

KABUPATEN AGAM -- Meskipun bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa Tanjung Raya, Kabupaten Agam telah berlalu, namun perhatian dari Muhammadiyah kepada para penyintas terus berlanjut. Dengan menggandeng mitra PT Pertamina (Persero), Muhammadiyah Sumatra Barat melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) dan Lazismu menyalurkan bantuan kepada siswa-siswi SMP Negeri 4 Tanjung Raya. Bantuan yang disalurkan pada Kamis (07/09) ini berupa paket School Kit.
Penyerahan bantuan perlengkapan sekolah tersebut dilakukan oleh Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Barat Drs. Marhadi Effendi, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Barat, M. Rifqie Abror, serta Ketua LRB Muhammadiyah Sumatra Barat, Portito. Turut hadir dalam serah terima bantuan tersebut Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Tanjung Raya Suyotri, serta Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Agam, Alfiandri.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sumatra Barat, M. Rifqie menyampaikan apresiasinya kepada PT Pertamina (Persero) yang sudah membantu siswa-siswi di SMP Negeri 4 Tanjung Raya dengan bantuan School Kit sebanyak 72 paket ini. "Program bantuan perlengkapan sekolah merupakan sinergi LRB dan Lazismu untuk membantu anak-anak terdampak bencana. Kita ajukan ke Lazismu Pusat dan alhamdulillah bisa terealisasi melalui Pertamina," terangnya.
Ketua LRB Muhammadiyah Sumatra Barat, Portito juga menyambut baik penyaluran bantuan ini. Menurutnya, program bantuan berupa paket School Kit sangat membantu pelajar yang terdampak bencana alam di daerah Tanjung Raya, Kabupaten Agam. "Terima kasih PT Pertamina yang sudah menjadi donatur untuk paket school kit ini. Pastinya sangat bermanfaat bagi para pelajar untuk kebutuhan sekolah," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 4 Tanjung Raya, Raya Suyotri menyampaikan terima kasih atas dukungan dan bantuan dari Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan PT Pertamina (Persero) yang telah memberikan bantuan kepada para pelajar di lingkungan sekolahnya." Alhamdulillah, anak-anak kami sangat senang mendapat bantuan ini. Semoga memberikan keberkahan bagi donatur dan pihak yang telah membantu," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA SEMARANG -- Peningkatan pelayanan kepada masyarakat terus dilakukan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah. Setelah melalui proses audit keuangan bersama Kantor Akuntan Publik (KAP), Lazismu Wilayah Jawa Tengah kemudian melaksanakan audit manajemen berskala internasional sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan tersebut. Pelatihan The International Organization for Standardization (ISO) pun digelar pada Senin (04/09) di Hotel Grasia, Kota Semarang.
Untuk meningkatkan sistem manajemen mutu, Lazismu Wilayah Jawa Tengah pada pelatihan ini menghadirkan pembicara yang berpengalaman dalam mendampingi proses sertifikasi ISO, yaitu Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPM., bersama dengan Dr. Sukamto, S.E., M.Si. selaku moderator. Acara ini diikuti Manajer Lazismu Daerah se-Jawa Tengah dan turut dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah H. Dodok Sartono, S.E., M.M., Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak. beserta jajaran, serta Faris Shalahudin Zakiy, S.E., M.E., Ak. selaku Ketua Dewan Pengawas Syariah Lazismu Wilayah Jawa Tengah beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dwi Swasana Ramadhan, S.E., M.SEI., Ak. menuturkan bahwa kegiatan ini digelar dalam rangka untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat. Tidak hanya audit keuangan, pihaknya pun memandang perlu untuk dilaksanakan audit manajemen.
"Selain meningkatkan pelayanan masyarakat melalui audit bersama KAP, Lazismu perlu untuk melaksanakan audit manajemen berlandaskan ISO. Hal ini tentu merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu. Selain itu, melalui proses ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan dalam memperbaiki celah manajerial yang terlewat," terang Dwi Swasana Ramadhan.
Langkah Lazismu Wilayah Jawa Tengah dalam melaksanakan pelatihan sistem manajemen mutu berlandaskan ISO ini diapresiasi oleh Sekretaris PWM Jawa Tengah, H. Dodok Sartono, S.E., M.M. Ia menyatakan bahwa upaya yang dilaksanakan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah dalam mempersiapkan sertifikasi ISO sesuai dengan "3 Goal Utama" PWM Jawa Tengah yang tertuang dalam KOMPAS (Komitmen, Kompak, dan Konsisten).
