Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda

MAHASISWA FKIP UNIKAL TERIMA BEASISWA LAZISMU

KABUPATEN PEKALONGAN -- Sepuluh mahasiswa/mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Pekalongan (Unikal) menerima bantuan program Beasiswa Sang Surya dari Lazismu Kabupaten Pekalongan. Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Akhmad Zaeni menyerahkan langsung bantuan beasiswa tersebut kepada Dekan FKIP Unikal, Fahrudin Eko Hardiyanto di kantor Lazismu Kabupaten Pekalongan, Jalan Pahlawan Nomor 10, Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Beasiswa yang diberikan bernilai total dua puluh juta rupiah.

Dekan FKIP Unikal, Fahrudin Eko Hardiyanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada Lazismu Kabupaten Pekalongan atas bantuan program Beasiswa Sang Surya yang diberikan kepada sepuluh mahasiswa FKIP Unikal dalam bentuk bantuan biaya kuliah ini. Fahrudin juga mengucapkan terima kasih kepada para dosen FKIP yang telah mendukung program tersebut. "Jazakumullah khairan katsiran, semoga bermanfaat dan menjadi ladang pahala, aamiin," tuturnya.

Sementara itu, Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan, Akhmad Zaeni pada acara serah terima yang berlangsung Rabu (14/09) menyampaikan bahwa bantuan program Beasiswa Sang Surya tersebut merupakan hasil kerja sama antara Lazismu Kabupaten Pekalongan dengan FKIP Unikal. Program kemitraan dalam penggalangan dana zakat, infak, dan sedekah tersebut telah terjalin selama dua tahun. "Para dosen dan karyawan FKIP rutin menyalurkan zakatnya melalui Lazismu Kabupaten Pekalongan," ujarnya.

Penyerahan beasiswa kepada sepuluh mahasiswa FKIP Unikal tersebut juga bukan kali pertama dilakukan. Pada tahun 2021 lalu, Lazismu Kabupaten Pekalongan juga menyalurkan beasiswa kepada enam mahasiswa FKIP Unikal dengan total nilai sepuluh juta rupiah. Bantuan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa FKIP Unikal dilakukan dalam rangka membantu mahasiswa yang mengalami kesulitan pembayaran biaya kuliah.

Program Beasiswa Sang Surya sendiri merupakan program beasiswa atau bantuan biaya pendidikan dari Lazismu yang diberikan kepada mahasiswa-mahasiswi yang sedang menempuh pendidikan diploma, sarjana, dan pascasarjana. Lazismu Kabupaten Pekalongan sendiri tercatat telah menyalurkan program Beasiswa Sang Surya dengan nilai total mencapai 68 juta rupiah sepanjang tahun 2022 ini.

Selain untuk sepuluh mahasiswa FKIP Unikal, Lazismu Kabupaten Pekalongan juga telah menyalurkan Beasiswa Sang Surya bagi tiga mahasiswa Fakultas Tehnik dan Ilmu Komputer (Fastikom) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), satu mahasiwa Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikkes) UMPP, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas IKIP Veteran, Universitas Juanda, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Grobogan, serta Program Pascasarjana Magister Manajemen Unikal dan Program Pascasarjana UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Lazismu Kabupaten Pekalongan juga tercatat pernah menyalurkan Beasiswa Sang Surya bagi salah satu dosen Fikkes UMPP yang melanjutkan studi S3 di Brunei Darussalam jelang pergantian tahun 2021-2022 lalu.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Fakhrudin]

SELENGKAPNYA
28 September 2022

BERSAMA IPM DAN MDMC LAMPUNG, LAZISMU JALIN SINERGI PROGRAM ECO-SMART SCHOOL

KOTA BANDAR LAMPUNG -- Perubahan iklim saat ini telah menjadi salah satu isu global. Perubahan iklim terjadi karena meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida dan gas-gas lainnya di atmosfer yang menyebabkan efek gas rumah kaca. Termasuk perubahan iklim antara lain curah hujan yang semakin tinggi, musim kemarau yang berkepanjangan, peningkatan volume air akibat mencairnya es di kutub, terjadinya bencana alam puting beliung, serta berkurangnya sumber air. Karena itulah dibutuhkan kepedulian dari berbagai pihak untuk meminimalisir dampak perubahan iklim tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Lazismu Wilayah Lampung bersama Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung melaksanakan kegiatan "Soft Launching dan Penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama Sinergi Program Eco-Smart School". Acara ini berlangsung pada Ahad (18/09) di Wira Garden, Teluk Betung Bandar Lampung. Hadir dalam acara ini Ketua PW IPM Lampung Salman Rifki Saputra, Ketua MDMC Wilayah Lampung Ahsanal Huda, dan Manajer Area Lazismu Wilayah Lampung Banun Amariyah.

