Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

TANAM MANGROVE, UPAYA UIN SULTAN MAULANA HASANUDDIN BANTEN BERSAMA LAZISMU KURANGI PEMANASAN GLOBAL

KABUPATEN SERANG -- Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten menggelar kegiatan "Restorasi Mangrove" bersama Lazismu Wilayah Banten, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Putri Gundul" dan juga Komunitas Lingkungan (Koling). Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Domas, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang dalam rangkaian acara Dies Natalis UIN SMH Banten yang ke-60. Seribu bibit mangrove ditanam dalam rangka memulihkan ekosistem tepian laut di daerah ini.

Acara yang berlangsung pada Rabu (12/10) ini dihadiri oleh Ketua LP2M UIN SMH Banten, Kepala Pusat Pengabdian UIN SMH Banten, Badan Pengurus Lazismu Wilayah Banten, Camat Pontang, dan Kepala Desa Domas. Selain itu, para relawan dari komunitas lingkungan dan mahasiswa Fakultas Sains UIN SMH Banten juga ikut serta dalam kegiatan ini. Penanaman pohon mangrove ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UIN SMH Banten.

Ketua LP2M UIN SMH Banten, Hunainah dalam sambutannya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya penanaman seribu pohon mangrove di Desa Domas agar dapat mengembalikan tanaman mangrove ke daerah yang rawan abrasi. Ia menjelaskan, lokasi ini dipilih karena sangat potensial dalam penanaman pohon mangrove. "Saya pikir desa ini sangat potensial untuk penanaman dan pengembangan pohon mangrove karena kepala desa dan warga setempat punya komitmen yang sangat kuat," jelasnya.

Hunainah menambahkan, hal ini dilakukan tidak hanya sebagai formalitas belaka, namun ke depannya pihak LP2M UIN SMH Banten akan terus memantau dan berkolaborasi untuk perkembangan pohon mangrove yang telah ditanam bersama-sama. "Penanaman seribu pohon mangrove ini bagian dari salah satu kegiatan Dies Natalis UIN SMH Banten yang ke-60 dan juga menyambungkan dari kegiatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) UIN Banten yang mengabdikan dirinya di desa ini secara berkelanjutan. Jangan sampai setelah Kukerta beres kegiatan terhenti. Lebih dari itu, kegiatan Kukerta harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar," tambah Hunainah.

Wakil Ketua Badan Pengurus Bidang Pendayagunaan dan Pendistribusian Lazismu Wilayah Banten, Cahyo Hindro Atmoko mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan bukan hanya untuk jangka waktu yang sebentar, namun jangka yang panjang. Karena itulah, komitmen bersama dalam pemeliharaan mangrove sangat diperlukan. "Maka dari itu, kita harus terus berkomitmen untuk kolaborasi dengan para satgas yang ada di sekitar dalam pemeliharaan seribu pohon mangrove yang saat ini kita tanam," ungkapnya.

Sementara itu Samsuri selaku Camat Pontang antusias menyambut kegiatan ini. Menurutnya, kehadiran pohon mangrove tidak hanya sekadar mampu mencegah abrasi, melainkan juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitarnya. "Saya sangat setuju diadakannya acara penanaman seribu pohon mangrove. Di sisi lain dari tercegahnya abrasi bisa diambil juga dari sisi peningkatan perekonomian masyarakat sekitar," katanya.

Tak hanya mencegah abrasi, pohon mangrove dapat mengurangi pemanasan global

Pembina Koling, Eni Nuraeni mengungkapkan bahwa kegiatan restorasi mangrove ini bertujuan sebagai salah salah satu upaya untuk mitigasi bencana dan upaya konservasi hutan mangrove. Pemanasan global pun dapat ditekan dengan keberadaan mangrove. "Hutan mangrove sangat penting untuk mengurangi pemanasan global, karena hutan mangrove mampu menyimpan stok karbon empat kali lipat dari hutan biasa," tegas Eni.

