

KABUPATEN CILACAP -- PT PLN Indonesia Power Jawa Tengah 2 Adipala PGU melakukan pemasangan rambu kebencanaan di Desa Bunton, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya mitigasi dalam menghadapi bencana, khususnya tsunami. Pemasangan rambu kebencanaan yang berjumlah 12 unit tersebut mendapatkan dukungan Lazismu dan Lembaga Resiliensi Bencana atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Cilacap.
12 rambu yang berisi informasi peringatan tsunami dan arah evakuasi tersebut tersebar di beberapa titik strategis, mulai dari kawasan pantai hingga daerah yang lebih aman di sisi utara. Asisten Manajer Umum PT PLN Indonesia Power Adipala, Imam Siswo Utomo pada acara peresmian rambu kebencanaan yang dipusatkan di Pantai Cemara Sewu, Bunton, Selasa (19/12) berharap agar rambu-rambu tersebut dapat meminimalisir dampak dari bencana yang terjadi.
"Ketika terjadi bencana, harapannya masyarakat bisa mengetahui rute evakuasi dan mengetahui rambu-rambu apa yang harus diikuti supaya dampak dari bencana tersebut dapat kita minimalisir," jelas Imam.
Kabupaten Cilacap berada di garis pantai sisi selatan Jawa dan berhadapan langsung dengan zona tumbukan antara lempeng Samudra Hindia dan lempeng Eurasia yang rawan terjadi gempa dan tsunami. Ancaman tersebut perlu disadari dan diantisipasi secara serius oleh masyarakat untuk meminimalisir risiko, terlebih karena bencana datang tanpa peringatan sebelumnya. Masyarakat harus mengetahui apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana, seperti mengidentifikasi titik kumpul, mengetahui rute evakuasi, maupun rencana pengungsian.
Manajer Lazismu Kabupaten Cilacap, Budi Santoso berharap, sinergi yang dijalin antar berbagai pihak ini dapat berkelanjutan dan memiliki kontribusi pada kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat bencana. "Rambu kebencanaan dipasang di tempat yang strategis untuk memudahkan warga memperoleh informasi dan petunjuk yang tepat dan akurat ketika terjadi bencana," jelasnya.
Pemasangan rambu kebencanaan oleh PT PLN Indonesia Power ini disambut baik oleh UPT BPBD Kroya mengingat pada peristiwa tsunami tahun 2006, Desa Bunton termasuk wilayah yang terdampak cukup parah. Bahkan Kasubag Tata Usaha UPT BPBD Kroya, Mijan berharap, pemasangan rambu kebencanaan dapat diperluas ke beberapa daerah lain di Adipala, karena terdapat tiga kecamatan di Adipala yang rawan tsunami.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BELITUNG -- Rapat Kerja Daerah (Rakerda) 2024 sukses dilaksanakan oleh Lazismu Kabupaten Belitung. Dengan tema "Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs", sinergi bersama majelis, lembaga, dan ortom pun terus dijalin. Tujuannya adalah agar Lazismu Kabupaten Belitung dapat mencapai tujuan-tujuan mulia pada masa yang akan datang.
Manajer Lazismu Kabupaten Belitung, Muhammad Nadhirin menyampaikan laporan realisasi penghimpunan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) pada tahun 2023. Selain itu, perencanaan matang juga disusun untuk menetapkan target penghimpunan dan penyaluran dana ZISKA pada tahun 2024 ini. Ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh Kantor Layanan yang ada di bawah Lazismu Kabupaten Belitung. "Alhamdulillah semuanya hadir," ungkapnya.
Pentingnya pelayanan di setiap kecamatan tergambar jelas dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) kepada Kantor Layanan Lazismu yang ada di beberapa titik, seperti Sijuk, Membalong, Badau, dan daerah lainnya. Penyerahan SK tersebut dilakukan secara langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Belitung, Agus Sulistiadi. Hal ini pun menandai komitmen Lazismu untuk memperluas cakupan layanan.
