

KOTA YOGYAKARTA -- "Seminar Bisnis dan Kick Off Inkubator Kewirausahaan UMKM Mantrijeron" sukses digelar oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron. Acara ini menggandeng Majelis Ekonomi dan Pariwisata Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mantrijeron. Sekitar 70 pelaku UMKM menghadiri seminar yang berlangsung di Hotel Matahari Yogyakarta pada Ahad (09/06) ini dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas UMKM di lingkungan Kemantren Mantrijeron, Yogyakarta.
Beberapa narasumber yang kompeten di bidangnya pun dihadirkan. Pertama, Asri Meikawati Hazim selaku founder Chocolate nDalem. Kedua, Nuryanto Hari Murti selaku founder Laboratorium Kampung Ternak dan yang ketiga adalah Heru Budi Setiawan selaku founder CV Empat K. Potensi UMKM yang cukup besar di Kota Yogyakarta menjadi alasan bagi KL Lazismu Mantrijeron dan Majelis Ekonomi dan Pariwisata PCM Mantrijeron berkolaborasi untuk menginisiasi seminar bisnis tersebut serta meluncurkan program inkubator.
Marketing Communication KL Lazismu Mantrijeron, Nur'aini Puji Lestari menerangkan, seminar bisnis dan inkubator ini untuk memberikan dukungan konkret kepada para pelaku UMKM di Kecamatan Mantrijeron. "Melalui serangkaian kegiatan komprehensif, kami memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kepada para peserta seminar untuk mengembangkan usaha mereka. Selain itu, program seminar bisnis dan inkubator ini memberikan akses ke berbagai sumber daya bisnis dan bantuan permodalan," ungkapnya.
Program inkubator akan berjalan selama enam bulan untuk UMKM terpilih. Peserta terpilih kemudian mendapatkan pembinaan intensif dari para ahli kewirausahaan serta menyediakan bantuan permodalan yang mereka butuhkan untuk mengembangkan usaha. "Harapan kami, program ini memberikan dampak positif signifikan terhadap pertumbuhan UMKM di wilayah ini," imbuh Nur'aini.
Ketua Majelis Ekonomi dan Pariwisata PCM Mantrijeron, Havri Ahsanul Fuad mengatakan bahwa kegiatan ini telah diinisiasi sejak lama. Sebab, kawasan tersebut memiliki potensi perekonomian namun belum dikelola dengan baik. "Kami sangat antusias dengan pelaksanaan acara ini. Kami berharap, melalui seminar dan program inkubator ini, para pelaku UMKM di Mantrijeron dapat semakin berkembang dan berkontribusi lebih besar dalam perekonomian lokal,” ujarnya.
Seminar ini pun mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk para pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Mereka berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam mendukung perkembangan UMKM di Yogyakarta, khususnya di Kemantren Mantrijeron.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

KOTA PALEMBANG -- Beribadah di Mushola Zaadul Ilmi kini lebih nyaman. Tempat ibadah milik Ranting Muhammadiyah Srimulya Sematang Borang, Cabang Kali Kalidoni, Kota Palembang ini terasa lebih sejuk dari sebelumnya. Empat unit kipas angin bantuan dari Lazismu Kota Palembang menjadi sebabnya.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palembang, Andiwijaya kepada Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sri Mulya, Didi Supriyadi yang didampingi oleh Panca Satria selaku Wakil Ketua. Penyerahan bantuan berlangsung pada Ahad (09/06) disaksikan oleh Ketua Pengurus Mushola Zaadul Ilmi, Dian Saputra
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas bantuan kipas angin yang diberikan oleh Lazismu Palembang. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi jamaah yang beribadah di mushola kami," ujar Didi Supriyadi.
Mushola dengan luas 10x10 meter yang berdiri di atas lahan seluas 300 meter persegi ini dibangun dengan semangat wakaf dan gotong royong warga Muhammadiyah. Dengan adanya kipas angin ini diharapkan dapat membantu jamaah yang beribadah di mushola tersebut sehingga dapat merasa lebih nyaman, terutama saat cuaca panas.
Andiwijaya, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Palembang menyebutkan, bantuan kipas angin ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Lazismu terhadap mushola-mushola yang membutuhkan. "Lazismu selalu berusaha untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Semoga bantuan kipas angin ini dapat bermanfaat bagi jamaah mushola Zaadul Ilmi," ujar Andiwijaya yang membidangi Pendayagunaan dan Pendistribusian ini.
