

KOTA BANJARMASIN -- Salah satu program yang digalakkan oleh Kantor Layanan (KL) Lazismu Al Jihad di Kota Banjarmasin adalah Gerakan Infak Pelajar (GIP). Melalui gerakan ini, Lazismu menanamkan semangat berbagi kepada para siswa melalui kaleng atau Celengan Filantropis. Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari program ini, seperti yang dirasakan oleh SD Negeri Kebun Bunga 1 Kota Banjarmasin.
Pada Senin (31/07), KL Lazismu Al Jihad menyerahkan bantuan berupa 1 unit proyektor untuk sekolah yang berada di Jalan Arjuna No. 12, RT. 15, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, Kota Banjarmasin ini. Bantuan yang dikemas melalui program Save Our School tersebut diserahkan langsung oleh Kepala KL Lazismu Al Jihad kepada Kepala SD Negeri Kebun Bunga 1. Selain menyerahkan bantuan proyektor, KL Lazismu Al Jihad juga memberikan penghargaan berupa bingkisan kepada kelas yang paling aktif dalam berbagi melalui kaleng tersebut.
Kepala SD Negeri Kebun Bunga 1, Hj. Normaliani mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan ini. Ia pun berharap agar kerja sama yang dijalin dapat terus berlangsung antara kedua belah pihak. "Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada KL Lazismu Al Jihad yang sudah memberikan bantuan yang sangat berarti buat kami semua. Semoga kerja sama di antara kita bisa semakin meningkat dan semoga apa yang telah kita lakukan menjadi amal ibadah," ujarnya.
Staf Program KL Lazismu Al Jihad, Muhammad Ikhza menuturkan, bantuan ini berasal dari permohonan sekolah tersebut sebagai salah satu penerima manfaat dari kerja sama program GIP. Lazismu menitipkan Celengan Filantropis di sekolah ini dan memberikan penghargaan berupa bingkisan atau bantuan, baik kepada siswa maupun wali kelas atas infak yang dihimpun. "Bersamaan dengan penyerahan proyektor, kami memberikan penghargaan juga setiap tahun untuk kelas yang paling aktif dalam program GIP," ujarnya.
Kepala KL Lazismu Al Jihad, Muhammad Ikbal mengucapkan rasa syukur dengan penyerahan bantuan ini. Ia berharap agar proyektor tersebut dapat mempermudah proses pembelajaran. Di samping itu, bantuan ini dapat memberikan dampak yang luas kepada anak-anak dalam menangkap serta menyimak proses pembelajaran yang diberikan guru kepada mereka.
"Harapan dari kami, semoga apa yang kita kerjasamakan tetap berjalan dengan baik tanpa ada kendala sedikit pun. Kami juga berharap semoga kerja sama ini berkembang luas terhadap sekolah-sekolah negeri maupun swasta di Kalimantan Selatan, terkhusus di Kota Banjarmasin," pungkas Ikbal.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Ikhza]

KOTA YOGYAKARTA -- International Conference on Philanthropy in Digital Era berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Rabu-Sabtu (9-12/08). Acara ini menghadirkan Prof. Hilman Latief, M.A., Ph.D. (Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI) selaku Keynote Speaker dan Dr. Shariq Siddiqui (Director of Muslim Philanthropy Initiative Lily Family School of Philanthropy Indiana University, USA) selaku Trainer. Tema yang diangkat kali ini adalah "Sustainable Muslim Philanthropy ini Digital Age: Reinvention, Innovation, and Public Expression".
Pada gelaran ini, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Divisi Research and Development (RnD) berkesempatan untuk mempresentasikan hasil riset mengenai literasi dan perilaku berzakat serta berderma di kalangan anak muda. Tim Lazismu terdiri dari Sita Rahmi dan Mariska Salekhah Rahman, didukung oleh Muhammad Zakiy selaku Dosen Ekonomi Syariah UMY. Riset yang berjudul Islamic Youth and Philanthropy: Literacy and Behavior of Zakat in Indonesian ini mendapatkan apresiasi dari moderator.
Sita Rahmi menjelaskan bahwa presentasi yang disampaikan diambil dari berbagai riset yang sudah dilakukan oleh Lazismu. Keikutsertaan Lazismu merupakan bentuk syiar terhadap hasil-hasil riset yang berkaitan dengan zakat dengan harapan dapat menjadi kontribusi dalam dunia filantropi. "Konferensi ini memang ditujukan untuk mensyiarkan hasil-hasil riset yang sudah dilakukan oleh Lazismu yang kaitannya dengan zakat, baik dari aspek penghimpunan, peningkatan kesadaran zakat, maupun yang lainnya. Forum itu memang sebagai wadah untuk bertukar pikiran tentang dunia filantropi Islam," terangnya.
