

Dalam SK tersebut diterangkan bahwa Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bersama 69 organisasi dan lembaga donor lainnya akan memberikan bantuan kepada warga terdampak atau korban awan panas dan guguran Gunung Semeru berupa pembangunan Huntara yang aman dan nyaman serta siap ditempati. Pembangunan Huntara yang akan dilakukan oleh MDMC ini mendapatkan dukungan sepenuhnya dari Lazismu.
Menurut Priyo C. Sancoyo, Koordinator Tim Huntara MDMC Jawa Timur untuk korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang ketika dihubungi pada Senin (17/01) melalui jejaring whatsapp menyebutkan, SK penetapan area Huntara sudah turun. Jumlah Huntara yang akan dibangun oleh organisasi dan lembaga donor sebanyak 2.170 unit. Sedangkan pada tahap pertama ini dibangun 590 unit Huntara. Muhammadiyah, pada tahap pertama ini akan membangun 40 unit dari 200 Huntara yang telah direncanakan.
Priyo menambahkan, para penyintas yang akan mendapatkan bantuan Huntara dari Muhammadiyah berasal dari Dusun Kamarkajang. "Muhammadiyah mendapat lokasi di Blok E1 dan E2. Penyintas yang akan menempati huntara kita berasal dari Dusun Kamarkajang," tambahnya.
"Dalam program Huntara ini, OMOR (One Muhammadiyah One Response) kita wujudkan dengan keterlibatan tim Teknik Arsitek dan Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya. Mereka akan terlibat di fasilitator lapangan dan tim teknis. Selanjutnya kita akan mengadakan pelatihan kepada kelompok penyintas yang akan menyediakan bahan baku batako di huntara mereka, bersama ahli batako setempat," terang Priyo.
Terakhir, Priyo berharap agar Huntara ini bisa segera diwujudkan dan pembangunannya dapat berjalan dengan lancar. "Semoga pembangunan tahap awal ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar pada tanggal 24 Januari 2022 ini. Kami hanya berharap apa yang dibutuhkan oleh para penyintas berupa hunian yang layak segera terwujud, dan donatur dan dermawan diridhai dan diberikan balasan dari Allah SWT," harap Arsitek Spesialisasi Pasca Bencana Muhammadiyah ini.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Aditio Yudono]

Sosialisasi yang dihadiri oleh perwakilan AUM serta organisasi otonom tingkat cabang tersebut terlaksana pada pagi hingga siang hari pada Sabtu (15/01). Hasmi Ridho, Staf Program KL Lazismu Mandiangin menyampaikan kegiatan tersebut dilaksanakan untuk membangun sinergi antara Lazismu dengan pihak AUM. "Melalui kegiatan tersebut kami mencoba untuk membangun sinergi dan komunikasi yang baik antara AUM dengan Lazismu yang masih dalam lingkup persyarikatan Muhammadiyah," ujarnya.
Hasmi yang pada kesempatan tersebut memberikan materi program Lazismu menawarkan agar ada perencanaan kegiatan yang bisa saling mendukung. "Setelah terjalin komunikasi dan sinergi, kami menawarkan menawarkan program yang nantinya bisa saling mendukung," jelasnya.
Eva Rahmayanti, peserta perwakilan dari TK ABA Al Munawarah, Mandiangin Timur menyambut baik terlaksananya penyampaian program dari KL Lazismu PCM Mandiangin ini. Menurutnya, TK ABA Al Munawarah akan mendukung Lazismu agar dapat berkembang maju. "Kami dari TK ABA selalu mendukung Lazismu agar kiranya terus berkembang dan maju. Terkait program nantinya akan kami bicarakan di internal lebih lanjut," imbuhnya.
Keberadaan Lazismu di lingkungan AUM Kabupaten Banjar bukanlah hal yang baru. Evi juga menyampaikan bahwa di TK ABA Al Munawarah sendiri juga pernah mendapatkan bantuan melalui program Save Our School Lazismu. Bantuan ini cukup berdampak positif kepada peserta didik.