Penyerahan bantuan kipas angin ini disambut dengan sukacita oleh para jamaah mushola Zaadul Ilmi. Mereka berharap Lazismu Palembang dapat terus membantu mushola-mushola yang membutuhkan di Kota Palembang.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Andi Wijaya]

JAKARTA -- Tidak disangka, kehadiran Samu dan Domu pada Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta mendapat sambutan dan antusias warga yang berolahraga setiap pekan di sana. Kehadiran boneka maskot Samu dan Domu di lokasi tersebut pada Ahad (09/06) bertalian dengan program tahunan Lazismu menjelang Hari Raya Idul Adha. Program itu dalam bentuk kegiatan sosialisasi kurban yang diberi nama Qurbanmu.
Qurbanmu adalah program penghimpunan dan pendistribusian hewan kurban untuk mereka yang miskin di kawasan padat penduduk, kumuh, dan kantong-kantong kemiskinan lainnya baik di desa dan di kota. Ketua Panitia Qurbanmu Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Saleh Al-Farabi dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Lazismu secara nasional menghimpun dan menyalurkan hewan kurban untuk penerima manfaat yang diprioritaskan dalam kategori miskin dan fakir.
Masalahnya, kata Al-Farabi, mengapa kantong-kantong kemiskinan di desa dan di kota menjadi perhatian Lazismu lantaran persoalan distribusi. "Karena dalam distribusi daging kurban masih ada yang terkonsentrasi hanya satu titik saja," ungkapnya.
Dengan jaringan kantor Lazismu yang ada di wilayah seluruh Indonesia diharapkan penerima manfaat yang ada di kawasan terdepan, tertinggal, dan terluar (3T) dapat merasakan daging kurban saat hari raya Idul Adha. Sosialisasi saat CFD ini merupakan wujud pendekatan secara persuasif kepada masyarakat terutama kaum muslimin.
"Lazismu membawa maskot berupa boneka Sapi dan Domba untuk bisa berinteraksi dengan warga tentang program Qurbanmu yang mengusung ajakan untuk bisa bahagiakan sesama," sambung Al-Farabi.
Impian Lazismu untuk berbagi kebahagiaan melalui kegiatan kurban tentu saja punya alasan tersendiri. Al-Farabi menambahkan, faktanya bagi saudara-saudara kita, bisa menikmati daging setahun sekali, itu bahagianya luar biasa.
Selain Samu dan Domu, sebanyak 30 amil dan relawan turun di ajang Car Free Day sambil berinteraksi dengan warga. Anak-anak yang ikut berolah raga merasa bahagia dengan kehadiran maskot yang lucu ini.
Di samping itu, Lazismu dalam sosialisasi tersebut, kata Ukasyah Aqillah, salah satu relawan yang berpartispasi, juga memberikan kesempatan kepada yang belum bisa berkurban untuk sedekah daging sebagai pilihannya.
"Rendangmu sebagai daging kurban kemasan menjadi pilihan alternatif karena tahan lama yang bisa disalurkan ketika telah ada bencana alam yang melanda di daerah tertentu. Termasuk kepada mereka, saudara-saudara kita di Palestina yang membutuhkan uluran tangan," tutup Ukasyah.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Nazhori Author]

KOTA DEPOK -- Sampah saat ini menjadi permasalah utama di dunia. Tidak terkecuali di Indonesia, persoalan lingkungan ini menjadi momok yang menakutkan. Jumlah sampah di Indonesia telah mencapai 65,7 ton per tahun dan berada di urutan kedua setalah Cina yang menjadi negara penghasil sampah plastik terbesar.
Kondisi ini memantik kepedulian Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah yang juga aktif dalam masalah lingkungan melalui Gerakan Green Aisyiyah. Sejalan dengan tema Milad ke-111 Muhammadiyah yaitu "Ikhtiar Menyelamatkan Semesta", Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) PP Aisyiyah yang menggandeng Lazismu berkomitmen terhadap upaya penyelamatan lingkungan.
Gerakan Green Aisyiyah memiliki dua pilar yaitu penanaman pohon dan pengelolaan sampah. Sementara Lazismu sebagai lembaga filantropi mempunyai enam pilar prgoram, salah satunya adalah Pilar Lingkungan sebagao gerakan yang berkontribusi untuk mendukung dan merawat lingkungan secara berkelanjutan. Melalui Pilar Lingkungan tersebut Lazismu menggagas tiga program, yaitu Pelihara Daratamu, Sayangi Lautmu, serta Penanaman Pohon.
