

PALANGKARAYA - Bertempat di aula Gedung Dakwah Pimpinan Wilayah Lazismu Kalimantan Tengah melaksanakan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil), Rabu - Kamis (7-8/4).
Rakerwil yang bertemakan "Perkuat Kelembagaan LAZ Guna Optimalisasi Penggunaan Dana ZISKA Lazismu Kalteng" tersebut berlangsung dari tanggal 7-8 April 2021 dan diikuti oleh Lazismu dari Kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Ketua Panitia Pelaksana Muhammad Fitriani, S.HI mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan Lazismu yang ada di daerah-daerah dan Amal Usaha Muhammadiyah di Kalimantan Tengah.
“Rakerwil ini, untuk memperkuat pelaksanaan Lazismu Kalteng dan optimalisasi program-program daerah menyelaraskan program Lazismu Pusat khususnya untuk Ramadhan dan qurban," katanya.
Acara dibuka oleh Dr. Mahli Zainuddin, M.Si, Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara daring.
Mahli mengatakan bahwa pelaksanaan rakerwil adalah salah satu indikator bahwa lembaga itu eksis. Oleh karena itu, Lazismu harus perkuat konsolidasi amil, kelembagaan, dan tetapkan target, optimalisasi Kantor Layanan di Kabupaten dan Kota, serta optimalisasi dukungan kebijakan PWM dan PDM dengan melibatkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) untuk akslerasi digital.
"Selamat melaksanakan Rakerwil sebagai sarana konsolidasi, dengan Rapat kerja semoga semua masalah dapat dibicarakan dan diselesaikan, agar keberadaan organisasi menjadi nyata," ujarnya.
Sementara itu, Drs. H. M. Anshari Sapri, selaku Ketua Badan Pengurus Lazismu Kalimantan Tengah mengatakan prioritas dari Rakerwil adalah peningkatan kelembagaan yang ada sehingga dapat meningkat, baik dari segi kualitas maupun dari kuantitas.
“Harapan kita, agar Lazismu di Kalteng dapat meningkatkan partisipasinya dalam mengembangkan Lazismu di Kalteng khususnya bagi kota dan kabupaten-kabupaten di Kalteng,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Tengah, Ahmad Syar'i berpesan agar optimalisasi fungsi lembaga ini sangat diperlukan. Selain itu, Lazismu harus segera melakukan pembenahan agar kantor layanan yang ada di daerah atau di AUM dapat terkoordinasi dengan baik.
"Kita ingin kelembagaan ini diperkuat. Optimalkan fungsi lembaga dalam penghimpunan agar semakin eksis dan semakin berdaya guna akan menopang persyarikatan," ujarnya.
Rakerwil Lazismu Kalimantan Tengah selain digelar secara tatap muka menggunakan protokol kesehatan covid 19, juga disediakan fasilitas daring menggunakan aplikasi meeting video conference.
Reporter: Bonni Febrian/Yusuf

GUNUNGKIDUL - Lazismu Daerah Gunungkidul melaksanakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) Tahun 2021 pada Sabtu, 3 April 2021 di RM. Omah Kayu Wonosari. Raker dihadiri oleh 22 kepala Kantor Layanan Lazismu yang ada di Gunungkidul.
Rakerda pada tahun ini mengusung tema “Digitalisasi Filantropi untuk Penguatan Tata Kelola Lazismu dan Pencapaian SDGs”.
Raker tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Gunungkidul, Bapak KH. Sholikhin, S.Pd.I., MA, Dewan Syariah Lazismu KH. Busrowi Abd. Manan dan Badan Pengawas Lazismu KH. Nuryanto Ruaidi, S.Ag. MA serta jajaran Badan Pengurus Lazismu Gunungkidul.
Dalam laporan singkat saat pembukaan, Ketua Lazismu Gunungkidul Ustadz Wahyudiyono menyampaikan bahwa Raker menjadi ajang untuk silaturahmi antar pengurus, sekaligus konsolidasi internal agar dalam menjalankan program selama satu tahun dapat terukur dan sesuai target capaian.
