

Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian terhadap para pejuang yang telah mengabdikan diri kepada negeri, Lazismu Wilayah Jawa Timur pada Selasa siang (16/08) berkesempatan melakukan silaturrahim ke asrama tersebut. Pihak Lazismu terdiri Aditio Yudono selaku Sekretaris Badan Pengurus didampingi dua orang Staf Program dan Media. Kedatangan Lazismu disambut oleh Didik selalu Ketua Forum Keluarga KCVRI dan Elok yang menjadi Koordinator Kantor KCVRI Surabaya. Selain itu, tiga orang ibu janda veteran yang tinggal di asrama KCVRI juga turut menyambut kedatangan Lazismu.
Soerati, salah satu janda cacat Veteran RI menceritakan pengalaman saat mendampingi suaminya selama masa muda menjadi anggota TKR-BKR (Angkatan Bersenjata sebelum TNI) di kota Surabaya. Kala itu pada tahun 1945, suaminya Soekirdan Ali bertempur melawan NICA (Netherland Indies Civil Administration) yang datang membonceng Pasukan Sekutu. Kebanyakan Pasukan Sekutu terdiri dari tentara Gurkha India dan Nepal.
"Suami saya waktu itu bertempur melawan Gurkha dan berhasil menembak seorang Gurkha. Lalu suami saya lari dikejar oleh pasukan Sekutu lainnya sambil dihujani tembakan. Akhirnya sebuah mortir meledak tepat mengenai wajahnya. Bapak lalu jatuh bersimbah darah dan sama teman-temannya dibawa ke tempat pengobatan," ungkap Soerati dengan mata berkaca-kaca.
Soerati kemudian melanjutkan, "Setelah diobati ia kembali bertugas bertempur. Walau masih ada luka di wajahnya, dengan diperban bapak terus berperang. Hujan peluru dan ledakan bom tak dihiraukannya. Beliau terus bertempur pantang mundur. Termasuk juga berpindah-pindah lokasi peperangan dan mengungsi ke daerah pun dijalani. Alhamdulillah hingga Indonesia benar-benar merdeka."
Cerita kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih oleh Soerati. Tak terasa air mata turut membasahi pipi saat para janda cacat Veteran RI ini menceritakan kisah menyedihkan suami mereka dalam berjuang dan berperang. "Terima kasih ya Lazismu, terutama mas-mas dan mbak yang masih muda ini, bahwa kami-kami ini masih dipedulikan dan diperhatikan. Semoga menjadi berkah dan manfaat, serta Lazismu terus dapat memberikan bantuan kepada yang membutuhkan," pungkas Soerati tak kuasa menahan haru.
Koordinator Forum Keluarga KCVRI Surabaya, Didik menyatakan bahwa di Asrama Cacat Veteran Surabaya ini ini memang sudah tidak ada lagi eks Pejuang yang masih hidup karena semua telah meninggal dunia. "Semua di sini yang tinggal di asrama adalah para anak-anak dan janda dari Pejuang Cacat Veteran RI. Tercatat terdapat 14 orang eks Pejuang Cacat Veteran RI di asrama ini. Namun mereka semua sudah meninggal dunia. Terakhir eks Cacat Veteran meninggal dunia pada tahun 2019," ungkap Didik yang juga merupakan anak salah satu eks Pejuang Cacat Veteran.
Didik menambahkan, "Dikatakan Korps Cacat Veteran RI karena para eks anggota Pejuang ini mengalami keinvalidan atau kecacatan pada tubuh fisiknya akibat luka tembak, kontak senjata jarak dekat ataupun terkena bom selama peperangan mempertahankan kemerdekaan RI."
Terakhir, Didik mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Lazismu kepada mereka. "Kami atas nama Forum Keluarga KCVRI Surabaya menyampaikan terima kasih kepada Lazismu atau pun Muhammadiyah yang telah sudi memberikan perhatian pada momen HUT RI ke-77 ini. Hanya Allah SWT yang bisa membalas kebaikan ini," pungkasnya.
Kunjungan ini juga diiringi dengan penyerahan paket santunan untuk janda dan keluarga Pejuang Cacat Veteran RI yang tinggal di Asrama tersebut sebagai amanah dari para muzaki, donatur, dan dermawan. Tiga orang janda juga menerima bantuan uang tunai. Paket bantuan diterima secara simbolis oleh Didik selaku Ketua Forum Keluarga KCVRI Surabaya.