"ISO bukanlah sekedar sistem, keren-kerenan, dan perilaku sesaat. Pemikiran tentang ISO yang demikian tersebut menjadikan sertifikasi ISO hanyalah formalitas belaka. Sedangkan inti dari diadakannya sertifikasi ISO ialah upaya peningkatan pelayanan Lazismu Jawa Tengah kepada masyarakat agar selalu prima dan konsisten setiap saat. Faktor yang menentukan keberhasilan dalam sertifikasi ISO adalah melalui pengubahan cara berpikir diri (mindset) menjadi lebih luas serta menemukan faktor why (mengapa) dalam memahami kerangka berpikir dilaksakanannya sertifikasi ISO," terang Dodok.
Dodok menambahkan, upaya dalam mengubah konsep berpikir diri (mindset) dapat melalui 4 cara (4 Si). Pertama adalah Narasi, yaitu mengubah perspektif tujuan dalam dilaksanakannya ISO. Kedua, Gizi, yaitu membangun sistem kerja yang efektif. Ketiga adalah Intimidasi, yaitu Memberi dorongan dalam meluruskan konsep pola berpikir. Yang keempat adalah Amputasi, yaitu Pe-non-aktifan sampai kondusif kembali.
Semetara itu, Prof. Dr. Ir. Sukamta, S.T., M.T., IPM. yang merupakan Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dalam materinya memaparkan terkait ISO secara sederhana, mudah dipahami namun tetap berbobot. Dari berbagai jenis sertifikasi ISO, Lazismu diarahkan dalam melakukan assesment pada jenis sertifikasi ISO 9001:2015 tentang Quality Management System.
Kegiatan ini pun disambut oleh perwakilan Lazismu Daerah. Sutiknyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan memuji dilaksanakannya acara ini. Ia berharap agar acara serupa dapat diadakan kembali agar dapat mendalami ISO secara lebih lanjut agar dapat diterapkan di Lazismu.
"Acara yang kami ikuti saat ini adalah acara yang luar biasa. Kalau sebelumnya kami belum tergambarkan terkait ISO, ternyata ISO bukanlah sekadar standar untuk organisasi, namun terdapat pesan yang luar biasa dalam meningkatkan profesionalisme manajemen Lazismu. Walaupun materinya sangat banyak, waktunya terbatas, namun pembicaranya luar biasa. Harapannya terdapat acara seperti ini lagi untuk mendalami lebih lanjut mengenai ISO sehingga dapat turut diterapkan dalam menjadikan Lazismu yang lebih baik, profesional, dan luar biasa," ujar Sutiknyo.
Senada, Rifka Anisa selaku Manajer Lazismu Kota Salatiga menyebutkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi manajer Lazismu se-Jawa Tengah. "Kegiatan ini bermanfaat dalam meningkatkan kompetensi manajer Lazismu se-Jawa Tengah. Melalui acara ini kami menjadi mengenali sistem manajemen mutu berlandaskan ISO. Selain itu, kami jadi dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui transparansi, sistem dan manajemen. Semoga melalui acara seperti ini, kami dapat mengambil hikmah dan juga menjalankan amanah masyarakat sebaik-baiknya," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

KABUPATEN PATI -- Musim kemarau yang berkepanjangan menimbulkan kekeringan di beberapa tempat. Seperti halnya di Kabupaten Pati, dampak dari kemarau dirasakan oleh warga. Sumber air mengering, cadangan air menipis, sementara air merupakan sumber kehidupan dan penting dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Situasi ini direspons oleh Muhammadiyah Kabupaten Pati. Melalui Lembaga Resiliensi Bencana yang didukung oleh Lazismu dan berbagai elemen seperti ortom serta amal usaha Muhammadiyah, ikhtiar untuk membantu warga pun dilakukan. Air bersih dihantarkan ke rumah-rumah mereka yang terdampak kekeringan.
Terhitung sejak tanggal 28 Agustus 2023 hingga saat ini telah disalurkan sedikitnya 9 tangki air bersih di Kabupaten Pati. Tangki-tangki tersebut menjangkau kawasan pelosok desa di Kecamatan Jakenan (Desa Tlogorejo, Desa Plosojenar, Desa Tondokerto), Kecamatan Pucakwangi (Desa Triguno Dukuh Putuk), Kecamatan Gabus (Desa Pantirejo), dan Kecamatan Kayen (Desa Jimbaran).
Kedatangan tangki-tangki air tersebut disambut meriah dan ceria oleh para warga yang datang berbondong-bondong. Mereka membawa wadah-wadah penampungan air untuk kebutuhan hidup setiap rumah. Warga pun sabar mengantri demi mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Manajer Lazismu Pati, Luthfi Wildani mengungkapkan rasa syukurnya dengan adanya bantuan ini. Menurutnya, aksi ini merupakan wujud nyata kehadiran Lazismu ditengah-tengah masyarakat Pati, terutama mereka yang membutuhkan pada musim kemarau ini. Bantuan ini pun diharapkan dapat meringankan beban warga dalam melewati bencana kekeringan.
"Alhamdulillah program penyaluran air bersih ini merupakan ikhtiar Lazismu Pati dalam membantu dan meringankan masyarakat yang terdampak kekeringan di musim kemarau yang diprediksi akan lama, sehingga Lazismu Pati akan selalu hadir di masyarakat untuk memberikan solusi yang konkret dan nyata berupa bantuan air bersih untuk warga Pati," ungkap Luthfi.
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BMKG, musim kemarau tahun 2023 ini dimungkinkan untuk muncul fenomena El Nino dan IOD positif. Dampak keduanya adalah minimnya curah hujan yang cukup ekstrem dan diprediksi akan berlanjut hingga bulan Desember 2023. Beberapa daerah di Indonesia pun akan terdampak kekeringan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

KABUPATEN BELITUNG -- Untuk meningkatkan transparansi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), Lazismu Kabupaten Belitung mengikuti audit keuangan yang perdana. Proses audit yang berlangsung pada Kamis (31/08) ini untuk memastikan bahwa dana yang dikumpulkan dan dikelola oleh Lazismu Kabupaten Belitung digunakan dengan tepat sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.
Audit diselenggarakan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Abdul Hamid dan Rekan. Pada audit tahap pertama berupa konfirmasi aset barang kelolaan serta aset tetap kantor Lazismu Kabupaten Belitung. Untuk tahap audit berikutnya adalah jurnal laporan keuangan dan audit materi berkas laporan penyaluran dana program per tanggal 1 Januari 2022 hingga 31 Agustus 2023.
Proses audit keuangan ini memberikan manfaat yang sangat penting bagi Lazismu Kabupaten Belitung maupun para donatur dan masyarakat umum. Pertama, audit keuangan memberikan jaminan bahwa dana ZIS yang dikumpulkan dan dikelola oleh Lazismu Kabupaten Belitung digunakan secara jujur, adil, dan sesuai dengan prinsip syariah. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan dan minat masyarakat untuk berzakat kepada Lazismu.
Kedua, hasil audit keuangan juga memberikan informasi yang lengkap dan transparan mengenai pengelolaan dana ZIS. Donatur dan masyarakat dapat mengetahui secara jelas bagaimana dana ZIS yang mereka percayakan telah digunakan dan didistribusikan kepada yang berhak menerima. Hal ini juga memungkinkan untuk melihat dampak dan manfaat yang dihasilkan dari pengelolaan dana ZIS Lazismu Kabupaten Belitung.
Audit keuangan merupakan proses pemeriksaan menyeluruh terhadap laporan keuangan dan aktivitas pengelolaan dana zakat yang dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Belitung. Tujuan utamanya adalah untuk memverifikasi keakuratan, keandalan, dan kewajaran laporan keuangan Lazismu serta memastikan bahwa pengelolaan dana ZIS telah memenuhi standar dan ketentuan yang berlaku.