Lebih jauh Sita yang juga merupakan Manajer Divisi RnD Lazismu PP Muhammadiyah ini menegaskan, apa yang disampaikan oleh pihaknya akan menjadi gambaran mengenai perilaku anak-anak muda pada generasi Z dan milenial dalam menunaikan zakat. Tak hanya itu, riset ini juga memaparkan mengenai media yang sering mereka gunakan, sehingga dapat dijadikan acuan dalam menyusun metode penghimpunan oleh lembaga filantropi. "Hasil dari beberapa data yang kita miliki itu bisa menjadi kontribusi bagi lembaga zakat lain maupun masyarakat mengenai karakteristik anak muda dalam berderma," ungkapnya.
Kiprah Lazismu dalam konferensi internasional ini menunjukkan bahwa Lazismu berperan aktif dalam mengembangkan kesadaran berzakat di kalangan masyarakat. Berbagai riset yang dilakukan menunjukkan bahwa setiap kebijakan yang dilakukan oleh Lazismu berdasarkan kajian dan data. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap Lazismu akan terus meningkat. Publikasi yang dilakukan pun dapat diakses secara terbuka sebagai bagian dari syiar kesadaran zakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Program Beasiswa Sang Surya yang dijalankan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta merupakan program untuk membantu mahasiswa dalam pembiayaan kuliah selama satu tahun atau dua semester bagi mahasiswa menempuh pendidikan di Yogyakarta, baik dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Swasta (PTS). Proses seleksi melalui berbagai tahapan, mulai dari pendaftaran, seleksi administrasi, kemudian seleksi wawancara. Selanjutnya hasil akhir akan diumumkan pada bulan Agustus ini.
Sebanyak 69 dari 102 mahasiswa yang lolos administrasi calon penerima Beasiswa Sang Surya mengikuti seleksi wawancara yang berlangsung di Gedung Muhammadiyah DI Yogyakarta. Beasiswa yang diberikan terdiri dari beasiswa dhuafa dan beasiswa kader. Pelaksanaan proses wawancara melibatkan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta, yang terdiri dari unsur Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Wakil Ketua PWM DI Yogyakarta, serta Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) PWM DI Yogyakarta. Wawancara ini berlangsung selama satu hari pada Rabu (09/08).
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana menuturkan, kuota beasiswa yang diberikan terdiri dari 32 mahasiswa jalur beasiswa dhuafa dan 37 mahasiswa jalur beasiswa kader. "Sebanyak 69 calon penerima beasiswa program Beasiswa Sang Surya, nantinya akan dipilih melalui seleksi wawancara dan dibantu biaya SPP full selama satu tahun atau dua semester," terangnya.
Staf Bidang Program Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Rizal menambahkan, para penerima beasiswa ini akan menjadi relawan Lazismu. "Ke depan mahasiswa penerima beasiswa Sang Surya periode ini akan menjadi relawan Lazismu selama diberikan beasiswa, dengan diberikan pembekalan berupa pelatihan, pendampingan, dan diberikan pilot project," ungkapnya.
Tujuan dari wawancara ini adalah untuk mengetahui kelayakan calon penerima beasiswa. Kelayakan tersebut meliputi wawasan AIK (Al Islam dan Kemuhammadiyahan), akademis, dan perencanaan pasca kuliah atau life plan. Sebelumnya pada program Beasiswa Sang Surya tahun 2022, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta telah menerima tujuh mahasiswa dengan diberikan biaya kuliah selama dua semester dan menjadi relawan Lazismu selama satu tahun. Kepada mereka juga diberikan pelatihan-pelatihan yang diadakan oleh Lazismu Wilayah DI Yogyakarta.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN BELITUNG -- Para mustahik di Tanjungpandan, Kabupaten Belitung mendapatkan bantuan dari Lazismu Kabupaten Belitung. Bantuan yang diberikan berupa paket sembako ini disalurkan kepada para mustahik pada Rabu (26/07). Tujuannya adalah untuk meringankan beban hidup para penerima manfaat dari keluarga pra sejahtera yang hidup pada garis kemiskinan.
Sekitar 23 paket sembako didistribusikan secara langsung ke rumah-rumah para mustahik. Hal ini dilakukan untuk mengetahui keadaan serta kondisi para mustahik yang ada di lapangan. Selain itu, tim pendistribusian dan pendayagunaan Lazismu Kabupaten Belitung juga melakukan pendataan untuk mengetahui informasi mengenai para penerima manfaat tersebut.
Muhammad Fahmi mewakili Lazismu Kabupaten Belitung mengungkapkan bahwa kegiatan penyaluran ini merupakan bentuk upaya untuk mempererat hubungan terhadap masyarakat pra sejahtera. "Dengan penyaluran dana bantuan ini Lazismu dapat mempererat jaringan serta memperluas koneksi terhadap masyarakat pra sejahtera dengan signifikan yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat di Tanjungpandan Belitung," ujarnya.
Bantuan yang disalurkan ini berasal dari dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola oleh Lazismu Kabupaten Belitung. Seiring dengan berjalannya waktu, kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu Kabupaten Belitung semakin meningkat. Terlebih dengan adanya aksi nyata untuk berbagi, seperti penyaluran sembako ini.
Dengan semangat berbagi dan berkomitmen dalam menjalankan misi sosial, Lazismu Kabupaten Belitung terus berperan aktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanjungpandan. Program penyaluran dana keagamaan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dan menyebarluaskan kebaikan kepada banyak orang yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN BELITUNG -- Chandra Chen atau yang lebih dikenal dengan sapaan Chandra baru-baru ini memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keputusan itu diambil saat usianya menginjak 23 tahun. Chandra resmi menjadi mualaf dengan mengucapkan dua kalimat syahadat di Yayasan Mualaf Center Bangka Belitung, Jalan Murai Tanjungpandan Belitung.
Chandra terlahir dari keluarga yang taat dalam memeluk agama. Pada masa kecilnya, ia telah mengenal Islam dari lingkungan sekitar. Bahkan saat duduk di bangku sekolah dasar, Chandra sering mengikuti pelajaran agama Islam.
Menurut Chandra, menjadi seorang muslim adalah sebuah hal yang baru baginya. Ia pun harus menjalankan rukun Islam sehingga menuntutnya untuk belajar. "Saya harus mengikuti dan menjalankan beberapa rukun Islam seperti belajar tata cara sholat, puasa, zakat, dan yang lainnya. InsyaAllah dengan selalu berikhtiar dan istiqomah akan membuat saya menjadi muslim yang lebih baik ke depannya," ujarnya.
Lazismu Kabupaten Belitung melalui Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan pada kesempatan ini berkunjung ke rumah Chandra. Kedatangan ini adalah untuk memberikan hak kepada mualaf seperti bantuan sembako dan dukungan untuk tetap selalu istiqomah menjadi seorang muslim.
Golongan mualaf juga termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat. Mualaf merupakan orang-orang yang dulunya memeluk agama di luar Islam dan mendapatkan hidayah untuk berpindah keyakinan menjadi pemeluk agama Islam. Saat awal-awal masuk Islam, iman seorang mualaf mungkin masih lemah sehingga berhak menerima zakat.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN AGAM -- Banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada pertengahan Juli lalu di Jorong Pantas, Nagari Tanjung Sani, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyisakan duka mendalam. Tak hanya menimbulkan korban jiwa, ratusan jiwa pun harus mengungsi akibat bencana ini. Diduga hujan deras menjadi pemicu bencana yang mengakibatkan kerusakan rumah warga dan infrastruktur publik ini.
Muhammadiyah Sumatra Barat melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) berkolaborasi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Padang dan Lazismu Kota Payakumbuh tanggap merespons kejadian ini. Penghimpunan donasi pun segera dilakukan dan kemudian dikonversi menjadi bantuan logistik. Penyaluran bantuan ke lokasi terdampak bencana pun dilakukan pada Selasa (08/08).
Ketua MDMC Sumatra Barat, Portito bersyukur atas keberhasilan penghimpunan bantuan ini. Ia mengungkapkan bahwa donasi ini sangat membantu aksi di lapangan. "Alhamdulillah. Donasi ini sangat membantu kami di lapangan. Sebab, bantuan logistik yang kami terima dari PDM Padang dan Lazismu Payakumbuh ini akan bermanfaat sekali bagi masyarakat di Jorong Pantas ini," ujarnya.
Portito juga mengucapkan terima kasih kepada PDM Kota Padang dan juga pimpinan Lazismu Kota Payakumbuh. "Kami MDMC Sumatra Barat mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda M. Fikar Dt. Rajo Magek selaku Ketua PDM Kota Padang dan Pimpinan Lazismu Kota Payakumbuh yang sudah meringankan beban masyarakat melalui bantuannya," ungkapnya.
Selain distribusi logistik, MDMC Sumatra Barat juga menjalankan Program Pipanisasi berupa perbaikan instalasi air bersih di Jorong Pantas di lokasi longsor. Bantuan ini diberikan lantaran masyarakat belum dapat menikmati air bersih karena tempat penampungan air bersih hancur akibat terbawa tanah longsor. MDMC Sumatra Barat juga menjadi satu-satunya lembaga non-pemerintah yang sampai saat ini masih bertahan di dalam lokasi bencana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