Di asrama KCVRI itu menghuni sebanyak keluarga dari 14 pejuang kemerdekaan RI yang termasuk kategori mengalami cacat fisik akibat war clash atau kontak peperangan bersenjata dengan tentara penjajah di medan laga. Para eks pejuang yang mendiami asrama itu telah meninggal dunia semua, sehingga asrama tersebut hanya ditinggali oleh keluarganya atau janda dan anak-anak. Eks Pejuang Cacat Veteran RI terakhir meninggal dunia pada tahun 2019.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Pembangunan hunkap direncanakan sebanyak 160 unit yang berlokasi di Blok I (1–5) dan J (1–3). Sebelumnya di Blok E 1dan E2 telah dibangun 40 unit hunkap pada awal Mei 2022. Sebagai tindak lanjut bantuan untuk warga terdampak dan keterlibatan Lazismu dan MDMC di sana berdasarkan Surat Keputusan (SK) No. 188.45/30/427.12/2022 dari Bupati Lumajang.

Pada pembangunan tahap dua ini yang berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Lazismu memercayakan sepenuhnya proses pembangunan kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabypaten Lumajang yang melibatkan Lazismu Kabupaten Lumajang. Hal ini disampaikan oleh Nazhori Author selaku Manajer Program Kemanusiaan dan Lingkungan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang sebelumnya telah meninjau lokasi bersama salah satu Badan Pengurus Lazismu PP Muhammadiyah yaitu Barry Aditya dan Direktur Utama, Edi Surya pada bulan Mei dan Juli 2022.
Author mengatakan, Lazismu berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan hunian yang layak bagi warga terdampak. "Ini amanah para muzakki dan donatur yang telah memercayakannya kepada Lazismu," paparnya.
Karena melibatkan banyak pihak termasuk Lazismu Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, dan dukungan dari Bank BJB, lanjut Author, maka tim manajemen pembangunan hunkap juga telah memilih mitra kontraktor yang terverifikasi melalui proses biding. Termasuk perencana pembangunan yang melibatkan Tim Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surabaya.
Syukur alhamdulillah, berdasarkan informasi dari Aminuddin selaku Ketua PDM Kabupaten Lumajang pada Kamis (15/09), proses pembangunan ini sudah masuk 50 persen lebih. Pihak Lazismu pun berharap masyarakat dapat terus mendukung program strategis ini di Jawa Timur. Diperkirakan pembangunan ini akan selesai pada Oktober 2022, yang dapat ditindaklanjuti dengan program pendukung lainnya untuk pemberdayaan warga terdampak.
Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq atau yang akrab disapa Cak Thoriq ini menyambut baik kehadiran Muhammadiyah dalam membantu warganya. Ia menceritakan, Muhammadiyah langsung hadir mulai dari saat terjadi bencana hingga saat tahap pemulihan. Saya apresiasi dan rasa hormat sekaligus terima kasih atas nama masyarakat Kabupaten Lumajang yang merasakan langsung atas peran Muhammadiyah yang betul-betul hadir dalam membantu kami ketika kami terkena bencana erupsi Semeru," ucapnya.
Cak Thoriq melanjutkan, saat dibutuhkan untuk membangun hunian sementara, Muhammadiyah langsung menyanggupi untuk turut ambil bagian. "Muhammadiyah langsung menyatakan siap membangun berapapun yang dibutuhkan oleh pemerintah dan masyarakat untuk membangun hunian sementara yang saat itu betul-betul dibutuhkan oleh masyarakat karena rumahnya sudah hancur tertimbun material erupsi Semeru," terangnya.
Terakhir, Cak Thoriq berharap agar kehadiran Muhammadiyah dapat terus dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. "Apalagi ada Lazismu yang fungsi dan perannya tidak sekedar dalam penanganan bencana dan membantu kalau ada bencana, tapi juga misalnya memberikan beasiswa, memberikan bantuan bagi masyarakat yang ekonomi rentan, dan memberikan modal usaha. "Tentu ini menjadi hal yang sangat produktif bagi peningkatan sumber daya manusia, peningkatan ekonomi dan kehidupan sosial yang lebih berkemakmuran," harapnya.

