Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

MDMC BERANGKATKAN TIM MEDIS KE PAKISTAN, LAZISMU BERIKAN DUKUNGAN

JAKARTA -- Banjir besar yang melanda sepertiga wilayah Pakistan beberapa waktu lalu mengakibatkan lebih kurang 1500 orang meninggal dunia dan berdampak kepada 30 juta jiwa penduduk negara tersebut. Merespons hal ini, Muhammadiyah melalui Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menerjunkan Emergency Medical Team (EMT) yang akan bertugas untuk memberikan layanan kesehatan di Pakistan. Aksi ini pun mendapatkan dukungan dari Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah atau Lazismu.

Ketua MDMC Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Budi Setiawan mengungkapkan, keberangkatan EMT Muhammadiyah ke Pakistan adalah bukti kepercayaan, maka tim harus maksimal dalam pelayanan. Ia berharap agar tim ini dapat bertugas dengan sebaik-baiknya serta membawa nama baik Muhammadiyah di kancah internasional. "Semoga EMT Muhammadiyah yang dipimpin oleh dokter Eva dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, membawa nama baik EMT Muhammadiyah yang sudah teruji," ungkapnya.

Budi kemudian menambahkan, kesempatan ini dapat digunakan untuk menambah pengalaman dan ilmu dalam penanggulangan bencana. Aksi internasional memiliki tantangan sendiri yang kadang belum pernah dialami ketika memberikan pelayanan di Indonesia. "Saya berharap, tim ini akan bisa memberikan evaluasi, catatan yang nantinya akan sangat bermanfaat bagi EMT Muhammadiyah sendiri," imbuhnya.

Tim yang diberangkatkan oleh Pemerintah RI ke Pakistan terdiri atas personel gabungan yaitu Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Universitas Andalas, dan MDMC melalui EMT. Para tenaga medis ini memiliki kompetensi berbeda, seperti dokter spesialis, perawat, bidan, dan apoteker. EMT Muhammadiyah yang diberangkatkan kali ini merupakan satu-satunya tim kesehatan yang berasal dari organisasi non-pemerintah. Menariknya, seluruh personel EMT kali ini merupakan perempuan tangguh.

Hal ini mendapatkan perhatian dan apresiasi dari Ketua Umum PP 'Aisyiyah, Siti Noordjannah Djohantini saat memberikan pengarahan secara daring kepada personel EMT. Ia menuturkan bahwa Muhammadiyah memiliki pandangan yang sangat maju dalam konteks perempuan, bagaimana pandangan tentang perempuan, dan bagaimana memberikan kesempatan untuk perempuan sebagaimana yang diberikan kepada laki-laki.

"Tentu dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini nampaknya kita sangat maju dan jika hal tersebut tidak didasari keyakinan, rasanya tentu tidak mudah, khususnya bagi orang terdekat dan keluarga. Namun karena ini misi kemanusiaan yang mulia, tentu dilandasi oleh nilai-nilai yang kita yakini bersama bahwa misi kemanusiaan itu begitu mulia," ujar Noordjannah.

Noordjannah juga menekankan bahwa misi kemanusiaan yang akan diemban srikandi persyarikatan ini merupakan bagian dari jihad. "Tim ini pastinya terlatih, memiliki kapasitas, pengalaman, dan keyakinan yang kuat. Dan keyakinan ini yang menjadikan masing-masing anggota tim menjadi kuat untuk membawa nama harum Indonesia dalam misi kemanusiaan di Pakistan," tegasnya.

Tim ini diberangkatkan pada Jumat (07/10) dini hari. Sehari sebelumnya, Kamis (6/10), Kepala BNPB Letnan Jenderal Suharyanto melepas rombongan tim di Graha BNPB, Jakarta. Pelepasan dilakukan secara simbolis melalui penyematan rompi kepada setiap perwakilan Kementerian kesehatan, TNI, Polri, Universitas Andalas, dan MDMC. Dalam keterangan resmi BNPB, Suharyanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada para tenaga medis dari berbagai institusi, Kementerian Kesehatan, TNI, Polri, Univeristas Andalas, dan MDMC untuk mulai tugas kemanusiaan di Pakistan.

