

KALTENG – Lazismu Kota Waringin Timur, Sampit, Kalimantan Tengah, menyalurkan bantuan pilar program pendidikan Save Our School (SOS). Bantuan tersebut diserahkan kepada SD Muhammadiyah Sampit, Kamis, (14/8/2025) pada waktu setempat.
Bantuan program SOS langsung diserahkan oleh Ketua Lazismu Kotim, Ahirul Agus kepada Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sampit Mardiyah Siregar yang disaksikan Wakil Ketua Bidang Penghimpunan dan Kerjasama, Agus Setia wati, dan anggota bidang penghimpunan dan kerjasama, M. Fikri Haikal, beserta dewan guru.
Ketua Lazismu Kotim, Ahirul Agus menyampaikan bahwa program Save Our School adalah wujud nyata komitmen Lazismu dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan. “Pendidikan merupakan investasi jangka panjang, dan bersama-sama kita bisa menjaga sekolah agar tetap menjadi tempat lahirnya generasi unggul masa depan,” pungkasnya.
Pada kesempatan ini, Agus merinci jenis bantuan berupa sepuluh set meja kursi untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, yang merupakan hasil penghimpunan zakat, infak dan sedekah para muzaki dan donatur yang dititipkan melalui Lazismu Kotim. Total bantuan senilai Rp. 5.550.000, yang setara dengan jumlah barang yang dibutuhkan.
Program Save Our School yang dilaksanakan Lazismu Kotim, kata Agus sebagai komitmen mendukung keberlangsungan pendidikan. Lazismu memastikan bahwa setiap anak memiliki lingkungan belajar yang layak, nyaman, dan memotivasi mereka untuk terus berprestasi.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Sampit, Mardiyah Siregar, mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kotim atas perhatian dan bantuannya. “Dengan program ini bisa menjadi harapan agar kerjasama selalu terjalin dengan kuat, agar setiap tahun seluruh ruang SD Muhammadiyah Sampit bisa terealisasikan yang dilengkapi meja kursi,” ujarnya.
Di lokasi terpisah, Ketua Lazismu Kalteng, Muhammad Fitriani, mengungkapkan bahwa pilar pendidikan merupakan salah satu program unggulan sekaligus bentuk komitmen Lazismu dalam mengelola donasi masyarakat secara tepat sasaran.
Donasi tersebut didistribusikan melalui berbagai program yang penerima manfaatnya adalah lembaga pendidikan, salah satunya SD Muhammadiyah Sampit.
“Syukur alhamdulillah, amanah yang diberikan kepada Lazismu dapat didistribusikan kepada penerima manfaat,” tandasnya. Kami berharap, muzaki dan para mitra lainnya dapat terus mendukung dan berkolaborasi bersama Lazismu dalam semangat memberi untuk Negeri, khususnya dalam bidang Pendidikan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/mf)

PONTIANAK -- Kantor wilayah Lazismu Kalimantan Barat antusias mengikuti uji coba bimbingan teknis pelaporan keuangan menggunakan Sistem Informasi Manajemen (SIM) keuangan. Bimtek ini melibatkan 8 kantor daerah, dan 2 kantor layanan. Pola tata kelola manajemen kuangan terstruktur ini mendorong kembali kekuatan konsolidasi yang terintegrasi.
Agenda konsolidasi Lazismu melalui uji coba bimtek pelaporan keuangan di Kalimantan Barat merupakan uji coba yang ketiga. Uji coba sebelumnya telah berjalan dengan baik di Kantor Pusat, Lazismu Wilayah Jawa Barat, dan Lazismu Wilayah DI Yogyakarta.
Agenda pembukaan bimtek ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Pontianak, yang dimulai dari 12- 13 Agustus 2025. Dihadiri oleh Ketua dan Tim Keuangan Lazismu Pusat, Ketua PW Muhammadiyah, Ketua Badan Pengurus dan Dewan Pengawas Syariah Lazismu Kalimantan Barat, serta Tim Teknis Developer dan Ketua Lazismu Jawa Barat sebagai mentor dalam implementasinya karena keberhasilan menerapkan SIM Keuangan di Lazismu Jawa Barat.
