

JAKARTA -- Lazismu telah melakukan sosialisasi ajakan berkurban kepada masyarakat secara online dan offline. Mitra kolaborasi Lazismu dalam program Qurbanmu bervariasi baik dari kalangan komunitas dan korporasi. Salah satunya yang bermitra adalah Bank Nano Syariah.
Pada hari Kamis, (13/6/2024), Bank Nano Syariah menyerahkan secara simbolis 1 ekor sapi kepada Lazismu di Aula Masjid A-Tanwir Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta. Penyerahan simbolis itu diwakili oleh Gunawan Hidayat selaku Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pusat dan Uzan Tedjamulia selaku Direktur Bank Nano Syariah.
Dalam sambutannya Gunawan Hidayat mengucapkan terima kasih kepada Bank Nano Syariah atas kepercayaannya memilih Lazismu dalam penyaluran hewan kurban. Gunawan mengatakan selain melaksanakan program Qurbanmu, Lazismu memiliki program ekonomi. Salah satunya pemberdayaan masyarakat yang berwirausaha di skala mikro.
Peran Lazismu adalah bagaimana wirausahawan bisa bertahan meski dalam skala kecil. “Lazismu masuk untuk memberikan dukungan karena mereka tidak dapat akses finanasial di lembaga keuangan seperti bank,” katanya.
Ia berharap lembaga keuangan bisa ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat kendati mereka ada di skala mikro. Ada banyak bank syariah, namun karena usahanya masih mikro mereka tak memiliki akses untuk mengembangkan usahanya. Kata dia, Lazismu bisa berkolaborasi dengan Bank Nano Syariah di program ekonomi ke depannya.
Pada kesempatan itu, Direktur Bank Nano Syariah, Uzan Tedjamulia, yang didampingi oleh Halim Junaidi selaku Group Head Sales & Distribution, Layly Kodariah selaku Kepala Divisi Corporate Banking Funding, merespons positif apa yang telah diagendakan Lazismu dalam program Qurbanmu,
Tedjamulia menyampaikan bahwa Bank Nano Syariah masih terbilang baru dan resmi beroperasi pada Januari 2024. Meski persiapan pemisahannya dari induk usaha telah lama dilakukan di bawah naungan Bank Sinar Mas, katanya.
“Selanjutnya dari hasil pemisahan (spin off) tersebut sebagai Bank Umum Syariah pertama di Indonesia yang didirikan berdasarkan prinsip perbankan syariah dengan fokus pada layanan keuangan di Unit Usaha Syariah,” paparnya.
Perihal kolaborasi kurban bersama Lazismu, Tedjamulia mengatakan momentum Idul Adha merupakan hari besar bagi umat Islam yang ditandai dengan kisah keteladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Semoga 1 ekor sapi ini bermanfaat untuk penerima manfaat tanpa melihat latar belakangnya, ucapnya.
Ketua Panitia Program Qurbanmu Muhammad Saleh Al-Farabi menuturkan, untuk membahagiakan sesama, selain daging segar dari hewan kurban yang telah disembelih, Lazismu juga akan mendistribusikan dalam bentuk kemasan berupa daging yang diawetkan dengan nama Rendangmu.
Hadir juga dan sekaligus menyaksikan dalam proses penyerahan simbolis itu, Erni selaku Badan Pengurus Lazismu Pusat Erni Juliana Al Hasanah Nasutio dan Hafizh Syafaaturrahman selaku Direktur Kelembagaan dan SDM Lazismu Pusat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SIDOARJO -- Banyak manfaat yang bisa didapatkan melalui program Rendangmu. Program ini merupakan inovasi sosial dalam pelaksanaan ibadah kurban di Lazismu. Pemotongan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) untuk memastikan kebersihan daging kurban yang kemudian diproses hingga menjadi kemasan kaleng dengan bobot 200 gr. Selain sesuai syariah, kelebihan lain dari Rendangmu adalah lebih higienis, halal, dan dapat dirasakan manfaatnya sepanjang tahun.