Senada dengan Cak Thoriq, Wakil Bupati Lumajang, Hj. Indah Amperawati Masdar juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi Muhammadiyah dalam membantu warganya yang terdampak erupsi Gunung Semeru. "Atas nama pemerintah menyampaikan terima kasih, apresiasi, dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Muhammadiyah yang dengan gerakannya luar biasa cepat dan semangat, mulai dari jajaran atas sampai bawah dalam hal penanganan bencana erupsi Semeru yang terjadi di Kabupaten Lumajang," ujarnya.
Bunda Indah, sapaan akrab Wakil Bupati Lumajang ini menuturkan, apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah tidaklah mudah. Peran serta yang diberikan selama membantu warga sangat besar, mulai dari saat terjadi bencana hingga pemulihan. "Tentu ini tidak mudah, bagaimana dengan semangat dan keikhlasannya Muhammadiyah turun langsung ke lokasi bencana. Mulai dari trauma healing, membantu makanan, pencarian korban, serta membangun hunian sementara," tegasnya.
Bunda Indah menerangkan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti 40 huntara yang dibangun oleh Muhammadiyah dan memastikan telah dihuni oleh warga terdampak Semeru. Ia berharap agar proses pembangunan ini segera selesai dan kembali mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah. "Mudah-mudahan segera selesai tuntas 200 unit huntara. Terima kasih Muhammadiyah," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Pada kesempatan ini, 50 anak yatim mendapatkan bantuan berupa paket School Kit. Selain itu, mereka juga mendapatkan bantuan dari program Beasiswa Mentari Lazismu. Kedua bentuk bantuan ini berada di bawah Pilar Pendidikan Lazismu.

Ima selaku Manajer Lazismu Kota Madiun menjelaskan, bantuan ini adalah bentuk kepedulian Lazismu kepada anak-anak yatim dan piatu. Salah satunya melalui bidang pendidikan. Ia pun mengutip salah satu hadits yang populer tentang keutamaan memelihara anak yatim.
"Ini bentuk kepedulian Lazismu kepada anak-anak yatim dan piatu khususnya, seperti apa yang di sampaikan oleh Rasulullah. 'Barang siapa yang mengasuh dan memelihara anak yatim akan berada di surga seperti ini, lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta meregangkan sedikit'," jelas Ima.
Dalam kegiatan yang berlangsung Sabtu (27/08) ini perwakilan PDM Kota Madiun, Warsito menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan simpatisan yang telah mempercayakan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu. Ia pun mendoakan agar apa yang telah diberikan dapat mendatangkan keberkahan dan menjadi amal kebaikan. "Semoga apa yang panjenengan berikan menjadi amal kebaikan serta keberkahan. Aamiin," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Watik]

Maida Devita, Kepala SMK Muhammadiyah Kusan Hilir menyambut baik penyerahan bantuan ini. "Kami menyambut baik program dari Lazismu ini. Nantinya ke depan kami mengharapkan siswa ini bisa berprestasi di dalam maupun di luar kelas. Misalnya, aktif di persyarikatan melalui organisasi otonom seperti Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Kepanduan HW, Tapak suci," ujarnya.
Senada dengan itu, Muamar Khadafi, Manajer Lazismu Kabupaten Tanah Bumbu menjelaskan alasan penyaluran bantuan yang diserahkan pada Selasa (30/08) tersebut. Menurutnya, bantuan ini diberikan agar peserta didik tersebut tetap bisa melanjutkan sekolahnya. "Penerima manfaat sendiri merupakan alumnus SMP Muhammadiyah yang perlu dibantu untuk keberlangsungan pendidikannya di SMK Muhammadiyah Kusan Hilir," jelasnya.
Muamar Khadafi pun mengharapkan agar penyerahan bantuan ini dapat menjadikan Nor Halimah sebagai siswa yang berhasil dalam pendidikan dan membanggakan orang tua. "Kita berharap tentu dengan adanya penyerahan Beasiswa Mentari ini siswi tersebut menjadi siswi yang sukses, baik, cerdas, membanggakan orang tuanya, berguna untuk persyarikatan dan bangsa ke depannya," harapnya.