KL Lazismu PCM Mandiangin merupakan sebuah KL yang berada di lingkungan Kabupaten Banjar dan telah dibentuk sejak satu tahun lalu. Meski tergolong baru, KL Lazismu PCM Mandiangin telah melalukan berbagai program yang rutin, seperti Jum’at Berkah di Masjid Mujahidin, program Ramadhan serta program yang bernaung di bawah Pilar Sosial Kemanusiaan Lazismu. Terbaru, dalam Pilar Kesehatan Lazismu saat ini KL Lazismu PCM Mandiangin masih membuka kesempatan bagi para donatur untuk mendukung pembangunan Klinik Pratama PKU Muhammadiyah.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

Acara ini dihadiri oleh para pengelola Lazismu, seperti Badan Pengurus, Manajer, serta perwakilan Eksekutif Lazismu se-Solo Raya. Ikhwanushoffa selaku Manajer Regional dan Agus Alwi Mashuri mewakili Lazismu Wilayah Jawa Tengah turut berhadir untuk mendampingi dan memberikan pengarahan kepada para amil dalam acara tersebut. Dengan adanya Rakor ini, diharapkan akan terwujud kerjasama dan sinergi yang kuat untuk kemajuan Lazismu se-Solo Raya.
Manajer Regional Lazismu Wilayah Jawa Tengah, Ikhwanushoffa menuturkan, sumber daya manusia (SDM) menjadi hal penting. Salah satu faktor pendukung SDM adalah pemberian gaji yang layak. "Dalam kesehatan organisasi, sumber daya manusia menjadi poin utama dalam sebuah organisasi. Pemberian gaji UMK yang layak, menjadi keharusan yang Badan Pengurus perlu lakukan," tegasnya.
Kesehatan organisasi menjadi salah satu materi penting yang dibahas dalam Rakor tersebut. Terdapat penekanan-penekanan beberapa poin yang harus lengkap ketika nantinya masuk ke dalam zona hijau. Lazismu se-Solo Raya pun menyepakati untuk mengadakan perekrutan/Open Recruitment (Oprec) pada bulan Januari-Februari agar dapat menyesuaikan standar zona hijau yang telah ditetapkan oleh Lazismu Wilayah Jawa Tengah.
Ada beberapa yang akan dibutuhkan untuk kegiatan Oprec tersebut, mulai dari pembuatan flyer, penguji tes sekaligus pendampingan sampai amil terjun ke daerah masing-masing yang diamanahkan kepada Lazismu Kabupaten Sragen. Rencananya pada akhir bulan Februari seluruh amil baru yang telah ditetapkan sudah siap untuk diterjunkan di tiap kabupaten/kota.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Acara peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan A3 Peresmian Zakat Center Lazismu Kabupaten Purbalingga. Turut berhadir Kapolres Purbalingga, Komandan Kodim 0702 Purbalingga, Kepala Kantor Kemenag Purbalingga, Ketua NU Care Purbalingga, dan amil Lazismu Kabupaten Purbalingga.
Dalam sambutannya, Bupati Purbalingga menyambut baik keberadaan Zakat Center Lazismu Kabupaten Purbalingga ini. Ia berharap, Zakat Center dapat berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam mengatasi berbagai persoalan seperti putus sekolah, bantuan bencana alam, dan masalah kemiskinan lainnya. Selain itu Bupati Purbalingga turut mengapresiasi kinerja amil Lazismu Kabupaten Purbalingga yang bisa membawa kemajuan dengan kerja cerdas.
"Pandemi telah memberi dampak sendi perekonomian masyarakat, banyak yang kehilangan pekerjaan, sehingga angka kemiskinan dan pengangguran baik nasional maupun Kabupaten Purbalingga meningkat. Tentunya ini jadi PR (pekerjaan rumah) pemerintah maupun lembaga dan para stakeholder. Pemerintah punya APBD tapi terbatas, dua triliun rupiah tidak bisa menyentuh semua. Untuk mengentaskan permasalahan mendasar kemiskinan, Pemkab. Purbalingga butuh peran banyak pihak termasuk lembaga filantropi Lazismu," harapnya.
Sementara itu Andi Pranowo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Purbalingga dalam sambutannya menuturkan, hasil penghimpunan Lazismu Kabupaten Purbalingga tahun 2021 mencapai Rp. 2,9 M yang telah melebihi dari target Rp. 2 M. Lazismu Kabupaten Purbalingga pun menargetkan penghimpunan sebesar 5,1 M pada tahun 2022 ini.
"Hasil penghimpunan Lazismu Purbalingga di tahun 2021 mencapai 2,9 M yang telah melebihi dari target 2 M, dengan jumlah donatur sebanyak 961 orang, dan penerima manfaat sebanyak 1819 orang. Lazismu Purbalingga menargetkan penghimpunan sebesar 5,1 M. Dengan adanya Zakat Center ini semoga mampu mengoptimalisasi penghimpunan serta pentasyarufan," tutur Andi.