Rakerda Lazismu Kabupaten Bangka Belitung kemudian diakhiri penyampaian materi oleh Rifki Hanif Setiawan selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Bangka Belitung mengenai potensi amil dalam menghimpun, mengelola, serta menyalurkan dan ZISKA untuk masa mendatang. Salah satu catatan penting yang menjadi sorotan adalah target yang dipatok untuk menghimpun dana ZISKA sebesar 5 miliar rupiah pada tahun 2024. Hal ini menandakan keingingan besar untuk mendukung program-program sosial yang lebih luas.
Hanif juga mengingatkan bahwa Lazismu Kabupaten Belitung adalah yang terbaik di Kepulauan Bangka Belitung. Oleh karena itu, para amil harus mampu berinovasi untuk mencapai SDGs melalui program-program pemberdayaan bagi masyarakat miskin. "Saya yakin Lazismu Belitung akan lebih terpercaya dan masyarakat Belitung tidak akan ada yang meragukan dana zakatnya dikelola oleh Lazismu Belitung," ujar Hanif.
Rakerda Lazismu Kabupaten Belitung dilaksanakan di Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Tanjung Pandan pada Sabtu (23/12). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Belitung, Kementerian Agama Kabupaten Belitung, Dinas Sosial Kabupaten Belitung, BAZNAS Belitung, dan tamu undangan lainnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA PANGKALPINANG -- Dalam rangka untuk meningkatkan kualitas mustahik dari status fakir atau miskin menjadi munfiq bahkan muzakki, Lazismu Wilayah Bangka Belitung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) 2024 yang berlangsung di Asrama Haji Pangkalpinang. Pada agenda tahunan ini Lazismu menyusun strategi inovatif yang menjanjikan. Tema yang diangkat adalah "Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs" dengan menjalin sinergi bersama majelis, lembaga, dan ortom di lingkungan persyarikatan.
Pada kegiatan ini, Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Fadillah Sabri menjadi narasumber pada bidang pendayagunaan ZISKA (zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya). Dalam paparannya, Fadillah mengingatkan peluang Lazismu dalam melakukan sosialisasi zakat. Hal ini dapat dicapai jika terus menjalin kerja sama dengan berbagai pihak.
"Banyak masyarakat yang belum tahu tentang kewajiban menunaikan zakat. Ini bisa menjadi peluang bagi Lazismu untuk memberikan pengertian betapa pentingnya menunaikan zakat melalui mimbar, pengajian, atau ketika salat Jumat, yaitu bekerja sama dengan perusahaan, instansi, perguruan tinggi, dan pemerintah," papar Fadillah.
Sementara itu, Dewan Pengawas Syariah Lazismu Wilayah Bangka Belitung, M. Tohir mengingatkan pentingnya pengelolaan dana zakat dengan baik agar dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. "Lazismu ini adalah lembaga zakat yang pernah mendapatkan penghargaan Indonesia's SDG's Action Award 2022. Dana zakat yang dikelola Lazismu harus sesuai dengan syariah dan tepat sasaran (8 asnaf) agar masyarakat Bangka Belitung dapat sejahtera sebagai cerminan rahmatan lil alamin," tegasnya.
Mewakili Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Elyusra Muallimin yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, Lazismu Wilayah Bangka Belitung memiliki semangat yang sangat hebat. Hal ini dapat dibutuhkan dengan raihan prestasi di kancah nasional dengan kategori Pertumbuhan ZISKA Terbaik serta nominasi Amil Terbaik dalam gelaran Rapat Kerja Nasional 2024 di Kota Palembang.
"Saya juga berharap dan yakin Lazismu Bangka Belitung akan berkembang pesat apabila Lazismu Daerahnya ikut mendukung program-program Lazismu Wilayah. Kami Lazismu Pusat akan menargetkan Lazismu Wilayah beserta Daerah se-Bangka Belitung wajib audit eksternal tahun 2023 agar tingkat kepercayaan masyarakat terus meningkat," ujar Elyusra pada acara yang berlangsung Sabtu-Ahad (16-17/12) ini.
