

JAKARTA – Menjelang akhir bulan Mei 2025, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (PPN/Bappenas RI) mengirimkan surat permohonan pengisian formulir Best Practice Voluntary National Review (VNR) 2025 kepada Lazismu.
Surat permohonan itu diterima pimpinan Lazismu lewat lembar disposisi tertanggal (27/5/2025). Berisi tentang kontribusi dan komitmen global dalam pelaksanaan dan pelaporan capaian, tantangan serta praktik baik implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals.
Melalui surat tersebut, ini merupakan kabar gembira yang diterima Lazismu. Menurut keterangan dari Direktur Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Lutfi Ardi Kautsar (28/5/2025), bahwa setelah pimpinan mempelajari Best Practice Voluntary National Review (VNR) 2025, hasilnya Edutab-MU kembali diusulkan menjadi kandidat praktik baik suatu program yang berdampak, atas pertimbangan dari sisi tantangan, hasil dan dampaknya.
“Lazismu sebagai salah satu peserta dari 32 lembaga yang mengusulkan telah mengirimkan formulir itu secara lengkap yang ditujukan ke Sekretariat SGDs BAPPENAS RI. Mohon doa dan dukungannya kepada semua pihak yang berkontribusi dan terlibat semoga Lazismu kembali terpilih dalam praktik baik VNR 2025 yang diselenggarakan Sekretariat SDGs BAPPENAS lewat pilar program pendidikan yaitu Edutab-MU,” tandasnya.
Ardi mengatakan Edutab-MU merupakan program inovatif yang didesain oleh Lazismu untuk mendukung pencapaian SDGs, yakni tujuan keempat: Pendidikan Berkualitas. Dalam perjalanannya, sambung Ardi, tujuan mulia ini tidak mungkin dicapai jika hanya dilakukan oleh Lazismu sendiri. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci utama menghadirkan inovasi pendidikan berbasis teknologi yang memenuhi standar internasional.
Adapun mitra kolaborasi Lazismu antara lain Enuma Inc., perusahaan teknologi pendidikan berbasis di Amerika Serikat, menyediakan platform dan konten pembelajaran digital yang inovatif dan dapat diakses dengan mudah tanpa koneksi internet.
Sementara itu, mitra lainnya yang turut berkontribusi adalah The HEAD Foundation sebagai lembaga filantropi internasional yang memberikan dukungan dalam bentuk keahlian dan pendanaan. Mitra strategis berikutnya adalah Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah hadir sebagai representasi masyarakat sipil yang memiliki jejaring sekolah luas dan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan pendidikan lokal.
Jalan Terjal
Keberhasilan Edutab-MU sebagai program pendidikan inovatif dalam prosesnya tak semulus yang diduga, implementasinya penuh jalan terjal dan berliku. Kolaborasi ide dan aksi menjadi pemandu dan kekuatan yang saling melengkapi dari aspek pendanaan, teknologi dan kapasitas guru.
Puji syukur tablet eduaktif ini telah didistribusikan ke penerima manfaat yang berisi konten literasi, numerasi, dan bahasa yang interaktif serta relevan secara pedagogi kontekstual. Berdasarkan hasil asesmen Edutab-MU manfaatnya telah dirasakan di sepuluh provinsi yang dijalankan dalam kurun waktu tiga tahun dimulai dari 2021 – 2024.
Berkaca dari hasil monitoring dan evaluasinya, dengan menggunakan metode Social Return on Investment (SROI) diketahui bahwa setiap investasi dalam program menghasilkan dampak sosial yang signifikan, dengan rasio SROI lebih dari 1 di seluruh sekolah sampel.
Capaian menggembirakan ini memperkuat asa bahwa Edutab-MU layak untuk dikembangkan dan direplikasi secara lebih luas sebagai model transformasi pendidikan berbasis nilai, teknologi, dan kemitraan berkelanjutan yang berdampak nyata.
Praktik baik Voluntary National Review (VNR) 2025 sendiri menurut informasi dari laman resmi SDGs BAPPNAS RI (5/5/2025) merupakan proses laporan sukarela dari negara-negara tentang kemajuan yang dicapai dalam implementasi SDGs secara akuntabilitas dan transparans, demikian disampaikan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo selaku Ketua Tim Pelaksana Nasional SDGs.