Mangrove mengandung sejumlah besar bahan organik, hal tersebut menjadi alasan mengapa hutan mangrove lebih berfungsi sebagai penyerap karbon daripada hutan lainnya. Seperti yang telah diketahui oleh beberapa kalangan, hutan mangrove dapat menahan terjadinya abrasi serta menahan gelombang air. Oleh karena itulah keberadaan hutan mangrove dapat berperan dalam upaya mitigasi bencana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

SOSIALISASIKAN MANAJEMEN SATU ATAP, LAZISMU SE-BANYUMAS RAYA GELAR RAKOR

KABUPATEN BANYUMAS -- Penguatan kapasitas amil dalam pengelolaan Kantor Layanan (KL) Lazismu kembali dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Banyumas. Selain untuk mematangkan kinerja dalam pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah, koordinasi yang baik pun menjadi hal utama dalam menjalankan KL Lazismu. Untuk itu, Lazismu Kabupaten Banyumas menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) KL Lazismu se-Banyumas Raya.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa perwakilan KL yang ada di daerah Banyumas, Purbalingga, Cilacap, dan Banjarnegara. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Abu Dardiri, Gedung Kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas pada hari Ahad (09/10). Masing-masing perwakilan mengirimkan beberapa pengurus KL Lazismu untuk mendapatkan penguatan mengenai manajemen satu atap, regulasi, dan tujuan dari KL. Materi disampaikan oleh Sabar Waluyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas dan Ketua PDM Banyumas, Ibnu Hasan.

Dalam materinya, Ibnu Hasan mengungkapkan, Lazismu merupakan urat nadi persyarikatan. Menurutnya, Lazismu memiliki peran penting dalam kestabilan roda persyarikatan. Ia pun menilai bahwa manajemen satu atap dapat menjadi metode yang efektif dalam menjalankan Lazismu. "Jika Lazismu tidak bisa berjalan maka akan ada ketidakstabilan dalam menjalankan roda persyarikatan. Oleh karenanya manajemen satu atap dinilai sebagai metode yang paling efektif," ungkapnya.

Senada dengan Ibnu Hasan, Sabar Waluyo juga mendorong para pengelola KL untuk segera menerapkan manajemen satu atap dengan daerahnya masing-masing. Hal ini penting agar dapat mempermudah KL dalam mengelola keuangan. "KL yang sudah satu atap tidak ada yang merasa dicurangi atau mengalami haknya tidak diberikan, justru KL akan lebih ringan dalam pengelolaan keuangnnya," tegasnya.

Para peserta sangat antusias dalam mengikuti materi-materi yang diberikan, bahkan beberapa di antaranya mengusulkan agar acara serupa dapat diadakan kembali. Selain mendapatkan materi, para peserta juga dapat saling berbagi ilmu dan pengalaman antar KL di daerah yang berbeda. Selanjutnya, para peserta dibuatkan akses komunikasi melalui media sosial Whatsapp agar mereka dapat saling berbagi informasi kegiatan dan memberikan penguatan satu sama lain, terlebih bagi yang sudah mempraktikkan manajemen satu atap di daerahnya masing-masing.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

WUJUDKAN TEMPAT TINGGAL YANG LAYAK, LAZISMU KABUPATEN BANYUMAS BEDAH RUMAH JASMURI

KABUPATEN BANYUMAS -- Senyum bahagia terpancar di wajah Jasmuri Jasmo. Ia patut bersyukur, kini rumah yang biasa ditempati sudah berubah menjadi lebih layak. Melalui program Bedah Rumah, Lazismu Kabupaten Banyumas mewujudkan impian Jasmuri dan keluarga agar dapat memiliki rumah yang lebih baik. Bertempat di Desa Karangkemojing pada hari Rabu (12/10), Lazismu menyerahkan rumah yang telah selesai dibedah kepada Jasmuri.