EMT Muhammadiyah bersama personel medis gabungan yang bertugas di Pakistan

Suharyanto kemudian menjelaskan, pengiriman tim medis sebanyak 29 personel itu sebagai upaya kolaborasi untuk mewujudkan solidaritas kemanusiaan dunia, khususnya rakyat Pakistan yang tertimpa bencana banjir besar sejak pertengahan Juni 2022 lalu. Melalui tim medis yang akan dikirimkan ke Pakistan, Suharyanto berharap bahwa mereka mampu memberikan yang terbaik bagi saudara-saudara yang membutuhkan dan membawa nama baik Indonesia di mata dunia. "Jaga nama Merah Putih di sana. Kita punya budaya yang selalu menyatu dengan masyarakat di mana kita bertugas. Kami yakin tim kesehatan ini bisa bersatu dengan masyarakat," pesannya.

Perwakilan MDMC PP Muhammadiyah dan juga merupakan National Program Coordinator EMT Muhammadiyah International, Abdoel Malik menerangkan, tim ini akan bertugas lebih kurang antara 14 hingga 30 hari. Ia pun menyebutkan, anggota tim ini berasal dari berbagai rumah sakit milik Muhammadiyah. Pengiriman personel EMT ini menjadi bagian dalam pengiriman bantuan tim medis ke Pakistan oleh Pemerintah RI.

"Seluruh tim akan diberangkatkan ke Pakistan untuk pelayanan kesehatan di Karachi, dengan masa tugas 14-30 hari, tergantung situasi di lapangan. Tim ini dipimpin oleh dr. Eva Delsi Djohar, Sp.EM. dari Rumah Sakit PKU Gombong. Ada dr. Aslinar, Ketua Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana Pimpinan Wilayah Aisyiyah Aceh, turut pula sebagai personil medis pendukung yaitu dua tenaga medis dari Rumah Sakit Islam Jakarta Pondok Kopi, Siti Suryani dan Titiek Ambarsari serta satu orang dari Rumah Sakit PKU Aisyiyah Boyolali, Purwani," jelas Malik.

EMT Muhammadiyah saat pelepasan oleh BNPB

Direktur Utama Lazismu PP Muhammadiyah, Edi Suryanto menyebutkan, pihaknya memberikan dukungan atas misi kemanusiaan yang diemban oleh EMT ini. Dukungan tersebut diberikan melalui program Muhammadiyah Aid Lazismu. Dengan demikian, ikhtiar dalam rangka internasionalisasi gerakan Lazismu dapat terlaksana sehingga mewujudkan penyaluran zakat, infak, dan sedekah yang sesuai dengan aturan.

"Sebagai bagian dari One Muhammadiyah One Response (OMOR), Lazismu memberikan dukungan pendanaan dari dana yang terhimpun untuk disalurkan melalui program Muhammadiyah Aid seperti pengiriman EMT melalui Pemerintah RI, dalam hal ini BNPB sebagai respons kemanusiaan atau kebencanaan di luar negeri. Hal ini merupakan salah satu upaya dalam internasionalisasi gerakan Lazismu dan mewujudkan penyaluran amanah zakat, infak, serta sedekah yang aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI," sebut Edi.

Edi menambahkan, selain memberikan bantuan berupa pengiriman tim medis yang dijembatani oleh Pemerintah RI, Lazismu juga berkoordinasi dengan elemen Muhammadiyah yang ada di negara terdampak bencana. Tujuannya adalah agar bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran kepada penerima manfaat. "Lazismu juga berkoordinasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan untuk memastikan bahwa amanah tertunaikan kepada yang berhak menerimanya," pungkasnya.