Mengusung prinsip No One Left Behind, proses penyusunan laporan VNR Indonesia keempat sejak 2017 ini melibatkan banyak pihak dengan mengumpulkan masukan dan memperkaya analisis dari beragam perspektif, mulai dari unsur pemerintah, masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, hingga mitra pembangunan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

TABANAN - - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) kembali merealisasikan komitmennya dalam memperkuat pendidikan Islam di Indonesia melalui Program Kemaslahatan.
Wujud nyata program tersebut adalah renovasi dan pembangunan gedung asrama santri di Pondok Pesantren Bali Bina Insani, yang berlokasi di Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Rabu (21/05/2025).
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk renovasi dan pembangunan fasilitas asrama santri yang sempat terbengkalai selama tujuh tahun. Kini, fasilitas itu dapat kembali dimanfaatkan oleh para santri dalam menempuh pendidikan di lingkungan yang nyaman, sehat, dan layak huni.
Acara peresmian dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Pimpinan BPKH RI, Sulistyowati, Anggota Badan Pengurus Lazismu Pusat, Muarawati Nur Malinda, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Bali, Miftahnurrahman; serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Plt Asisten II Setda, I Nyoman Gede Gunawan, yang hadir mewakili Bupati Tabanan.
Dalam sambutannya, Sulistyowati menyampaikan bahwa program kemaslahatan ini merupakan bagian dari pengelolaan nilai manfaat Dana Abadi Umat (DAU) yang dikelola oleh BPKH. Ia menegaskan, dana yang digunakan bukan berasal dari dana haji, melainkan dana hasil pengelolaan yang memang dialokasikan untuk kegiatan yang memberikan manfaat luas kepada umat, salah satunya dalam bentuk pembangunan sarana pendidikan.
“Saya berharap dengan adanya fasilitas asrama baru ini, kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Bali Bina Insani dapat meningkat, dan para santri dapat menimba ilmu dengan lebih baik”, ujarnya
Ia juga mengapresiasi kolaborasi strategis ini dalam merealisasikan berbagai program kemaslahatan di berbagai wilayah Indonesia. Kerja sama ini disebutnya sebagai bentuk sinergi kelembagaan yang bertujuan mendorong kesejahteraan dan kemajuan umat dengan pendekatan yang tepat sasaran.
Sementara itu, I Nyoman Gede Gunawan menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Bali Bina Insani. Menurutnya, pembangunan kembali asrama yang telah lama terbengkalai merupakan bentuk nyata dari dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di Bali, khususnya di sektor pendidikan.
“Program ini membuktikan nilai-nilai toleransi dan keberagaman di Bali terus terjaga. Bantuan yang diberikan kepada pondok pesantren ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tanpa memandang latar belakang agama”, tandasnya.
Ia juga menekankan, Pondok Pesantren Bali Bina Insani telah menjadi ikon keberagaman dan toleransi di Bali. Dengan mengusung konsep Tolerance Boarding School, pesantren ini menaungi lembaga pendidikan SMP, SMA, dan Sanawiyah, syukur alhamdulillah prestasi kami sangat luar biasa.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, Miftahnurrahman, turut menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas bantuan yang diberikan. Ia mengatakan pembangunan asrama ini sebagai langkah penting dalam memperkuat sarana dan prasarana pembelajaran di pondok pesantren.
“Kolaborasi antara BPKH dan Lazismu adalah bentuk strategi penguatan pendidikan Islam yang sangat kami apresiasi. Kami berharap sinergi seperti ini terus terjalin dan berkembang, bukan hanya di Bali, tetapi juga di seluruh Indonesia”, ungkapnya.
Program Kemaslahatan merupakan salah satu pilar penting dalam mandat BPKH, yang bertujuan menyalurkan nilai manfaat dari pengelolaan keuangan haji kepada masyarakat luas dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan sosial keagamaan.