KH. Solihin dalam sambutan dan pengarahan menyampaikan selamat atas terselenggaranya Raker. Ia berharap forum Raker bisa menghasilkan keputusan yang dapat membawa kemaslahatan kepada umat.
"Masih dalam situasi pandemi yang belum berakhir, tetap menjaga prokes. Mari songsong Ramadhan 1442 H dengan kegiatan yang penuh inovasi," ujarnya.
Selain Raker, dalam kegiatan tersebut Muhammadiyah Gunungkidul juga melaunching Program Pesantren Ramadhan Virtual, Darul Arqam Virtual semua dalam rangka memfasilitasi jama'ah agar tetap semangat dalam mengisi bulan Ramadhan.
Dalam sesi pertama, materi disampaikan oleh Sekretaris Badan Pengurus Lazismu Wilayah D.I. Yogyakarta, Jefree Fahana, S.T., M.Kom. Ia menyampaikan harapan agar seluruh Kantor Layanan Lazismu di DIY bisa teraudit bahkan sampai tingkat kantor layanan.
Hal ini dilaksanakan sebagai wujud transparansi kepada masyarakat. Ia juga menyampaikan di era modern seperti saat ini amil harus bisa memanfaatkan peluang menggunakan berbagai sosial media yang ada.
Sesi kedua, materi disampaikan oleh salah satu anggota Kantor Layanan Lazismu Patuk, Surani Restu Wardoyo. IA mengajak agar seluruh Kantor Layanan Lazismu di Gunungkidul terus bergerak meskipun banyak kendala yang dihadapi, seperti pandemi Covid-19 ini agar pengurus disemua level untuk bergerak dan menjadi insan yang bermanfaat.
Diakhir acara ditutup dengan do'a yang disampaikan Kyai Busrowi Abd. Manan. Dalam doanya, ia berharap Lazismu Gunungkidul semakin memberikan kebermanfaatan terhadap warga masyarakat. Sesuai slogan Lazismu Memberi Untuk Negeri.
Reporter: Yusuf

FLORES - Menyikapi banjir yang terjadi di beberapa daerah di NTT dan NTB, Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) langsung mengadakan respon di Adonara Timur, Senin (5/4).
Dikoordinasi oleh Ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Adonara Timur, mereka mendirikan Pos Pelayanan di SMA Muhammadiyah Lamahala, Adonara Timur, Kabupaten Flores, NTT.
Hal tersebut disampaikan oleh Budi Setiawan, Ketua MDMC PP Muhammadiyah. Budi menyebut bahwa MDMC PP Muhammadiyah mengirimkan dana bantuan kepada Relawan Muhammadiyah di Flores.
Relawan Muhammadiyah tersebut membantu para pengungsi, memberikan lilin di pengungsian, karena listrik mati, membagikan makanan bagi korban banjir, mendirikan pos pengungsian, dan mendistribusikan obat-obatan.
Menurut Laporan Sitrep yang dikeluarkan pada hari ini, Selasa (6/4), jumlah penerima manfaat dari Pos Pelayanan Muhammadiyah mencapai 1.500 jiwa.
"Selain itu, di Lembata, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lembata juga kami minta untuk segera melakukan respon. Mereka mendirikan pos pelayanan," ujar Budi kepada lazismu.org.
Ia menyebut bahwa MDMC akan mengirimkan tim asistensi yang dipimpin oleh Khaerul Anam dan Huda. Dua orang tersebut akan mengkoordinasikan semua teman-teman relawan Muhammadiyah yang ada di lokasi.
"Tim kesehatan akan segera kita kirim. Seperti kejadian di Sulbar, ini juga ada persoalan yang berkaitan dengan suasana pandemi. Maka kami sangat berhati-hati supaya tidak timbul persoalan baru," imbuhnya.
Menurutnya MDMC juga akan mendirikan pos pelayanan di Kupang.
Kebutuhan mendesak saat ini antara lain logistik makanan, air bersih, air mineral, pakaian, selimut, pembalut, tenda/terpal, matras/tikar, obat-obatan, BBM terutama minyak tanah, alat penerangan berupa lilin dan senter, sumber daya relawan, dan tim medis.