Muhammadiyah Aid merupakan bentuk penyaluran bantuan yang dihimpun oleh Lazismu saat terjadi bencana di luar negeri. Tujuannya adalah untuk membantu korban maupun penyintas bencana sehingga dapat terlayani secara manusiawi. Pada perjalanannya, Lazismu telah menyalurkan bantuan kepada beberapa negara terdampak bencana, baik bencana alam maupun konflik kemanusiaan seperti etnis Rohingya di Bangladesh, gempabumi di Nepal, topan Haiyan di Filipina, dan saudara-saudara kita di Palestina.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
10 Oktober 2022

DORONG USAHA UMKM TERDAMPAK PANDEMI DI LEMBANG, LAZISMU BERIKAN BANTUAN

KABUPATEN BANDUNG BARAT -- Pandemi Covid-19 telah memukul berbagai sektor yang ada di Indonesia, terutama sektor perekonomian. Tidak sedikit para pelaku usaha yang mengalami penurunan, bahkan banyak yang harus gulung tikar maupun banting setir. Tak terkecuali para pelaku usaha mikro kecil menengah atau UMKM. Seperti halnya di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, banyak pelaku UMKM yang kesulitan untuk bertahan kala pandemi, sementara biaya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari semakin meningkat.

Bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI), Lazismu menggelar "Penyerahan Bantuan Modal Pemberdayaan UMKM" kepada sebelas penerima manfaat. Program yang berada di bawah Pilar Ekonomi Lazismu ini menyalurkan kupon CWLS atau Cash Waqf Linked Sukuk. Tujuannya adalah untuk menjadi solusi bagi permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh para pelaku UMKM terdampak krisis pandemi Covid-19 di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Direktur Fundraising Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Edi Muktiono yang hadir dalam penyerahan bantuan secara simbolis pada Sabtu (01/10) menyebutkan, sebelas penerima manfaat tersebut akan mendapatkan pendampingan oleh Lazismu dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lembang. Diharapkan, para penerima manfaat akan mampu berdaya, bertahan dan berkembang dalam menjalankan usahanya. "Jadi ada sebelas penerima manfaat yang akan mendapatkan bantuan modal usaha untuk UMKM ini. Harapannya UMKM yang kita bantu itu dapat berdaya, dapat bertahan, kemudian dapat mengembangkan dengan sedikit dana yang kita berikan itu untuk perkembangan usaha mereka," ujarnya.

Direktur Fundraising Lazismu PP Muhammadiyah menyerahkan bantuan secara simbolis

Edi Muktiono menambahkan, dengan pendampingan yang akan diberikan oleh Lazismu serta PCM Lembang, usaha yang dijalankan diharapkan akan terus berkembang. "Dengan pendampingan-pendampingan tadi yang secara profesional dibantu dan didampingi terus menerus dari sisi manajemennya, dari sisi pemasarannya, dan lain sebagainya sehingga masyarakat yang menerima bantuan modal usaha yang bersumber dari dana Kupon Cash Waqf Linked Sukuk nasabah BSI dapat bermanfaat, dapat meningkatkan ekonomi UMKM," terangnya.

Sudirman, salah satu penerima manfaat yang berjualan es pisang ijo sangat merasa terbantu dengan adanya bantuan dari Lazismu untuk pengembangan usaha. Ia menceritakan, usaha yang sudah dimulai sejak Ramadhan lalu merupakan rintisan keponakannya. Keuntungan pun didapat dari hasil penjualan dengan bahan baku yang masih diambil dari keponakannya. "Usaha saya di Jalan Grand Hotel, kebetulan dari pihak PCM memberi saya tempat untuk berjualan di situ," terangnya.

Sementara itu Abdul Gofur, pedagang nasi kuning yang juga menjadi penerima manfaat merasa termotivasi dengan adanya bantuan dari Lazismu ini. Ia menuturkan, saat pandemi menghantam, semangatnya sempat menurun dalam menjalankan usaha karena terpengaruh situasi saat itu. "Saya merasa terharu, termotivasi, menambah kepercayaan. Saya semangat, termotivasi lagi dalam segala aktivitas itu. InsyaAllah 50 persen sudah mulai tergugah, beda dengan sebelumnya waktu Covid. Kadang-kadang waktu Covid itu antara semangat dengan keadaan pada umumnya merasa terpengaruh juga," ungkapnya.

