

KABUPATEN LABUHANBATU UTARA -- Bertempat di halaman Masjid Ranting Aek Kanopan Timur, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Lazismu sukses mengadakan kegiatan jalan santai dan pemeriksaan kesehatan gratis. Acara yang bekerja sama dengan Diabetasol ini dipenuhi oleh para pengurus dan simpatisan warga Muhammadiyah Labuhanbatu Utara, khususnya di daerah Aek Kanopan.
Kegiatan ini diawali dengan kata sambutan dari Ketua Badan Pengurus Lazismu Labuhanbatu Utara, dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Labuhanbatu Utara dan dilepas oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatra Utara. Pada sambutannya, Ketua Badan Pengurus Lazismu Labuhanbatu Utara, H. Ilyas Harahap mengungkapkan bahwa agenda ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin. "Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Lazismu ke depan, terkhusus di bidang kesehatan," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh Ketua PDM Labuhanbatu Utara, H. Taufik Hidayat. Ia menyebutkan bahwa pihaknya terus mendukung program Lazismu, khususnya pada bidang kesehatan. "Pada kepemimpinan yang baru ini kami terus solid dan berupaya untuk terus menebarkan kebermanfaatan Muhammadiyah, khususnya di Kabupaten Labuhanbatu Utara, termasuk di bidang kesehatan," tegasnya.
Setelah dibuka secara resmi oleh PWM Sumatra Utara, acara ini kemudian dilanjutkan dengan jalan santai yang diikuti sekitar 150 orang peserta. Tidak hanya itu, acara dilanjutkan dengan tanya jawab kesehatan yang diisi oleh dr. Rifan Eka Putra Nasution dan Khaireza Desrianti Sitorus. Para peserta yang didominasi oleh ibu-ibu sangat antusias mengikuti tanya jawab.
Lazismu Kabupaten Labuhanbatu Utara mamfasilitasi pemeriksaan kesehatan gratis, seperti gula darah, asam urat, dan kolestrol serta bisa berkonsultasi dengan dokter-dokter yang bertugas. Pada akhir acara dilakukan pengundian hadiah bekerja sama dengan Diabetasol. Banyak hadiah yang disediakan, dari mulai payung, blender, dispenser, kipas angin, hingga kompor gas. Para peserta pun sangat antusias dan merasa gembira mengikuti rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Lazismu Kabupaten Labuhanbatu Utara ini.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KOTA YOGYAKARTA -- Bidang Penerangan Agama Islam dan Pemberdayaan Zakat Wakaf (Penais Zawa) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DI Yogyakarta bekerja sama dengan Pusdiklat Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) dan Uji Kompetensi Amil bagi Pelaksana Teknis Zakat Kanwil/Kemenag dan Pelaksana (Amil Tetap) BAZNAS/Lembaga Amil Zakat (LAZ) di wilayah DI Yogyakarta. Acara ini berlangsung di di Hotel Ros-In Yogyakarta pada Senin-Kamis (10-13/07) dan turut diikuti oleh amil Lazismu Wilayah DI Yogyakarta.
Manager Area Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Marzuki yang mengikuti kegiatan ini mengatakan, pihaknya menjadi bagian dari 3 LAZ yang diundang untuk mengikuti kegiatan BIMTEK dan Sertifikasi Amil. "Artinya, dari sekitar 44 LAZ yang ada di DI Yogyakarta, Lazismu DI Yogyakarta berkesempatan untuk ikut. Ini menjadi hal yang baik karena kegiatan BIMTEK dan sertifikasi Amil sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan, baik dari segi amil maupun lembaga," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia BIMTEK dan Uji Kompetensi Amil, Uswatun Khasanah menerangkan, tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan standar amil. Selain itu, tujuannya juga untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan kualitas pelayanan zakat, meningkatkan sumber daya amil dalam wawasan luas, baik berkaitan dengan ketentuan syariah dan pengelola LAZ. "Maka perlu dilaksanakan BIMTEK di DI Yogyakarta pada tahun 2023 yang berlangsung selama 4 hari ke depan," ujarnya.
Dalam sambutannya, Pimpinan BAZNAS RI, Hj. Saidah Sakwan menjelaskan, ada frame yang sama dalam tata kelola zakat, inisiatif dalam rangka mengonsolidasikan gerakan. Menurutnya ada dua tantangan besar dalam penghimpunan zakat. Pertama, masih adanya gap yang cukup lebar antara potensi zakat dan realiasi penghimpunan zakat. "Secara nasional potensi zakat 372 triliun menurut PUZKAS BAZNAS. BAZNAS dan LAZ baru bisa mengumpulkan 22 triliun tahun 2022. Target secara nasional tahun ini 33 triluin, ini gapnya masih sangat jauh," jelasnya.