Terakhir, Muamar Khadafi mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur atas kepercayaan yang telah diberikan melalui Lazismu Kabupaten Tanah Bumbu. "Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada semua para donatur yang telah mempercayakan penyaluran zakat, infak, maupun sedekahnya kepada Lazismu. Melalui dana yang terkumpul kami salurkan dengan berbagai program, termasuk di antaranya program Beasiswa Mentari ini," tutupnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Umar menyampaikan, saat ini puluhan juta produk perlu sertifikasi halal. Oleh karena itu dibutuhkan ribuan petugas atau tenaga bantuan Pendamping Proses Produk Halal. Siapapun yang berhasil lulus melalui pelatihan ini dapat berperan dalam proses sertifikasi halal.
"Peserta PPH yang dilatih ini adalah mahasiswa, alumni, masyarakat umum, serta dari Lazismu Jawa Tengah dan para pelaku UMKM Binaan Lazismu Jawa Tengah, berkesempatan ikut berperan dalam proses sertifikasi halal tersebut, tentunya setelah lulus pelatihan," ucap Umar.
Pengurusan sertifikasi halal, jelas Umar, mudah sebagaimana dalam Undang-undang Cipta Kerja. "Undang-undang Cipta Kerja memberi amanah untuk semakin mudah mengurus sertifikasi halal. Dulu lama, panjang, dan mahal untuk mengurus sertifikasi halal karena jalurnya jalur umum. Padahal sekarang ada produk-produk yang bisa melalui 'jalan tol' dalam mengurus sertifikasi halal dengan hemat waktu, biaya, dan lain lain melalui self declare," terangnya.
Acara pelatihan ini berlangsung selama tiga hari (25-27/08) dan dibatasi hanya untuk 100 orang pada batch pertama ini. Selain pelatihan, Unimus juga meluncurkan Halal Center pada Kamis (25/08) di Aula Smart Class Gedung Fakultas Kedokteran (FK) lantai 3. Rektor Unimus, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd. pada peluncuran itu berharap agar Halal Center Unimus ini dapat menjalin kerjasama dengan Halal Center yang dimiliki kampus lain, termasuk kampus Muhammadiyah dan lembaga terkait. "Harapannya, Halal Center Unimus cepat berkembang, berkarya, dan berprestasi. Juga bisa menjadi salah satu Halal Center terkemuka di Jateng dan Indonesia," harapnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

Acara yang mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat sekitar ini dihadiri oleh Lurah Bangkle, Babinsa dan Babinkamtibmas Kelurahan Bangkle, jajaran Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Blora, serta Wakil Ketua Baznas Kabupaten Blora. Puluhan warga Kelurahan Bangkle juga antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar. Kantor Kelurahan Bangkle dipilih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan yang berlangsung pada Kamis (25/08) ini agar masyarakat umum pun dapat mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.
Manajer Lazismu Kabupaten Blora, Deni Eko Triono mengungkapkan, jumlah penerima manfaat terdiri dari delapan orang penerima bantuan program Pemberdayaan UMKM, tiga puluh orang penerima bantuan bakti sosial berupa paket sembako, serta seratus tujuh puluh orang yang mendapatkan layanan pemeriksaan gratis. "Untuk masing-masing penerima sebagai wujud Pilar Kesehatan dan Ekonomi, ada delapan orang penerima Pemberdayaan UMKM, tiga puluh orang paket bakti sosial yang diwujudkan paket sembako. Ditambah dengan program cek kesehatan gratis bagi 170 orang di wilayah Ranting Muhammadiyah Bangkle," ungkapnya.
Sementara itu, Staf Program Lazismu Kabupaten Blora, Slamet Wijianto menambahkan, selain memiliki tujuan meringankan beban masyarakat, kegiatan ini juga dijadikan sebagai media dakwah Muhammadiyah. "Setelah bakti sosial, acara dilanjutkan pengajian yang diisi oleh Ustad Armin Nurhantanto sekaligus penyerahan secara simbolis oleh Kepala Kelurahan Bangkle, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bangkle, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Blora serta Lazismu Blora," tambahnya.
Untuk pemeriksaan kesehatan gratis, Lazismu Kabupaten Blora menggandeng RSU PKU Muhammadiyah Blora sebagai penyedia layanan tersebut. Tujuannya adalah meningkatkan layanan pada bidang kesehatan masyarakat, khususnya kalangan keluarga kurang mampu. Kegiatan ini pun sejalan dengan amanat Rencana Strategis (Renstra) Lazismu berupa "Akselerasi Pencapaian Tujuan Enam Pilar Lazismu".
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Samsudin]

