

Sebagai bagian dari program Kado Ramadhan Lazismu 1444 H, KL Lazismu PCIM Sudan menyerahkan bantuan berupa parsel kepada mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang membutuhkan di Khartoum, Sudan. Penyerahan bantuan berlangsung pada Senin (27/03) di Aula Markaz Dakwah PCIM Sudan, Arkawet 47 Khartoum, Sudan. Kegiatan yang berlangsung selepas Dzuhur hingga Ashar waktu setempat ini dihadiri oleh Ghifarul Fikri selaku Staf Program dan Pendistribusian serta Ketua Pelaksana Kado Ramadhan Lazismu Sudan 1444 H, Dimas Muhammad Hanief Arkaan.
Ghifarul Fikri menyampaikan, bantuan berupa parsel ini bertujuan membantu mahasiswa dan mahasiswi Indonesia dalam menghadapi krisis ekonomi Sudan yang berkelanjutan. Krisi ini juga termasuk inflasi tinggi dan depresiasi mata uang, berkurangnya peluang pendapatan, dan dampak pandemi COVID-19 terhadap harga komoditas serta perdagangan.
Parsel yang disalurkan kepada penerima manfaat berjumlah 15 paket. Masing-masing paket berisi bahan kebutuhan pokok, seperti beras, telur, minyak, gula, dan bahan kebutuhan lainnya. Penerima manfaat telah ditentukan kriterianya oleh tim KL Lazismu PCIM Sudan agar tepat sasaran.
"Total penyaluran paket ini ada 15. Semuanya untuk para mahasiswa dan mahasiswi yang membutuhkan. Alhamdulillah, kegiatan ini mendapat sambutan baik dari warga negara Indonesia, mengingat kebutuhan harga pokok yang semakin sulit," ungkap Fikri.
Melalui bantuan Kado Ramadhan ini, Dimas Muhammad selaku penanggung jawab program Kado Ramadhan Lazismu Sudan 1444 H berharap agar dapat membantu kebutuhan pokok mahasiswa dan mahasiswi selama menjalani bulan Ramadhan. Dengan demikian, kehadiran Lazismu pada Ramadhan kali ini dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi Indonesia yang berada di Sudan.
"Semua yang diberikan donatur bisa sampai kepada mereka yang membutuhkan, sehingga terjadi rada saling peduli. Juga parsel sebagai wujud komitmen Lazismu Sudan untuk terus memberi dan melayani kepada mereka yang membutuhkan. Semoga dari gerakan yang sedikit ini bisa menginspirasi gerakan yang kreatif di masa yang akan datang," pungkas Dimas.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Waznin Alief Almuzakky]