Ismail selaku Ketua Lazismu Kalimantan Barat bersemangat mengikuti agenda ini. Ia mengapresiasi Lazismu Pusat atas ditunjuknya Kalimantan Barat sebagai wilayah uji coba yang ketiga. “Berharap ada pendampingan dalam tindaklanjut implementasinya,” kata Ismail.
Bimtek laporan keuangan berjalan lancar. Menurut Nilwan Hamid, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang membidangi Lazismu, bahwa kondisi Lazismu Kalimantan Barat semakin dirasakan manfaatnya bagi umat dan perkembangan persyarikatan.
Kendati kantor layanan Lazismu di beberapa daerah masih membutuhkan pembinaan dan pendampingan, penguatan kolaborasi antara Lazismu dengan majelis, lembaga, dan ortom di lingkungan persyarikatan perlu didorong terutama dengan Majelis Pendayagunaan Wakaf.
“Hal tersebut sama-sama memiliki spirit filantropi. Adanya SIM Keuangan ini, transparansi dan akuntabilitas akan terwujud sehingga berdampak pada bertambahnya kepercayaan para muzaki dan donatur dalam mengamanahkan dana zakat, infak dan shadaqahnya melalui Lazismu,” paparnya.
Uji coba bimtek laporan keuangan, kata Direktur Keuangan Lazismu Pusat, Edi Surya, implementasi SIM Keuangan ini dimaksudkan untuk mewujudkan transparansi, akuntabitilas dan tata kelola keuangan sebagai komitmen Lazismu dalam menyampaikan laporan yang terintegrasi, akurat, cepat, dan transparans.
Lazismu menghadirkan SIM Keuangan ini sebagai instrumen digital dalam memudahkan pencatatan pelaporan, dan analisis keuangan secara real-time. Namun, dibutuhkan komitmen dan konsistensi dari user atau pengguna dalam memasukkan data transaksi harian.
“Diperlukan penanggungjawab khusus dari Lazismu Wilayah untuk tidak bosan mengingatkan dan memberikan teguran kepada kantor-kantor dibawah koordinasinya yang belum rutin melakukan pengisian data transaksi,” pungkasnya.
Implementasi SIM Keuangan ini juga merupakan bagian dari penerapan SOP Keuangan yang sebagian besar telah diakomodir dalam sistem, tambahnya.

Ahmad Imam Mujadid Rais, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, mengatakan, pentingnya amil Lazismu berimajinasi dan mewujudkannya melalui tahapan yang tepat dalam tata kelolanya. “Imajinasi ini diharapkan tidak terhenti sebatas wacana, namun dapat direalisasikan dalam praktik nyata,” pungkasnya.
Keterlambatan dalam mengonsolidasikan pelaporan keuangan yang selama ini menjadi kendala, sambung Mujadid Rais, akan terjawab dengan adanya SIM Keuangan. Dalam sambutannya, dia menuturkan antusias peserta mengikuti bimtek laporan keuangan merupakan optimisme Lazismu untuk mempertajam visi dan misinya.
Dalam uji coba bimtek itu, peserta begitu berenergi mengikuti tahapan proses memasukkan transaksi melalui metode migrasi data dan input transaksi secara langsung, hingga mendapatkan laporan keuangan ZISKA dari masing-masing kantor.
Terpantau laporan keuangan yang terkonsolidasi dari seluruh kantor Lazismu di Kalimantan Barat bisa terwujud. Dengan komitmen dan konsistensi, peserta dapat dilanjutkan setelah bimbingan teknis ini.
Senada dengan apa yang disampaikan Ismail dalam penutupan acara bahwa jangan biasakan menunda apa yang bisa dan harus dikerjakan hari ini, karena laporan keuangan adalah kepentingan audit Lazismu secara kelembagaan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

DEPOK - Hujan deras pada Minggu, (10/8/2025), menyebabkan tanggul air jebol di kawasan Perumahan Vila Pamulang, Pondok Petir, Bojongsari, Kota Depok. Imbas dari tanggul jebol ini luapan air membanjiri ratusan rumah yang ada di sekitarnya.
