

Sebelumnya, pihak KBRI mengumpulkan lembaga-lembaga kemanusiaan atau NGO (Non Governmental Organization) dari Indonesia yang ingin memberikan bantuan kepada penyintas gempa agar dapat bergabung bersama dan membuat sebuah rangkaian kegiatan berupa festival untuk menghibur mereka yang terdampak. Pihak KBRI pun mengadakan kegiatan ini sebagai bentuk solidaritas dari Indonesia dalam membantu saudara-saudara di Turki.

Ahmad Dhiyaul Haq selaku Kepala KL Lazismu PCIM Turki menuturkan, ada 13 NGO yang tergabung di bawah KBRI Turki, termasuk Lazismu. Pembagian bantuan ini dilakukan secara bersama-sama agar dapat merata dan dirasakan oleh semua pihak. Pembagian dilakukan di daerah Narlıca, Antakya, dan Hatay. Lazismu mendapatan titik distribusi di Hatay.
"Karena ada 13 NGO yang tergabung dalam kegiatan KBRI jadi pembagiannya sudah sangat rapi. Seperti halnya tupoksi barang untuk dibagikan pun sudah jelas. Contohnya Lazismu memberikan bantuan paket sekolah bersama NGO lokal lainnya," terang Ahmad Dhiyaul Haq.

Senyum dan keceriaan dari para penyintas menjadi bukti kerja keras semua relawan yang datang ke Hatay untuk membagikan kado Ramadhan dan ikut dalam program KBRI bertajuk "Festival Ramadhan" ini. Hal ini terbukti saat pembagian banyak penyintas anak-anak yang terlihat ceria. Lazismu memberikan bantuan berupa paket sekolah anak yang berisi kebutuhan anak-anak untuk bersekolah.

Staf Administrasi KL Lazismu PCIM Turki, Tri Julia Wulandari menjelaskan, Kado Ramadhan berupa paket sekolah yang diberikan berisi buku, alat-alat tulis (pensil, pena, penghapus, rautan, kotak pensil), tas sekolah, dan beberapa cemilan. Total Kado Ramadhan yang disalurkan pada kegiatan tersebut sebanyak 65 paket dan distribusi rencananya akan tetap dilanjutkan secara mandiri oleh Lazismu hingga Ahad (09/04). Bantuan akan disesuaikan dengan ketersediaan stok yang dapat diakses di daerah terdekat dan memaksimalkan sumber daya manusia di lapangan.
"Harapannya kegiatan ini mampu membuat penyintas dapat memperbaiki lagi keadaan emosional mereka dan segera bisa bangkit serta meneruskan kehidupan. Semoga apa yang dilakukan oleh Lazismu dapat membawa keceriaan untuk penyintas gempa dan dapat membantu mereka untuk bangkit dalam melewati cobaan ini," pungkas Julia.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]