Dengan kesamaan tersebut, PP Aisyiyah menggelar kegiatan Pelatihan Sedekah Sampah: Pengelolaan Sampah di Rangting Bedahan, Sawangan, Depok. Acara yang berlangsung pada Sabtu-Ahad (08-09/06) ini berlangsung di Camp Qur'an Aisyiyah Desa Prigi, Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LLHPB PP 'Aisyiyah Rahmawati Husein, Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Depok, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Aisyiyah Sawangan, serta Shofia Khoerunnisa selaku Manajer Pendayagunaan dan Distribusi Lazismu PP Muhammadiyah.
Kegiatan pelatihan pengelolaan sampah ini akan dijadikan model percontohan untuk dikembangkan dan dijadikan Gerakan Shodaqoh Sampah (Bank Sampah). Peserta diberikan pelatihan dan wawasan terkait meningkatkan kesadaran, pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan shodaqoh sampah dengan harapan adanya Shodaqoh Sampah Aisyiyah berbasis Ranting. Peserta yang mengikuti pelatihan pengelolaan sampah ini terdiri dari perwakilan Pimpinan Ranting 'Aisyiyah di Sawangan, Depok.
Sebelumnya, Lazismu bersama dengan LLHPB Aisyiyah telah melaksanakan berbagai program kolaborasi, seperti program ketahanan bencana melalui gerakan penanaman mangrove untuk pelestarian ekosistem pesisir laut bagi kelompok rentan dan perempuan. Lazismu mengapresiasi program ini sebagai aksi nyata untuk mengurangi masalah lingkungan yang ada.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Meski masih anak-anak, kesadaran murid kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 3 Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo ini luar biasa. Untuk melaksanakan ibadah kurban, Shafira Azzalea rela menggunakan uang tabungannya. Gadis cilik berusia 12 tahun ini mewujudkan impiannya melalui program Rendangmu pada Idul Adha 1445 H kali ini.
Pada Jumat (07/06), uang sebesar tiga juta rupiah diserahkan kepada amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Yekti Pitoyo. Yekti menceritakan, anak kedua dari tiga bersaudara ini menggunakan uang tabungan yang dimilikinya demi keikutsertaannya dalam program kurban kemasan yang digagas Lazismu tersebut. "Waktu hari Raya Idul Fitri kemarin aku dapat uang banyak lalu aku tabung. Aku juga menyisihkan uang jajan setiap hari untuk ditabung, sehingga bisa terkumpul sebanyak itu," terang Yekti menirukan Shafira.
Shafira, lanjut Yekti, mengenal Rendangmu dari neneknya, Lilik Khomariah yang menjadi salah donatur kurban di Lazismu Kabupaten Lumajang. Saat mudik ke ke rumah sang nenek di Kabupaten Lumajang, Shafira mendapatkan rendang kalengan tersebut. Neneknya pun bercerita bahwa Rendangmu tersebut diperoleh melalui Lazismu karena ikut berkurban. Sejak itu pun Shafira ingin ikut berkurban melalui Lazismu seperti yang dicontohkan oleh neneknya.
Ibunya, Widhianingrum yang sehari-hari membuka toko kelontong di Mlagi RT 18, RW 06, Ngaban, Tanggulangin merasa bersyukur dengan apa yang telah dilakukan oleh Shafira, putri keduanya itu. Tahun ini Widhianingrum dan suaminya, Mashuri sedianya sudah ikut patungan sapi di masjid terdekat. Namun karena keinginan kuat putrinya untuk mengikuti program Rendangmu, keduanya pun mengizinkan Shafira menggunakan uang tabungannya guna mengikuti program Lazismu tersebut.
"Waktu mendapat flyer kurban dari WhatsApp Lazismu Sidoarjo berupa tawaran paket program Rendangmu, saya lihatkan ke Shafira, langsung bilang pengin ikutan kayak eyang Lumajang gitu. Ya sudah saya setuju," ungkap Widhianingrum.
Widhianingrum menambahkan, lingkungan sekolah berperan dalam menjadikan Shafira memiliki keinginan untuk menggunakan uang tabungannya agar bisa ikut kurban. Shafira telah mengecap pendidikan di TK Aisyiyah Ngaban, lanjut sekarang di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah. Tak heran jika ibadah salatnya juga rajin dan tertib. "Semoga dengan ikut kurban di Lazismu ini, putri saya bisa lebih lancar dalam sekolah, lebih rajin salat dan rajin untuk menabung agar tahun depan bisa ikut lagi," harapnya.