Tantangan ke dua, lanjut Saidah Sakwan, adalah agenda prioritas dalam distribusi zakat, yaitu fakir dan miskin dan soal pengentasan kemiskinan. "Jadi mandatnya sesuai UU 23 tahun 2011 bahwa dana ZIS (zakat, infak, dan sedekah) dan DSKL (dana sosial keagamaan lainnya) itu diperuntukkan dan didedikasikan untuk pengentasan kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrim," paparnya.
Bimtek dan Uji Kompetensi diikuti 25 peserta, terdiri UPZ Kanwil dan Kemenag 6 orang, amil pelaksana BAZNAS DIY/Kabupaten/ Kota 16 orang, dan amil LAZ 3 orang, yaitu dari Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, LazisNU DI Yogyakarta dan LAZ UNISIA. Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh Pimpinan BAZNAS RI, Ketua BAZNAS DI Yogyakarta, dan Ketua Bidang Penais Zawa Kemenag DI Yogyakarta.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN LUMAJANG -- Kecamatan Tempursari menjadi salah satu lokasi yang terdampak cukup parah akibat banjir lahar dingin dan longsor yang terjadi di kaki Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Akibatnya, kerusakan dialami oleh rumah-rumah warga dan infrastruktur lainnya seperti jembatan dan tanggul penahan lahar dingin. Warga harus mengungsi untuk keselamatan dari potensi bencana susulan.
Muhammadiyah Lumajang bergerak cepat untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) yang didukung oleh Lazismu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lumajang hadir untuk membantu. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PDM Lumajang, Teguh Hidayat yang turut berduka cita atas kejadian tersebut.
Teguh menyampaikan bahwa pasca terjadinya bencana, pihaknya langsung mendatangi lokasi yang terdampak. Pendataan dan kaji cepat pun dilakukan untuk mengetahui kebutuhan warga. Setelah itu, bantuan pun disalurkan secara tepat sasaran kepada mereka yang terdampak pada Rabu (12/07).
"Ini respon cepat Muhammadiyah untuk masyarakat yang terdampak. Kami himpun bantuan dari warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Lumajang untuk diserahkan ke warga Desa Kaliuling, Kecamatan Tempursari," terang Teguh yang membidangi penanggulangan bencana di PDM Lumajang.
Proses distribusi bantuan ini, imbuh Teguh, bukan perkara mudah. Jauhnya lokasi yang terdampak dari pusat kecamatan adalah salah satu kendala yang dihadapi. Belum lagi bantuan sempat terkendala karena jalur yang ditempuh cukup sulit. Rusaknya akses jalan serta adanya sungai membuat para relawan Muhammadiyah harus menyeberanginya.
Pada akhirnya, bantuan tersebut dapat disalurkan. Tak hanya itu, pihaknya turut menyediakan layanan kesehatan gratis, ditambah bantuan untuk membersihkan rumah warga. "Aksesnya jauh dan medannya terjal. Tetapi, alhamdulillah, semua bantuan bisa kami serahkan. Terutama untuk warga Dusun Tamansari Bawah di Desa Kaliuling ini," ujarnya.
Bantuan ini disambut oleh Ketua RT Dusun Tamansari Bawah, Sugeng. Ia mengucapkan terima kasih dan agar berharap bantuan ini bisa meringankan mereka. "Terima kasih. Ini bisa membantu kebutuhan sementara masyarakat yang ada di sini," tutupnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

KABUPATEN SLEMAN -- Dalam rangka silaturahim dan konsolidasi terhadap kantor daerah yang bernaung di bawahnya, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta melakukan kunjungan ke Lazismu Kabupaten Sleman. Selain itu, kunjungan yang berlangsung pada Sabtu (08/07) ini juga dalam rangka memperkenalkan pengurus yang baru dan berbagi informasi dan evaluasi kepengurusan sebelumnya serta rencana kepengurusan ke depan. Acara ini bertempat di Kantor Layanan (KL) Lazismu Gamping yang baru.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Jefree Fahana dalam sambutannya menjelaskan bahwa kelengkapan organisasi struktur Lazismu minimal terdiri dari tiga bidang. Ketiga bidang tersebut yaitu bidang keuangan karena berkaitan dengan audit, penghimpunan yang akan memaksimalkan fundraising, serta pendistribusian yang akan mengoptimalkan amanah dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang sudah dipercayakan kepada Lazismu. "Hal ini sudah menyesuaikan dengan struktur organisasi dari Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sehingga Lazismu tingkat di bawahnya menyesuaikan tingkat kebutuhan dan sumber daya Amil yang dimiliki," ujarnya.
Hal ini senada dengan Misbahul Anwar, Wakil Ketua Bidang Keuangan dan Kepatuhan Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Ia menegaskan pentingnya peran audit sebagai instrumen dalam menjaga kepercayaan publik. "Audit dan kepatuhan memegang peran penting karena sebagai upaya kita menjaga kepercayaan publik kepada Lazismu. Kantor Layanan yang tidak mampu memenuhi standar audit dan kepatuhan ke depannya akan kami evaluasi," tegasnya.
Terkait penghimpunan, Ketua Bidang Fundraising dan Kerja sama Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Purnomo menambahkan, kerja sama akan terus ditingkatkan oleh Lazismu bersama pihak lain. "Peluang kerja sama dengan majelis dan lembaga lain juga perlu ditingkatkan agar program yang sama-sama berjalan dapat saling bersinergi. Potensi penghimpunan ZIS juga harus dimaksimalkan mengingat jumlah AUM (amal usaha Muhammadiyah) yang signifikan di wilayah Sleman," terangnya.
Mewakili Lazismu Kabupaten Sleman, Brata selaku Ketua Badan Pengurus menyampaikan rencana pendirian Badan Usaha Milik Amil Lazismu (BUMAL) untuk mendukung operasional dan kegiatan. "Selain upaya merapikan dan kelengkapan organisasi, kami sedang mengupayakan berdirinya BUMAL sehingga nantinya diharapkan operasional Lazismu Sleman dapat dipenuhi dari keuntungan badan usaha tersebut," ungkapnya.
Potensi zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) pun akan digali oleh Lazismu Kabupaten Sleman. Hal ini disampaikan oleh Dody yang mendapatkan amanah sebagai Wakil Ketua Badan Pengurus Bidang Keuangan Lazismu Kabupaten Sleman. "Kami akan coba memetakan kembali potensi ZISWAF maupun usaha yang ada di wilayah Sleman, terutama juga mengupayakan kerjasama dengan LP UMKM, Majelis Ekonomi dan juga Wakaf," jelasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

KABUPATEN SIDOARJO -- Air mata mengalir di pipi Seniah saat menerima bantuan dari Lazismu. Pada usia yang sudah senja, Seniah masih harus berjuang mencari nafkah untuk menyambung hidup. Ia berkeliling membawa baki besar di atas kepala sambil berjualan rujak. Pada Sabtu (16/07), Saniah menerima bantuan berupa gerobak di sela-sela kegiatan Kajian Ahad Pagi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sidoarjo.
Bertempat di Masjid An Nur, Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jalan Mojopahit 666 B Sidoarjo, para peserta pengajian yang dihadiri oleh Wakil Ketua PWM Jawa Timur Moch. Sasmito Djati, Ketua PDM Sidoarjo Dzulmilal, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Sidoarjo, perwakilan Ortom, pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) dan Aisyiyah, serta warga persyarikatan menyaksikan penyerahan gerobak ini.
Pacanto Prabowo selaku Wakil Ketua Bidang Majelis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) dan Lembaga Pengembang (LP) UMKM PDM Sidoarjo memberikan apresiasi kepada Lazismu dengan program Pemberdayaan UMKM yang telah memberikan bantuan gerobak kepada Seniah. Ia berharap dapat menjalin sinergi dengan Lazismu melalui program serupa. "Kedepan program Pemberdayaan UMKM Lazismu bisa bersinergi dengan LP UMKM PDM, untuk menebar manfaat," tegasnya.
Hifni Sholihin, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Sidoarjo juga merasakan kebahagiaan ini. Bantuan yang diberikan pihaknya tersebut bisa membantu Seniah dalam mengais rezeki pada usia yang tak lagi muda. "Kami sangat bahagia bisa memberikan bantuan modal usaha dan rombong untuk berjualan keliling mencukupi kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Bantuan ini berawal ketika salah satu amil Lazismu Kabupaten Sidoarjo saat sedang menjalankan tugas berkeliling. Ia mendapati Seniah berjualan menjajakan rujak yang dibawa di atas kepala. Seniah pun menceritakan bahwa usahanya ini dijalani dengan modal 500 ribu rupiah dari bank thithil, sebuah istilah bagi lembaga bukan bank atau perseorangan yang meminjamkan uang, biasanya dengan bunga tinggi dan penagihannya dilakukan setiap hari atau mingguan.