Lazismu sebagai mitra pelaksana terus berkomitmen dalam menyalurkan dana tersebut secara transparans, akuntabel, dan tepat sasaran.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

JAKARTA – Lembaga amil zakat, infak dan sedekah Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Lazismu) mengumumkan jalin kerjasama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman terkait perluasan manfaat teknologi digital untuk kemudahan menyalurkan donasi yang berlangsung di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta pada Senin, (26/5/2025).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, setelah menandatangani menyampaikan bahwa pertemuan ini kemitraan antara Lazismu dan BRI. Lazismu yang ditugaskan PP Muhammadiyah tentang penghimpunan dan pendayagunaan zakat juga perlu mengakses potensi masyarakat yang ada di Indonesia.
“Keberadaan BRI dengan jaringan kantor layanannya yang luas dapat bersama – sama melakukan edukasi zakat dengan dukungan teknologi informasi”, pungkasnya. Ada banyak program di Lazismu, termasuk yang terdekat adalah program Qurbanmu yang juga menghadirkan program kurban balik kampung.
Di samping itu Lazismu memiliki program Qurbanmu di luar negeri yang juga berkolaborasi dengan rekan dari perbankan. Terima kasih kami sampaikan atas terjalinnya kerja sama ini.
Mewakili BRI, Branch Manager BRI Asia Afrika Bandung, R Pandu Bagja Sumawijaya menyampaikan terima kasih kepada Lazismu yang telah memercayakan kepada BRI. “Semoga kerja sama ini bisa terwujud untuk kolaborasi lebih lanjut,” katanya setelah penandatanganan nota kesepahaman.
Kerja sama ini merupakan upaya melayani umat Islam di Indonesia. Lebih lanjut, Pandu menambahkan dengan nilai potensi jaringan kantor layanan yang dimiliki BRI sampai pulau terluar kami berupaya melayani seluruh masyarakat dan syiar Islam untuk edukasi Zakat, Infak, Shadaqah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA).
Sementara itu, Direktur Fundraising Lazismu Pusat Mochammad Sholeh Farabi, mengapresiasi langkah strategis ini. Terutama dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mempermudah masyarakat dalam menyalurkan Zakat, Infak, Shadaqah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZISKA) khususnya melalui aplikasi BRIMO.
“Kerja sama ini merupakan langkah inovatif yang sejalan dengan visi Lazismu untuk mengoptimalkan penghimpunan dana sosial keagamaan secara transparan, akuntabel, dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat,” paparnya.
Melalui fitur pembayaran ZISKA di BRIMO, masyarakat kini dapat menunaikan kewajiban dan perencanaan finansial untuk berbagi kapan saja dan di mana saja secara praktis, cepat, dan aman.
Kami meyakini kolaborasi dengan BRI ini tidak hanya akan memperluas jangkauan penghimpunan dana sosial, tetapi juga menjadi bukti nyata bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk memperkuat tradisi filantropi Islam di era modern.
Inisiatif ini sekaligus mendukung program-program Lazismu dalam pemberdayaan umat, pendidikan, kesehatan, dan kemanusiaan yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Lazismu berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan para donatur melalui inovasi digital. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memanfaatkan kemudahan ini sebagai bagian dari ibadah dan kepedulian sosial kita bersama.
Hadir dan turut menyaksikan dalam penandatanganan nota itu, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani, Direktur Kelembagaan dan SDM Lazismu (Plt) M. Adi Rosadi, Direktur Fundraising Lazismu Pusat Mochammad Sholeh Farabi dan Heriansyah Funding and Transaction Manager Bank BRI BO Asia Afrika serta Alzena Juliawati Relationship Manager Funding and Transaction Manager Bank BRI BO Asia Afrika Bandung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Selaras dengan tanfidz keputusan muktamar ke-48 Muhammadiyah tahun 2022, di Surakarta, bahwa memperluas jalan dakwah kepada generasi milenial merupakan bagian dari upaya pemberdayaan umat. Lazismu dengan programnya fokus mengimplementasikan dakwah alternatif itu menanamkan nilai-nilai positif melalui pembekalan dan pengalaman nyata di gerakan filantropi.
JAKARTA -- Proses seleksi telah dilakukan dari lima puluhan pendaftar dan menjaring 14 peserta yang dianggap layak untuk mengikuti Philanthropy Academy 2025. Sebuah program yang dirancang untuk melatih dan memberikan pengalaman nyata kepada generasi muda dalam pengelolaan program filantropi.
Program Philanthropy Academy ini digelar selama tiga hari secara intensif, demikian disampaikan Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, di Jakarta, pada Jum’at (16/5/2025). Mujadid Rais sangat senang dan mengapresiasi terlaksananya program ini. Dia berharap setelah peserta melantai dan menyelami ke depannya peserta bisa aktif untuk berproses selama satu tahun.
“Dari proses tersebut layaknya suatu pembekalan pendidikan ada aspek-aspek pengetahuan yang diperoleh dalam tiga matra yaitu kognitif, afektif dan psikomotorik,” katanya. Tiga matra ini menjadi dasar pengetahuan untuk berani mengambil keputusan, mengelola ide dan program serta menalikannya dalam simpul penghimpunan (fundraising) dan pendistribusian.
Seraya membuka secara resmi Philanthropy Academy 2025, dia mengatakan amil sebagai profesi sangat jelas disebutkan dalam al-Qur’an. Oleh karena itu, lanjutnya, amil bisa melihat tata global, dan mempersiapkan dengan respons tata kelola filantropi.
Dia menyarankan, amil dapat mengakses buku-buku bergizi tentang filantropi seperti yang ditulis oleh Hilman Latief dan Amelia Fauzia. Ini menjadi pintu masuk untuk bisa membuka tirai filantropi agar dapat terlibat dalam dinamikanya.
Selama tiga hari, peserta mendapat materi pengantar filantropi, manajemen filantropi, strategi fundraising dan komunikasi efektif, penyusunan rencana program, monitoring dan evaluasi serta studi kasus yang diakhiri simulasi praktik filantropi.
Dalam sesi pengenalan apa itu filantropi, fasilitator Barry Aditya menyuguhkan pancingan pertanyaan mentimeter seputar filantropi. Apa manfaat dan dampaknya. Gayung bersambut, setiap peserta memberikan jawaban sesuai pendapatnya masing-masing.
Diana Yuningsih peserta dari Manajemen Zakat dan Wakaf UMJ, berpendapat bahwa filantropi merupakan bagaimana dapat memberikan manfaat bagi orang banyak, melalui harta, keahlian, tenaga.
Pendapat lainnya disampaikan Erza Fahreza mahasiwa Ilmu Hukum Brawijaya Malang, bahwa filantropi meningkatkan kepekaan tentang apa yang terjadi di masyarakat. Setiap orang bisa saja dalam suatu waktu mampu memberi dan di lain waktu bisa menerima. Tak hanya itu, sambungnya, filantropi dalam aspek tertentu bisa berupa seperangkat aturan atau hukum dalam tata kelolanya.
Atas jawaban dan respons dari peserta, Barry mengungkapkan bahwa di Lazismu ada satu rangkaian dalam menyusun suatu program, bagaimana proses ketika disampaikan kepada publik terutama donasi, jika program sudah berjalan ada monitoring evaluasi yang selanjutnya akan ada suatu kesempatan belajar mengetahui bagaimana hasilnya?
“Ada yang langsung dan kelihatan, misal menyalurkan program karitas, dan ada output yang dinilai. Ada juga hasilnya dapat dilihat dalam waktu jangka panjang seperti pendidikan dan ekonomi. Kembali ke pertanyaan mentimeter, apa yang ingin dilihat dari suatu perencanaan dalam durasi waktu yang singkat adalah satu tahun,” jelasnya.
Sejalan dengan itu, fasilitator menawarkan aspirasi kepada peserta agar selama tiga hari pelatihan ini berjalan lancar, tertib dan sukses. Menurut Barry, kontrak belajar perlu disepakati sehingga peserta dalam mengikuti jalannya pelatihan punya komitmen kuat.