Rendang dalam kemasan ini pun dapat menjadi bantuan gizi bagi penderita TBC. TBC atau Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang berpotensi serius, terutama mempengaruhi paru-paru. Penyebarannya melalui udara. Melalui Rendangmu yang dapat didistribusikan ke kawasan terpencil dan dapat mendukung ketahanan pangan, para penderita TBC juga turut mendapatkan perhatian dari segi pemenuhan gizi.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo, Hifni Solikhin menjelaskan, dengan berkurban melalui program Rendangmu dapat memberikan manfaat sepanjang tahun bagi mereka yang menerimanya. "Seperti kegiatan bantuan gizi untuk pasien TBC," ungkapnya.
Di Kabupaten Sidoarjo, Lazismu bekerja sama dengan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (Yabhysa) dalam penyaluran Rendangmu. Yayasan ini merupakan lembaga swadaya masyarakat yang fokus bergerak pada bidang penanggulangan TBC, memiliki visi menjadi lembaga pengembangan potensi dan peningkatan kualitas hidup. Yabhysa juga memiliki 29 cabang di kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Sidoarjo yang berada di Perum Kahuripan Blok CA XVII No. 23.
Staf Program Yabhysa, Hendi Endar Kusuma, menyampaikan bahwa pada bulan Mei 2024 pihaknya sudah mendampingi 550 pasien TBC. 200 orang di antaranya berada dalam kondisi ekonomi yang kekurangan atau dhuafa. "Alhamdulillah, dengan kepedulian dari Lazismu ini berupa paket Rendangmu, susu, dan telor, bisa menambah nutrisi bagi pasien sehingga mendukung proses penyembuhan. Semoga bantuan ini bisa berkelanjutan untuk membantu pasien yang sangat membutuhkan," pungkasnya.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

GAZA -- Masalah kemanusiaan di Palestina masih menjadi pusat perhatian dunia. Termasuk aksi kepeduliaan yang terus mengemuka di beberapa negara-negara Barat dan Eropa, tidak terkecuali di kawasan Asia dan benua lainnya.
Bahkan keluarnya resolusi dewan keamanan PBB pada akhir tahun 2023 tak memiliki kekuatan apapun dan berdampak bagi warga Palestina. Faktanya bantuan apapun yang menjadi kebutuhan dasar sulit masuk untuk bisa dirasakan manfaatnya oleh para penyintas.
Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional yang berkolaborasi dengan MuhammadiyahAid, dalam merespons dan memberikan bantuan sampai detik ini masih terus dilakukan. Di ramadhan kemarin Lazismu masih terus menyalurkan bantuan berupa makanan untuk rakyat Palestina.
Tak hanya itu, bantuan alat kesehatan untuk mendukung paramedis telah disalurkan juga dengan menjalin kerjasama kemanusiaan bersama Rumah Sakit Palestina di Mesir dan The Palestine Red Crescent Society pada awal tahun 2024. Bantuan alat medis itu berupa 2 unit automatic external defibrillator dan 1 unit diathermy.
Komitmen bantuan kemanusiaan Lazismu semakin tumbuh kuat dengan hadirnya distribusi air bersih di 3 titik lokasi pada 8 dan 9 Juni 2024. Mitra kolaborasi Lazismu di Palestina yaitu Gazze Destek Derngi (GDD) melalui Yaseen Assayyid selaku GDD Project Manager, mengatakan tiga lokasi yang memeroleh bantuan air bersih adalah kawasan Gaza sebanyak 70.000 liter, Deir al-Balah sejumlah 50.000 liter dan Khan Yunis sebanyak 39.000 liter.
Lebih lanjut, Yaseen merinci untuk kota Gaza dilakukan juga distribusi air bersih pada 10 dan 11 Juni 2024. “Penerima manfaat dari penyaluran air bersih ini sebanyak 15.900 orang dengan jumlah sekitar 3.975 keluarga, Dalam praktiknya di lapangan dikerahkan 20 unit water tank agar air bersih sampai di lokasi tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Program Lazismu, Pusat, Ardi Luthfi Kautsar, mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah memercayakan amanahnya kepada Lazismu. “Alhamdulillah telah terlaksana program bantuan distribusi air bersih dari Lazismu yang berkolaborasi dengan GDD di Palestina,” pungkasnya.
Pendistribusian ini merupakan komitmen Lazismu sebagai pengelola dana bantuan kemanusiaan. Melalui program bantuan air bersih ini, sambung Ardi, mudah - mudahan bisa terus membasahi semangat perjuangan saudara kita di sana.