Penyerahan rumah Jasmuri turut disaksikan oleh berbagai pihak, mulai dari Kepada Desa Karangkemojing, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Gumelar, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangkemojing, Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Karangkemojing, dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Aisyiyah. Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo menyerahkan secara simbolis kepada Jasmuri selaku penerima manfaat program ini.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karangkemojing, Haerudin memberikan apresiasi kepada Lazismu Kabupaten Banyumas yang telah membantu warganya melalui program Bedah Rumah ini. Menurutnya, bantuan yang diberikan tak hanya sekedar perbaikan, namun sudah seperti pemberian rumah baru. "Ini bukan bantuan bedah rumah tapi pemberian rumah, Lazismu luar biasa," sambutnya.

Haerudin pun terkesan dengan proses pelaksanaan program Bedah Rumah yang terbilang singkat. Prosesnya hanya memakan waktu tujuh hari untuk sebuah rumah permanen dengan tiga kamar menggunakan bahan bata ringan atau hebel. Sekali lagi, ia mengucapkan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Banyumas. "Mewakili Pemerintah Desa mengucapkan terimakasih atas bantuan kepada salah satu warga," ujarnya.

Sementara itu, Sabar Waluyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas berharap, Jasmuri dan keluarga dapat menjadikan rumah tersebut sebagai rumah yang membawa keberkahan. Rumah ini pun dapat mendorong untuk lebih tekun beribadah dan membuat keluarga menjadi makin harmonis. "Semoga dengan rumah baru ini bapak Jasmuri serta keluarga semakin tekun dalam beribadah dan menjadi keluarga yang harmonis," harapnya.

Jasmuri tinggal bersama istrinya, Sini, dan anak cucunya. Ia merupakan warga dhuafa yang mencari nafkah sebagai buruh tani. Kondisi ekonomi menyebabkan Jasmuri tidak mampu untuk memperbaiki tempat tinggalnya menjadi lebih layak. Selain bantuan melalui program Bedah Rumah oleh Lazismu, elemen Muhammadiyah lain seperti PRA dan LLHPB Aisyiyah juga turut memberikan bantuan berupa perabotan rumah tangga untuk dipergunakan Jasmuri dan keluarga. Bantuan tersebut adalah bentuk dukungan dan sinergi dengan Lazismu Kabupaten Banyumas dalam memberikan manfaat kepada masyarakat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

LAZISMU WILAYAH LAMPUNG RAIH AKREDITASI A

KOTA BANDAR LAMPUNG -- Lembaga Amil Zakat (LAZ) dituntut untuk profesional dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu, LAZ harus menjalani proses akreditasi melalui Kementerian Agama. Lazismu Wilayah Lampung berhasil meraih Akreditasi A dalam Akreditasi Lembaga Pengelola Zakat se-Provinsi Lampung yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Hasil akreditasi tersebut dituangkan dalam Keputusan Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Lampung Nomor 359 tahun 2022 tanggal 6 September 2022.

Akreditasi lembaga pengelola zakat merupakan hal yang sangat penting dan harus diikuti oleh BAZNAS dan LAZ. Akreditasi sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan lembaga dalam pengelolaan zakat. Salah satunya adalah untuk menjamin kualitas dan mutu pengelolaan zakat yang dilakukan oleh LAZ. Peningkatan kualitas dan mutu pengelolaan zakat oleh LAZ yang terakreditasi akan berakibat baik terhadap kepercayaan masyarakat kepada LAZ yang bersangkutan.

Manajer Area Lazismu Wilayah Lampung, Banun Amariyah mengungkapkan, pihaknya sangat mengapresiasi pelaksanaan akreditasi terhadap LAZ oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Menurutnya, saat ini belum semua Kantor Wilayah Kementerian Agama menjalankan proses akreditasi ini. "Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan akreditasi lembaga pengelola zakat yang dilaksanakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung. Karena, belum semua Kantor Wilayah Kementerian Agama di Indonesia melaksanakannya," ujarnya.

Usai menerima Surat Keputusan Hasil Akreditasi Lembaga Pengelola Zakat pada Senin (03/10), Banun menjelaskan bahwa dalam proses akreditasi, Lazismu harus menyiapkan segala bentuk instrumen pendukung yang diminta. "Kami memiliki waktu sekitar dua minggu untuk mengisi instrumen atau borang akreditasi dan menyiapkan bukti fisiknya. Alhamdulillah hasilnya sangat memuaskan dengan total nilai 93 dan predikat Akreditasi A," lanjutnya.

