Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

JELANG RAMADHAN, LAZISMU DAN MDMC BANTU PENGUNGSI ROHINGYA DI ACEH

KABUPATEN PIDIE -- Warga Desa Kulam dan para pengungsi Rohingya mendapatkan bantuan dari Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Aceh. Bantuan ini berupa layanan kesehatan dan psikososial yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh melalui kedua lembaga tersebut jelang datangnya bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (02/03) di Kulam, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie dan mendapat dukungan dari Lazismu Wilayah Jawa Tengah.

Ketua MDMC Aceh, Musliadi M. Tamin menjelaskan, kegiatan kali ini terdiri dari 3 bagian. Pertama adalah layanan kesehatan di Gampong Kulam. Kedua, layanan serupa di lokasi pengungsian Rohingya. Terakhir, kegiatan psikososial untuk anak-anak di pengungsian tersebut.

"Kegiatan layanan kesehatan dan psikososial gratis hari ini mendapat sambutan antusias dari warga Gampong Kulam, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, dan pengungsi Rohingya. Harapannya, kegiatan ini bermanfaat bagi mereka, dan sepenuhnya disponsori oleh Lazismu Jawa Tengah," terang Musliadi.

Menyambung, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Aceh, Firdaus D. Nyak Idin memberikan apresiasi atas kegiatan ini yang dinilainya sebagai momen produktif. Ia berjanji untuk terus menghimpun dana, dan memperkuat sinergi bersama MDMC Aceh dan mitra lainnya. Baik Firdaus maupun Musliadi pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada warga Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan dana untuk kegiatan kemanusiaan di Aceh.

Pelayanan kesehatan di Gampong Kulam ramai dikunjungi warga. Pasien terdiri dari bayi hingga lansia dengan keluhan utama gatal-gatal, termasuk pengungsi Rohingya yang didominasi oleh anak-anak dengan keluhan serupa serta batuk pilek pada orang dewasa. Sementara itu, kegiatan psikososial melibatkan anak-anak usia 3 hingga 15 tahun dengan berbagai kegiatan seperti permainan kartu emosi, menggambar, mewarnai, melempar bola dalam keranjang, dan bermain bola. 

Wakil Ketua PWM Aceh, M. Yamin yang juga hadir dalam kegiatan ini juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang membantu keberhasilan kegiatan pengobatan gratis dan psikososial. Ia berharap agar kegiatan semacam ini dapat dijadwalkan sebagai agenda rutin pada masa mendatang.

Aksi kemanusiaan ini melibatkan Lazismu sebagai lembaga penghimpun dana, MDMC sebagai pemimpin sektor utama kegiatan kemanusiaan, dan tim medis yang terdiri dari Dokter Spesialis Anak, Dokter Umum, dan Perawat untuk layanan kesehatan. Selain itu kegiatan psikososial melibatkan Fakultas Psikologi dan Manajemen Bencana Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), serta organisasi-organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
6 Maret 2024

BANTUAN UMKM LAZISMU KOTA MEDAN DORONG KEMANDIRIAN EKONOMI MASJID

KOTA MEDAN -- Bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Medan, Lazismu Kota Medan melakukan pendayagunaan program Peduli Guru Mengaji dan Pemberdayaan UMKM. Kedua program ini dilakukan untuk mendorong peran yang lebih baik dari usaha pembinaan sumber daya manusia dan ekonomi. Sasarannya adalah guru mengaji di lingkungan PRA Medan dan UMKM yang ada di lingkungan Masjid Al-Ikhlas di Jalan Pelajar Timur Kota Medan.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Medan, Muhammad Arifin Lubis menjelaskan, Peduli Guru Mengaji merupakan program untuk membantu guru yang mengajar mengaji terjemahan Al-Qur'an untuk anggota PRA Melati yang dilaksanakan setiap hari Senin pukul 10.00 pagi. Dala melaksanakan program ini, Lazismu Kota Medan berkolaborasi dengan PRA melalui Kantor Layanan Lazismu Aisyiyah Medan. Penghimpunan dilakukan dalam program Filantropi Keluarga yang dikembalikan lagi dalam bentuk program bersama, salah satunya dilaksanakan dalam program Peduli Guru yang diselenggarakan oleh PRA Melati.