"Inilah kerja-kerja Muhammadiyah untuk umat dengan memberdayakan ekonomi produktif," ujar Haedar Nashir saat mendampingi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) RI, Muhadjir Effendy dan jajaran PWM Jawa Timur.
Kunjungan spesial ke Booth Lazismu Wilayah Jawa Timur ini dilakukan setelah Haedar Nashir mengisi materi Kajian Ramadhan 1444 H. Ia mengaku tertarik dengan aneka produk makanan olahan mitra BankZiska Lazismu Wilayah Jawa Timur dan mengapresiasi langkah tersebut sebagai kerja nyata Muhammadiyah. Booth ini berdiri berdampingan dengan booth lembaga dan korporasi lain yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Faruq Ahmad Futaki mewakili Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur mengungkapkan, BankZiska merupakan program riil representasi dari jihad ekonomi Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh pihaknya. Pada kesempatan ini, Bankziska Lazismu menyiapkan 50 paket produk UMKM mitra binaan dan banyak lagi produk-produk lainnya. "Ada gula aren, sambal pecel, lempeng ketan hitam, thiwul, dan lain-lain," ungkapnya.
Saat ini BankZiska yang merupakan "Banknya Wong Cilik" telah hadir di 7 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Kehadirannya pun telah menginspirasi berdirinya bank zakat di berbagai daerah dan wilayah di Indonesia. "Diharapkan pada tahun 2023 ini bisa berdiri sebanyak 10 unit layanan BankZiska di berbagai daerah di Jawa Timur dan 1 unit di provinsi lain," harapnya.
Kajian Ramadhan 1444 H PWM Jawa Timur menghadirkan tokoh-tokoh pemateri tingkat nasional dan regional. Selain Haedar Nashir, Muhadjir Effendy beserta Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, turut hadir Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Arsjad Rasjid. "Membangkitkan Jihad Ekonomi" menjadi tema yang diangkat dalam kegiatan dengan jumlah peserta sekitar 1250 orang tersebut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Seperti halnya di Kabupaten Bireuen, Lazismu melalui program nasional Tebar Takjil memfasilitasi para muzakki untuk menyalurkan infak terbaiknya agar dapat menyediakan menu berbuka puasa. Di Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen, Lazismu Kabupaten Bireuen memanfaatkan momen Ramadhan 1444 H untuk menyediakan takjil kepada para jamaah. Kehadiran takjil ini disambut gembira oleh mereka yang berbuka puasa di masjid tersebut.
Ketua Panitia Berbagi Lazismu Kabupaten Bireuen, Ahdiya Syahrir mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini bertujuan untuk menjadikan masjid sebagai tempat mengikat silaturrahim dan memperat tali persaudaraan. "Alhamdulillah di bulan Ramadhan kali ini Lazismu Bireuen bisa berbagi takjil untuk jamaah Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen setiap harinya selama sebulan penuh. Adapun tujuannya untuk dapat saling bersilaturrahim, akan banyak orang yang datang dan memenuhi masjid untuk sholat berjamaah. Pada akhirnya kita semua dapat mempererat tali persaudaraan sesama umat muslim di bulan yang suci ini," ungkapnya.
Sementara itu, Fajar Ardiansyah, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen menjelaskan bahwa kegiatan rutin ini dapat meningkatkan semangat jamaah dalam menjalankan ibadah puasa, disamping ibadah sholat Maghrib di masjid. "Kegiatan ini rutin kami lakukan tiap hari. Saya berharap melalui berbagi iftar ini baik jamaah bisa terus bersemangat menjalankan ibadah puasa dan sholat Maghrib berjamaah di masjid. Untuk tim Lazismu Bireuen sendiri semoga semakin bersinergi dan program yang sedang dijalankan dilancarkan dan yang belum dilaksanakan bisa dijalankan usai Ramadhan ini," harapnya.
Program Tebar Takjil ini telah dimulai oleh Lazismu Kabupaten Bireuen dari awal bulan Ramadhan, yaitu pada Kamis (23/03). Takjil yang dibagikan di antaranya yaitu bubur kanji, wedang jahe, kurma dan aneka macam kue. Kegiatan ini akan dilakukan hingga akhir bulan Ramadhan 1444 H.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Tasya Rahmadina]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pulang Pisau, Achmat Husen menyampaikan bahwa program berbagi takjil ini adalah program rutin yang dilakukan dalam rangka syiar Islam. Kegiatan ini sebisa mungkin harus selalu dilaksanakan untuk menyemarakkan bulan Ramadhan. "Syiar ini harus terus dilakukan apalagi di bulan Ramadhan ini. Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan," ujarnya.
Suasana terik pada sore hari saat pembagian takjil mendadak cuaca menjadi mendung dan turun hujan. Para relawan yang sedang mempersiapkan takjil di Masjid K.H. Ahmad Dahlan terpaksa menunggu selama beberapa saat hingga hujan mulai reda. Setelah itu, para relawan kembali ke jalan untuk membagikan takjil, meski kondisi cuaca masih gerimis.
Jelang waktu berbuka, 250 paket takjil pun habis dibagikan. Acara ini merupakan kolaborasi ke sekian kalinya antara Lazismu dengan IMM Kabupaten Pulang Pisau dalam menggelar pembagian takjil gratis kepada pengendara motor dan mobil yang melintas di jalan. Pada Ramadhan 1444 H, kegiatan ini terbantu dengan adanya 2 orang mahasantri dari PKUM Palangka Raya yang sedang melaksanakan dakwah "Mubaligh Hijrah" di Masjid K.H. Ahmad Dahlan.
Lazismu Kabupaten Pulang Pisau mengajak untuk menyempurnakan ibadah Ramadhan dengan berbagi dan peduli. Ramadhan 1444 H ini tampak spesial karena ada lima program yang dijalankan oleh Lazismu Kabupaten Pulang Pisau, yaitu Tebar Takjil, Kado Ramadhan, Back to Masjid, Pemberdayaan UMKM, dan Berbagi Al-Qur'an untuk Masjid dan Pesantren. Beragam pilihan paket donasi pun dibuka, mulai dari 50 ribu hingga 500 ribu rupiah.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Bonni Febri]

Dalam keterangannya, Zainuddin menyebutkan bahwa bantuan tersebut berasal dari Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) 8 Kota Banjarmasin. Bantuan ini kemudian diamanahkan melalui Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Penerima manfaat bantuan adalah para mualaf yang berada di Desa Patikalain, sebuah desa yang berada di Pegunungan Meratus.
"Bantuan ini merupakan suatu bentuk kepedulian kita bersama antar sesama saudara seiman, karena Al-Qur'an mengajarkan demikian. Hal tersebut bisa dilanjutkan dengan membangun jalinan kasih sayang yang lebih akrab dalam memelihara ukhuwah Islamiyah demi terbangunnya peningkatan harkat dan martabat mereka yang dibantu," terang Zainuddin.
Menurutnya, bantuan ini sebagai wujud penghargaan kepada para mualaf, meski nilai materi yang diberikan tidaklah seberapa. Ia pun berharap agar para donatur mendapatkan pahala dari Allah. "Semoga Allah lipat gandakan pahala bagi donatur yang menyumbang dan mendapatkan ampunan dosa dalam suasana Ramadhan ini. Aamiin," ujarnya.

Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Abdul Wahab menjelaskan, bantuan yang diamanahkan oleh PCA 8 Kota Banjarmasin ini disalurkan melalui LDK PWM Kalimantan Selatan sesuai dengan tupoksi yang telah ada. Pihaknya pun akan melanjutkan pendistribusian bantuan serupa, baik untuk mualaf maupun penerima manfaat yang berhak lainnya.
"Rencana ke depannya akan kami programkan Kado Guru yang merupakan bagian dari program Kado Ramadhan. Selain itu kami akan berbagi Kado Ramadhan di komunitas mualaf lainnya, semisal Desa Kindingan dan lainnya," jelas Wahab yang menerima bantuan secara simbolis dari PCA 8 Kota Banjarmasin.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis dari Ketua PCA 8 Kota Banjarmasin, Hj. Rusidah didampingi Wakil Ketua Hj. Maserah kepada Manajer Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Masjid Mujahidin Barabai pada Selasa (21/03). Kado Ramadhan tersebut kemudian didistribusikan kepada para mualaf yang diserahkan secara simbolis di Masjid Ar Rahim Patikalain pada Jumat (24/03). Bantuan ini berisi beras, minyak goreng, tepung, mie instan, gula, teh, sarden, kental manis, dan sirup.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Johansyah]

Penyerahan bantuan dilakukan pada Rabu (22/03). 100 paket bantuan yang berisi beras dan MieMu tersebut dibagikan kepada masing-masing penerima manfaat. Amil Lazismu Kabupaten Banjar, Ahmad Riyadhie menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan ikhtiar Lazismu dalam meringankan beban warga yang terdampak banjir.
"Penyaluran bantuan kali ini sebagai bentuk keprihatinan kami kepada warga terdampak banjir di sekitar kantor, utamanya di dua tempat yang menjadi sasaran penerima manfaat yakni warga Pasayangan dan Pekauman Ulu," ungkap Riyadhie.
Menurut Riyadhie, pihaknya sengaja memilih momentum menjelang Ramadhan dalam penyaluran bantuan ini guna menambah makanan pokok berupa beras kepada warga untuk dikonsumsi saat bulan puasa. Hal ini dapat mengurangi beban warga dalam mempersiapkan datangnya bulan suci Ramadhan, terlebih bagi mereka yang terdampak bencana banjir.
Senada dengan itu, Muhammad Fajriannoor, relawan yang turut dalam kegiatan tersebut merasa bahagia turut ikut serta dalam pelaksanaan penyaluran bantuan. Dengan adanya aksi sosial ini akan dapat menumbuhkan semangat untuk berbagi jelang Ramadhan ini. "tentunya saya senang bisa ikut berkontribusi langsung dalam misi kemanusiaan melalui penyaluran bantuan untuk warga terdampak kali ini," tuturnya.
Pada saat banjir terjadi, Lazismu memberikan dukungan penuh pada aksi kemanusiaan bersama MDMC melalui layanan Dapur Umum. Setiap hari, para relawan membagikan ratusan nasi bungkus kepada warga terdampak banjir beberapa waktu lalu. Bantuan ini membantu meringankan warga karena kesulitan untuk beraktivitas saat terjadi bencana.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