CWLS adalah program wakaf uang untuk membiayai program sosial dan pemberdayaan. Pada penyaluran ini, Lazismu bertindak sebagai nazhir, sementara BSI sebagai mitra distribusi yang ditunjuk oleh Kementerian Keuangan. Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan PCM Lembang, Jalan Grand Hotel, Cihideung, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
7 Oktober 2022

PANEN RAYA LAZISMU BANGKITKAN PEMBERDAYAAN PETANI DI KABUPATEN WAJO

KABUPATEN WAJO -- Melalui program Tani Bangkit yang ada di bawah Pilar Ekonomi, acara bertajuk "Panen Raya Lazismu Wajo" digelar di Tomodi, Kelurahan Pattirosompe, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo pada Rabu (05/10). Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48 yang akan diselenggarakan pada bulan November di Kota Solo, Jawa Tengah. Program Tani Bangkit di Kabupaten Wajo merupakan jalinan sinergi antara Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Muhammadiyah.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh Bupati Wajo, Amran Mahmud; Ketua DPRD Wajo, Andi Muhammad Alauddin Palaguna; jajaran Forkopimda; Ketua Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago; Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah Sulawesi Selatan, Alimuddin; dan Ketua Lazismu Wajo, Sulaeman Nyampa. Selain itu juga turut berhadir Direktur Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB KUMKM) Kementerian Koperasi RI, Supomo bersama jajaran; Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wajo, Syekh Haedar Kadir; Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Wajo, Ambo Mai; Camat Tempe, Supardi bersama para lurah; para kader Muhammadiyah serta undangan lainnya.

Bupati Wajo, Amran Mahmud dalam sambutannya menegaskan, dengan luas lahan persawahan yang dimiliki, Kabupaten Wajo jadi salah satu penyangga utama produksi padi terbesar di Sulawesi Selatan. Sektor terkait diharapkan terus berinovasi untuk pengembangan ke depan. Meski luas lahan persawahan di Kabupaten Wajo bukanlah yang terbesar di Sulawesi Selatan, dari segi produksi kabupaten yang memiliki julukan Bumi Lamaddukelleng ini dapat bersaing. "Hal ini disebabkan karena Wajo memiliki lahan persawahan yang beragam. Ada yang tadah hujan, ada semi teknis, dan ada lahan persawahan teknis," tegasnya.

Pujian pun dilontarkan oleh Amran Mahmud kepada Lazismu Kabupaten Wajo. Program Tani Bangkit yang dijalankan oleh Lazismu, menurutnya, telah sejalan dengan program yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Wajo berupa pengembangan sektor pertanian. Hal ini merupakan peluang bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan sektor tersebut. "Kabupaten Wajo memiliki potensi pertanian yang sangat luas tentu. Tentu hal ini menjadi peluang bagi pemerintah dan masyarakat Wajo untuk terus berinovasi mengembangkan sektor pertanian," terangnya.

Suasana Panen Raya Lazismu Kabupaten Wajo

Ketua Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago pada kesempatan ini menyampaikan, Lazismu mendorong penuh program pemberdayaan petani melalui program Tani Bangkit, termasuk di Kabupaten Wajo. Apa yang dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Wajo, tandas Mahli, sangat inspiratif. Sebab mempunyai program inovatif untuk membuka sumber-sumber zakat di bidang pertanian dan hasil bumi lainnya. Mahli pun berpesan agar Lazismu harus lebih meningkatkan program kemitraan dengan para petani sehingga petani akan berdaya karena mendapatkan dukungan dari Lazismu dan Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) yang siap menampung hasil panen sekaligus pemberdayaan pengolahan padi.