Program-program seperti ini akan terus Lazismu lakukan di samping program perdamaian jangka panjang dan program rehabilitasi jika perang ini berakhir. “Adapun yang terdekat Lazismu juga akan menyalurkan bantuan hewan kurban untuk rakyat Palestina,” tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SRAGEN -- Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Achmad Dahlan Rais resmi membuka gelaran Akademi Marbot Masjid Muhammadiyah (AM3). Kegiatan ini berlangsung di Masjid Raya Al Falah Sragen dan diikuti oleh perwakilan 12 masjid Muhammadiyah dari berbagai daerah di Indonesia. Semua peserta mengikuti pelatihan selama delapan hari penuh, mulai tanggal 1 hingga 8 Juni 2024.
Kedua belas masjid Muhammadiyah di antaranya adalah Masjid Al Furqon Depok, Masjid Mujahidin PWM Jawa Barat, Masjid Al Jihad Banjarmasin, Masjid Al Muqarrabin PWM Gorontalo, dan Masjid Ar Rahmah RS Cempaka Putih. Akademi ini merupakan program pelatihan pengurus masjid Muhammadiyah tingkat nasional yang diinisiasi oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid Muhammadiyah (LPCR-PM) bersama dengan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah dan didukung oleh Lazismu.
Ketua LPCR-PM PP Muhammadiyah, Muhammad Jamaludin Ahmad mengungkapkan, kegiatan ini mendapatkan sambutan yang antusias dari peserta yang mewakili masjid dari berbagai wilayah, daerah, cabang, dan ranting yang mengikuti pelatihan ini. "Mudah-mudahan semangat ini bisa terus kita pelihara dan kemudian menjadikan masjid-masjid Muhammadiyah berubah menjadi masjid yang lebih baik, masjid yang unggul berkemajuan, masjid yang makmur memakmurkan," ujarnya dalam keterangan pada Sabtu (01/06).
Harapannya, imbuh Jamaludin, masjid-masjid Muhammadiyah semakin dicintai oleh masyarakat, mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat, serta menjadi tempat bangkitnya umat dan solusi bagi berbagai persoalan umat. "Dari masjid inilah kita bisa mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sesuai dengan maksud dan tujuan persyarikatan Muhammadiyah," tambahnya.
Senada, Kusnadi Ikhwani selaku Ketua DKM Masjid Raya Al Falah Sragen juga berharap dengan kegiatan angkatan pertama ini dapat mencetak marbot masjid yang kompeten dan profesional. "Sehingga nantinya masjid-masjid akan dilayani oleh para marbot yang kompeten di bidangnya untuk menghidupkan masjid-masjid yang belum makmur dan memakmurkan bagi jamaahnya," harapnya.
Kusnadi menyambung, kegiatan ini rencananya akan terus berlanjut pada masa mendatang. Dengan demikian, kehadiran masjid-masjid Muhammadiyah akan semakin dicintai serta memberikan yang terbaik pada masyarakat.
Melalui AM3 ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kualitas pengelolaan masjid Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Masjid juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial yang lebih baik lagi. Sesuai dengan jargon yang diserukan dalam kegiatan tersebut, "Masjid – Makmur Memakmurkan. Masjid – Dari Masjid Kita Bangkit, Masjid – Apapun Masalahnya, Masjid Solusinya!"
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN CILACAP -- Qotrun Nada Ashfia menderita down syndrome dan kelainan jantung sejak ia berusia empat bulan. Putri bungsu dari Sahudi, warga Desa Danasri Lor, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap ini sudah menjalani operasi pasang ring jantung ketika berusia satu tahun. Sejak anaknya didiagnosa dengan hasil tersebut, Sahudi terus mengupayakan pengobatan terbaik bagi kesembuhan dan kesehatan putrinya itu.
Kondisi Qotrun yang memprihatinkan ini mengundang keprihatinan Pemerintah Desa Danasri Lor. Meski memiliki dana yang terbatas, pemerintah desa setempat tidak surut untuk terus membatu pengobatan Qotrun. Sahudi pun difasilitasi untuk berobat ke RSUP Dr. Sardjito di DI Yogyakarta dengan menggunakan ambulans desa.
Kepala Desa Danasri Lor, Dalail pun tak segan turun tangan mengajukan bantuan ke berbagai lembaga sosial, termasuk Lazismu Kabupaten Cilacap demi meringankan biaya pengobatan yang harus ditanggung oleh Sahudi. "Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan kepada warga kami," ujar Sekretaris Desa Danasri Lor, Saimun mewaliki Pemerintah Desa Danasri Lor ketika mendampingi keluarga Sahudi menerima bantuan dari Lazismu Kabupaten Cilacap.
Pada kesempatan yang berlangsung Selasa (04/06) tersebut, Lazismu Kabupaten Cilacap memberikan bantuan berupa susu untuk Qotrun dan sejumlah uang tunai untuk membantu akomodasi pengobatan Qotrun. Sahudi sehari-hari berprofesi sebagai buruh tani sehingga jauh dari kata mapan secara ekonomi.
Kepala Puskesmas Danasri Lor, Bambang yang turut hadir menjelaskan bahwa desa tersebut merupakan lokus stunting. "Desa Danasri Lor pernah dijadikan lokus stunting Kabupaten Cilacap. Qotrun adalah salah satu anak yang mendapatkan perhatian khusus dari desa karena dia punya penyakit penyerta," terangnya.
Manajer Lazismu Kabupaten Cilacap, Budi Santoso menegaskan bahwa pihaknya memberi perhatian lebih pada masalah stunting di masyarakat melalui program Tingkatkan Kemampuan Gizi Seimbang atau Timbang. "Selain berupaya meringankan beban keluarga Sahudi, ini adalah upaya Lazismu memerangi stunting di masyarakat," tegasnya.
Bantuan yang diberikan Lazismu kepada Qotrun, lanjut Budi, adalah permulaan. Bantuan ini dapat menjadi stimulus bagi para dermawan yang ada di Kabupaten Cilacap untuk ikut serta memberikan kehidupan yang lebih baik bagi Qotrun.
Saat ini balita berusia dua tahun tersebut masih harus melakukan pengobatan rutin di RS Sardjito Yogyakarta setiap bulan dan menjalani terapi di RSUD Banyumas untuk melatih motoriknya. Serangkaian pengobatan telah membuahkan hasil, Qotrun sudah mulai bisa makan nasi, meskipun belum bisa lepas dari susu dengan formulasi khusus untuk tumbuh kembang dan pemenuhan gizinya. Selain itu, Qotrun sudah mulai belajar berjalan dengan bantuan.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA BANJARMASIN -- Dalam rangka Milad Aisyiyah ke-107 dan Milad TK Aisyiyah 31 ke-42, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Banjarmasin 3 menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya adalah lomba sepeda hias, pemeriksaan kesehatan gratis, dan penyerahan santunan kepada siswa kurang mampu. Kegiatan ini bertempat di TK Aisyiyah 31 Banjarmasin pada Sabtu (08/06).
Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan turut memberikan dukungan atas kegiatan tersebut. Manajer Pendayagunaan dan Pendistribusian, Rizali Rahman menjelaskan, kolaborasi yang dilakukan ini bukan kali pertama. Tahun sebelumnya, pihaknya juga memberikan dukungan serupa.
"Lazismu membantu penyelenggaraan pemeriksaan gratis, bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah, dan bingkisan untuk doorprize," ujar Rizali.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini diberikan untuk 50 orang tua siswa dan para guru sejumlah 5 orang. Pemeriksaan tersebut mencakup tekanan darah, berat badan, kolesterol, asam urat, dan gula darah. Untuk bantuan berupa doorpriza diberikan dalam rangka memeriahkan rangkaian kegiatan tersebut.
"Untuk perlengkapan sekolah isinya tas sepatu, seragam, dan alat tulis. Bantuan ini diberikan untuk dua orang siswa-siswi TK Aisyiyah 31 yang melanjutkan pendidikan ke sekolah dasar," lanjut Rizali.
Kegiatan ini mendapatkan sambutan positif dari PCA Banjarmasin 3. Para guru dan orang tua siswa-siswi TK Aisyiyah 31 juga merasakan manfaat dari pemeriksaan gratis. Program ini merupakan bagian dari implementasi Pilar Pendidikan Lazismu untuk penerima manfaat di Kota Banjarmasin.
[Komunikasi dan Digitalisasi Lazismu PP Muhammadiyah]