"Program yang dilaksakanan oleh PRA Melati ini adalah pengajian yang sangat kreatif dan menarik ada di Pimpinan Ranting Aisyiyah. Lazismu juga berharap akan ada program lanjutan di samping program dari PRA Melati ini agar menjadi syiar dakwah Muhammadiyah dan Aisyiyah," ungkap Arifin.

Sementara itu, Ketua PRA Melati Juniarti Koto, menyampaikan rasa syukur atas bantuan yang diberikan oleh Lazismu Kota Medan. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kota Medan yang telah mengakomodir ide-ide program kreatif di PRA Melati. "Alhamdulillah kami telah konsisten melaksanakan pengajian terjemahan Al-Qur'an yang dilaksanakan di Masjid Taqwa Melati. Program ini bisa kami laksanakan karena dibantu oleh Lazismu Kota Medan melalui Kantor Layanan Lazismu Aisyiyah Medan," ujarnya.

Lazismu Kota Medan juga melakukan penyaluran program Pemberdayaan UMKM pada Selasa (13/02). Program ini berupa Alpha Doorsmeer, sebuah bentuk usaha dari program kerja sama yang dilaksanakan antara Masjid Al-Ikhlas bersama Lazismu Kota Medan. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong masjid untuk makmur dan mandiri serta tumbuh seiring dengan meningkatnya perekonomian masyarakat di sekitarnya.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
5 Maret 2024

RAKERDA LAZISMU DI SLEMAN ANGKAT TEMA KONTRIBUSI EKONOMI SIRKULAR

KABUPATEN SLEMAN -- Lazismu Kabupaten Sleman menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang bertempat di Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School (PPM MBS) Yogyakarta. Agenda ini diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari Kantor Layanan (KL) Lazismu se-Kabupaten Sleman. Tema yang diangkat adalah "Kontribusi Ekonomi Sirkular dalam Pencapaian SDGs".

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sleman, Sinta Brata menyampaikan bahwa kegiatan Rakerda kali ini diikuti oleh para mitra terkait. Kehadirannya akan diikuti dengan presentasi dan ditindaklanjuti dengan kerja sama. Ia pun mengingatkan kepada amil Lazismu agar berpegang pada dua hal. "Lazismu harus senantiasa berpegang pada dua hal yakni proses dan progress," sebutnya.

Mewakili Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sleman, H. Irfan Harris yang hadir dalam acara pembukaan memberikan amanat kepada ami Lazismu se-Kabupaten Sleman. "Sebelum berangkat ke sini, saya membaca topik ekonomi sirkular. Kalau melihat Muhammadiyah itu cukup berat. Apakah bisa Muhammadiyah menjalanlan ekonomi seperti itu. Mempertahankan nilai produk itu bersirkulasi tidak merusak sistem, tidak merusak alam dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam sambutannya, Harris mengangkat sebuah kisah. "Di zaman Rasullah dulu, Baitul Maal benar-benar memperhatikan orang-orang yang membutuhkan saat itu. Kita ini di Lazismu baik di tingkat wilayah sampai dengan tingkat cabang. Rasullah kala itu bisa mencukupi fakir miskin sampai satu tahun. Sanggupkah Lazismu mencukupi selama satu tahun? Kalau sanggup ini akan menjadi luar biasa, kita bisa terus menyantuni fakir miskin dengan beras dan sembako per bulan," ungkap Harris pada acara yang berlangsung Sabtu (17/02) tersebut.

Dalam amanatnya, Harris berpesan bahwa ada 3 hal yang harus dikelola dan terus diperbaiki. Pertama tata kelola organisasi. Artinya, Lazismu tidak boleh bergerak sendiri, harus bersinergi bersama PDM. Kedua, Lazismu harus terus bergerak dan memperbaiki tata kelola usaha. Artinya, dalam penggalian dana dan pentasarufan harus sesuai syariah. Ketiga, Lazismu harus terus maju dan memperbaiki tata kelola keuangan dengan memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan menjalani audit keuangan.

"Kita wajib WTP karena setiap transaksi kita harus dipertanggungjawabkan dan tidak boleh lupa dalam pencatatan," pungkas Harris.