Dengan adanya audit keuangan, Lazismu Kabupaten Belitung berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan dana ZIS yang lebih baik dan transparan. Audit ini akan menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan donatur dan memastikan bahwa dana ZIS digunakan untuk mengentaskan kemiskinan, membantu kaum dhuafa, dan mendukung pembangunan sosial di Kabupaten Belitung.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Agar dapat lebih meningkatkan kualitas belajar anak, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta dan Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DI Yogyakarta membentuk wadah bimbingan belajar "Bimbelmu Pusaka". Bimbingan belajar ini juga berfungsi sebagai wadah pendampingan untuk anak yatim piatu dan dhuafa dalam meraih cita-citanya. Lokasinya berada di Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Ilham Lukmanul Hakim selaku Koordinator Program Balai Kesejahteraan Sosial Anak (BKSA) MPKS PWM DI Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan belajar telah berjalan selama tiga pekan ini. Bimbingan belajar gratis untuk anak dhuafa ini dilaksanakan tiga kali pertemuan dalam satu pekan. Mata pelajaran yang diajarkan berupa Bahasa Inggris, Matematika, dan Sains.
"Anak-anak mendapatkan akses pembelajaran yang berkualitas dan berharap dapat diterima di sekolah favorit yang dituju meraih beasiswa dengan biaya lebih murah," ungkap Ilham.
Para relawan, lanjut Ilham, menjadi pembimbing dengan menjelaskan materi yang dimengerti oleh siswa, kemudian diberikan latihan dan tugas. Salah satu mata pelajaran Bahasa Inggris yang diajarkan bertujuan agar anak terbiasa berbahasa Inggris. "Meskipun di SD Bahasa Inggris belum diujikan, anak dilatih agar terbiasa," sambungnya.
Program bimbingan belajar ini merupakan aktivitas belajar tambahan yang dilakukan di luar jam sekolah untuk anak-anak siswa sekolah dasar kelas 5 dan 6. Sebanyak 13 anak mengikuti program yang nantinya akan berjalan sampai lulus sekolah dasar. Tujuannya adalah untuk memberikan bekal kepada anak dalam meraih cita-citanya dengan termotivasi untuk terus belajar.
Program pendampingan anak yatim piatu dan dhuafa antara Lazismu Wilayah DI Yogyakarta dengan MPKS PWM DI Yogyakarta, memiliki program-program unggulan, salah satunya adalah Orang Tua Asuh Bidang Pendidikan. Program ini ditujukan untuk anak yatim piatu berupa pendampingan biaya SPP bulanan sekolah. Penerima manfaatnya mulai dari TK hingga SMA atau yang sederajat. Setiap anak mendapat bantuan senilai 200 ribu rupiah per bulan sebanyak 50 anak. Hingga saat ini pelaksanaan program ini sudah masuk bulan ke delapan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN BELITUNG -- Melalui program Back to Masjid, Lazismu Kabupaten Belitung kembali menunjukkan kepedulian kepada dakwah umat. Kepedulian ini ditunjukkan dengan penyaluran bantuan kepada Masjid Al Ikhlas. Bantuan berupa uang sebesar 50 juta rupiah diberikan untuk proses renovasi dan pembangunan masjid tersebut.
Penyerahan bantuan berlangsung pada Jumat (04/08) secara simbolis dari Lazismu Kabupaten Belitung kepada Ketua Yayasan Masjid Al Ikhlas, Suas. Ia menyambut baik bantuan yang berasal dari pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) oleh Lazismu tersebut. Tak lupa, ia juga mengajak para donatur untuk terus berbagi dan memercayakan dana ZIS kepada Lazismu.
"Kami sangat berterima kasih kepada para donatur yang telah memberikan sumbangsih rezekinya dengan berzakat, infak, bersedekah ke lazismu. Kami juga berterima kasih atas bantuan dari Lazismu yang telah menjadi jembatan bagi kami untuk perenovasian Masjid Al-Iklash ini," ujar Suas.
Program Back to Masjid yang dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Belitung ini memiliki tujuan yang mulia. Melalui bantuan yang diberikan, Lazismu Kabupaten Belitung berharap dapat memperkuat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan keagamaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Dengan adanya peran Lazismu Kabupaten Belitung dalam program ini, Masjid Al Ikhlas diharapkan dapat terus menjadi tempat ibadah yang nyaman dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat setempat.
Back to Masjid merupakan program yang berada di bawah Pilar Sosial Dakwah Lazismu. Melalui program ini diharapkan dapat membantu masjid-masjid untuk memiliki infrastruktur yang layak. Tujuannya adalah agar masjid dapat memberikan layanan ibadah yang layak dan berkualitas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