Ratusan rumah yang terdampak banjir meliputi warga dari RT.01 – RT.08 yang berjumlah 560 Kartu Keluarga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun barang-barang dari ratusan rumah warga habis terendam banjir dengan kedalaman 180 cm.
Bantuan yang telah diberikan dari tanggap bencana Kota Depok telah menyalurkan bantuan sembako, air mineral dan alat perlengkapan pembersih lantai. Sementara itu, pada Selasa, (12/8/2025), Tim Lazismu menyalurkan bantuan makanan berbentuk rendang siap saji.
Makanan dalam kemasan kaleng itu diberikan untuk penerima manfaat sebanyak 50 dus yang berisikan 1200 kaleng. “Alhamdulillah bantuan itu telah di terima oleh perwakilan warga dari RT 12 yaitu Bapak Joni, kata Rizky seorang amil Lazismu.
Bapak Joni selaku bagian humas RT setempat telah menerima dan rencannaya akan disalurkan ke posko kebencanaan Komplek Vila Pamulang. Saat ini, kata Rizky, banjir sudah mulai surut tetapi warga terdampak masih sibuk membersihkan rumah dan perabotan yang terendam banjir.
Pihak kelurahan Pondok Petir menyampaikan informasi bahwa pasc- banjir ini, Walikota Depok, hari ini dari tim PUPR Depok berencana akan membangun turap (dinding-tanggul).
Joni menyampaikan terima kasih atas bantuan rendangmu dari Lazismu. Ini kejadian yang dampaknya paling besar. “Terhitung sudah tiga kali peristiwa ini terjadi karena tanggulnya jebol,” ungkapnya. Joni berharap kejadian ini jangan terulang lagi, dan pemerintah sudah tahu semoga ke depannya dapat bisa dicegah secepatnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

PURBALINGGA – Salah satu kota karisedenan, Purbalingga, melalui Pemerintah Kabupaten mengajak kolaborasi Lazismu menggelar pentasyarufan zakat, infak dan sedekah (ZIS). Penyaluran ZIS idi tingkat kabupaten itu, melibatkan partisipasi 16 lembaga lainnya.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga, dalam laman resminya (25/8/2025), mengabarkan, Lazismu Purbalingga sebagai lembaga non-pemerintah berperan menggalang dana yang nilai manfaatnya untuk masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi kegiatan tersebut adalah wujud nyata kepedulian pemerintah daerah dan Lazismu salah satunya dalam menyalurkan bantuan senilai Rp 106 juta kepada 336 penerima manfaat melalui berbagai program sosial, pendidikan, dan pemberdayaan.
Bupati Purbalingga, Fahmi M. Hanif, yang didampingi Wakil Bupati Dimas Prasetyahani, pada Selasa, (11/8/2025), di Pendopo Dipikusumo, memberikan apresiasi tinggi terhadap seluruh pihak yang terlibat.
“Apresiasi setinggi-tingginya kami sampaikan kepada seluruh lembaga zakat dan pimpinan organisasi keagamaan serta kemasyarakatan yang telah berkolaborasi dalam mengupayakan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya sambil berterima kasih.
Kegiatan ini, sambungnya, tidak hanya sekadar penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah dan masyarakat. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk syukur atas kemerdekaan. “Sekaligus bukti nyata kerja sama lintas lembaga mampu memperkuat penanggulangan kemiskinan di Purbalingga,” paparnya.
Sebanyak 17 lembaga terlibat dalam kolaborasi ini, meliputi Baznas, LAZIS NU, LAZIS Muhammadiyah, Yayasan Al Hikmah, Yayasan Perwira Sejahtera Purbalingga (YPSP), Yayasan Bina Cita Karya Bangsa, PD Aisyiyah, PD Salimah, PD Muslimat NU, Yayasan Islam Al-Hikmah, LDII, Thariqat Shidiqiyyah, Rumah Mualaf Indonesia, DinsosdaldukKBP3A, Bagian Kesra, UPZ Kemenag, dan LAZ Al-Ihsan Jateng.