Menurut Salman Rifki Saputra, program yang merupakan pilot project ini akan dilaksanakan di SMK Muhammadiyah dan SMP Muhammadiyah Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran. Selanjutnya juga akan dilaksanakan juga di sekolah-sekolah lainnya. "Kita berharap program ini akan menjadi branding dan karaktersitik tersendiri bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah yang ada di Provinsi Lampung," jelasnya.

Eco-Smart School (ESS) merupakan gerakan sosial pada bidang kebencanaan dan lingkungan hidup berbasis sekolah dan pesantren. Program ini memiliki tujuan mewujudkan sekolah/pesantren ramah lingkungan yang fokus gerakannya pada kesadaran dan kepekaan, serta perubahan tingkah laku terhadap lingkungan. Program ini diharapkan mampu menekan jumlah pengeluaran limbah sekolah maupun pesantren menjadi nol persen. Tujuan akhir dari program ini adalah meminimalisir resiko bencana yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Jeni Rahmawati]

SELENGKAPNYA
28 September 2022

SIAGA HADAPI BENCANA, LAZISMU BERSAMA MDMC DAN LLHPB BERLATIH KESIAPSIAGAAN DAPUR UMUM

KABUPATEN PASURUAN -- Bertempat di Gedung Aisyiyah Training Center (ATC) Purwosari, Kabupaten Pasuruan, Lazismu bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) menggelar kegiatan "Diklat Manajemen Kebencanaan, Kesiapsiagaan Logistik dan Dapur Umum". Acara ini dilaksanakan dalam rangka edukasi kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. 40 orang peserta dari 7 daerah di Jawa Timur yang berasal dari staf, relawan, dan pimpinan Lazismu, MDMC dan LLHPB Aisyiyah klaster kawasan Kabupaten dan Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Batu antusias mengikuti rangkaian kegiatan ini.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah Jawa Timur, Aditio Yudono dalam sambutannya pada acara yang berlangsung Sabtu (10/09) menekankan pentingnya pembagian peran dan tugas kebencanaan antar MDMC atau Lembaga Penanggulangan Bencana di internal Muhammadiyah, sehingga ketika ada kegiatan penanganan atau penanggulangan bencana tidak terjadi tumpang tindih tugas antar relawan. "Kita berharap agar kegiatan penanggulangan bencana di lapangan dapat berjalan dengan baik dan lancar, tentunya harus ada pembagian peran dan tugas antar relawan dan antar masing-masing Lembaga Penanggulangan Bencana, khususnya di internal Muhammadiyah. Sehingga tidak terjadi relawan hanya grudak-gruduk pada saat penanganan terjadi bencana yang mengakibatkan adanya surplus relawan di lokasi. Banyak relawan yang hanya menonton dan tidak tahu apa yang menjadi tugasnya dan bahkan apa yang harus dilakukannya," tegasnya.

Aditio kemudian melanjutkan, "Oleh sebab itu mari kita atur bersama. Lazismu bertugas hanya menghimpun dana dan bantuan untuk korban bencana. Tugas MDMC, selain mitigasi, juga yang senantiasa sigap dan bergerak pertama kali turun ke lapangan pada saat tanggap darurat bencana. LLHPB Aisyiyah bisa membantu MDMC pada masa pemulihan penyintas bencana dan menjaga ketersediaan logistik plus mengelola dapur umum. Sedangkan Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Muhammadiyah melayani pos kesehatan dan medis," terangnya.

Sementara untuk amal usaha Muhammadiyah (AUM), tambah Aditio, dapat memberikan dukungan berupa dana dan logistik. "Untuk AUM bisa mendukung dengan bantuan dana dan logistik. Ortom AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) bisa mengerahkan tenaga relawan bantuan umum secara insidentil. Dengan demikian semua berjalan sesuai tupoksinya. Di lapangan tidak terjadi timpang tindih antar relawan sehingga tugas penanggulangan bencana dapat berjalan dengan baik, rapi, teratur dan sesuai tujuan yang hendak dicapai," tambahnya.