Ia juga menjelaskan tujuan didirikannya Zakat Center ini. "Hadirnya Zakat Center kami wujudkan untuk 4 tujuan, yakni penguatan antara muzakki dan mustahik; pemberdayaan para mustahik dengan program yang kreatif, inovatif, dan produktif; memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah, maupun dana kegiatan keagamaan lainnya; membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya zakat; menurunkan kemiskinan; serta meningkatkan indeks sumber daya manusia," pungkasnya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Ketua Lazismu PP Muhammadiyah, Mahli Zainuddin Tago menjelaskan, Raker Lazismu Pusat ini merupakan penguatan langkah yang dilakukan Lazismu PP Muhammadiyah dalam menjalankan rekomendasi yang lahir dalam Rakernas Lazismu 2022. "Raker Pusat memantapkan langkah Kantor Pusat Lazismu dalam menjalankan rekomendasi Rakernas bulan yang lalu yaitu Inovasi Sosial," terangnya.
Mahli melanjutkan, target yang harus dipenuhi oleh Lazismu PP Muhammadiyah, baik dalam penghimpunan, distribusi, maupun pemberdayaan menuntut akselerasi dalam mencapainya, terutama di akhir periode menjelang Muktamar Muhammadiyah ini. Karena itulah, akselerasi ini harus dilakukan secara optimal. "Akselerasi dalam penghimpunan, pendistribusian, dan pemberdayaan akan digerakkan seoptimal mungkin," ujarnya.
Ada beberapa agenda yang dibahas dalam Raker Lazismu Pusat ini, seperti Rekomendasi Audit Syariah dan Hasil Rakernas Lazismu 2022, Laporan Kinerja dan Evaluasi Divisi, Program Kemitraan, dan RAPB Lazismu 2022. Selain itu juga digelar beberapa Sidang Komisi seperti Kelembagaan, HRD dan Kesekretariatan; Keuangan dan Aset; Penghimpunan; Penyaluran; Badan Pengawas; dan Dewan Syariah.
Pada sesi Sharing Experience juga menghadirkan Lazismu Kabupaten Lumajang yang memaparkan program penghimpunan dana secara digital untuk membantu warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Aktivitas Lazismu Kabupaten Lumajang dalam melakukan penghimpunan dana secara digital saat pasca erupsi Gunung Semeru menjadi contoh sukses yang layak ditularkan ke Lazismu di berbagai penjuru tanah air. Berada relatif jauh dari kota besar bukan halangan bagi Lazismu Kabupaten Lumajang yang justru berhasil menghimpun dana ratusan juta dalam waktu singkat dengan menjalankan penghimpunan melalui platform digital.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

Keadaan Iman yang terbaring lemah dan hanya sendirian di rumah sakit menarik perhatian salah seorang wanita bernama Suriana Bachtiar. Kebetulan, salah satu kerabatnya juga dirawat di rumah sakit yang sama. Mendapati Iman yang sebatang kara, Suriana pun mencoba membantu menemani dan akhirnya mengabarkan perihal kondisi Iman melalui media sosial. Gayung bersambut, kabar yang tersiar ini pun mengundang simpati banyak pihak, salah satunya Lazismu Kabupaten Nunukan.
Supriadin, Ketua Lazismu Kabupaten Nunukan menerangkan, pihaknya datang mengunjungi Iman di ruang Cempaka kamar 4 RSUD Nunukan pada Senin (03/01). Kunjungan ini adalah untuk memberikan bantuan yang merupakan amanah dari dermawan kepada Iman. Bantuan dari program Peduli Kesehatan Lazismu ini pun diterima langsung oleh Iman.
"Kami dari Lazismu Kabupaten Nunukan tanggal 3 Januari 2022 mendapat informasi itu. Setelah dzuhur kami bertiga, Lazismu Kabupaten Nunukan berkunjung ke sana dengan tujuan memberikan sedikit bantuan untuk biaya pengobatan saudara kita ini. Semoga dengan bantuan yang kami berikan itu bisa meringankan beban yang dia alami," terang Supriadin.
Kondisi pekerjaan Iman yang terdampak pandemi di Kabupaten Tolitoli memaksanya untuk merantau ke Sebatik. Di perantauan ini, Iman menjadi buruh petani rumput laut yang bekerja secara borongan. Sudah 3 bulan ia merantau untuk mengais rezeki di Sebatik guna menghidupi istri dan anaknya yang berusia 7 bulan di kampung halaman, sampai akhirnya musibah ini datang menimpa dirinya.
[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Supriadin]