Membaca Al-Qur'an bersama-sama menjadi pembuka kegiatan Pesantren Ramadhan ini. Selanjutnya adalah pembagian kelompok sesuai dengan jenjang pendidikan anak asuh. Untuk jenjang Sekolah Dasar, materi disampaikan oleh ustadz Andi. Sedangkan untuk jenjang SMP dan SMA, penyampaian materi dilakukan oleh ustadzah Atina dengan tema "Kiblat".
Afifah Zulfahummifta Hidayat selaku Ketua Ramadhan 1444 H KL Lazismu Mantrijeron menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan berharap agar semua yang terlibat dalam kegiatan ini mendapatkan keberkahan.
"Alhamdulillahirobbil 'aalamiin, pada hari ini hari Ahad, tanggal 2 April 2023 telah dilaksanakan kegiatan Pesantren Ramadhan 1444 H anak asuh Beasiswa Darwis Lazismu Mantrijeron. Kegiatan pesantren ini diikuti oleh seluruh anak asuh Lazismu Mantrijeron. Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah mendukung kegiatan ini sehingga dapat berjalan dengan lancar. Semoga menjadi keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat," ungkap Afifah.
Penyelenggaraan Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama kepada ana-anak asuh Beasiswa Darwis seperti saat menjalani pembinaan rutin. Selain itu, ajang ini juga dilakukan untuk menjadikan mereka saling mengenal satu sama lain. Program Beasiswa Darwis merupakan Gerakan Orang Tua Asuh dengan pola pengasuhan non mukim yang dikemas dalam bentuk pembinaan dan bantuan keringanan biaya pendidikan.
Nabila, salah satu anak asuh Beasiswa Darwis berusia 16 tahun mengaku sangat senang dengan kegiatan tersebut. Ia menjelaskan, kegiatan yang diikuti adalah tadarus pagi, materi tentang kiblat, keterampilan membuat ketupat, dzikir petang, dan tadarus bersama. Kegiatan berakhir dengan buka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Nur'aini Puji Lestari]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bojonegoro, Rudi Suparno menjelaskan, kegiatan diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam menunaikan zakat serta berdonasi melalui Lazismu. "Lazismu Bojonegoro juga menyosialisasikan digital fundraising lewat kanal lazismubojonegoro.org," ujarnya.
Sementara itu, Ansorul Hakim selaku Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Bojonegoro menyampaikan aturan pendistribusian dan penggalangan yang ada di Lazismu. Keberadaan Lazismu dipandang penting, terutama dalam hal penghimpunan dana publik. "Lazismu Bojonegoro ingin melindungi masjid dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang ada di Bojonegoro dalam melakukan penggalangan donasi agar terlindung dari hukum," ungkapnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan sambutan dari Abdul Haris selaku Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Bojonegoro yang membidangi Lazismu dan Lembaga Pengembangan Cabang dan Ranting (LPCR). Sembari menyampaikan permohonan maaf dan pamit undur diri pada penghujung masa khidmatnya, ia pun mengungkapkan harapan agar Lazismu terus maju. "Semoga ke depan Lazismu Bojonegoro bisa memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat," harapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Lazismu Kabupaten Bojonegoro juga berharap agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama dalam menjalani bulan Ramadhan. Hal ini ditandai dengan penyaluran Kado Ramadhan kepada para penerima manfaat pada kegiatan yang berlangsung Ahad (19/03) tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kegiatan ini dipimpin oleh Rudi Susanto selaku Staf Tebar Takjil Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda berbagi paket takjil perdana yang dilakukan pihaknya di jalan raya. Sebelumnya, Lazismu telah menjalankan program serupa di Masjid At-Tanwir yang terletak di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62 Jakarta.
"Nah, kebetulan ini event pertama. Alhamdulillah kita sudah menyebarkan 200 takjil," ungkap Rudi.