Siti Dalilah Candrawati selaku Ketua Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Timur mengapresiasi kegiatan adanya ini dan berharap agar sinergi antara Lazismu, MDMC, dan LLHPB Aisyiyah dapat terus berkelanjutan dan semakin tanggap dalam merespon terjadinya bencana alam di Jawa Timur. "Di Jawa Timur baru terdapat 7 Daerah Aisyiyah yang memiliki LLHPB. Padahal potensi bencana ada di 38 daerah kabupaten kota se-Jatim," ujarnya.

Agung Wijaya, perwakilan MDMC Jawa Timur saat memberikan materi tentang Manajemen Kebencanaan menjelaskan, ada tiga fase penanggulangan bencana, yaitu pra bencana, respon bencana, dan pemulihan bencana. Ketiga fase inilah yang menjadi bidang garap bersama Lazismu, MDMC, dan LLHPB. "Pada masa pra bencana ada beberapa tahap yang harus dilakukan yaitu mitigasi dan preparedness, yaitu adanya rencana kontijensi atas resiko bencana. Ketika merespon terjadinya bencana ada fase atau tahapan yang harus dilakukan seperti siaga bencana, tanggap bencana dan transisi bencana, dengan standar pelayanan minimal respon," jelasnya.

Sedangkan pada masa pemulihan, lanjut Agung, terdapat pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi berupa pemukiman, infrastruktur, sosial dan ekonomi. "Pada masa pemulihan terdapat pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang hal itu harus dilakukan oleh lintas sektoral yaitu pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, NGO/LSM, swasta, ormas, dan masyarakat luas," imbuhnya.

Diklat singkat sehari ini diisi dengan materi Penguatan Relawan Bencana, Manajemen Kebencanaan, Juknis Penggunaan Food Truck dan Praktik Memasak Dapur Umum Berbasis Food Truck. Materi inti tentang Praktik Memasak di Dapur Umum dipilih karena hal ini sering dianggap remeh atau sepele oleh berbagai pihak, sementara dalam pengelolaannya membutuhkan kecermatan, ketelatenan, dan kehati-hatian. Hal tersebut menyangkut apa yang dikonsumsi secara langsung oleh para penyintas dan relawan bencana.

Para peserta antusias memasak untuk dapur umum.

Pada kesempatan ini didatangkan Kendara Saji Makanan atau Food Truck Lazismu Wilayah Jawa Timur, yaitu kendaraan berbasis truk yang dilengkapi dengan peralatan dan perlengkapan memasak secara lengkap. Food truck memiliki kemampuan mobilitas tinggi karena dapat berpindah-pindah tempat sesuai dengan kebutuhan. Ketika terjadi peristiwa kebencanaan, food truck ini bisa digerakkan ke lokasi bencana dan melayani kegiatan dapur umum untuk kebutuhan makan para penyintas dan relawan.

Kegiatan ini masih akan berlanjut ke klaster kawasan lainnya di Jawa Timur, seperti kawasan selatan yang terdiri dari Tulungagung, Pacitan, Blitar, Trenggalek, dan Ponorogo serta kawasan timur seperti Jember, Banyuwangi Bondowoso, dan Situbondo. Dari kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan kerja sama dalam hal kesiapsiagaan bencana antara Lazismu, MDMC dan LLHPB Aisyiyah. Kerjasama ini terutama adalah pembagian peran dan tugas masing-masing dalam menghadapi peristiwa bencana di berbagai daerah di Jawa Timur pada khususnya dan di tanah air pada umumnya.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

SELENGKAPNYA
28 September 2022

APRESIASI MAHASISWI PENGHAFAL AL-QUR'AN, LAZISMU BERIKAN BEASISWA

KOTA PAREPARE -- Dihadiri oleh Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Parepare (UMPAR) Asram AT Jadda, Wakil Rektor IV Muhammad Nurmaallah, Dekan Fakultas Agama Islam Dr. Andi Fitriani Djollong, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Haniarti, dan ratusan mahasiswa baru, Lazismu Kota Parepare menyerahkan bantuan Beasiswa Sang Surya Lazismu. Penerima manfaatnya adalah Khaulah Al Batuul, salah seorang mahasiswi Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI) Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD). Bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare, Hj. Erna Rasyid Taufan.

Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Parepare, Syaiful Amir menerangkan, Khaulah Al Batuul menerima beasiswa secara penuh selama kuliah dari semester awal hingga akhir. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiwa/mahasiswi yang telah melalui tahap seleksi sebagai penghafal Al-Qur'an 30 juz. "Dari 600-an mahasiswa yang kami seleksi, alhamdulillah ada satu orang mahasiswi yang menghafal quran sampai 30 juz sebagai syarat penerima beasiswa penuh Lazismu ini," ujar Syaiful Amir.

Syaiful melanjutkan, Khaulah Al Batuul merupakan putri berusia 19 tahun dari pasangan Usman yang berprofesi sebagai guru dan Ratnawati yang menjadi ibu rumah tangga. Ia berharap, program beasiswa penuh kali keempat Lazismu yang diserahkan pada Senin (12/09) ini dapat menjadi motivasi dan menginspirasi para mahasiswa lain untuk semakin mencintai Al-Qur'an. "Kami berharap lahir para penghafal-penghafal Qur'an di Kota Parepare ini," harapnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kota Parepare, Hj. Erna Rasyid Taufan mengungkapkan kekagumannya kepada penerima manfaat. Menurutnya, Khaulah Al Batuul sudah menyematkan mahkota kepada kedua orang tuanya karena telah menjadi penghafal Al-Qur'an, apalagi pada usia yang masih muda. "Masya Allah, ananda ini sudah menyematkan mahkota kepada kedua orangtuanya," ucap Erna.

Selain memberikan bantuan program Beasiswa Sang Surya berupa beasiswa penuh, Lasismu Kota Parepare juga memberikan beasiswa untuk satu semester sebagai apresiasi kepada para mahasiwa/mahasiswi yang berhasil menghafal Al-Qur'an sebanyak 2 juz. Khaulah Al Batuul juga mendapatkan amanah untuk menjadi pendamping program hafidz Al-Qur'an di UMPAR.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
28 September 2022

APRESIASI DAKWAH, LAZISMU BERIKAN BANTUAN BEDAH RUMAH DAI

KABUPATEN KULON PROGO -- Peran serta Lazismu dalam mendukung gerak dakwah di lingkungan persyarikatan terus berlanjut. Salah satunya adalah melalui pembangunan rumah bagi dai. Kali ini, K.H. Kadirun, pengasuh Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Darussubusi Beji Wates mendapatkan bantuan pembangunan rumah dari Lazismu Kabupaten Kulon Progo. Bantuan ini merupakan program Bedah Rumah dan Dai Mandiri yang berada di bawah Pilar Sosial Dakwah Lazismu.

Heri Susanto mewakili Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Kulon Progo menyebutkan, bantuan yang diberikan berasal dari donasi senilai 146,5 juta rupiah. Ukuran rumah yang dibangunkan adalah 84 meter persegi. Tanah tempat berdirinya rumah tersebut merupakan pembelian dari K.H. Kadirun dan sebagian lagi merupakan hibah dari Jumarin.

"Satu unit rumah seluas 84 meter persegi dengan total donasi sebesar 146,5 juta rupiah berdiri di atas tanah seluas 421 meter persegi yang separuhnya merupakan hibah tanah dari Bapak Jumarin dan separuhnya lagi pembelian Bapak Kadirun," terang Heri saat menyampaikan laporan kegiatan Lazismu.

Sementara itu Hamam Muttaqim yang merupakan donatur program ini menjelaskan, kegiatan ini adalah sebagai bentuk apresiasi kepada penggerak dakwah di lingkungan Muhammadiyah. "Ini merupakan kerja bersama kita dalam memberikan apresiasi kepada penggerak dakwah persyarikatan," jelasnya.

Dalam kegiatan serah terima secara simbolis yang berlangsung pada Sabtu (03/09) ini, Jumarin yang menghibahkan tanah tersebut berharap agar penerima manfaat semakin bersemangat dalam menebarkan ilmu. "Semoga Bapak K.H. Kadirun semakin semangat dalam menebarkan ilmunya, tidak hanya di lingkungan Wates tapi di seluruh Kulon Progo," ujarnya.