Terakhir, Mahli juga berpesan agar upaya pemberdayaan petani ini dapat diiringi dengan pembenahan pasar. Hal ini penting dilakukan agar hasil panen dapat diserap dengan baik oleh pasar. "Jangan sampai kita sukses memberdayakan petaninya, tetapi kita terkendala oleh pasar. Akhirnya apa yang kita lakukan menjadi sia-sia karena hasil panen petani tidak terserap oleh pasar," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Wajo, Sulaeman Nyampa menerangkan, kegiatan pemberdayaan petani di daerahnya sudah mengarah kepada kesadaran untuk membayar zakat pertanian. Dengan zakat yang dibayarkan tersebut, hasil pertanian bertambah berkah dan berlipat. Adapun para petani yang terlibat dalam program ini merupakan binaan dari Lazismu bekerja sama dengan MPM Muhammadiyah yang sudah menjalin kemitraan sekitar empat bulan sejak awal tanam hingga panen.

"Menariknya, petani mitra Lazismu ini mendapatkan edukasi spiritual bahwa di dalam Islam ada yang namanya zakat pertanian. Zakat ini harus dikeluarkan. Alhamdulillah dari edukasi ini petani yang sudah mencapai nisab zakat langsung mengeluarkan zakatnya, sementara yang masih belum mencapai nisab memberikan infak atau sedekah ke Lazismu," terang Sulaeman Nyampa.

Selain padi, panen raya ikan nila juga dilakukan dalam rangkaian acara.

Sulaeman Nyampa menambahkan, selain padi, pada kegiatan ini juga dilakukan panen raya ikan nila yang dibudidayakan oleh para santri Darul Huffadz Al Muqarrabin Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sabbangparu. Ikan nila tersebut juga merupakan bentuk pemberdayaan ekonomi dari Lazismu Kabupaten Wajo kepada para santri. Di samping itu juga diserahkan bantuan uang tunai kepada 97 orang guru honorer di lingkungan amal usaha Muhammadiyah. "Semoga bantuan yang sangat terbatas ini dapat meringankan beban para guru honorer di tengah tingginya kebutuhan ekonomi," pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama dilakukan pula pengukuhan Jatam Kabupaten Wajo. Dengan terbentuknya Jatam ini, para petani akan terbantu untuk mendapatkan pasokan pupuk yang selama ini sulit didapatkan. Salah satu program Jatam adalah membuat jamu atau penyubur tanaman padi secara organik sehingga petani bisa mendapatkan dan memproduksi sendiri dengan pelatihan dan pemberdayaan oleh Jatam. Sementara padi yang dipanen tersebut adalah padi lokal yang nantinya dikemas dalam produk beras "Tunas Perkasa" dan "Tunas Melati" yang sebelumnya sudah menjadi merek beras Lazismu dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Wajo.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
7 Oktober 2022

JAMBAN SEHAT LAZISMU DORONG KEPEDULIAN LINGKUNGAN WARGA SIGAYANG

KABUPATEN KULON PROGO -- Sebelas kepala keluarga yang tinggal di Dusun Sigayang, Desa Jatirejo Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Kulon Progo tidak memiliki fasilitas sanitasi berupa jamban yang layak di rumahnya. Menindak lanjuti hal tersebut, Kantor Layanan (KL) Lazismu Baitul Maal wa Tamwil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BMT UMY) memberikan bantuan berupa pembangunan fasilitas jamban yang layak kepada warga. Penyerahan bantuan berlangsung pada Rabu (28/09).

Mardi selaku perwakilan Kepala Dusun Sigayang menuturkan, sebagian besar rumah di daerahnya belum banyak memiliki jamban secara layak. Mayoritas penduduknya adalah buruh tani sehingga untuk menyambung hidup pun masih kesulitan. Sementara itu, untuk pola hidup sehat termasuk ketersediaan jamban di rumah masih seadanya. Sering kali warga Sigayeng memanfaatkan sungai kecil untuk jadikan tempat pembuangan air. Kepedulian lingkungan sehat pun masih kurang.

"Selama ini belum pernah ada bantuan jamban seperti ini. Di sini masih banyak yang belum memilki jamban, dengan harapan bantuan ini bisa memberikan kesadaran di masyarakat jadi lebih sehat," ungkap Mardi dalam sambutannya saat peresmian jamban.

