

Setelah melakukan survei, pada Ahad (12/02) tim KL Lazismu PCIM Turki kembali mendatangi Wisma KBRI Ankara untuk menyalurkan bantuan. Kepala KL Lazismu PCIM Turki, Ahmad Dhiyaul Haq hadir untuk menyerahkan bantuan kepada Ketua PPI Ankara, Naura. Saat penyaluran bantuan, para relawan berbincang-bincang langsung dengan beberapa penyintas untuk mengetahui perkembangan mereka setelah dievakuasi di Ankara.
Staf Administrasi KL Lazismu PCIM Turki, Tri Julia Wulandari menjelaskan, bantuan yang diberikan kali ini berupa peralatan untuk menjemur baju dan celana panjang yang sangat dibutuhkan oleh para penyintas. Saat ini suhu udara di Turki sedang berada pada kisaran 0 sampai -3 derajat Celcius. Keadaan ini menyulitkan para penyintas untuk mengeringkan baju cucian mereka. "Ditambah lagi dengan adanya jadwal dalam mencuci dan menjemur yang digilir setiap kota dengan jumlah kurang lebih 117 orang. Aturan ini dibuat supaya teratur," terangnya.
Julia menambahkan, para penyintas kali ini bercerita tentang kebosanan dan keresahan psikologi yang mereka alami. Menurut keterangan salah satu korban, mereka tidak dapat tidur dengan lelap pada saat masih berada di kota asal mereka karena gempa yang masih sering muncul, ditambah cuaca yang begitu dingin. "Seperti halnya masih merasakan bumi ini bergoyang secara tiba-tiba. Bahkan ada beberapa dari mereka menyatakan kebosanaannya," imbuhnya.
Di KBRI Ankara terdapat sekitar 117 WNI (Warga Negara Indonesia) yang mengungsi. Kedatangan relawan KL Lazismu PCIM Turki ke KBRI Ankara adalah untuk menyerahkan bantuan berapa barang-barang yang diperlukan para penyintas. Keberadaan para relawan dapat menghibur dan menjadi tempat untuk berkeluh kesah untuk menuangkan kesedihan mereka. Selain itu dapat terus menambah semangat para penyintas untuk terus melanjutkan pendidikannya di Turki.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]

Relawan KL Lazismu PCIM Turki, Tri Julia Wulandari menceritakan bahwa saat penyaluran bantuan tahap pertama, pihaknya kesulitan untuk memasuki kawasan Gaziantep. Setelah melakukan koordinasi dengan salah satu pengurus PCIM Turki yang tinggal di sana, bantuan pun bisa disalurkan kepada warga yang terdampak. Bantuan tersebut berupa sembako dan perlengkapan untuk menghadapi cuaca dingin seperti pakaian, sarung tangan, dan kaos kaki.
"Untuk wilayah Gaziantep ada beberapa titik yang tidak terlalu mengalami kerusakan besar. Pada saat kejadian, toko-toko masih ada yang buka. Salah satu kader PCIM Turki di wilayah yang masih aman tersebut kami ajak berkoordinasi dan membantu para korban di wilayah yang sangat parah. Mereka tidak membawa alas kaki, alat kebersihan, dan pakaian yang memadai saat gempa terjadi. Setelah gempa pertama dan kedua, bangunan mereka sudah roboh. Wilayah Gaziantep yang parah," ujar Julia, sapaan akrabnya.
Pada Kamis (09/02), KL Lazismu PCIM Turki kembali menyalurkan bantuan melalui para relawan yang diterjunkan ke Ankara. Penyaluran bantuan yang dilakukan pada pukul 17.00 TRT (waktu Turki) kepada para WNI (Warga Negara Indonesia) yang sudah dievakuasi di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara melalui Ketua PPI Ankara. Saat penyaluran bantuan, para relawan juga mendengarkan cerita dari mereka yang mengalami kejadian gempa besar tersebut.