Setelah melakukan survei guna memastikan bentuk dan jumlah bantuan yang akan diberikan, pihak Lazismu Kabupaten Sidoarjo kemudian memutuskan untuk memberikan bantuan gerobak ditambah modal usaha sebesar 750 ribu rupiah. Seniah berkali-kali mengucap syukur karena kini ia tak perlu lagi bersusah payah membawa dagangannya. Dengan gerobak tersebut, ia bisa berjualan rujak manis dari Desa Kalidawir Tanggulangin.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Yekti Pitoyo]

KABUPATEN BARITO KUALA -- Lazismu, Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) milik Muhammadiyah kembali mendapatkan kepercayaan dari PermataBank Syariah untuk berkolaborasi dalam momen Idul Adha 1444 H. Dalam program Sedekah Daging 1444 H, Lazismu bersama Unit Pengelola Zakat dan Dana Kebajikan (UPZDK) PermataBank Syariah berbagi kebahagiaan kepada mereka yang membutuhkan, terutama di kawasan pelosok dan pedalaman. Salah satunya adalah di Kalimantan Selatan.
Tahun ini Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan mendapatkan amanah berupa satu ekor sapi untuk disalurkan dalam program Sedekah Daging 1444 H tersebut. Bantuan tersebut kemudian disalurkan melalui Kantor Layanan (KL) Lazismu Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Belawang. Pemotongan sapi dilakukan pada Kamis (29/06) di lingkungan Masjid Muhammadiyah Al Mujahidin, Desa Parimata, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala.
Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan, Erie Norahman menyebutkan, dipilihnya Belawang sebagai titik distribusi bukan tanpa alasan. Semangat dakwah yang dilakukan oleh para penggiat persyarikatan di sini patut dijadikan teladan. Oleh karena itu, kegiatan dakwah di sini harus terus didukung, salah satunya pada saat Idul Adha tahun ini.
"Saya sendiri menyaksikan perjuangan kawan-kawan di Belawang, salah satunya adalah ustadz Hasbullah sebagai Kepala KL Lazismu PCM Belawang. Apa yang telah dilakukan di sana patut mendapatkan apresiasi. Tidak hanya untuk mendukung dakwah persyarikatan, namun juga sebagai bentuk perhatian kita kepada saudara-saudara di sana yang memang membutuhkan," tegas Erie.
Setelah Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan mendapatkan mandat untuk menyalurkan bantuan sapi dari UPZDK PermataBank Syariah, lanjut Erie, pihaknya memilih Kecamatan Belawang sebagai titik penerima manfaat. Ia pun menghubungi KL Lazismu PCM Belawang untuk menyiapkan satu ekor sapi yang berukuran besar sesuai dengan permintaan UPZDK PermataBank Syariah. Waktu penyembelihan pun disepakati sesuai dengan waktu penyembelihan sapi qurban lain di titik tersebut yang telah direncanakan sebelumnya.
"Sapinya dengan bobot hidup lebih kurang 300 kilogram. Dari hasil penyembelihan didapatkan 200 paket daging yang dibagikan di seputar Desa Parimata. Sebagian lain turut disalurkan oleh pihak UPZDK PermataBank Syariah yang diambil di kantor Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan pada siang hari setelah penyembelihan," terang Erie.

Kepala KL Lazismu Belawang, Hasbullah antusias menyambut bantuan satu ekor sapi ini. Ia berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan kepada KL Lazismu Belawang yaitu melalui program program Sedekah Daging 1444 H. "Alhamdulillah, terima kasih atas kepercayaan kepada kami. Mudah-mudahan berikutnya kami dapat dipercaya lagi melalui program-program lainnya," ungkap Hasbullah saat serah terima secara simbolis di kantor Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan pada Selasa (27/06).
Kerja sama dalam rangka Idul Adha bukan pertama kali ini dijalin antara Lazismu di Kalimantan Selatan dengan PermataBank Syariah. Tahun sebelumnya, Lazismu juga mendapatkan kepercayaan berupa satu ekor sapi untuk disembelih di Kota Banjarbaru. Penerima manfaatnya adalah Panti Asuhan Putera Muhammadiyah Al Istiqomah Banjarbaru.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