Selain serah terima program Bedah Rumah, Lazismu juga memberikan bantuan paket sembako.

Kegiatan yang dirangkai dengan "Pengajian Umum Menyongsong Muktamar Muhammadiyah dan Aisyiyah ke-48" ini ditandai dengan pemotongan pita dan pembukaan pintu rumah oleh Budijono selaku perwakilan donatur. Kegiatan diakhiri dengan pembagian tujuh puluh paket sembako untuk dhuafa sebagai wujud kepedulian kepada warga sekitar yang membutuhkan.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
27 September 2022

PEMBERDAYAAN UMKM LAZISMU BANTU BANGKITKAN USAHA YANG TERPURUK DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL

KABUPATEN GUNUNGKIDUL -- Pandemi Covid-19 yang berlangsung sekitar dua tahun telah memukul banyak pelaku UMKM. Banyak yang kesulitan menjalani usaha, bahkan harus gulung tikar. Hal ini memaksa sebagian di antaranya harus banting kemudi guna menghidupi keluarga, di antaranya adalah Zaini Mustofa dan Undriyono.

Zaini Mustofa merupakan pemilik usaha Zaura Ice Cream yang tinggal di Monggol, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Usaha es krim yang dijalaninya sempat mengalami mati suri saat wabah menghantam, sehingga ia pun harus bekerja serabutan sebagai buruh tani. Usaha yang telah ia rintis sejak tahun 2017 ini mengalami kegagalan yang sebelumnya pernah mengalami masa kejayaan. Dahulu, ia kerap mendapat pesanan jika ada hajatan hingga acara ulang tahun. Namun pesanan itu tak kunjung datang sehingga ia kesulitan memberi nafkah kepada empat orang anak dan satu istrinya.

Senasib dengan Undriyono, warga Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul ini usahanya mengalami kesulitan untuk berkembang. Ia sempat berpindah tempat untuk mencari tempat usaha yang layak, namun tidak kunjung berhasil. Undriyono menjadi petugas kebersihan salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dan memiliki usaha jajanan pasar di depan rumahnya. Meski telah dibantu oleh istrinya serta melakukan berbagai inovasi produk, namun usahanya masih mengalami kendala. Salah satunya adalah alat penyimpanan makanan, sehingga inovasi makanan tersebut mengalami kesulitan.

Setelah mengalami kajian untuk kelayakan, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta pun memberikan bantuan pada Sabtu (03/09). Melalui program Pemberdayaan UMKM, Lazismu Wilayah DI Yogyakarta memberikan bantuan modal usaha dan alat usaha kepada mereka yang mengalami kesulitan. Bantuan tersebut adalah untuk pelaku usaha yang tergolong dalam fakir dan miskin.

Zaini Mustofa, pemilik usaha es krim tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan ini. Usaha miliknya yang sempat mati suri bisa bangkit dan berjalan kembali. Sampai saat ini pendapatannya telah mencapai sekitar seratus hingga seratus lima puluh ribu rupiah dalam sehari. Bahkan ketika memasuki bulan Syawal, pesanan untuk es krim dalam berbagai acara kembali datang. Ia pun menyampaikan harapan agar dari bantuan ini usahanya bisa berkembang dan ia dapat menunaikan zakat.

"Syukur alhamdulillah, sudah ada kebangkitan dari semenjak pandemi belum berjalan dan akhirnya bisa berjalan. Semoga dan berusaha di tahun 2023 insyaAllah bisa berzakat," harapnya.

Bantuan program Pemberdayaan UMKM diberikan kepada Undriyono untuk meningkatkan usahanya.

Sementara itu, Undriyono juga mendapatkan bantuan dari Lazismu Wilayah DI Yogyakarta. Satu unit alat freezer ia terima untuk mengembangkan usahanya. Alat tersebut dapat digunakan untuk menambah usaha seperti membuat sempol, sosis, tempura, hingga cilok. Semenjak adanya peralatan tersebut, usahanya semakin berkembang hingga akhirnya berhasil mencapai penjualan hingga seratus lima puluh hingga dua ratus ribu dalam sehari.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Rizal Firdaus]

SELENGKAPNYA
27 September 2022
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross