

Tiga orang amil Lazismu Kabupaten Bogor didampingi oleh empat orang relawan MDMC Kabupaten Bogor berangkat pada pagi hari pukul 10.00 WIB menuju ke lokasi pertama yang berada di Desa Purasari. Di tempat ini secara simbolis bantuan RendangMu diserahkan kepada Kantor Layanan (KL) Lazismu Puraseda untuk kemudian didistribusikan kepada penyintas di desa tersebut. Selain itu, Lazismu juga menyerahkan bantuan lainnya berupa material 20 bronjong kawat.
Distribusi kemudian dilanjutkan ke titik lokasi kedua yang berada di Kampung Cikupa pada pukul 11.00 WIB. Bantuan RendangMu diserahkan di lokasi hunian darurat yang dibangun oleh MDMC Kabupaten Bogor. Selain diberikan kepada penyintas yang menempati hunian darurat, RendangMu juga diberikan kepada warga sekitar yang terdampak bencana.
Alex, koordinator hunian darurat di Kampung Cikupa menyambut baik bantuan RendangMu yang diberikan oleh Lazismu. Ia pun merasa senang dan menyampaikan bahwa RendangMu memiliki rasa yang enak. "Rendangnya enak, waktu kita terima langsung dibuka dan dicicipi, ternyata enak. Terima kasih kepada Lazismu," ujarnya.
Sementara itu, Imam Akbari selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bogor menyampaikan, RendangMu merupakan produk bantuan siap saji untuk membantu kaum pra sejahtera. Ia pun menceritakan, MDMC dan Lazismu Kabupaten Bogor telah melakukan berbagai respons terhadap bencana yang terjadi di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang. Aksi ini pun mendapatkan dukungan dan kerja sama dari berbagai elemen Muhammadiyah Kabupaten Bogor.
"RendangMu merupakan bentuk produk bantuan makanan siap saji yang dikeluarkan oleh Lazismu Pusat dan tidak diperjualbelikan. Program ini merupakan murni untuk membantu kaum pra sejahtera. Sejak awal terjadi bencana MDMC dan Lazismu Kabupaten Bogor senantiasa bekerja sama dan mendapat dukungan penuh dari semua elemen yang berada di lingkungan Muhammadiyah Bogor, terutama Angkatan Muda Muhammadiyah. Banyak yang sudah dilakukan dalam respons bencana di Pamijahan dan Leuwiliang, dari mulai bantuan relawan untuk pembersihan fasilitas sosial dan umum, sembako, pakaian layak pakai, pipanisasi, hunian darurat, dan terakhir RendangMu," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditya Reffiyanto]

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Bireuen, Fajar Ardiansyah menerangkan bahwa bantuan Beasiswa Sang Surya yang diberikan ini merupakan solusi kendala pembiayaan bagi Munif saat berangkat ke Universitas Islam Madinah. Selain itu, ia menilai bahwa Munif memiliki semangat tinggi untuk belajar dan menjalani perkuliahan.
Nurul Huda selaku Staf Keuangan Lazismu Kabupaten Bireuen saat penyerahan bantuan senilai dua juta rupiah di kantor Lazismu Kabupaten Bireuen pada Sabtu (23/07) ini menjelaskan, saat ini pihaknya telah memberikan bantuan Beasiswa Sang Surya kepada lima orang penerima manfaat yang menempuh pendidikan di Timur Tengah. "Alhamdulillah saat ini Lazismu telah memberikan untuk lima orang penerima manfaat Beasiswa Sang Surya, semuanya belajar di Timur Tengah," ungkapnya.
Nurul melanjutkan, dukungan dari berbagai pihak terutama warga persyarikatan sangat diperlukan agar program-program Lazismu Kabupaten Bireuen dapat terus berjalan. "Kami tentunya terus mengajak masyarakat umum untuk terus mendukung Lazismu, terkhusus warga persyarikatan sendiri karena bagaimana pun Lazismu ini akan bisa menjadi Lembaga Amil Zakat yang besar jika didukung dan memiliki kepercayaan banyak pihak," tambahnya.
Sementara itu, Raja Munif Al Faaz sebagai penerima manfaat program ini menjelaskan bahwa ia harus melalui proses yang panjang agar terpilih menjadi mahasiswa di Universitas Islam Madinah. Oleh karena itu, dana yang diperlukan tidak sedikit. Ia pun bersyukur, permohonan bantuan yang diajukannya kepada Lazismu beberapa waktu lalu terkabul.
"Terima kasih banyak kepada Lazismu Bireuen. Saya benar-benar terbantu dengan bantuan ini, yang pasti jadi bisa meringankan beban orang tua serta mempermudah dalam menggapai cita-cita untuk belajar ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi," ujarnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Fajar Ardiansyah]

Paket School Kit yang diberikan berupa baju, tas, dan alat tulis. Acara penyerahan bantuan ini dilakukan di Hall K.H. Ahmad Dahlan, Gampong Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe pada Senin (25/07). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Lhokseumawe dan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Lhokseumawe, dihadiri oleh para kepala sekolah/madrasah, guru, dan murid di lingkungan Muhammadiyah Kota Lhokseumawe.
Ketua Lazismu Kota Lhokseumawe, Farhan Zuhri Baihaqi saat acara tersebut menyampaikan, bantuan ini merupakan hasil kerja sama Lazismu Kota Lhokseumawe dengan Majelis Dikdasmen PDM Kota Lhokseumawe. Seluruh bantuan tersebut disalurkan kepada siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. "Kami menyerahkan 27 paket School Kit bagi murid yang berasal dari keluarga kurang mampu," ujarnya.
Menurutnya, bantuan ini merupakan bentuk perhatian serius Lazismu Kota Lhokseumawe dalam dunia pendidikan. Bantuan ini juga diberikan agar dapat menciptakan generasi yang tangguh. Selain itu ia berharap agar penggunaan dana ZIS akan berdampak jangka panjang bagi penerimanya. "Pendidikan adalah fokus terpenting bagi Lazismu, apalagi pemanfaatan ZIS yang kita himpun berefek jangka panjang bagi penerima manfaat," terangnya.
Program ini merupakan bagian dari Pilar Pendidikan Lazismu dengan tujuan untuk membantu siswa pada tingkat pendidikan dasar hingga menengah dari kalangan keluarga tidak mampu. Selain untuk meningkatkan semangat belajar, bantuan paket School Kit juga dapat meringankan beban orang tua, terutama bagi warga kurang mampu.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Farhan Zuhri Baihaqi]

Program pembinaan mualaf di Desa Patikalain juga mendapatkan dukungan dari Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Melalui rangkaian program yang berada di bawah Pilar Sosial Dakwah Lazismu seperti Pendampingan Mualaf, Dai Mandiri, Bedah Rumah, Back to Masjid, serta Qurban, pembinaan kepada mualaf pun diwujudkan. Seperti halnya saat pelaksanaan ibadah qurban di desa ini pada Ahad (10/07) lalu.
Wakil Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang membidangi Program, Erie Norahman menyampaikan, tahun ini merupakan tahun ketiga pelaksanaan ibadah qurban di tempat tersebut. Ia pun bersyukur ibadah qurban dapat kembali dilaksanakan. "Alhamdulillah pada tahun ketiga pelaksanaan ini kami kembali bisa melaksanakan qurban di Desa Patikalain. Untuk tahun ini berjumlah empat ekor sapi yang merupakan sumbangan dari Keluarga almarhum H. Saibani, keluarga besar almarhum Ustadz Arifin Ilham, KL Lazismu Al Ummah, dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Banjarmasin" terangnya.
Erie menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan program ini setiap tahunnya selalu mendapat dukungan banyak pihak. "Kami tentu berterima kasih atas dukungan banyak pihak yang terus mendukung dengan menyalurkan qurban di Patikalain. Bahkan sejak diluncurkan tiga tahun lalu, Lazismu Al Ummah dan PDPM Banjarmasin rutin menyalurkan qurban ke sini," jelasnya.
Selain kegiatan penyembelihan dan distribusi daging qurban, terang Erie, kegiatan ini merupakan bentuk silaturahmi dengan para mualaf. Ia berharap agar pelaksanaan qurban dapat mendorong kesadaran warga mualaf untuk berqurban secara mandiri pada tahun berikutnya. "Semoga ke depan akan terus terjalin kerja sama dan manfaat untuk mualaf Patikalain. Tidak hanya sekedar memotong dan membagi, kami juga mengajarkan kepada mualaf bahwa qurban adalah salah satu ibadah sunnah bagi yang mampu untuk melaksanakan. Kami mengharapkan kesadaran muncul dari warga mualaf sehingga tahun depan sudah bisa melaksanakan qurban sendiri tanpa mengharap bantuan sapi dari luar," tutupnya.
Hendra Permana, Sekretaris PDPM Kota Banjarmasin yang merupakan salah satu mitra pendukung pada pelaksanaan ibadah qurban menyampaikan bahwa pihaknya sangat terkesan atas pelaksanaan qurban bersama saudara-saudara seiman di Patikalain. "Program yang rutin telah kami laksanakan ini tentunya mempunyai kesan tersendiri karena bisa melaksanakan qurban secara langsung dengan saudara kita di Desa Patikalain," ujarnya.
Hendra menambahkan, pelaksanaan program ini tentunya tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, khususnya Pemuda Muhammadiyah di Kota Banjarmasin. Ia juga mengungkapkan bahwa selain Desa Patikalain di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pihaknya juga menjadikan Desa Kamawakan di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebagai titik binaan mualaf. Di tempat ini, pembinaan mualaf sudah berjalan dan mendapatkan dukungan penuh dari Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
"Pelaksanaan qurban ini sendiri kami sebagai Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah awalnya membuka kesempatan secara terbuka. Alhamdulillah dapat sambutan baik dan didukung oleh salah satu masjid Muhammadiyah di Banjarmasin, bahkan kader-kader Pemuda Muhammadiyah di masjid tersebut juga ikut dalam pelaksanaan di Patikalain. "Kami mengharapkan terus bisa melaksanakan program ini, tentu perlu dukungan semua pihak. Untuk lokasi sendiri kami berencana menjadikan Kamawakan, Loksado menjadi lokasi kedua, bahkan kemarin kami sudah berkesempatan untuk ikut dan menyaksikan pelaksanaan qurban di sana," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediaman ustadz Lufti pada Ahad (17/07). Pihak KL Lazismu PCIM Sudan diwakili oleh Wahidin (kepala kantor), Damar Muslim (staf pendistibusian), dan Dimas Muhammad (staf keuangan). Selain itu, Ahmad Muqovva dan Ikram hadir mewakili NU Care-LazisNU Sudan, serta Rifani Azka sebagai perwakilan PPI Sudan. Sebelumnya, seluruh perwakilan berkumpul terlebih dahulu di Sekretariat PPI Sudan selepas shalat maghrib.
Saat ditemui di kediamannya, ustadz Lutfi mengucapkan terima kasih atas penggalangan donasi yang telah dilakukan ini. Ia pun menjelaskan bahwa kondisi anaknya sudah mengalami peningkatan. "Alhamdulillah anak kami sudah mengalami peningkatan kondisi walaupun masih harus dijaga betul. Terima kasih kepada seluruh teman-teman yang sudah mau membantu, mulai dari menjaga anak kami di rumah sakit, sampai berusaha semaksimal mungkin untuk menggalang donasi. Saya doakan semoga baik donator dan antum semuanya diberikan kemudahan dan kelapangan rezeki," tuturnya.
Kepala KL Lazismu PCIM Sudan, Wahidin berharap agar PPI Sudan dapat terus merangkul lembaga sosial dalam sinergi untuk menyikapi berbagai keadaan sosial di Sudan. Ia juga menuturkan bahwa pihaknya prihatin dengan kondisi anak dari ustadz Lutfi. "Kami turut prihatin dengn kondisi anak panjenengan, kami memberikan doa terbaik agar anak antum kembali lekas pulih," tuturnya.
Kunjungan berakhir seiring dengan azan isya berkumandang. Dengan adanya penyaluran bantuan ini ke depan diharapkan dapat mendorong adanya aksi kolaborasi lagi, baik di bidang pendidikan, sosial, maupun bidang lainnya. Selain itu, kegiatan ini dapat menambah jalinan persaudaraan khususnya di antara ketiga lembaga tersebut dan juga lembaga-lembaga lainnya yang ada di Sudan.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Dimas Muhammad Hanif Arkaan]

Pada hari Jumat (22/07), Lazismu Kota Pekanbaru menyalurkan bantuan kesehatan kepada seorang balita penderita penyakit hernia. Penerima manfaat bantuan ini adalah Atthalaya Arsya Nur Aldin yang merupakan putra dari Suladi dan Nuryati. Balita ini harus menjalani operasi di RSUD Arifin Ahmad yang terletak di Jalan Diponegoro No. 2, Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru.
Keluarga Nuryati merupakan keluarga yang berasal dari kalangan kurang mampu. Suaminya yang merupakan seorang buruh serabutan memiliki penghasilan tidak menentu, sehingga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan selama melakukan pengobatan. Akibatnya, putra mereka pun harus menunggak biaya operasi.
Mengetahui keadaan ini, Lazismu Kota Pekanbaru memutuskan untuk memberikan bantuan langsung kesehatan. Bantuan tersebut berupa biaya administrasi rumah sakit untuk pengobatan agar bisa sedikit meringankan beban keluarga. Bantuan ini pun diberikan langsung oleh amil Lazismu Kota Pekanbaru kepada orang tua Atthalaya di RSUD Arifin Ahmad.
Nuryati, ibu dari Atthalaya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia pun berharap agar mereka yang membutuhkan bantuan dapat terus dibantu oleh Lazismu Kota Pekanbaru. "Terima kasih banyak kepada muzakki dan Lazismu Pekanbaru yang telah membantu tunggakan biaya operasi anak saya. Kami tidak bisa banyak membantu kepada Lazismu Pekanbaru dan semoga para muzakki yang telah menyalurkan bantuan dan Lazismu sehat selalu. Kami hanya bisa membantu secara doa semoga ke depannya bisa membantu kepada yang lainnya juga," tutur Nuryati.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Setiawan]