"Seperti yang kita ketahui, gempa hebat berkekuatan M 7,8 ini membuat kota yang mereka (WNI) tinggali hancur. Bahkan di Kharamanmaraş tingkat kehancuran bangunan mencapai 75% dan kemungkinan akan terus bertambah. Hal tersebut membuat para korban masih merasakan trauma mendalam dan membuat mereka meyakini bahwa hampir setiap saat bumi ini bergoyang dan masih ketakutan. Banyak dari mereka yang bercerita bahwa masih takut jika sendirian dan tetap waspada karena masih terus merasakan gempa bumi seperti yang dirasakan di kota mereka kemarin," terang Julia.
Julia kemudian melanjutkan, banyak di antara korban yang takut dengan gempa susulan dan bangunan runtuh menimpa mereka. "Kami masih takut sama gerakan yang berlebih, suara keras, dan sampai saat ini masih merasakan gempa bumi tapi kami bersyukur kami bisa dievakuasi secepatnya ke Ankara. Jujur kami disana tidak bisa tidur lelap dan selalu dalam keadaan waspada," ucapnya menirukan cerita salah satu korban gempa.
Tak hanya itu, banyak di antara mereka yang keluar rumah dengan pakaian seadanya dan tidak layak untuk dipakai menahan cuaca dingin yang ekstrem pada saat gempa terjadi. Salah satu korban, ujar Julia, menuturkan dengan waut wajah sedih, "Kami cuman pakai baju tidur kami dan tidak pakai alas kaki. Setelah gempa reda, kami juga ikut tertimpa reruntuhan bangunan."
Relawan KL Lazismu PCIM Turki menyampaikan belasungkawa dan terus memberikan semangat dan terus mendata kebutuhan para penyintas. Penggalangan bantuan pun terus dilakukan untuk meringankan beban mereka. Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]

Kedatangan para relawan ini disambut oleh perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Turki yang telah berada di Wisma KBRI. Tri Julia Wulandari, salah satu relawan yang merupakan Staf Administrasi KL Lazismu PCIM Turki menyebutkan, selain sembako dan alat kebersihan, bantuan yang diberikan berupa keperluan pribadi pria dan wanita, celana panjang, sarung tangan, kaos kaki, serta obat-obatan yang dibutuhkan. Sebagian besar merupakan perlengkapan untuk menghadapi musim dingin yang sedang mencapai puncaknya di negara itu.
Di tempat ini, para penyintas menuturkan beragam cerita, mulai dari cara bertahan hidup selama mengungsi di kota yang terdampak gempa hingga akhirnya dievakuasi oleh pihak KBRI Ankara, juga ketakutan yang dialami sehingga tidak bisa tidur lelap akibat gempa susulan dan suhu udara yang semakin turun. Bahkan, ujar Julia, anak-anak dari Kota Kharamanmaraş memilih menghabiskan malam pertama pasca gempa dengan bermalam di gazebo, meski harus melawan cuaca dingin yang sangat ekstrem akibat rasa takut adanya gempa susulan.
"Aku sudah tidak mau lagi main salju di luar. Sudah cukup dingin kemarin di sana (kota tempat tinggal mereka) rasanya seperti kaku badanku, apalagi 'mont' (jaket musim dingin) sudah basah dan berbau asap," ungkap Julia menirukan cerita salah satu anak penyintas gempa yang disampaikan kepadanya.
Julia mengungkapkan kekagumannya terhadap para penyintas gempa. Meskipun harus berada pada situasi dan kondisi yang sangat memprihatinkan, mereka tetap bisa bertahan. "Pada saat kejadian itu subuh waktu Turki dan hujan salju yang sangat tebal, tapi teman-teman di wilayah terdampak masih bisa bertahan dengan pakaian seadanya. Bahkan di wilayah Kharamanmaraş teman-teman di sana tidak makan makanan berat selama hampir 24 jam. Mereka hanya makan makanan seadanya dan juga harus berbagi kepada sesama pengungsi lainnya," ungkapnya.