Sementara itu, Ustadz Rahmat selaku Wakil Direktur PPM MBS Yogyakarta mengucapkan selamat atas terlaksananya kegiatan ini. Ia juga menceritakan perkembangan KL Lazismu MBS yang saat ini tidak hanya berkembang dari sisi pendidikan, tetapi juga berkembang ke layanan yang lain dan semakin bermanfaat untuk umat. Ia pun berharap agar acara ini dapat menghasilkan rumusan yang menginspirasi dan bermanfaat bagi umat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
4 Maret 2024

TANAM POHON, UPAYA LAZISMU MENJAGA ALAM PURWOREJO

KABUPATEN PURWOREJO -- Perubahan iklim ekstrem dan kepedulian terharap lingkungan untuk ekosistem yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam kegiatan penanaman pohon yang dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Purworejo. Bertempat di pesisir Pantai Keburuhan, Desa Keburuhan, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo. Melalui Pilar Lingkungan Lazismu, 100 bibit pohon Cemara Laut ditanam secara bersama-sama oleh semua peserta dan masyarakat setempat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Purworejo, H. Pudjiono dalam sambutannya menyampaikan, penanaman pohon ini sebagai upaya dalam menjaga lingkungan alam dan menyelamatkan generasi yang akan datang. Kegiatan ini pun sekaligus mewujudkan Risalah Islam Berkemajuan dalam rangka mewujudkan masyarakat yang sebenar-benarnya menuju Islam yang rahmatan lil 'alamin. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan yang berlangsung pada Ahad (18/02) ini.

"Alhamdulillah atas nikmat dan karunia Allah SWT, Lazismu PDM Purworejo melaksanakan Gerakan Penanaman Pohon sebagai mana instruksi Lazismu PWM Jawa Tengah. Setidaknya kita memberikan, membela dan memahami, bahwa yang harus menjaga lingkungan kita adalah kita. Sekalipun tanaman yang kita tanam bukan tanaman yang produktif, tapi setidaknya akan meningkatkan suhu dan iklim yang bagus, terutama untuk kejernihan udara," ujar Pudjiono.

Selain itu, Pudjiono juga menyampaikan bahwa dengan adanya gerakan ini Muhammadiyah menjadi pelopor dan inisiator atas kepeduliannya terhadap lingkungan. Harapannya, gerakan ini akan diikuti oleh kelompok atau komunitas lainnya.

Sementara itu, Wiyoto Hardjono selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, ada tiga alasan. Pertama, kegiatan tersebut sangat mendukung indeks tutupan lahan Kabupaten Purworejo yang semakin lama cenderung semakin turun. Kedua, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk antisipasi perubahan iklim karena setiap penanaman pohon akan menurunkan suhu bumi. Ketiga, kegiatan ini sebagai edukasi kepada masyarakat untuk mencintai alam. 

"Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) terdiri dari 3 indikator yaitu indeks kualitas air, indeks kualitas udara, dan indeks tutupan lahan. Artinya, adanya program Penanaman Pohon ini mempunyai 2 keuntungan sekaligus yang kita dapatkan, yaitu meningkatkan indeks kualitas udara dan indeks tutupan lahan," terang Wiyoto Hardjono.

Lebih lanjut, Wiyoto Hardjono menuturkan, di Kabupaten Purworejo indeks tutupan lahan mencapai 45 sehingga kegiatan ini sangat bagus untuk kelanjutan lingkungan. "Kegiatan ini tidak hanya dinikmati kita, tapi juga anak cucu kita dan juga sebagai upaya kita untuk menjaga lingkungan alam yang kita tempati," ungkapnya.