Para pengguna jalan tampak antusias menerima takjil yang diberikan. Paket makanan ini memudahkan mereka untuk berbuka puasa, sementara kondisi masih berada di jalan dan belum sampai ke rumah atau tempat tujuan. Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Ketua Panitia Ramadhan 1444 H Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Muktiono.
"Program Tebar Takjil Lazismu merupakan agenda rutin tahunan yang dilakukan oleh Lazismu. Program ini menyiapkan takjil kepada mereka yang membutuhkan sebagai solusi kepada kaum muslimin yang sedang berada di jalan atau di masjid untuk membatalkan ibadah puasanya," ujar Edi.
Edi melanjutkan, sasaran dari Tebar Takjil ini adalah kepada warga yang sedang berada di jalan atau di luar rumah. Titik-titik pelaksanaan program adalah di jalan atau tempat ibadah seperti masjid dan mushola. Ia pun mengajak para donatur untuk ambil bagian dalam program Ramadhan ini.
"Mari kita mendukung program Tebar Takjil yang dilakukan oleh seluruh Lazismu di tanah air ini agar berjalan dengan baik," harap Edi.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Suket Ijo mendapat pendampingan dan bantuan dari Lazismu Kabupaten Batang berupa ternak kambing untuk mendukung kegiatan riset dan uji-coba penggemukan. Selain merawat ternak milik kelompok Suket Ijo juga mencoba merawat kambing titipan milik pihak lain. "Suket Ijo memang mulai dikenal bukan dari prestasinya, tetapi justru dari kekurangannya. Kami belum ada apa-apanya dan baru mulai melangkah sebisanya dan seadanya," tutur Ketua Suket Ijo, Nur Khasanah pada kunjungan pendampingan petani dan peternak yang tergabung dalam kelompok Suket Ijo dan Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Batang.
Nur Hasanah menjelaskan, nama Suket Ijo dipilih selain agar mudah diingat, juga agar memberikan semangat. Suket Ijo merupakan singkatan dari Sabar Ulet Kreatif Ekonomis Terampil, Ikhlas, Jujur, dan Optimis. Nama Suket Ijo menjadi doa sekaligus visi-misi yang diharapkan dapat menjadi spirit dalam berusaha mewujudkan cita-cita anggotanya.
"Kumpulan tukang ngarit ini berawal dari kesepakatan ibu-ibu dan mbak-mbak yang kebetulan sering kumpul di Nasyiatul Aisyiyah. Karena memiliki nasib yang sama sebagai tukang ngarit, maka kami sepakat membentuk kelompok Suket Ijo," ungkap Nur Khasanah.
Kunjungan pendampingan petani dan peternak yang tergabung dalam kelompok Suket Ijo dan Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Batang berlangsung di Hutan Wisata Losari Desa Sodong, Wonotunggal, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Jum'at, (17/03). Dalam kesempatan tersebut Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhammad Nurul Yamin hadir bersama Dewan Pakar, Ali Agus dan Koordinator Bidang Pertanian Terpadu, Hadi Sutrisno.
Dalam sambutannya, Muhammad Yamin menyampaikan bahwa MPM PP Muhammadiyah berkomitmen melaksanakan dakwah melalui program-program pemberdayaan masyarakat khususnya bidang peternakan dan pertanian. "Dakwah dalam bidang pendidikan lewat pengajian sudah banyak dilakukan orang di sekolah dan kampus. Maka kami berdakwah di sektor lain yakni pembinaan dan pemberdayaan masyarakat dengan melaksanakan pendampingan pada kelompok nelayan, petani, dan peternak," ujarnya.
Kehadiran MPM PP Muhammadiyah disambut Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Batang yang diwakili Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup, Nurudin Junaedi bersama Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Batang. Jatam telah mengembangkan sistem bertani ramah lingkungan dengan menjauhkan lahan dari unsur-unsur kimiawi yang merusak struktur tanah. Jatam juga memproduksi Jamu Sehat Tanaman yang disingkat JST. Jamu ini merupakan hasil riset ilmiah yang hasilnya terbukti mampu mengembalikan kesuburan tanah dan petani mendapatkan hasil panen melimpah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Kepala KL Lazismu PCM Belawang, Hasbullah menuturkan, kegiatan penyaluran ini rutin dilakukan. Meski demikian, pada tahun ini ada perubahan metode penyaluran yaitu secara terpadu di masjid. Sebelumnya, KL Lazismu PCM Belawang melakukannya dengan menyambangi langsung rumah-rumah para mustahik.
"Kami dari pengurus KL Lazismu PCM Belawang akan menyalurkan berupa bantuan paket sembako. Biasanya tahun-tahun sebelumnya kami antar ke rumah, tapi tahun ini tidak kami antar karena ada beberapa pertimbangan sehingga kami memutuskan pembagian paket sembako ini kita bagikan di masjid kita saja," terangnya.
Hasbullah melanjutkan, bantuan tersebut berasal dari zakat maal salah seorang donatur tetap yang tinggal di Kota Banjarmasin. Hal ini menunjukkan adanya kepercayaan dari donatur kepada KL Lazismu PCM Belawang, meski lintas kota/kabupaten. Kepercayaan ini pun harus ditunaikan dengan tepat sasaran.
"Paket sembako yang kita bagikan ini merupakan zakat maal dari salah satu donatur dari Banjarmasin. Beliau setiap tahun mengeluarkan zakat dari KL Lazismu PCM Belawang, minta disalurkan kepada warga Belawang. Kepada yang ikut berkontribusi khususnya kepada para muzakki kami doakan, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadahnya dan menjadikannya amal sholeh yang berpahala besar di akhirat kelak," ungkap Hasbullah.
Penyaluran bantuan dari dana zakat tersebut berlangsung pada Selasa (28/03) bertepatan dengan 6 Ramadhan 1444 H. Para penerima manfaatnya adalah marbot masjid, guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA) Al Mujahidin, dan para dhuafa. Bantuan tersebut berupa 30 paket sembako dan Al-Qur'an yang dibagikan di Masjid Al Mujahidin, Desa Parimata, Kecamatan Belawang, Kabupaten Barito Kuala.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