Elyusra bersyukur bahwa dua Lazismu tingkat daerah di Bangka Belitung sudah mengikuti audit yang dilaksanakan oleh Lazismu PP Muhammadiyah bersama Kantor Akuntan Publik Abdul Hamid dan Rekan. Keduanya pun mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian). Capaian ini membuktikan bahwa Lazismu di Bangka Belitung serius dalam mengelola dana zakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN PURBALINGGA -- Bertempat di Goa Lawa Purbalingga, Lazismu Kabupaten Purbalingga menggelar rihlah bersama anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) Maskanussalam dan para wali santri. Kegiatan ini merupakan momen istimewa bagi para peserta untuk melakukan tadabbur alam. Selain itu, acara ini menjadi wadah sosialisasi keberadaan Lazismu Kabupaten Purbalingga kepada masyarakat, terutama para wali santri.
Pengasuh TPQ Maskanussalam, Taman berharap agar kegiatan yang berlangsung pada Rabu (28/12) ini dapat memberikan keberkahan. "Dengan adanya acara pagi ini semoga menjadi keberkahan dan bisa menjadikan TPQ Maskanussalam lebih baik, lebih berkembang, dan lebih maju," harapnya.
Taman pun mengajak para wali santri untuk menjadi bagian dari program-program Lazismu dengan turut mengisi kaleng infak yang diberikan. "Juga untuk para wali santri lebih semangat dalam mengisi kaleng infak, bahwasanya infak yang para wali santri berikan akan berdampak pada perkembangan TPQ dan juga membantu berjalannya program Lazismu di Kaligondang," ujarnya.
Kehadiran Lazismu Kabupaten Purbalingga dalam kegiatan ini dibingkai dengan penyelenggaraan program sosial dan keagamaan. Salah satunya adalah dengan memberikan hadiah RendangMu kepada para santri. Tujuannya adalah memperkenalkan RendangMu di tengah-tengah masyarakat Kaligondang agar kelak akan muncul donatur dari warga Kaligondang yang turut serta dalam program tersebut.
Dengan adanya rihlah ini Lazismu Kabupaten Purbalingga dapat menciptakan jejak positif melalui program-program unggulan seperti RendangMu. Harapannya, masyarakat setempat dapat terinspirasi dan memperkuat keterlibatan Lazismu Kabupaten Purbalingga dalam mendukung pendidikan dan kegiatan sosial di wilayah Kaligondang.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA MEDAN -- Lazismu Wilayah Sumatra Utara menyelenggarakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pada Sabtu (13/01) di Hotel Grand Jameek, Jalan Gagal Hitam Medan yang diikuti oleh utusan dari 11 daerah yang memiliki Kantor Layanan Lazismu. Acara ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Utara Hasyimsyah Nasution, Bendahara Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatra Utara Kusmilawaty, Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nuryadi Wijihardjono, Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah Edi Suryanto, Manajer Area Lazismu Wilayah Jawa Tengah Ikhwanushoffa, dan para pengurus Lazismu tingkat daerah se-Sumatra Utara.
Ketua PWM Sumatra Utara, Hasyimsyah Nasution pada pembukaan Rakerwil menjelaskan berbagai hal dalam pengembangan Lazismu di Sumatra Utara. Ia berharap, Lazismu terus begerak untuk mengelola potensi zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang ada. Tidak hanya ZIS dari perusahaan besar, amil Lazismu juga diminta untuk tetap memberi kesempatan kepada muzakki yang kecil.
"Warga Muhammadiyah sudah sangat terbiasa dan terlatih berinfak. Tapi persoalannya adalah belum merata dan jumlah masih sedikit. Ini yang perlu ditumbuhkan," ujar Hasyimsyah pada pembukaan Rakerwil yang berlangsung Sabtu (13-14/01).
Ketua Badan Pengurus LazisMu Wilayah Sumatra Utara, Syahrul Amsari pada laporan pembukaan Rakerwil menjelaskan, potensi ZIS sumatra Utara sangat besar dan mencapai 8 triliun rupiah. Saat ini potensi yang sudah digarap hanya 2 hingga 5 persen saja. Artinya, potensi ZIS yang dapat digarap masih sangat besar. "Untuk itu, semua kantor Lazismu di daerah harus berpikir serius menggarap potensi yang masih sangat terbuka," ungkapnya.