Kehadiran para relawan Muhammadiyah ini turut memberikan semangat kepada para penyintas. Selain Julia, relawan lainnya adalah Bella Kinanti selaku Wakil Ketua Pimpinan Cabang Istimewa (PCIA) Turki yang juga merupakan Staf Program KL Lazismu PCIM Turki, serta Nisa Nur Jafna, anggota PCIA Turki. Sebagai kader, Julia juga aktif di Majelis Pustaka dan Informasi PCIM Turki.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tri Julia Wulandari]

Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Magelang, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, jajaran Badan Pengurus serta Eksekutif Lazismu Kota Magelang. MIM Teladan dipilih menjadi tempat pelaksanaan sebagai syiar dakwah Lazismu Kota Magelang guna menambah capaian target dana pembebasan tanah pengembangan sekolah tersebut. Rakerda dengan tema "Meneguhkan Jejak Kebajikan" ini berlangsung pada Ahad (22/01).
Dalam sambutannya, Sekretaris PDM Kota Magelang yang mewakili Ketua PDM Kota Magelang, Yatino mengajak para amil untuk terus bersama-sama membesarkan Lazismu. Sebagai satu-satunya lembaga penghimpun zakat milik Persyarikatan Muhammadiyah, Lazismu berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat yang amanah melalui pendayagunaan dana zakat, infak, dan sedekah secara produktif.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Dodok Sartono menyampaikan mengenai SIM (System Informasi Management) yang akan digunakan oleh Lazismu se-Jawa Tengah untuk mengoptimalkan pengelolaan ZISKA secara amanah dan profesional. Hal ini akan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya melalui Lazismu Kota Magelang. Ia juga mengharapkan agar pengelolaan ZISKA bisa satu atap di Lazismu Kota Magelang agar pengelolaannya memiliki legalitas.
"Lazismu Kota Magelang pada tahun 2022 alhamdulillah berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) di tahun kedua audit KAP (Kantor Akuntan Publik) dan bidang fundraising berhasil closing 100,13% dari yang ditargetkan," ungkap Dodok.
Andi Triyanto selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Magelang menegaskan, dengan tema yang dipilih pada tahun ini pihaknya berharap agar manfaat dana ZISKA yang dikelola akan semakin luar. Para amil pun diajak untuk lebih solid dalam bekerja. "Pada Rakerda tahun 2023 ini, Lazismu Kota Magelang mengangkat tema kerja 'Meneguhkan Jejak Kebajikan', meneruskan seluruh capaian kebaikan agar lebih baik lagi sehingga manfaat ZISKA dirasakan lebih meluas dan berkesinambungan. Meneguhkan bermakna agar tim amil lebih solid, bekerja dengan membangun sinergi dan harmonisasi agar program lebih terpola," terangnya.
Terakhir, Andi berharap agar target tahun 2023 sebanyak 2 miliar rupiah dapat tercapai. "Bismillah tahun 2023 ini berawal dari yang akhir, kami menargetkan capaian perolehan ZISKA di angka 2 miliar. Semoga Lazismu diberi keistiqomahan dan kekuatan menjalankan amanah memberdayakan ZISKA yang mampu memajukan Indonesia, mencerahkan semesta," pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Ariq Fikria Niagasi]

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan dalam sambutannya pada acara yang berlangsung Kamis (09/02) itu menyampaikan rasa syukur atas penyaluran bantuan sarana dan prasarana dari BAZNAS bersama BPKH kepada Lazismu PP Muhammadiyah. Bantuan ini dapat mendukung Lazismu yang bergerak pada bidang sosial kemasyarakatan. "BAZNAS dititipkan dana oleh BPKH dalam bentuk sarana dan prasarana untuk Lazismu. Karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada BPKH," ucapnya.
Rizaludin kemudian berharap agar bantuan tersebut dapat mendukung operasional Lazismu dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan apa yang dilakukan oleh BAZNAS di tengah masyarakat, begitu pula dengan sinergi yang dijalin dengan BPKH. "Semangat melayani umat senapas dengan BAZNAS yang terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui beragam program yang digulirkan, termasuk bersinergi dengan BPKH sebagai mitra maslahat dalam Program Kemaslahatan," ungkapnya.