Senada dengan pertanyaan mendasar tentang apa itu filantropi, Muarawati Nurmalinda fasilitator di sesi topik materi Menjelajahi Dunia Filantropi, dalam tilikan memberi, berdampak dan menginspirasi, mengatakan, filantropi tidak sekadar memberi dan menerima.
“Konsep dan definisi adalah batasan itu sendiri. Mengidentifikasi berbagai bentuk dan pendekatan dalam filantropi merupakan jalan membangun cara pandang dalam mengetahui motivasi dan nilai-nilai yang mendasari tindakan filantropis,” paparnya.
Rasa cinta kepada kemanusiaan yang di dalamnya ada sense of crisis masih sangat menjanjikan untuk dianalisis lebih dalam apa peran filantropi dalam masyarakat dan pembangunan. Selain itu, menurutnya, dalam akademi filantropi ini tujuan disampaikannya kepada peserta untuk membangun kesadaran akan potensi diri untuk berkontribusi melalui filantropi.
Selain itu masih ada materi menarik lainnya, yang akan disampaikan oleh para direksi Lazismu antara lain oleh Ibnu Tsani, Ardi Luthfi Kautsar, M. Saleh Al-Farabi dan Adi Rosadi, Adytia Refianto serta dari perspektif hukum Islam yang disampaikan oleh Muhib Rosyidi dari Dewan Syariah Lazismu.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

MEDAN -- Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 Pasar Modal Indonesia, Lazismu Wilayah Sumatera Utara menerima bantuan satu unit mobil ambulans dari program Corporate Social Responsibility (CSR). Serah terima dilaksanakan secara simbolis pada Kamis (15/5/2025) di Aula Kantor Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Utara, Jalan Sisingamangaraja No.136 Medan.
Bantuan satu unit ambulans merupakan hasil kolaborasi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sebagai bentuk kepedulian sektor pasar modal terhadap peningkatan layanan sosial dan kesehatan masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala OJK Prov Sumatera Utara, Khoirul Muttaqien menyampaikan bahwa bantuan ambulans ini merupakan kepedulian dan kontribusi nyata Pasar Modal Indonesia kepada masyarakat.
"Melalui momentum HUT ke-47 ini, kami ingin menghadirkan kebermanfaatan langsung kepada masyarakat. Ambulans ini diharapkan dapat mendukung operasional program kemanusiaan yang dilakukan Lazismu Sumut secara luas dan profesional," jelasnya.
Sementara itu, Samsul Hidayat Direktur Utama KSEI serta Perwakilan dari Panitia HUT Pasar Modal mengatakan, penyaluran ambulans dalam rangka HUT Pasar Modal Indonesia bukan yang pertama kali namun sudah dilakukan di beberapa kota seperti Surabaya dan Lampung.
“Kami juga sudah menyerahkan bantuan ambulans ke beberapa daerah bahkan tak hanya ambulans namun juga kegiatan-kegiatan sosial lainya seperti donor darah, penyerahan kaki palsu dan lainnya”, katanya saat sambutan.
Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara, Irwansyah menyambut baik bantuan ini dan menyatakan komitmen Muhammadiyah dalam menjaga amanah sosial untuk kepentingan umat dengan baik dan sebenar-benarnya.
“Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Mobil ini akan dioperasikan sepenuhnya untuk kepentingan layanan sosial dan kesehatan masyarakat tanpa diskriminasi dan sebenar-benarnya,” tegas Irwansyah.
Senada dengan itu, Ketua Lazismu Sumatera Utara, Syahrul Amsari menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas dukungan Pasar Modal Indonesia, serta menegaskan kesiapan Lazismu Sumut dalam mengelola bantuan ini secara profesional.
“Ini bukan hanya bantuan berupa alat, tetapi simbol kepercayaan dan harapan besar. Insya Allah akan kami manfaatkan sepenuhnya dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.
Acara penyerahan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan Lembaga, Tokoh masyarakat, serta unsur pimpinan Muhammadiyah. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan layanan darurat dan sosial yang telah dibangun Lazismu di berbagai wilayah Sumatera Utara.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Sumut]

BENER MERIAH – Kantor Layanan Lazismu yang berada di kabupaten Bener Meriah, Aceh, melaksanakan rapat kerja daerah, membahas sejumlah agenda dan salah satunya adalah penguatan kelembagaan Lazismu di tingkat daerah.
Rapat kerja daerah yang ke-IV dilaksanakan di SMP Swasta Muhammadiyah Blang Panas, mengusung tema "Dengan Zakat Infak dan Sedekah Kita Bina Fakir Miskin dan Anak Yatim Untuk Menuju Bener Meriah Maju dan Sejahtera." Rakerda Lazismu itu dibuka oleh Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar diwakili Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Setdakab, Khairmansyah, pada Sabtu, (10/5/2025).
Asisten I Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesra Setdakab, Bener Meriah Khairmansyah, menyampaikan bahwa “Rakerda Lazismu Bener Meriah yang ke-IV ini merupakan kesempatan baik untuk merumuskan arah kebijakan dan program kerja selanjutnya.
Penguatan kelembagaan Lazismu di tingkat daerah, menurutnya potensi zakat dan infaknya masih sangat besar namun belum tergali secara optima. “Lazismu memiliki peran sentral untuk meningkatkan kesadaran, literasi zakat, serta membangun kepercayaan masyarakat dalam pengelolaannya,” paparnya.
Kami juga mendorong agar program-program Lazismu ke depan semakin menyasar sektor-sektor strategis seperti ketahanan pangan, ekonomi hijau dan penguatan UMKM berbasis syariah, sehingga zakat tidak hanya bersifat kreatif tapi juga transformatif.
Oleh karena itu, kami pemerintah daerah menyambut baik hadirnya Lazismu sebagai mitra strategis dalam penguatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Semoga ini menjadi langkah bagi kita untuk meningkatkan program-programnya serta meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan lazismu.
Ketua Lazismu Wilayah Aceh, Firdaus Nyak Idin beserta Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bener Meriah, Said Abdullah, menghadiri rakerda tersebut yang akan membahas sejumlah agenda.
Firdaus Nyak Idin menyampaikan bahwa kkegiatan yang dilakukan Lazismu Kabupaten Bener Meriah adalah contoh baik, karena yang hadir pada hari ini bukan hanya dari keluarga besar Muhammadiyah namun hadir juga simpatisan, tokoh masyarakat, Agama, dan tokoh gampong. “Muhammadiyah Kabupaten Bener Meriah sudah berupaya membuka komunikasi yang inklusif dengan cukup luas,” katanya.
Sebagai catatan penting, sambungnya, Lazismu berada dalam payung organisasi Muhammadiyah, memiliki ijin resmi dari Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk bisa melakukan penggalangan dana kepada masyarakat.
Lebih dari itu, tanggung jawabnya bukan hanya kepada keluarga besar Muhammadiyah, tapi. kepada negeri. ”Bisa menggalang dana dari mana pun, dari siapa pun kemudian mengembalikan kepada siapa pun sebagai penerima manfaat”, pungkasnya.
Lazismu tidak diperkenankan menahan dana terlalu lama, setiap bulannya harus memiliki kinerja dalam bentuk penyaluran dana atau penggalangan dana. Ia menekankan bagaimana kita harus segera menjawab atau memenuhi kebutuhan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada petani Kabupaten Bener Meriah yang gemar membayar zakat dan ini adalah kelebihan dibandingkan dengan daerah lainnya, kata Firdaus.
Rapat Kerja Daerah Lazismu ke-IV ditutup dengan penyampaian materi oleh Ketua Lazismu Kabupaten Bener Meriah Tgk. Ramin, T, dengan topik melalui Zakat Infak dan Sedekah, Kita Bina Fakir – Miskin dan Anak Yatim Duafa Menuju Bener Meriah Maju dan Sejahtera.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Bener Meriah Meutia Fauziah, 113 orang peserta terdiri dari unsur Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah, PD ‘Aisyiyah, Pimpinan Cabang (PC) Muhammadiyah se- Kabupaten Bener Meriah dan PC ‘Aisyiyah, Imam masjid serta Reje se - Kabupaten Bener Meriah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Lazismu Bener Meriah]