Reporter: Yusuf

WONOSOBO - Lazismu Wonosobo mulai merintis pembangunan Zakat Center sebagai sarana peningkatan pelayanan penghimpunan dan pendayagunaan zakat.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhamamdiyah Jawa Tengah, KH Tafsir mengawali peletakan batu pertama di Kompleks Amal Usaha Muhammadiyah di Jl. Kyai Hasyim Asyari Kp. Longkrang, Wonosobo Timur, Minggu, (4/4).
Peran zakat infaq dan sedekah dianggap memiliki posisi strategis dalam penyelesaian problematika yang terjadi dilingkungan masyarakat.
Direktur Lazismu Wonosobo, Tabah S. Pambudi menjelaskan bahwa pembangunan gedung Zakat Center dimaksudkan sebagai ikhtiar dalam meningkatkan sarana pelayanan baik penghimpunan maupun pendayagunaan dana ZIS.
Menurutnya, perbaikan dari sistem layanan penghimpunan hingga pendistribusian terus ditingkatkan agar dapat mewujudkan rasa yang lebih aman dan nyaman bagi muzaki/donatur maupun mustahik. Penguatan sarana dan prasarana fisik, penguatan SDM hingga teknologi menjadi fokus utama target perbaikan dalam tahun ini.
"Apalagi dimasa pandemi seprti sekarang, dengan berbagai keterbatasan dalam beraktifitas tentu harus memunculkan ide dan gagasan agar pelayanan tetap prima,” imbuh Tabah disela-sela acara.
Tabah menambahkan, potensi zakat di kabupaten Wonosobo cukup besar. Namun baru sedikit yang masuk dalam capaian LAZ resmi. Masih sedikitnya masyarakat yang faham dalam penunaian kewajiban zakat, menunjukkan perlunya edukasi yang berkelanjutan pada masyarakat. Baik dari kalangan pengusaha, PNS hingga bidang profesi lain seperti pertanian terhadap penghitungan zakat dengan berpedoman pada aturan yang telah ditetapkan.
Ia berharap semakin banyak masyarakat yang faham dan sadar atas keawajiban zakat yang harus dileuarkan, maka penghimpunan akan semakin meningkat dan pendayagunaan atau penyaluran akan semakin luas asas manfaatnya.
"Kami sedang menyiapkan amunisi-amunisi untuk edukasi dan fundraising baik konvensional maupun digital agar masyarakat teredukasi dan ikhlas mengeluarkan zakatnya,” imbuhnya.
Senada dengan hal tesebut KH Tafsir menegaskan bahwa zakat dapat menjadi solusi problematika keummatan. Peran zakat tidak hanya hanya charity yang bersifat konsumtif semata, namun lebih dari itu. Hal ini menjadi penting dalam agenda-agenda pengentasan kemiskinan, pendampingan sektor kemandirian melalui program UMKM dan ketrampilan sumber daya dan lain-lain.
“Ibarat perang, zakat bisa dijadikan modal agar peperangan bisa menang. Seperti halnya pengentasan kemiskinan, gorim, pendampingan mualaf, agenda dakwah dan pendayagunaan sektor lain,” ujar Tafsir.
Selain dihadiri oleh KH Tafsir, peletakan batu pertama tersebut juga diikuti oleh Ketua PDM Wonosobo Bambang WEN dan Ketua BP Lazismu Wonosobo Kus Mulyanto.
Kegiatan diawali dengan kajian Ahad Pagi di Masjid Al Arqom Kompleks Perguruan Muhamamdiyah. Kemudaian seremonial peletakan batu pertama pembangunan gedung Zakat Center, dan diakhiri dengan sarasehan para pimpinan Muhamamdiyah dalam menyambut bulan suci Romadhon.
Selain dari PWM Jawa Tengah, Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Pimpinan Muhammadiyah Cabang, perwakilan organisasi kepemudaan, dan tamu undangan.
Reporter: Yusuf

BANYUMAS - Lazismu Banyumas memberikan bantuan pengobatan rutinan kepada Ariyanto di kediamannya, Desa Pasir Lor RT 03/02 Karanglewas, Selasa (6/4).
Bantuan rutinan ini sudah dilaksanakan sejak sekitar satu tahun yang lalu dan diberikan setiap bulan. Total setiap bulan senilai Rp. 500.000,- diberikan kepada Ariyanto untuk membantu biaya pengobatan.
Manajer Lazismu Banyumas, Sabar Waluyo berharap bantuan tersebut dapat meringankan keadaan keluarga dan berharap agar Ariyanto segera sembuh sehingga dapat beraktivitas normal kembali.
Ariyanto mengalami musibah kecelakaan pada saat dirinya bekerja di suatu proyek pada tahun 2017. Ia terjatuh ketika bekerja dan mengakibatkan kaki kirinya mengalami patah tulang sepanjang 8 cm.
Dilansir dari laman resmi Lazismu Banyumas, sampai saat ini kondisinya masih tidak bisa berjalan dengan normal dan harus menggunakan 2 tongkat alat bantu jalan.
Ariyanto masih terus melaksanakan kontrol bulanan ke Rumah Sakit di daerah Solo. Bantuan biaya kesehatan ini tentunya akan sangat membantu dalam prosesi penyembuhan sakitnya.
Awalnya, Lazismu Banyumas memfasilitasi proses pengobatan Ariyanto dengan bantuan operasional mobil ambulans. Namun, seiring berjalannya proses pengobatan, Lazismu Banyumas juga memberikan bantuan berupa biaya pengobatan.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada Lazismu Banyumas atas bantuannya. Semoga semakin berkah. Terimakasih atas dukungannya kepada saya," ucap Ariyanto kepada media Lazismu Banyumas.
Kegiatan Ariyanto selama menjalani proses pengobatan juga diisi dengan bekerja membantu tetangganya untuk membuat angklung. Bapak dua anak ini memang memiliki semangat yang tinggi alam bekerja.
Dalam proses penyembuhan, Ariyanto ingin melakukan terapi di daerah Purwokerto karena kondisinya sudah semakin membaik dan agar lebih terjangkau tempat berobatnya.
Reporter : Romi/Tansah

LHOKSEUMAWE - Lazismu Lhokseumawe, Rabu (4/4/2021), menggelar khitanan massal gratis bagi 40 anak kurang mampu.
Kegiatan melibatkan sejumlah dokter dan juga perawat senior berlangsung di Klinik Muhammadiyah (KLINIKMU) Lhokseumawe dengan mengikuti protokol kesehatan.
Ketua Lazismu Lhokseumawe Farhan Zuhri Baihaqi, menyebutkan, ini merupakan sunat masaal yang keempat kali digelar pihaknya dalam beberapa tahun terakhir.
"Meskipun selama masa pandemi, ini merupakan khitan pertama kali digelar oleh Lazismu Lhokseumawe," katanya.
Untuk khitan kali ini, menurutnya, memang sempat ada yang mendaftar sampai 60 orang anak.
"Namun dikarenakan Senin besok masih ada yang harus mengikuti ujian di sekolah, sehingga bagi anak-anak tersebut diundur jadwal sunatnya," papar Farhan.
Untuk anak yang dikhitan, pihak penyelenggara juga memberikan paket berupa sarung, Alquran dengan terjemahan, dan uang tunai.
Didampingi Koordinator KLINIKMU, dr Rahmawati A Latief Sp PD dan ketua panitia dr Sarah Amalia Fauzen, Farhan Zuhri Baihaqi menambahkan, tim medis yang terlibat pada khitan kali ini seperti dr Fadhli Hasan SpU, dr M Ifani SR SpB, dr Rizki,drAgus, Ns Al-Huda SKep MKes, Ns Ramadhana, dan beberapa dokter umum serta perawat senior lainnya.
Anggaran pelaksanaan khitan massal ini berasal dari para muhsinin/dermawan. Proses sunat massal berlangsung di enam ranjang.
Dilansir dari Tribun Aceh, saat disunat, mayoritas anak-anak menutup mata dengan peci atau sarung sembari melafazkan ayat Al-Quran dan dzikir. Ada yang menangis dan ada yang sampai menjerit kesakitan saat disuntik pertama kali.
Namun tim medis yang menangani mampu mengatasi hal tersebut, sehingga proses sunat berakhir sukses.