Pada kegiatan ini, selain menggandeng PDM Purworejo, Lazismu Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan Kabupaten Purworejo, dan Pemerintah Desa Keburuhan. Untuk internal persyarikatan, Lazismu Kabupaten Purworejo juga berkolaborasi dengan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Purworejo, serta Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPM-LH) Muhammadiyah Purworejo.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
4 Maret 2024

LUNCURKAN PROGRAM RAMADHAN 1445 H, LAZISMU BERIKAN BANTUAN BACK TO MASJID

KOTA TANGERANG SELATAN -- Lazismu resmi meluncurkan program Ramadhan 1445 H. Acara ini juga dikemas dengan "Kick Off" kampanye program Back to Masjid Lazismu seluruh Indonesia yang dilaksanakan pada Sabtu (02/03) di Saung Jingga Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kegiatan ini diikuti secara daring oleh Lazismu Kantor Wilayah dan Daerah se-Indonesia serta perwakilan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Lazismu Wilayah Banten, Lazismu Kota Tangerang Selatan, Lembaga Dakwah Khusus (LDK) PP Muhammadiyah, dan para penerima manfaat program yang hadir langsung di lokasi.

Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Arif Jamali Muis menyampaikan, Ramadhan adalah bulan penyejuk kepada umat Islam, terlebih setelah bangsa ini melewati pesta demokrasi beberapa waktu lalu dengan berbagai macam dinamika di dalamnya. Ramadhan juga akan meningkatkan spiritualitas seorang hamba dalam hubungan dengan Tuhannya.

"Lazismu sebagai lembaga filantropi dan LAZ (Lembaga Amil Zakat) memiliki banyak kepentingan untuk menyemarakkan Ramadhan ini," tegas Arif Jamali Muis.

Pada acara ini, Lazismu PP Muhammadiyah juga memulai kampanye Back to Masjid sebagai salah satu program unggulan Ramadhan. Arif Jamali Muis pun mengingatkan, program ini penting bagi persyarikatan sebagai sarana pemberdayaan yang dimulai dari masjid. "Masjid sebagai pusat peradaban. Kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat berangkat dari masjid, termasuk berbagai kegiatan pendukung lainnya," ungkapnya.

Lazismu, lanjut Arif Jamali Muis, harus berkolaborasi dengan bergandengan tangan bersama majelis, lembaga, dan ortom di persyarikatan. Pihaknya pun mengajak kepada majelis, lembaga, dan ortom tersebut untuk turut terlibat dalam menyukseskan program Ramadhan 1445 H yang dijalankan oleh Lazismu.

"Ketika Ramadhan, potensi masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, dan sedekah tentu menjadi sangat tinggi. Ini menjadi peluang bagi Lazismu seluruh Indonesia untuk menangkap kesempatan itu agar hasilnya dapat kita pergunakan dengan sebaik-baiknya bagi kemakmuran umat Islam," pesan Arif Jamali Muis.

Direktur Penghimpunan dan Kerja Sama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Muktiono menjelaskan, pada Ramadhan 1445 H, beragam kegiatan Lazismu se-Indonesia akan dititikberatkan pada 6 program khusus, yaitu Tebar Takjil, Back to Masjid, Pesantren Mualaf, Pesantren Lansia, Kado Ramadhan, dan MudikMu Aman. Terkait kampanye program Back to Masjid yang dimulai secara nasional hari ini, Lazismu memberikan bantuan untuk persiapan kepada masjid dan mushola dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

"Program ini menyentuh para penerima manfaat secara langsung yaitu masjid dan mushola yang perlu mendapatkan perhatian, seperti perbaikan-perbaikan minor. Misal perbaikan toilet, pengecatan, atau fasilitas lainnya seperti sajadah, pengeras suara, dan lain sebagainya," sebut Edi.

Program Ramadhan 1445 H Lazismu, harap Edi yang menjadi Ketua Pelaksana Ramadhan 1445 H Lazismu, dapat diterima dengan baik oleh para penerima program sehingga dapat mendatangkan manfaat dengan maksimal. Dengan demikian, pelaksanaan ibadah Ramadhan tahun ini juga dapat berjalan dengan maksimal, termasuk ibadah sosialnya. Pada Ramadhan kali ini, Lazismu mematok kenaikan target penghimpunan dari tahun sebelum yaitu Rp. 136.379.338.237,20 menjadi Rp. 105.882.937.804,00 atau sebesar 20 persen.

Sementara itu, Yunus Anis selaku Ketua Saung Jingga menyambut baik bantuan yang diberikan Lazismu. Ia berharap agar program-program Lazismu dapat makin diperluas dari tahun ke tahun agar makin banyak memberikan manfaat untuk umat. Bantuan program Back to Masjid Lazismu sangat berarti, mengingat kondisi Saung Jingga tidak layak digunakan saat hujan tiba akibat atap bocor dan keramik lantai sudah banyak yang pecah.

"Kami merasa sangat bersyukur sekali sebagai tuan rumah dan penerima program bantuan Lazismu yang bekerja sama dengan LDK PP Muhammadiyah. Ini menjadi dukungan yang luar biasa bagi kami sebagai penggiat di Saung Jingga. Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat untuk lebih berbuat banyak kepada masyarakat, terutama komunitas pemulung di Saung Jingga," ujar Yunus.

Pada Kick Off Program Back to Masjid ini, Lazismu PP Muhammadiyah menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Saung Jingga. Saung Jingga merupakan tempat praktek ibadah seperti salat, belajar Al-Qur'an, serta kajian yang terletak di Kampung Pemulung, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Berdiri sejak 2014 di atas tanah wakaf Muhammadiyah dengan ukuran 6x12 meter, Saung Jingga dikelilingi 60 Kepala Keluarga (30 gubuk) pemulung yang dibangun dari bambu dan triplek.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Fathin Robbani Sukmana]

SELENGKAPNYA
2 Maret 2024

MELALUI TERNAK AYAM TELURMOE, LAZISMU DAN MPM ANGKAT KESEJAHTERAAN DIFABEL

KABUPATEN SLEMAN -- "Lazismu menggandeng seluruh komunitas untuk hidup berdigdaya," demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muarawati Nur Malinda saat acara Kick Off Program Peningkatan Ekonomi Difabel Melalui Ternak Ayam Petelur Fungsional "Telurmoe" pada Kamis (29/02). Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama Lazismu PP Muhammadiyah dengan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah sebagai bentuk kepedulian terhadap para difabel.

Konsep ternak ayam mengedepankan kesejahteraan hewan yang dilakukan oleh MPM PP Muhammadiyah juga mendapatkan apresiasi dari Muarawati. Menurutnya, hal tersebut bagian dari inovasi. Ia pun berharap agar model ini dapat direplikasi di daerah-daerah lainnya.

Muarawati juga mengungkapkan bahwa 70 persen dari dana yang masuk melalui Lazismu PP Muhammadiyah akan digunakan untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang. "Artinya masyarakat dapat menikmati keuntungan dari program tersebut secara kontinyu," ujarnya.

Selain itu, Lazismu dan MPM memiliki pemahaman yang sama bahwa bantuan yang diberikan tidak karitatif. Muhammadiyah, sambung Muarawati, percaya bahwa bantuan yang diberikan dalam bentuk atau model pemberdayaan akan memberikan daya ungkit dan daya angkat lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan kelompok difabel dan kelompok rentan lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin mengatakan, pemberdayaan yang dilakukan Muhammadiyah menjangkau seluruh komunitas, tak terkecuali komunitas difabel. Prinsip pemberdayaan tersebut adalah menjadikan mereka sebagai subjek dalam aktivitas pemberdayaan. "Prinsip utama dalam pemberdayaan masyarakat adalah menjadikan masyarakat itu sendiri sebagai subjek dalam setiap aktivitas pemberdayaan," ungkapnya.

Dalam konteks pemberdayaan difabel, sambung Yamin, jalan utama yang dapat ditempuh adalah dengan memberikan mereka ruang gerak serta fasilitas memadai yang mampu menunjang kemandirian. Dengan demikian, komunitas difabel dapat berdaya di atas kaki mereka. Dalam proyek ternak ayam telur fungsional ini, Yamin menjelaskan bahwa kandang didesain oleh MPM PP Muhammadiyah dengan mengedepankan welfare animal atau kesejahteraan hewan. Ayam dipelihara tidak dalam kandang sistem baterai, melainkan diumbar supaya tidak stres dan menjaga metabolisme ayam.

Setiap penyandang disabilitas mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pekerjaan atau melakukan pekerjaan yang layak. Program ini merupakan langkah Lazismu dan MPM dalam membantu penyandang disabilitas dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka melalui usaha mandiri.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
1 Maret 2024
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross