

KOTA YOGYAKARTA -- Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA), Lazismu, dan Ortom di wilayah DI Yogyakarta meluncurkan program Family Learning Center (FLC). Program ini bertujuan untuk mengatasi terjadinya korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan membentuk ketahanan keluarga. Peluncurannya dilakukan pada Sabtu (25/11) di sela-sela rangkaian agenda Muhammadiyah Jogja Expo. FLC yang diinisiasi oleh berbagai elemen Muhammadiyah di wilayah DI Yogyakarta seperti PWA, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA), Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), dan Lazismu secara resmi diluncurkan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DI Yogyakarta yang diwakili oleh Ridwan Furqoni dan Widiastuti mewakili PWA DI Yogyakarta.
Ketua PWA DI Yogyakarta, Widiastuti berharap agar dengan adanya program ini dapat mendorong lahirnya keluarga yang memiliki ketahanan dan mampu menghadapi tantangan. "Kita mengharapkan terwujudnya keluarga-keluarga yang memiliki ketahanan, keluarga yang punya potensi lahir dan batin, dan keluarga yang mampu hadapi tantangan. Dalam keluarga, kita menutrisi hati kita utuk istiqamah beribadah di jalan-Nya," ujarnya.
Dalam paparannya, Widiastuti mengungkap bahwa data dan fakta kasus kekerasan dalam rumah tangga di wilayah DI Yogyakarta sejak tahun 2019 hingga tahun 2022 di atas 600 kasus. Sementara tingkat perceraian per tahun mencapai 5000 kasus. Hal ini memicu dampak psikologis dan sosial yang signifikan, terutama pada anak-anak.
FLC akan menjadi program unggulan di Lazismu Wilayah DI Yogyakarta dalam penanganan korban kasus KDRT. Dalam hal ini, zakat bisa dipergunakan untuk korban kekerasan rumah tangga. Hal ini disampaikan oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Hamim Ilyas.
"Dulu salah satu yang berhak menerima zakat adalah korban perbudakan. Perbudakan seperti di masa lalu kini sudah tidak ada. Namun, di zaman sekarang masih ada penindasan, antara lain karena ada pengaruh sistem patriarki bahwa laki-laki itu lebih utama," terang Hamim.
FLC akan fokus pada penguatan hubungan dengan menyediakan layanan konseling bersifat luring maupun daring dan juga layanan bantuan hukum. Program ini diyakini dapat membantu keluarga untuk mengatasi konflik dan memperkuat hubungan. Visi yang dibangun menjadi pusat pembelajaran dan konsultasi keluarga di wilayah DI Yogyakarta dan berkomitmen untuk meningkatkan kualitas keluarga melalui layanan konseling psikologi, pendampingan hukum, serta edukasi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

JAKARTA -- Komunitas Pejuang Subuh Marangin memercayakan amanah penyaluran donasi kemanusiaan melalui Lazismu. Penyerahan donasi ini dilakukan di Kantor Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta Pusat. Bantuan ini diterima langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais didampingin oleh Sekretaris Badan Pengurus Gunawan Hidayat, Wakil Sekretaris Badan Pengurus Hafizh Syafa'aturrahman, Direktur Utama Edi Suryanto, dan para Eksekutif.
Amanah bantuan ini disambut baik oleh Lazismu. Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais menegaskan, Lazismu tidak hanya memberikan bantuan untuk mancanegara saja seperti Palestina, namun juga tetap memperhatikan berbagai permasalahan yang ada di tanah air. "Secara proporsional kita membantu Palestina dan di dalam negeri kita juga membantu. Kita punya kepedulian yang tinggi," tegas Rais.
Menyambung Rais, Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang telah dipercayakan melalui Lazismu. Ia pun mengapresiasi Komunitas Pejuang Subuh Merangin yang telah menempuh perjalanan sekitar 24 jam dari Kabupaten Merangin untuk menyerahkan bantuan kepada Lazismu PP di Jakarta. Bantuan senilai 551 juta rupiah itu tidak hanya disalurkan dalam bentuk karitas atau bantuan yang sifatnya langsung habis, namun juga akan disalurkan dalam bentuk program jangka panjang.
"InsyaAllah dalam waktu dekat akan kita salurkan kepada rakyat Palestina yang memang berhak menerima donasi tersebut. Dan penyaluran donasi ini akan kita lakukan melalui mitra-mitra lokal dan jaringan Muhammadiyah yang tersebar di Timur Tengah dan sekitarnya yang dekat dengan Palestina," terang Edi saat penyerahan bantuan yang berlangsung pada Rabu (29/11) tersebut.
Untuk tahap awal, Lazismu akan memprioritaskan bantuan untuk pangan dan juga obat-obatan. Lazismu juga akan segera menyampaikan pelaporan berupa dokumentasi, baik berupa video maupun foto-foto kepada Komunitas Pejuang Subuh untuk disampaikan kepada para jamaah yang telah menitipkan donasi tersebut.
Sementara itu, Andi mewakili Pejuang Subuh Merangin menerangkan, bantuan ini dihimpun dari masyarakat, pemerintah daerah, serta para donatur Kabupaten Merangin yang memercayakan donasi tersebut melalui pihaknya. "Hari ini kami sampaikan amanahnya kepada Lazismu Pusat di Jakarta untuk mengatur penyalurannya untuk saudara-saudara kita di Palestina. Semoga Palestina merdeka," ungkapnya.
Komunitas Pejuang Subuh Merangin telah menghimpun dana kemanusiaan untuk Palestina sebesar 551 juta rupiah. Melalui Aksi Merangin Peduli Palestina, penghimpunan dana tersebut berjalan hampir satu bulan di Kabupaten Merangin. Pada penggalangan tersebut, masyarakat Kabupaten Merangin pun sangat antusias untuk bergerak bersama membantu saudara-saudara di Palestina.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA -- Bersama Lembaga Dakwah Komunitas (LDK), Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah (PP) menjalin kerja sama dalam pemberian nafkah bagi para dai. Dai-dai tersebut berada di bawah naungan LDK yang mengabdi di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal). Nafkah yang diberikan ini bertujuan untuk mendukung dakwah di kawasan 3T dan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para dai Muhammadiyah yang sedang berjuang menyebarkan dakwah hingga ke pelosok negeri.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Mochamad Arifin memberikan apresiasi atas kerja sama yang dilakukan ini. "Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Lazismu PP Muhammadiyah atas kerja sama kafalah dai. Tentu saja kerja sama ini memberikan banyak manfaat bagi para dai Muhammadiyah yang ada di daerah 3T," ujarnya.
LDK PP Muhammadiyah memiliki banyak dai yang disebar di berbagai daerah di seluruh pelosok Indonesia. Dai tersebut, sambung Arifin, bertugas mengembangkan dakwah Muhammadiyah dan mendapatkan insentif setiap bulannya. "Kita berharap kerja sama ini bisa terus berjalan, sehingga Lazismu sebagai pendukung dan LDK sebagai pengembang bisa semakin mengembangkan dakwah di daerah yang belum terjamah, terutama daerah pedalaman dan terluar Indonesia," imbuhnya.
Terkait peran dai, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Ahmad Imam Mujadid Rais mengatakan bahwa hal ini penting. Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah Islam menyadari urgensi peran dai sebagai ujung tombak dakwah Islam di tengah masyarakat. "Walau zaman terus berubah dengan maraknya dakwah di kanal digital, namun kehadiran dai di tengah masyarakat tetap menjadi oase bagi masyarakat yang dahaga akan ilmu dan teladan agama. Terlebih di daerah yang masih memiliki keterbatasan akses informasi," sebutnya.
Rais pun berharap agar kolaborasi antara Lazismu dan LDK PP Muhammadiyah dapat memberikan manfaat dan motivasi bagi para dai tersebut. "Harapannya semoga program ini memberi manfaat dan motivasi bagi para dai yang berjuang di tengah masyarakat dalam mendakwahkan Islam Berkemajuan sebagaimana yang menjadi ciri dan spirit dakwah Muhammadiyah. Lebih dari pada itu, dakwah yang mencerahkan dan memberdayakan masyarakat dapat mentransformasikan masyarakat di tempat dai bertugas menjadi kawasan berkemajuan," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Kantor Layanan (KL) Lazismu Mantrijeron mengadakan Pelatihan Tingkat Dasar Manajemen TPA untuk para guru mengaji. Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional ini bekerja sama dengan Balai Litbang LPTQ Nasional dan Tim Tadarus AMM (Angkatan Muda Masjid dan Mushola) Yogyakarta. Pelatihan ini berlangsung pada Sabtu (25/11) di SD Muhammadiyah Danunegaran, Kota Yogyakarta.
Kepala Kantor Lazismu Mantrijeron, Nur Alam Romadhon dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran guru mengaji dalam mencetak generasi cinta Al Qur'an. Oleh karena itu, KL Lazismu Mantrijeron memberikan dukungan dengan cara mengadakan pelatihan ini. Tujuan adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan ustadz dan ustadzah TPQ/TPA dalam mendidik para santri. Selain itu, pelatihan ini juga untuk menambah pengetahuan dalam mengelola TPQ/TPA yang benar. Ke depannya, para ustadz dan ustadzah dapat terstandardisasi.
Afifah Zulfahummifta Hidayat, Staf Program Pendidikan KL Lazismu Mantrijeron menerangkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta. Mereka berasal dari Kemantren Mantrijeron dan sekitarnya. Ia pun menambahkan bahwa acara ini dapat berjalan lancar atas peran para donatur. "Harapan kami, dengan adanya pelatihan ini para ustadz dan ustadzah dapat meningkatkan kapasitas keterampilan dan kualitas ilmunya, sehingga dapat diterapkan dalam mengajarkan Al-Qur'an pada santriwan dan santriwati di TPA masing-masing," ujarnya.
Salah satu peserta, Yulia Nanda dari Masjid Al Ihsan Suryodiningratan, Mantrijeron mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan ini. "Terima kasih kepada Lazismu Mantrijeron yang telah melaksanakan Pelatihan Tingkat Dasar Manajemen TPA. Karena dari acara ini, kami mendapatkan 'insight' yang dapat kami kembangkan di TPA masjid kami. Terima kasih," ungkapnya.
Narasumber dalam pelatihan ini yang berasal dari Tim Tadarus AMM Yogyakarta, yaitu Iwan Rustiawan, sedangkan materi yang disampaikan yang pertama adalah Irama Murottal Dasar Rost dan Materi Ujian Syahadah. Dilanjutkan dengan materi kedua yaitu Teknik Pengajaran Metode Iqro'. Materi terakhir adalah Manajemen Pengelolaan Kelas dan Kurikulum.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

KOTA YOGYAKARTA -- Lazismu Wilayah DI Yogyakarta membagikan bantuan beasiswa kepada para peserta didik di lingkungan pendidikan Muhammadiyah DI Yogyakarta. Beasiswa ini diberikan untuk membantu hingga lulus sekolah dan dapat meneruskan hingga ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan beasiswa dilakukan di SMP Negeri 7 Yogyakarta, dihadiri oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, serta didampingi oleh Kepala SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta.
Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta, Arif Jamali Muis dalam sambutannya menyampaikan, Muhammadiyah memiliki semangat untuk membantu melalui implementasi tauhid. Program beasiswa ini merupakan bagian amanat Muhammadiyah dalam tugasnya untuk ikut andil mencerdaskan siswa-siswi sekolah tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
"Lazismu DI Yogyakarta membiayai anak-anak sekolah dari keluarga yang memiliki cita-cita tinggi namun ada keterbatasan banyak hal. Ini merupakan landasan implementasi tauhid kepada Allah SWT untuk mewujudkan konsep rahmatan lil alamin," ujar Arif Jamali Muis pada penyerahan bantuan yang berlangsung Senin (13/11).
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana menyambut baik penyerahan beasiswa ini. Ia berharap agar bantuan ini dapat mendatangkan manfaat bagi yang menerimanya. "Hari ini akan diberikan program Beasiswa Mentari sampai selesai. Beasiswa ini dimanfaatkan sebenar-benarnya dan punyalah cita-cita dengan baik," harapnya.
Program pendidikan menjadi prioritas Lazismu Wilayah DI Yogyakarta setiap tahun. Hingga saat ini telah banyak bantuan yang diberikan melalui program pembebasan biaya SPP, mulai dari jenjang TK hingga perguruan tinggi. Hal ini merupakan wujud gerakan Al Maun Muhammadiyah dalam implementasinya di dunia pendidikan dan setiap anak menjadi bagian dari dakwah persyarikatan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN BANTUL -- Ratusan kaleng makanan siap saji RendangMu kembali disalurkan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. RendangMu merupakan produk inovasi yang berasal dari program qurban kemasan Lazismu. Penyaluran RendangMu tersebut dilakukan pada Ahad (26/11) di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan kepada Komunitas Mardiko yang merupakan kelompok pemulung binaan MPM.
Ketua Bidang Daerah 3T dan Komunitas Khusus MPM PP Muhammadiyah, Sudarmini mengatakan bahwa bantuan Rendangmu tersebut merupakan produk Lazismu yang disalurkan melalui pihaknya. "Dalam rangka menyampaikan amanah dari Lazismu melalui MPM PP Muhammadiyah sejumlah 480 kaleng Rendangmu yang akan dibagikan 420 warga Mardiko," sebutnya.
Ketidakjelasan kebijakan pengelolaan sampah saat ini, lanjut Sudarmini, sangat berdampak kepada komunitas pemulung di TPST Piyungan. Ia pun mengajak komunitas Mardiko untuk tetap bertahan di tengah kondisi tersebut, termasuk dalam hal menjaga kondisi kesehatan diri dan keluarga.
"Mari kita tetap bertahan dengan cara memberdayakan diri sendiri dalam rangka untuk tetap bertahan hidup sehat dan bergizi dan tidak boleh patah semangat," ajak Sudarmini.
Sementara itu, Maryono selaku Ketua Kelompok Mardiko menjelaskan, makanan bergizi adalah kebutuhan utama bagi kelompok pemulung yang setiap hari berjibaku di tengah tumpukan sampah. Kehadiran bantuan RendangMu ini pun dirasa sangat penting bagi mereka.
"Dengan donasi daging qurban dalam bentuk RendangMu ini kami rasa penting untuk kami. InsyaAllah nanti menambah gizi para pemulung di TPST Piyungan," pungkas Maryono.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