Senada dengan BAZNAS, Kepala Divisi Pelaksanaan dan Monev Kemaslahatan BPKH Indriayu Afriana mengatakan, pihaknya menitipkan bantuan tersebut untuk dimanfaatkan dan dijaga dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa dana bantuan Program Kemaslahatan tersebut berasal dari nilai manfaat dana abadi umat yang diamanatkan kepada BPKH. "Kami titip, karena ini adalah bentuknya yang mudah berpindah dan risiko hilang atau rusaknya besar," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan BPKH dan BAZNAS kepada Lazismu. Bantuan tersebut melengkapi sarana dan prasarana yang ada untuk mendukung kinerja Lazismu melayani masyarakat. "BPKH, BAZNAS, Lazismu ini seperti segitiga dan Lazismu bersama BAZNAS sendiri sebetulnya sama-sama merupakan mitra kemaslahatan," sebutnya.
Mewakili PP Muhammadiyah, KH. Saad Ibrahim dalam acara ini menyampaikan pentingnya makna sedekah. Sedekah, menurutnya, merupakan pemecah segala masalah karena merupakan bagian dari ketakwaan. Ia juga mendoakan agar semua pihak yang memberikan bantuan akan diberikan kemudahan oleh Allah SWT. "Sedekah itu pemecah masalah sebab sedekah bagian dari ketakwaan. Orang yang takwa akan mendapatkan pemecahan masalah dengan cara yang tak diduga-duga," tegasnya.
Lazismu telah menjalin sinergi bersama BAZNAS maupun BPKH melalui berbagai program. Dengan adanya sinergi ini, upaya pengentasan kemiskinan dapat semakin diperluas. Program-program yang dijalankan pun dapat menjadi solusi atas berbagai permasalahan umat, terutama bagi mereka yang berada di kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

Direktur Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Upik Rahmawati pada Kamis (09/02) menyatakan bahwa bantuan tahap awal Muhammadiyah telah dikirimkan melalui Lazismu kepada Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Turki. Bantuan yang diberikan berupa Familiy Kit dan paket sembako serta disesuaikan dengan keadaan di sana mengingat situasi musim dingin yang sedang mencapai puncaknya. Tim relawan juga akan mendapatkan dukungan dari Lazismu.
"Alhamdulillaah Lazismu PP Muhammadiyah telah mengirimkan dana yang akan diperuntukkan untuk Family Kit. Kita juga memberikan bantuan operasional tim atau relawan yang bertugas di sana," terang Upik.
Terkait bantuan Family Kit, Upik kemudian merincikan. "Untuk paket family kit yang di dalamnya ada kaos kaki, sarung tangan, baju tebal, celana, pakaian dalam, pembalut, sepatu bot, kerudung, sikat gigi, paket sembako, dan lain-lain. Jadi kita menyediakan Family Kit dan paket sembako," ujarnya.
Upik menambahkan, Lazismu juga akan mendukung keberangkatan EMT International Muhammadiyah. "Saat ini Muhammadiyah juga diminta oleh Pemerintah RI berkontribusi untuk mengirimkan tenaga medis melalui EMT. Kita mengirimkan EMT yang didukung oleh Lazismu untuk berangkat ke Turki," terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Layanan (KL) Lazismu PCIM Turki, Ahmad Dhiyaul Haq yang berada di lokasi menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan. Koordinasi pun terus dilakukan bersama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki untuk menghindari tumpang tindih penyaluran bantuan. "Jadi kita tetap koordinasi dengan PPI Turki biar bantuan ke WNI (Warga Negara Indonesia) tidak 'double'. Di antaranya yang akan kami siapkan untuk kebutuhan WNI pelajar perempuan dan saat ini sudah ada amil Lazismu sedang mendata di lokasi pengungsian dan siap untuk disalurkan," jelasnya.
Mari salurkan infak terbaik untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak gempa bumi di Turki melalui:
BSI 9153 944 400
BCA 8780 171 171
Mandiri 1230 099 008 999
Muamalat 3250 191 211
Mega Syariah 1000 014 800
Rekening atas nama Lazis Muhammadiyah, sertakan Kode Unik "010" pada 3 digit terakhir nominal infak, misal Rp. 50.010,-. Konfirmasi dapat malalui SMS/Whatsapp ke nomor 0856 1626 222.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