Wakil Ketua Pengurus BMT UMY, Sriyadi menyampaikan, tantangan selanjutnya adalah merubah perilaku hidup sehat sehingga kesadaran dengan lingkungan sehat menjadi tujuan utama. Ketersediaan jamban bisa memberikan kebiasaan untuk hidup sehat. "Pembuatan jamban itu mudah, yang sulit kebiasaan hidup sehat. Harapannya betul-betul bisa digunakan sebaik mungkin, jadi donatur yang menitipkan bantuan bisa langsung merasakan manfaatnya," ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua Badan Pengurus Lazismu Wilayah DI Yogyakarta, Cahyono menyebutkan, ketersediaan jamban dapat memberikan manfaat berupa kemudahan dalam urusan ibadah dengan menjaga kesucian agar terhindar dari najis. Hal ini akan menjadikan ibadah yang dilaksanakan betul-betul khusyuk. "Adanya jamban seperti ini akan meningkatkan kesucian kita. Dalam urusan ibadah terjaga unsur-unsur najis, jadikan lingkungan dan badan yang sehat," tegasnya.

Sukardi, salah satu warga penerima bantuan jamban tersebut mengucapkan terima kasih. Ia pun berharap agar program ini dapat terus berlanjut. "Atas nama dari penerima jamban sehat, dari sebelumnya belum ada sekarang sudah ada, dari yang sebelumnya tidak layak sekarang sudah layak, kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga program ini berlanjut," harapnya.

Selain memberikan bantuan berupa jamban sehat, KL Lazismu BMT UMY juga menyerahkan paket sembako kepada keluarga dhufa yang ada di Dusun Sigayang. Paket sembako ini menjadi pelengkap bantuan untuk memberikan manfaat lebih luas dari segi kebersihan dan juga nutrisi pangan. Jamban sehat merupakan salah satu program di Lazismu dalam Pilar Kesehatan, yang merupakan bagian dari program SAUM (Sanitasi Untuk Masyarakat), dengan tujuan terbangunnya sarana sanitasi agar penerima manfaat dapat membuang hajat pada tempat yang layak.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

SELENGKAPNYA
30 September 2022

TUMBUHKAN JIWA FILANTROPI SEJAK DINI, LAZISMU BERBAGI BERSAMA SD MUHAYYA KOTA BANJARBARU

KOTA BANJARBARU -- Lazismu Kota Banjarbaru kembali memberikan dukungan terhadap gerakan filantropi pelajar. Dukungan tersebut diberikan kepada kegiatan bertajuk "Muhayya Berbagi" yang dilaksanakan oleh SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah (SD Muhayya) Kota Banjarbaru. Aksi yang mengangkat mengangkat tema "Tumbuhkan Jiwa Filantropi Sejak Dini" tersebut menyajikan hidangan makan siang secara prasmanan, dibagikan untuk para jamaah setelah pelaksanaan shalat Jumat di Masjid Hajjah Nuriyah yang ada di lingkungan SD Muhayya.

Kepala SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah, Faisal Akbar saat kegiatan yang berlangsung Jumat (02/09) menyampaikan, program ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh siswa-siswi sekolah tersebut. Menurutnya, para anak didik akan belajar untuk berbagi. "Alhamdulillah kita bersama bisa melaksanakan kegiatan berbagi dengan melibatkan siswa-siswi secara langsung. Selain mereka belajar berbagi, siswa dan siswi juga membantu melayani secara langsung," ucapnya.

Faisal menambahkan, salah satu cara dalam pendidikan karakter adalah melalui sikap kepedulian. "Dengan menumbuhkan sikap kepedulian dengan membantu sesama menjadikan ini merupakan salah satu cara dalam menanamkan pendidikan karakter untuk siswa SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah," imbuhnya.

Sementara itu Ahsanur Rizal, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kota Banjarbaru yang turut menyaksikan secara langsung kegiatan ini memberikan apresiasinya atas aksi yang dilakukan oleh SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah. "Kami sangat mengapresiasi sekali atas kegiatan yang dilakukan oleh siswa-siswi SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah dengan program 'Muhayya berbagi' yaitu membagikan makanan kepada jamaah Masjid Hajjah Nuriyah setelah pelaksanaan shalat Jumat," ujarnya.