Terkait perkembangan Lazismu di Sumatra Utara, Syahrul menyebutkan, 4 kantor Lazismu telah teraudit oleh Kantor Akuntan Publik dan mendapatkan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yaitu Lazismu Wilayah Sumatra Utara, Lazismu Kota Medan, Lazismu Kota Binjai, dan Lazismu Kabupaten Asahan. Pada periode ini, ia berharap agar Lazismu dapat terbentuk di semua daerah yang ada di sumatra Utara.
"Saat ini di Sumatra Utara baru ada 16 Kantor Layanan, diharapkan semua Pimpinan Daerah Muhammadiyah segera memiliki Kantor Layanan," harap Syahrul.
Target pencapaian Lazismu se-Sumatra Utara pada periode 2022-2027 adalah sebesar 70 miliar rupiah. Pencapaian donasi untuk Palestina sebesar Rp. 3.198,192.000,- yang merupakan 5 besar dari donasi wilayah secara nasional. Pelaksanaan Rakerwil pun ditandai dengan penyerahan sertifikat WTP kepada Lazismu Kota Medan, Lazismu Kabupaten Asahan, dan Lazismu Kota Binjai.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA SURABAYA -- Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Sukadiono membuka pelaksanaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lazismu Jawa Timur 2024. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu-Ahad (6-7/01) di Surabaya Suite Hotel. Mengangkat tema "Penguatan Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDGs", acara ini berlangsung cukup meriah dengan berbagai agenda sidang pembahasan yang disertai rencana aksi dan pencanangan akselerasi.
Dalam sambutannya, Sukadiono mengutip Al-Qur'an surat Al-Hasyr ayat 18 yang memberikan pelajaran untuk menetapkan mekanisme evaluasi diri. Dalam konteks Lazismu adalah evaluasi program. Kesuksesan sebuah program menurutnya ditentukan oleh 4 hal, yaitu komitmen pimpinan, infrastruktur yang tersedia, kompetensi sumber daya manusia, dan kompetisi.
"Marilah kita menilai program yang telah berjalan dan merencanakan program untuk periode berikutnya yang lebih baik dan lebih sukses," ajak Sukadiono.
Sukadiono kemudian meminta para Aparatur Sipil Muhammadiyah (ASM) yang bekerja di Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) untuk wajib menunaikan zakat atau infak di Lazismu. "Hal ini bukan soal besar dan kecilnya gaji, tetapi soal komitmen pada ajaran agama. Berapapun nominalnya bukan masalah. Sebagaimana Al-Qur'an surat Ali-Imran ayat 134, baik ekonomi longgar ataupun sempit infak harus tetap berjalan," tegasnya.
Rekrutmen dan promosi amil yang dilakukan harus berdasarkan kompetensi, bukan berdasarkan suka atau tidak suka. Setiap amil pun mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kompetensinya. Sementara terkait infrastruktur, Lazismu harus memiliki kantor yang permanen dan menyiapkan tata kelola dalam penghimpunan, pelayanan dan pendistribusian sesuai dengan perkembangan zaman, yaitu digitalisasi.
"Sekarang ini layanan yang berbasis manual sudah ketinggalan dan tidak mampu mengejar target perolehan Lazismu Nasional yang mencapai setengah triliun rupiah," jelas Sukadiono
Rakerwil Lazismu Jawa Timur 2024 diikuti oleh sekitar 168 orang peserta, terdiri dari 15 Badan Pengurus dan Dewan Pengawas Syariah Lazismu Wilayah Jawa Timur, 139 peserta Lazismu Daerah terdiri dari Badan Pengurus, Dewan Pengawas Syariah, dan perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah setempat, serta 6 orang Manajer Kantor Layanan tingkat wilayah, dan undangan khusus. Dalam Rakerwil tersebut juga diluncurkan program Sertifikasi Amil dan Sekolah Amil yang bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tak ketinggalan peluncuran SIM-ZISKA (Sistem Informasi Manajemen Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan) untuk konsolidasi laporan keuangan, penghimpunan, dan penyaluran. Menjelang penutupan juga diserahkan Award atau Penghargaan Lazismu Jawa Timur kepada Lazismu Daerah yang berprestasi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