Program Rendangmu Lazismu Kabupaten Sidoarjo merupakan inovasi sosial dalam pelaksanaan ibadah kurban. Selain sesuai syariah, ibadah kurban pun menjadi lebih higienis, halal, dan manfaatnya dapat dirasakan sepanjang tahun. Rendangmu dapat terdistribusikan ke daerah-daerah terpencil dan sebagai ketahanan pangan saat terjadi bencana.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KOTA MEDAN -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) RI kembali menyalurkan Program Kemaslahatan dengan menggandeng mitra strategisnya yaitu Lazismu. Kali ini, program berupa revonasi serta pengadaan sarana dan prasarana mushola dan masjid. Penerima manfaatnya adalah Mushola Meunasah Darul Huda Medan Timur, Mushola Aceh Sepakat Medan Sunggal, serta Masjid As-Sa'diah di Kabupaten Deli Serdang.
Serah terima bantuan dihadiri oleh Anggota DPR RI H. M. Husni, Staf Ahli Kepala BPKH Zulhendra, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ahmad Imam Mujadid Rais, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara H. M. Basir Hasibuan, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Utara Syahrul Amsari, MUI Deli Serdang, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan Maulana Siregar, Wakil Ketua PDM Deli Serdang Rio Kurniawan, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Medan M. Arifin Lubis, para penerima manfaat, tamu undangan. Penyerahan bantuan berlangsung pada Jumat (31/05) di Masjid As-Sa'diah, Pesantren Darul Ihsan Jalan H. Mustofa Kamil, Hamparan PeraK, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.
Staf Ahli Kepala BPKH Indonesia, Zulhendra dalam sambutannya mengatakan, kerja sama antara BPKH dan Lazismu sudah berlangsung cukup lama. Sebagai mitra kemaslahatan, Lazismu telah memainkan peran penting sebagai perwakilan BPKH di daerah karena BPKH tidak memiliki kantor cabang. "Alhamdulillah, kerja sama itu berlangsung dengan baik dan amanah," ungkapnya.
Zulhendra menyambung, BPKH kali ini memberikan bantuan dalam bentuk sarana ibadah bagi kepentingan masjid, setelah sebelumnya beberapa tahun lalu menyerahkan bantuan berupa ambulans kepada Masjid As-Sakdiah di Desa Hamparan Perak. Ambulans tersebut pun masih terawat dengan baik. Dengan adanya bantuan sarana ibadah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dalam beribadah.
Senada, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, kerja sama antara keduanya sudah berjalan dengan baik. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Lazismu Wilayah Sumatra Utara dan Lazismu Kota Medan yang telah bekerja keras untuk menyukseskan program BPKH di wilayah tersebut. "Diharapkan ke depannya akan semakin banyak bantuan BPKH dalam bidang sosial, dakwah, kesehatan, dan ekonomi yang dapat digulirkan di Sumatra Utara," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PWM Sumatra Utara yang juga membidangi Lazismu, H. M. Basir Hasibuan menegaskan perlunya membangun jejaring dan kolaborasi yang baik. Kerja sama antara BPKH dengan Lazismu sudah berjalan baik. "Kerja sama itu dapat terus ditingkatkan dan Lazismu dapat konsisten menjadi mitra yang baik," sambungnya.
Basir juga menyampaikan terima kasih atas bantuan untuk masjid di kawasan Tiga Ras, Simalungun, tepi danau Toba. Masjid itu menjadi sangat berarti ditengah pengembangan sarana wisata Danau Toba. Bantuan ini diserahkan beberapa waktu lalu oleh BPKH.
Menyambut bantuan dari BPKH melalui Lazismu, apresiasi dan terima kasih disampaikan oleh BKM Masjid As-Sa'diah, Ade Putra. Bantuan untuk fasilitas masjid yang berada satu lokasi dengan Pesantren Darul Ihsan dengan jumlah santri yang cukup banyak ini sangat dirasakan manfaatnya. Begitu pula dengan bantuan ambulans yang telah diserahkan beberapa tahun sebelumnya. "Alhamdulillah, ambulans yang diterima tiga tahun lalu telah diamanfaaatkan guna berbagai kebutuhan masjid dan masyarakat sekitar masjid," pungkasnya.
Bangunan Mushola Meunasah Darul Huda sebelumnya mengalami kebocoran di beberapa titik akibat usia bangunan yang sudah tua. Oleh karena itu sangat perlu diperbaiki untuk keamanan dan kenyamanan ibadah di dalamnya. Sementara itu, Mushola Aceh Sepakat Medan Sunggal mengalami kebocoran di beberapa titik. Selain atap, fasilitas pendingin ruangan juga mengalami kerusakan dan tidak dapat diperbaiki. Lain halnya dengan Masjid As-Sa'diah yang memiliki kekurangan dalam kelengkapan sarana dan prasarana. Bantuan BPKH kepada ketiganya menjadi solusi untuk menunjang kenyamanan ibadah serta memaksimalkan jamaah dalam melakukan kegiatan.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