Ahsanur Rizal melanjutkan, pihaknya berharap agar kegiatan ini terus berlanjut karena memiliki muatan positif berupa syiar atas keberadaan sekolah tersebut. "Kami harapkan kegiatan ini terus berlangsung karena kegiatan ini sangat positif, di samping menyediakan makan siang gratis kepada para jamaah dan syiar atas adanya Masjid Hajjah Nuriyah dan SD Muhammadiyah Hajjah Nuriyah. Tentunya dapat mencerahkan dan membawa kemajuan masyarakat di Kota Banjarbaru," tuturnya.

Sebelumnya, Lazismu Kota Banjarbaru kerap kali mendukung program sejenis yang bekerja sama dengan amal usaha Muhammadiyah (AUM), salah satunya dengan SD Muhayya yang bergerak di bidang pendidikan. Jalinan kerja sama dengan SD Muhayya antara lain telah beberapa kali melaksanakan program seperti santunan kepada anak panti asuhan. Selain itu, Lazismu Kota Banjarbaru juga rutin melakukan penyaluran program Beasiswa Mentari.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

SELENGKAPNYA
30 September 2022

KANTOR LAYANAN LAZISMU KE-95 DI KABUPATEN BANYUMAS RESMI BERDIRI

KABUPATEN BANYUMAS -- Berbagai langkah dilakukan oleh Lazismu Kabupaten Banyumas dalam upaya menyebarluaskan program-program pendayagunaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Salah satunya adalah dengan membuka Kantor Layanan (KL) Lazismu pada berbagai tingkatan. Sebuah KL Lazismu dibuka di Desa Samudra Kulon, Kecamatan Gumelar dengan nama KL Lazismu Samudra Kulon.

Acara peresmian KL Lazismu yang baru ini dilaksanakan pada Jumat (23/09) di Masjid At-Taqwa Samudra Kulon. Sebelum penyerahan SK, acara dimulai dengan pengajian rutin Aisyiyah dengan pembicara Ustadz Samsudin yang merupakan Direktur Pondok Al Mumtazah Cilongok. Penyerahan SK KL diberikan langsung oleh Khaedar Abdussofi selaku Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Banyumas. Khaedar mengungkapkan bahwa ini merupakan Kantor Layanan ke 95 yang di dirikan Lazismu Banyumas

Manajer Lazismu Kabupaten Banyumas, Sabar Waluyo mengharapkan agar dengan dibentuknya KL Lazismu baru di bawah Lazismu Kabupaten Banyumas ini sebagai bukti kebangkitan Kecamatan Gumelar dan Kabupaten Banyumas sehingga potensi ZIS dapat dikelola dengan lebih baik lagi. "Langkah Lazismu Banyumas dengan KL baru juga selaras dengan amanat UU nomor 23 tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Legalitas KL yang ada di seluruh wilayah Banyumas tentu akan semakin membuat Lazismu Banyumas memperluas langkahnya," terang Sabar.

Pembentukan KL Lazismu ini terealisasi dengan diturunkannya SK Pembentukan KL dan Pengangkatan Eksekutif. Pada perjalanannya, proses persiapan pembentukan KL Lazismu ini sudah dilakukan sekitar satu bulan lamanya. Jumlah anggota yang diangkat sebanyak 16 orang anggota eksekutif dipimpin oleh Sudiro. KL Lazismu ini merupakan kantor layanan ke-95 yang di dirikan Lazismu Kabupaten Banyumas.

Pada tahun 2021, Lazismu Kabupaten Banyumas telah mencapai penghimpunan dana ZIS pada angka 17 miliar rupiah. Capaian dana ZIS sebesar ini telah melampaui perencanaan target tahun 2021 yaitu 12 miliar rupiah. Melalui penyaluran dalam berbagai program, dana tersebut telah diserap oleh 22.625 penerima manfaat yang merasakan dampak positif dari pengelolaan ZIS oleh Lazismu Kabupaten Banyumas.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Romi Zarida]

SELENGKAPNYA
30 September 2022
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross