendidikan. "Dana pembangunan sekolah ini berasal dari umat dan dikembalikan dalam program kemaslahatan yang dikelola oleh BPKH bersama mitra kemaslahatan. Terima kasih juga kepada Lazismu yang menjadi mitra Program Kemaslahatan BPKH," tuturnya.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Erni Juliana Al Hasanah menyampaikan bahwa bantuan ini menjadi sebuah kehormatan bagi pihaknya agar dapat terus berperan dalam pendidikan bersama BPKH di Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Menurutnya, Sumatra Barat merupakan rumah bagi tokoh-tokoh besar dan pusat pendidikan. Kehadiran CIBS menjadi momentum untuk menghidupkan pendidikan berbasis Islam yang akan melahirkan tokoh-tokoh masa depan.
"Terima kasih BPKH dan Dra. Delmeria yang terus hadir untuk mendorong kemajuan pendidikan dan umat. Semoga bermanfaat untuk masyarakat luas, khususnya bagi Kabupaten Solok dan Sumatra Barat," ujar Erni.
Ketua Yayasan Waqaf Peduli Nagari Cupak, Andri Ajis menyampaikan bahwa kehadiran pihaknya merupakan bentuk kepedulian Nagari Cupak dalam bidang pendidikan. Niat baik tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari para tokoh dan perantau. "Alhamdulillah, setelah rampung pembangunan masjid, kini juga sudah berdiri gedung sekolah baru. Atas nama yayasan dan masyarakat, kami mengucapkan terimakasih kepada BPKH, Lazismu, dan juga anggota DPR RI, Dra. Delmeria. Semoga bisa maksimal ke depannya," terangnya.
Wali Nagari Cupak, Fatmi Bahar menyambung, masyarakat sebenarnya sudah lama memimpikan sekolah berbasis agama yang unggul. Bahkan, perintisannya sudah dilakukan sejak tahun 2004 silam. "Ketika dipercaya menjadi wali nagari, kami melihat tanah ini sudah lama terlantar. Kemudian dari dukungan bersama tokoh dan perantau, kita bersama-sama menggerakkan CIBS. Dan Alhamdulillah, ada tokoh yang memulai dengan membangun masjid," tuturnya.
Harapannya, lanjut Fatmi, usai penyerahaan bantuan ini, aktivitas sekolah dapat segera hidup. Ke depan, masih banyak fasilitas yang perlu dilengkapi. Tentunya hal perlu dukungan semua pihak dari ranah dan juga rantau.
"Kami mengapresiasi dukungan putri Nagari Cupak, Dra. Delmeria bersama semua tokoh untuk mewujudkan CIBS. Mudah-mudahan ke depan bisa berkembang dengan baik dan menjadi sekolah unggul, apalagi lokasinya sangat cocok menjadi boarding school," pungkas Fatmi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

YOGYAKARTA -- Di tengah keriuhan hidup yang penuh warna, ada secercah harapan yang terpancar dari aksi sosial yang kaya makna. Harapan itu terlukis dalam program Lazismu Mantrijeron yang kembali mengajak anak yatim dan duafa berbelanja bareng di Maga Swalayan untuk berbagi kebahagiaan.
Belanja bareng yatim dan duafa kali ini diikuti oleh 69 anak dari 13 ranting se-Mantrijeron pada Senin, (23/12/2024). Hari yang menyenangkan ketika menyaksikan bagaimana anak-anak berbelanja kemudian belajar bertransaksi.
Mereka membeli apa yang mereka butuhkan dan sadar akan kebutuhan yang selama ini mereka konsumsi. “Anak-anak bisa menggendong tas belanja mereka sendiri, semoga kegiatan seperti ini tidak lantas terhenti sampai di sini," tutur Rizkya, Staff Program & Penyaluran Kantor Layanan Lazismu Mantrijeron.
Hadir dalam kegiatan ini, Siti Hastutiningsih Ketua Pimpinan Cabang 'Aisyiyah Mantrijeron. Secara simbolis membuka program Belanja Bareng Anak Yatim & Duafa dari keluarga duafa yang bertempat tinggal di Kemantren Mantrijeron. Dalam berbelanja, mereka bersama pendamping dari Nasyiatul Aisyiyah dan Pemuda Muhammadiyah Cabang Mantrijeron.
Rizkya menambahkan, program tersebut merupakan upaya meningkatkan nilai manfaat santunan bagi anak yatim dan duafa. Karena dengan berbelanja bersama, mereka dapat merasakan suasana kebersamaan di tempat berbelanja yang tentunya jarang dirasakan.
Athena Meisha salah seorang penerima manfaat dari program ini mengungkapkan kebahagiaannnya. "Alhamdulillaah hari ini aku bisa belanja di Maga Swalayan. Terima kasih Lazismu Mantrijeron," ujarnya.
Merespons kegiatan itu, Elita perwakilan dari Majelis Kesejahteraan Sosial Pimpinan Ranting 'Aisyiyah Suryodiningratan, Mantrijeron, menilai bahwa menumbuhkan kebersamaan adalah spirit utama dalam program ini. “Kami sangat bahagia dengan program berbagi kebahagiaan bersama Lazismu Mantrijeron dan Maga Swalayan untuk anak yatim dan duafa,” pungkasnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan bantuan materi, tetapi juga membangkitkan semangat dan kebahagiaan di hati mereka. Ini adalah wujud nyata kepedulian kita terhadap sesama, kata dia, sekaligus mengajak semua untuk saling berbagi dan merangkul mereka yang kurang beruntung.
Kita saksikan bersama bagaimana kebahagiaan ini terwujud, menyentuh jiwa, dan mengubah hidup mereka. Semoga momen ini menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus berbuat baik dan menebarkan kebaikan di sekitar kita.
Terima kasih kami ucapkan kepada para donatur Lazismu Mantrijeron yang telah menitipkan amanah zakat infak sedekahnya kepada kami, sambung Rizkya. Tidak lupa juga kami ucapkan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program penyaluran ini, terkhusus kepada Maga Swalayan serta para relawan dari Nasyiatul Aisyiyah serta Pemuda Muhammadiyah Cabang Mantrijeron. Semoga mendapat pahala kebaikan yang berlipat dan semoga menjadi keberkahan bagi semuanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/ Lazismu Mantrijeron/NP Lestari]

FLORES TIMUR – Pasca-erupsi Gunung Lewotobi pada 3 November lalu, Muhammadiyah melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) dalam hal ini MDMC telah menurunkan tim asistensi untuk menggali data terkait dampak terhadap cluster pendidikan dan kesehatan.
Berdasarkan laporan layanan kesehatan Muhammadiyah yang diterima Lazismu pada 23 Desember 2024, intervensi tanggap darurat di lakukan di cluster kesehatan dengan memberikan layanan medis kepada para penyintas. Lokasi layanan kesehatan berupa pemeriksaan dan pengobatan di Desa Nileknoheng, Kecamatan Wulanggitang.
Dalam laporan tersebut, kondisi cuaca di sana memang tidak menentu. Curah hujan terbilang intens dan akses jalan masih sulit dilalui. Tim Medis yang tergabung dalam Emergency Medical team (EMT) melakukan layanan kesehatan pada 21 Desember 2024. Adapun jumlah penerima manfaat sebanyak 83 jiwa.
Tim EMT terdiri dari Isna Maulida Hanum sebagai dokter umum di Poskor dari RS PKU Muhammadiyah Gamping yang didukung Doddy Yumam Prasetyo sebagai perawat dari RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Meiresha Karunia Tri Ashari sebagai fisioterapi dari RS PKU Muhammadiyah Bantul.
Dokter Umum dari Tim EMT, Isna Maulida mengatakan, dari hasil pemeriksaaan kepada warga kami menemukan penyakit terbanyak dari daerah yang telah dilakukan pelayanan kesehatan. “Kemudian penyakit tertinggi yang dialami adalah Rhinofaringitis Akut sebanyak 30 jiwa,” katanya. Keluhannya batuk, bersin dan pilek yang disertai hidung berair dan gatal di tenggorokan.
Sebelumnya pada di pertengahan bulan Desember, Tim EMT juga melakukan layanan kesehatan di Desa Boru. Sebanyak 48 penerima manfaat terdiri dari 17 orang laki-laki dan 3i1 orang perempuan.
Sementara itu, bantuan lainnya yang didukung Lazismu adalah penyerahan sembako amanah dari MTT dan bantuan School Kit untuk anak-anak yang terdampak. Sekolah darurat dari tenda didirikan agar anak – anak tetap bisa melanjutkan kegiatan sekolahnya dalam situasi yang terbatas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA --- PT Asuransi Jasindo Syariah menyalurkan zakat perusahaan kepada Lazismu Pusat di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta pada Kamis, (19/12/2024). Penyaluran amanah zakat sebesar Rp 100 juta tersebut merupakan komitmennya untuk memberikan nilai manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Proses penyerahan zakat perusahaan dilakukan oleh Wakil Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Haru Koesmahargyo kepada Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais yang disaksikan langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Direktur Operasional Merangkap Plt. Direktur Keuangan dan Investasi Jasindo Ocke Kurniandi, Direktur Utama Jasindo Syariah At Yaltha, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani dan Direktur Fundraising Lazismu Pusat Edi Muktiono.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais selepas penyerahan ini menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Asuransi Jasindo Syariah. “Amanah ini kami terima dan akan kami salurkan kepada masyarakat yang membutuhkan secara tepat sasaran,” katanya.
Semoga dengan zakat perusahaan ini yang disalurkan melalui Lazismu bisa memberikan dampak kepada penerima manfaat dan Jasindo Syariah. Mujadid Rais mengatakan Lazismu sedang melakukan riset terhadap dampak dari program Lazismu. Alhamdulilah salah satu pilar program pendidikannya lewat Edutabmu di provinsi Lampung, kata dia, menjadi jejak kebaikan yang memberi nilai manfaat kepada masyarakat. Melalui contoh baik ini, Lazismu berusaha menjaga kepercayaan itu dari Jasindo Syariah.
Wakil Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia Haru Koesmahargyo mengungkapkan Muhammadiyah adalah salah satu contoh yang memberikan kesan sukses bagaimana sesuatu yang dimulai dari bawah dapat berkembang dengan pesat hingga ke atas. Saya ibaratkan seperti memulainya dari tingkat pendidikan usia dini sampai dengan tingkat pendidikan sarjana strata tiga.
Jasindo Syariah, sambungnya, merupakan perusahaan asuransi syariah yang bergerak di ritel dan korporat. “Di dalamnya ada penjaminan syariah dan kerugian. Mudah-mudahan Jasindo Syariah mendapat kepercayaan dari Muhammadiyah untuk berkolaborasi dalam melakukan perlindungan secara syariah,” pungkasnya.
Ia berharap dengan kerjsama ini ke depannya bisa terjalin lebih erat, kami menyampaikan terima kasih kepada Muhammadiyah atas dukungannya yang luar biasa ini, sehingga Jasindo Syariah bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, dalam amanahnya, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy mengapresiasi atas penyerahan zakat perusahaan ini. “Terima kasih kepada Jasindo Syariah atas ide dan gagasannya sehingga mengamanahkannya kepada Lazismu, dan akan mengelolanya secara optimal” tuturnya.
Muhammadiyah kata Muhadjir sedang menuju menjadi suatu organisasi masyarakat yang social enterprise. Jika dahulu berkembang dengan ikon pendidikan, kesehatan dan sosial. Sekarang ini Muhammadiyah dalam gerakannya turut berperan dalam bidang kebencanaan dan kemanusiaan serta filantropi.
Dalam konteks yang lain Muhammadiyah berperan sebagai lembaga intermediary yang menghubungkan banyak pemangku kepentingan (stakeholders). Maka dalam kerja-kerja persyarikatan menekankan indeks yang terukur agar ada nilai manfaat yang bisa dikonversi untuk masyarakat. Tentu saja dengan mempertimbangkan banyak hal, termasuk bagaimana meminimalisir risiko dan kemudharatannya.
Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih kepada Jasindo Syariah semoga apa yang telah dititipkannya kepada Lazismu akan dikelola dengan sebaik-baiknya dan bermanfaat untuk masyarakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