Banun kemudian berharap, dengan adanya hasil akreditasi ini kepercayaan muzakki untuk menyalurkan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya atau ZISKA melalui Lazismu akan semakin meningkat. Selain itu, secara administrasi hasil akreditasi ini dapat dijadikan indikator profesionalisme dan akutabilitas Lazismu dalam pengelolaan dana ZISKA yang selama ini diberikan oleh muzakki.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Jeni Rahmawati]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

LAZISMU GOES TO CAMPUS KUPAS TUNTAS PENGELOLAAN KANTOR LAYANAN BERBASIS PERGURUAN TINGGI

KABUPATEN SIDOARJO -- Keberadaan Kantor Layanan (KL) Lazismu pada amal usaha Muhammadiyah (AUM) berbasis pendidikan sangat penting, salah satunya di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) dan Perguruan Tinggi Aisyiyah (PTA). Untuk mendorong tumbuhnya KL pada lingkungan kampus, Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Workshop Lazismu Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Selain untuk menjalin sinergi dengan PTM dan PTA, dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan program-program inovasi sosial berbasis kampus.

Acara yang bertajuk "Membangun Inovasi Sosial Berbasis Kampus" ini dihadiri oleh Rektor Umsida, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dan para pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, serta diikuti puluhan perwakilan PTM dan PTA se-Indonesia. Sementara dari Lazismu PP Muhammadiyah dihadiri oleh Ketua Badan Pengurus, Sekretaris Badan Pengurus, Ketua Dewan Syariah, Penasehit Ahli, dan anggota Badan Pengurus. Acara ini berlangsung pada Kamis-Jumat (6-7/10) di Aula K.H. Mas Mansyur lantai 7 Kampus Umsida.

Perwakilan dari puluhan kampus PTM dan PTA se-Indonesia antusias mengikuti kegiatan workshop

Rektor Umsida, Dr. Hidayatulloh, M.Si. menyambut baik dilaksanakannya program Lazismu Goes to Campus ini. Ia pun mengakui, Lazismu memiliki peran yang sangat besar dalam membantu perkembangan Umsida, salah satunya dengan menggelontorkan beasiswa kepada mahasiswa. "Ini menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk memberikan penguatan dari sisi keuangan lembaga. Ada sekian ribu mahasiswa yang kami beri beasiswa dan itu sumbernya dari Lazismu Umsida," ungkapnya.

Ketua PWM Jawa Timur. Dr. M. Saad Ibrahim, M.A. menyampaikan bahwa pengelolaan zakat tidak hanya menjadi urusan negara, namun juga menjadi kerja persyarikatan. Oleh karena itu, kegiatan ini dilaksanakan guna memadukan sinergi antara PTM dan PTA dengan Lazismu. "Tentu kita memandang bahwa Muhammadiyah ini juga memiliki kekuasan yang secara substansial sama dengan negara yaitu terkait dengan soal zakat ini. Maka kegiatan ini sebagai upaya untuk memadukan sinergi Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan Lazismu," ujarnya.

Saad Ibrahim menambahkan, kegiatan ini tidak cukup hanya dilakukan di lingkungan kampus, namun dapat membidik AUM yang lainnya. Ia pun mendorong agar Lazismu melebarkan sayap dalam menggerakkan kegiatan zakat ini di rumah sakit dan sekolah. "Kalau di surat At-Taubah ayat 60 itu lebih menyebut untuk beberapa itu bersifat personal, walaupun ada konteks kelembagaan seperti amil, sabilillah dan sebagainya, itu lebih bersifat kelembagaan. Tapi barangkali untuk konteks kita ini prioritas utamanya adalah untuk kelembagaan," imbuhnya.

Ketua Dewan Syariah Lazismu PP Muhammadiyah, Dr. K.H. Hamim Ilyas saat membahas mengenai penghimpunan dan penyaluran zakat menurut Al-Qur'an dan Al-Hadits menyebutkan, landasan filosofis zakat tercantum dalam Al-Qur'an surah Adz-Dzariyat ayat 19 yang mengandung arti bahwa ada hak orang miskin di dalam harta kita. Menurutnya, fungsi komprehensif zakat ialah untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Dan orang yang paling bertakwa itu adalah orang yang paling mulia dalam agama kita. Siapa orang yang paling bertakwa itu dijelaskan dalam surah Al-Lail ayat 17 dan 18," terangnya.

Hamim Ilyas menambahkan, mengacu pada tafsir Ibnu Katsir, membayar zakat dapat membersihkan diri  kita dari kedustaan terhadap agama. "Yang mendustakan agama adalah tidak menganjurkan memberi makan kepada orang miskin, dengan membayar zakat orang bisa membersihkan agamanya dari kedustaannya, sehingga dia memberdayakan anak yatim dan orang-orang miskin," imbuhnya.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Nuryadi Wijiharjono menyampaikan pentingnya jalinan sinergi antara Lazismu dengan PTM dan PTA

Sementara itu Sekretaris Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Nuryadi Wijiharjono menyampaikan pentingnya jalinan sinergi antara Lazismu dengan PTM dan PTA karena saat ini seluruh kampus sudah wajib menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MKBM) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Keberadaan Lazismu di lingkungan kampus merupakan jawaban atas program MKBM tersebut. Ia mencontohkan melalui persyaratan lembaga yang bisa menerima mahasiswa program magang, salah satunya adalah harus memiliki perputaran dana di atas lima miliar per tahun dan Lazismu telah memenuhinya. Selain itu mahasiswa akan mendapatkan pengalaman mengenai pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikelola oleh Lazismu.

"Mahasiswa akan mendapatkan hardskills maupun sotfskill dan membangun inovasi sosial serta pola berpikir sebagai wirausaha sosial. Sementara Lazismu dan PTM PTA akan mendapatkan talenta serta pendanaan dari pendirian Kantor Layanan yang dikelola mahasiswa dengan asistensi tenaga ahli dari Lazismu pengampu di wilayah PTM PTA tersebut. Manfaat jangka pendek, mahasiswa di PTM PTA akan mendapatkan sertifikasi 'Manajemen FilantropI Islam' dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sedangkan manfaat jangka panjang, mahasiswa akan menginternalisasikan gerakan filantropi Islam sebagai bagian pekerjaan dan akan meningkatkan muzakki untuk mendukung mustahik melalui Lazismu," tutur Nuryadi.

Penandatanganan deklarasi oleh peserta workshop

Acara ditutup dengan deklarasi yang menyepakati bahwa seluruh PTM dan PTA yang hadir dalam kegiatan ini akan mendirikan KL Lazismu di kampusnya masing-masing. Selain itu juga akan diberikan rekomendasi kepada pengampu kebijakan Muhammadiyah untuk mewajibkan PTM dan PTA mendirikan KL Lazismu berbasis kampus serta menginstruksikan Rektor untuk mendukung pendirian KL Lazismu di lingkungan kampus.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
13 Oktober 2022

RESPONS CEPAT, PCIM PAKISTAN DAN LAZISMU SALURKAN BANTUAN UNTUK PENYINTAS BANJIR

DERA GHAZI KHAN -- Kiprah Muhammadiyah di kancah internasional terus berlanjut. Setelah mengirimkan srikandi persyarikatan yang menjalankan tugas sebagai tim medis dalam Emergency Medical Team (EMT) dibawah komando Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), kali ini bantuan berupa logistik pun disalurkan kepada para penyintas banjir di Pakistan. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (08/10) siang.

Bertempat di Dera Ghazi Khan, sebuah kota di bagian barat daya Punjab, Pakistan, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) dan Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah (PCIA) Pakistan bekerja sama dengan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyelenggarakan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat terdampak bencana tersebut. Aksi merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah dan Aisyiyah kepada korban banjir yang belum terpenuhi kebutuhannya. Menurut keterangan media setempat, korban banjir telah bertambah, banyak di antaranya adalah anak-anak. Merespons hal tersebut, PCIM Pakistan bergerak cepat dengan membentuk tim Muhammadiyah Peduli yang berada di bawah naungan Majelis Pelayanan Sosial (MPS).