Adapun rincian program yang disalurkan Lazismu Purbalingga meliputi Beasiswa Mentari untuk 10 penerima manfaat, Beasiswa Sang Surya melalui KL Lazismu PD Aisyiyah Purbalingga, Peduli Guru untuk 70 penerima manfaat, Pemberdayaan UMKM melalui KL Lazismu Masjid Nurul Iman Sumampir untuk 30 penerima manfaat, Back to Masjid di KL Lazismu Losari untuk 1 instansi, dan santunan Yatim Dhuafa melalui KL Lazismu Losari bagi 20 penerima manfaat serta bantuan lainnya untuk faskir-miskin, mualaf dan kesehatan gratis.
Penyerahan bantuan secara simbolis langsung dari Bupati, Wakil Bupati, dan pimpinan lembaga terkait. Menurut Manager Area Lazismu Purbalingga, Maftuh Chamdani, penyaluran ini diharapkan dapat memberi dampak langsung bagi penerima dan menginspirasi lembaga lain untuk berkolaborasi.
“Lazismu ingin memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah disampaikan sesuai target sasaran yaitu yang berhak menerima, dan bermanfaat untuk meningkatkan taraf hidup,” pungkasnya.
Dalam satu kegiatan kolaborasi ini, lanjut Maftuch, menunjukkan komitmen bersama dalam menguatkan jaringan kepedulian sosial di Purbalingga. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.
Melalui momentum menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-80, Pemkab Purbalingga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama agar kesejahteraan dapat dirasakan semuanya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/PDM Purbalingga]

DEPOK – Agenda pengentasan stunting di Kota Depok terus digencarkan Pemerintah Kota Depok. Berbagai langkah dilakukan oleh Pemkot Depok dalam penanganan stunting. Karena itu, agenda pengentasan stunting ini dibutuhkan kerja sama lintas sektor untuk mencapai target Kota Depok New Zero Stunting pada tahun 2029.
Dalam upaya memperkuat kerja sama dengan banyak pihak, Pemkot Kota Depok pada Selasa, (12/8/2025), menggandeng Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah (Lazismu) menyalurkan paket makanan bergizi kepada balita stunting di Kota Depok.
Melalui Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) dan Tim Pembina Posyandu yang berkolaborasi dengan Lazismu menyalurkan 1000 paket makanan bergizi untuk balita stunting.
Pemerintah Kota Depok dalam laman resminya berita.depok.go.id (12/8/2025), mengabarkan bahwa Ketua TP Posyandu Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah, melakukan roadshow ke lokasi Posyandu di sekitaran Depok.
“Kolaborasi program ini diharapkan dapat berkontribnusi menurunkan angka stunting di Depok hingga zero stunting,” ungkapnya setelah melakukan monitoring dan evaluasi di Posyandu Mawar 3 Kelurahan Sawangan.
Bantuan makanan bergizi itu, menurut Cing Ikah merinci isinya berupa makanan ringan yang mudah dicerna balita. Asupan makanan bergizi tersebut mengandung nutrisi yang sarat mineral dan vitamin sehingga mampu mendorong tumbuh kembang anak.
“Sebanyak 250 paket makanan bergizi sudah disalurkan di empat titik, dan ada 200 paket yang sebelumnya didistribusikan di Kelurahan Duren Seribu, Bojongsari,” katanya. Cing Ikah menjelaskan, sisa paket bantuan akan didistribusikan sesuai dengan laporan Dinas Kesehatan terkait yang lokasinya dideteksi rawan stunting.
Dalam kesempatan itu, Inawati Nei, Manager LazisMu Kota Depok, menyambut antusias sinergi yang baik ini dengan Pemkot Depok. Terlebih lagi, program yang dikolaborasikan upaya menurunkan angka stunting. Mewakili Lazismu, sambung dia, siap mendukung program yang dicanangkan Pemkot Depok untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dari sinergi program ini, insyaallah bisa turut membersamai dalam memberikan manfaat bagi masyarakat bersama Pemkot Depok menuju masa depan yang lebih baik yaitu generasi emas 2045, tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Kota Depok]

BARITO SELATAN -- Di parkiran Masjid AT-Taqwa, beberapa orang mengantri di depan satu unit mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Kali ini, mesin ATM tersebut tidak ada pendingin udara dalam suatu ruangan. Tidak ada layar monitor untuk memilih bahasa yang digunanakan, apalagi memasukan kode nomor rahasia.
Mereka yang antre cukup menempelkan kartu yang sudah diprogram, tidak lama kemudian keluar beras di bagian bawah mesin ATM. Sepintas cara kerjanya seperti mesin anjungan tunai mandiri. Ternyata satu unit mesin ATM beras yang digunakan Lazismu di Barito Selatan untuk melayani penerima manfaat, yaitu duafa seperti fakir dan miskin.
Pengalaman baru ini dialami Siti Maimunah salah seorang penerima manfaat. Maimunah takjub karena kali pertama melihatnya. Dari mesin yang ukurannya hampir setinggi tubuhnya nilai manfaat ATM beras itu bisa dirasakan oleh dirinya dan penerima manfaat yang lain.
“Dengan inovasi layanan kepada mustahik ini, ia berharap semangat berbagi Lazismu bisa terus dirasakan oleh masyarakat secara luas. Ini bukti nyata Lazismu peduli kaum duafa terutama dalam memberikan bantuan kepada yang tidak mampu,” pungkasnya.
ATM beras merupakan seperangkat mesin yang berfungsi untuk mencairkan bantuan berupa beras bagi masyarakat yang membutuhkan. Teknis kerjanya tak jauh beda dengan mesin ATM pada umumnya hanya saja yang dicairkan berupa beras.
Ketua Lazismu Barito Selatan, Akhmad Sarkani, Sabtu (9/8/2025), mengatakan layanan program ATM beras ini merupakan bentuk layanan kepada fakir dan miskin untuk mendapatkan beras. Cara mencairkannya, ungkap Sarkani dengan mendata penerima manfaat yang berhak memperoleh beras dari Lazismu.
Kemudian penerima manfaat akan memperoleh kartu ATM untuk mencairkan bantuan beras di mesin ATM Beras yang didirikan di parkiran Masjid At-Taqwa. Program ATM beras dilakukan setiap pekan sekali, tepatnya di hari Sabtu.
Masyarakat bisa mendapatkan beras sebanyak tiga liter atau setara dengan 2,8 kilogram beras yang keluar dari mesin tersebut, setelah kartu ATM ditempelkan di bagian mesin yang telah didesain unik ini.
“Alhamdulillah sudah ada satu mesin ATM Beras, ke depannya di akhir tahun 2025, akan dibuat lagi menjadi dua mesin yang nantinya akan dialokasikan di Masjid As-Sunnah Buntok, Barito Selatan," ujarnya.
Sejauh ini, Lazismu Barito Selatan, khususnya para amil dan aktivis persyarikatan terus bersemangat memberikan layanan zakat yang inovatif dan menarik. Sarkani menambahkan, sebagai bagian dari cakupan kerja program yang bersifat rutin, maka Lazismu Barito Selatan, Kalimantan Tengah mendirikan sebuah mesin ATM beras sebagai daya tarik.
Diharapkan dengan program layanan mesin ATM beras mampu menjaring donatur lebih banyak lagi seiring dengan tingkat kepercayaan yang semakin tinggi. “Semoga ini memberikan solusi efektif untuk mengatasi permasalahan sosial, terutama dalam menghadapi masalah ketimpangan dan kemiskinan yang tidak selalu dengan memberikan nilai uang,” ujarnya.
Inovasi layanan program seperti ini diharapkan dapat selalu menebar kebermanfaatan melalui program-progam kebaikan kepada warga Masyarakat. Mewakili Badan Pengurus Lazismu Kalimantan Tengah, Ia mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang selama ini telah mempercayakan zakat, infaq, dan shodaqohnya kepada Lazismu di wilayah Kalteng dan sekitarnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MF Barsel]