Anak-anak penyintas banjir Pakistan antusias menerima bantuan dari Muhammadiyah

Muhammadiyah Peduli merupakan tim yang bertugas untuk menghimpun dan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak banjir di Pakistan. Tim yang diketuai oleh Aji Amin ini juga menggandeng Lazismu PP Muhammadiyah dalam penggalangan dana. Sebelumnya, PCIM Pakistan berkolaborasi dengan berbagai elemen diaspora Indonesia dan KBRI Islamabad untuk menyalurkan bantuan banjir tahap pertama.

Dalam penyaluran bantuan, tim Muhammadiyah Peduli mengirimkan lima orang personel, yaitu Aji Amin, Zulfikar Audia Pratama, Reza Pahlevi, Arif, dan Fawwas Hamizan. Mereka bertugas untuk terjun langsung mendistribusikan 140 paket logistik dari para donatur yang terdiri dari makanan pokok, sembako, dan 140 paket pakaian yang masih layak pakai ke salah satu titik terdampak banjir. Dalam penyalurannya, tim bekerja sama dengan Masjid Rahmat lil 'Alamin yang berada di Islamabad.

Paket bantuan yang disalurkan kepada penyintas banjir Pakistan

Ketua PCIM Pakistan, Hafidz Adhi saat pemberangkatan bantuan logistik dari Islamabad ke Dera Ghazi Khan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada para donatur yang telah berbagi melalui Muhammadiyah. Ia pun berharap agar bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak banjir. "Kami menyampaikan ribuan terima kasih kepada para muhsinin dan atas terselenggarakannya bantuan kemanusiaan tahap satu dan dua. Semoga apa yang telah diberikan itu dapat meringankan beban para korban, dan semoga PCIM Pakistan dapat terus berkolaborasi dalam penanganan bencana," harapnya.

Hafidz pun melanjutkan, kegiatan ini dapat menjadi ladang dakwah Muhammadiyah pada tingkat internasional, terutama dalam bidang sosial. "Alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar dan sedikit membantu sebagian korban bencana. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan dan ladang dakwah Muhammadiyah dalam skala Internasional khususnya dalam ranah sosial, seperti halnya yang dikatakan Prof. Haedar Nashir bahwa PCIM luar negeri memiliki peran penting dalam membangun sebuah gagasan dan gerakan yaitu Internasionalisasi Muhammadiyah," pungkasnya.

Selain mendapatkan bantuan sembako, penyintas banjir juga mendapatkan pakaian layak pakai

Sementara itu, Direktur Program Lazismu PP Muhammadiyah, Upik Rahmawati menyambut baik kolaborasi yang dilakukan oleh Lazismu dan PCIM Pakistan ini. Ia pun mengungkapkan bahwa selain menerjunkan EMT, Muhammadiyah berencana untuk membantu pengadaan fasilitas water purifier atau penjernih/pemurni air. Kondisi banjir mengakibatkan sumber air menjadi kotor dan tidak layak untuk dipergunakan, terutama untuk dikonsumsi.

"Untuk ke depan setelah ada tim EMT diharapkan Muhammadiyah dapat membantu pengadaan water purifier yang direncanakan sebesar Rp. 100 juta per unit. Lokasi menungggu hasil asesement PCIM," terang Upik.

Lazismu mengajak para donatur untuk menyisihkan sebagian dari hartanya guna membantu saudara-saudara kita yang terdampak banjir di Pakistan. Caranya adalah dengan menyalurkan infak melalui https://lazismu.org/banjirpakistan. Setiap tetes air untuk mereka yang terdampak bencana di sana adalah pahala jariyah yang akan mengalir kepada kita.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah/Zulfikar Audia Pratama]

SELENGKAPNYA
12 Oktober 2022
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross