Berita

Ikuti kabar terbaru dari Lazismu. Lihat laporan penyaluran, kisah inspiratif penerima manfaat, dan dampak nyata dari ZIS Anda
16 MINGGU GERAKAN ZAKAT NASIONAL; MULAI DARI MUZAKKI PEREMPUAN UNTUK MUSTAHIK PEREMPUAN KORBAN (MINGGU KE-13)

16 MINGGU GERAKAN ZAKAT NASIONAL; MULAI DARI MUZAKKI PEREMPUAN UNTUK MUSTAHIK PEREMPUAN KORBAN (MINGGU KE-13)

JAKARTA -- Rangkaian diskusi buku "Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak" telah memasuki pekan ke-13 pada Sabtu (6/11). Diskusi yang dilakukan secara daring kali ini yang digagas oleh Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan (PSIPP) ITB-AD Jakarta dan Lazismu dengan menggandeng STIQSI Lamongan, Jawa Timur. Narasumber yang hadir adalah M. Arwani Rofi'i (Kaprodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STIQSI Lamongan), Luthfi Hadi Aminuddin (Dekan FEB IAIN Ponorogo), Yuke Rahmawati (Sekprodi Perbankan Syariah UIN Jakarta), dan Yulianti Muthmainnah (Ketua PSIPP ITB AD Jakarta). Bertindak sebagai moderator kali ini adalah Ega Maulida Najid.

Sutia Budi selaku Wakil Rektor ITB AD Jakarta saat memberikan sambutan menyebutkan beberapa hal yang perlu diupayakan dalam rangka membangun tata kelola kampus untuk mewujudkan ide-ide yang disampaikan oleh PSIPP. Menurutnya, PSIPP telah banyak menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berfokus pada isu-isu perempuan, terutama penghapusan kekerasan pada perempuan dan anak.

"Kami di internal memikirkan bagaimana ke depan membenahi tata kelola Lazis atau LAZ yang ada, agar diskusi ini langsung ke tataran aksi, bahwa LAZ yang ada di ITB Ahmad Dahlan juga punya concern untuk membantu korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jadi, PR pimpinan dan segenap pengurus Lazis yang ada di ITB Ahmad Dahlan, saya pikir bagaimana membumikan ide-ide yang disampaikan, yang diketengahkan oleh PSIPP," ungkapnya.

Ketua STIQSI Lamongan, Piet H. Khaidir menilai kolaborasi menjadi kunci di era saat ini dalam berlomba berbuat kebajikan. Barang tentu, ide dan upaya untuk memberantas kekerasan terhadap perempuan dan anak akan sulit terwujud jika hanya dilakukan oleh sekelompok kecil saja. "Kita hari ini bisa bersama-sama berkolaborasi. Memang kata kunci hari ini itu kolaborasi, tidak bisa sendiri-sendiri. Kolaborasi ini luar biasa, Alhamdulillah, kita lakukan melalui bedah buku yang temanya sangat timely dan temanya ini sangat penting. Dan menurut saya, baru ini dalam pengertian sebagai tema bahwa ada zakat untuk korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini perlu kita diskusikan secara serius," ujarnya kala memberikan sambutan kedua.

Ia menilai, wacana yang coba digulirkan di dalam buku maupun diskusi ini merupakan ide yang cemerlang. Harapannya adalah kegiatan ini bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. "Ini acara yang luar biasa. Ide yang dibuat dan kemudian menjadikan karya yang luar biasa dari sahabat kita semua, Mbak Yulianti Muthmainnah ini adalah buku yang dahsyat sekali," apresiasinya.

Yuke Rahmawati, Sekprodi Perbankan Syariah UIN Jakarta membeberkan potensi-potensi yang bisa dioptimalkan dalam rangka membantu korban kekerasan melalui zakat saham. Menurutnya, dalam penyaluran zakat saham ini tidak ubahnya dengan model zakat pada umumnya. "Ada jalan baru untuk membangun dana zakat ini bagi kelompok-kelompok masyarakat yang kemudian menjadi korban kekerasan," paparnya.

Lebih lanjut Yuke menyebut bahwa zakat saham sangat bisa dialokasikan bagi korban kekerasan. Untuk menyiapkan hal itu, literasi soal zakat saham menjadi penting untuk dikuasai khususnya bagi perempuan-perempuan sehingga bisa bekerja dari rumah seperti berinvestasi dan sebagainya. "Perempuan itu bisa mengembangkan kekayaan, baik kekayaan dirinya maupun kekayaan keluarganya. Di sisi lain, juga dia mampu memberikan kontribusi kepada masyarakatnya dengan hasil dari usahanya itu," cetusnya.

Persoalan zakat juga tak luput dari berbagai problem, di samping memiliki berbagai potensi-potensi yang bisa dijadikan sebagai ladang garapan. Dalam catatan Dekan FEB IAIN Ponorogo, Luthfi Hadi Aminuddin, terdapat dua problem dalam pengelolaan zakat, yaitu problem teoritis dan problem praktis. Luthfi mengamati, problem teoritis merupakan anggapan masyarakat (Islam) bahwasannya makna dari delapan asnaf zakat itu sudah final dan tidak bisa diganggu-gugat. Dengan kata lain, makna asnaf itu dipahami sebagaimana pemahaman masa lampau tanpa berupaya mengontekstualisasikannya dengan zaman sekarang. "Harta-harta yang dikenakan objek zakat itu masih banyak masyarakat umat Islam yang memandang sebagai sesuatu yang sudah final. Objek zakat itu menurut saya dinamis," tegasnya.

"Sedangkan problem praktisnya, implementasinya seperti yang dikeluhkan oleh Mbak YulMut dalam buku ini. Betapa saya sangat iba, ya ketika Mbak YulMut bercerita, ketika menawarkan bagaimana korban-korban kekerasan terhadap perempuan itu tidak mendapatkan dukungan. Bahkan ada beberapa lembaga zakat yang harus menolak karena mereka dianggap tidak masuk dalam delapan asnaf. Itu kan miris sekali. Ironi sekali menurut saya," ungkap Luthfi.

Dengan tegas dan kritis, Luthfi kemudian menyatakan "Tidak ada alasan yang bisa dibenarkan untuk kemudian para BAZ, LAZ menolak memberikan alokasi untuk advokasi korban kekerasan perempuan dan anak ini. Menurut saya, bukan hanya empat indikator, ketujuh indikator asnaf, kecuali amil, sebenarnya bila mereka korban kekerasan maka sesuai yang diusulkan Mbak YulMut dalam buku ini."

Senada Luthfi, M. Arwani Rofi'i selaku Kaprodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir STIQSI Lamongan mengapresiasi gagasan-gagasan yang dimunculkan dalam buku ini, karena fikih zakat yang terus berkembang. Namun, ia memiliki pendapat yang berbeda terkait perempuan yang katanya berasal dari tulang rusuk laki-laki, sedangkan dalam buku disebutkan perempuan bukan dari tulang rusuk laki-laki, sebagaimana yang juga diulas dalam buku ini. Walaupun Arwani setuju dengan gagasan zakat bagi korban. "Saya setuju dengan pendapat-pendapat ini, karena fikih zakat terus berkembang," ucapnya.

Sebagai penutup, Yulianti Muthmainnah sebagai penulis buku yang juga Ketua PSIPP ITBAD Jakarta sangat menyayangkan perlakuan masyarakat terhadap korban kekerasan. Ia mengatakan, perempuan yang menjadi korban kekerasan sering dikucilkan, padahal semestinya mereka itu didukung agar bisa bangkit.

"Pengalaman reproduksi perempuan yang lebih panjang dan berbeda dengan laki-laki yang singkat inilah yang diharapkan bisa menjadi empati, kekuatan, supaya bisa saling mendukung terhadap perempuan korban. Di sisi lain, perempuan korban itu adalah pihak yang sangat terpuruk dalam struktur sistem masyarakat kita, sehingga dana zakat harus menjadi problem solving," terangnya. Ia menambahkan, "Kesalahan ini kemudian bisa jadi berangkat dari paradigma agama/struktur di masyarakat kita yang bias gender."

Selain itu, Yuli juga membeberkan pertanyaan utama dari masyarakat terkait isi buku yang ditulisnya. Pertanyaan utama dari masyarakat adalah apakah terdapat asnaf baru sehingga zakat bisa diberikan kepada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak. "Saya mengatakan ini bukan asnaf baru, tetapi saya membuat, mengkaji, menilai bahwa setidaknya ada empat indikator asnaf yang itu bisa masuk dengan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak," terangnya. Menurutnya, empat indikator yang paling dekat itu adalah fakir, miskin, riqab, dan fisabilillah.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
TANDATANGANI MOU, LAZISMU KABUPATEN GRESIK BERSINERGI DENGAN SD ALMADANY

TANDATANGANI MOU, LAZISMU KABUPATEN GRESIK BERSINERGI DENGAN SD ALMADANY

KABUPATEN GRESIK -- Kerjasama dengan berbagai pihak kembali dijalin oleh Lazismu Kabupaten Gresik dalam memberikan layanan untuk umat. Salah satunya melalui Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan yang ada di Kabupaten Gresik, yaitu SD Alam Muhammadiyah Kedayang (SD Almadany). Kerjasama ini saling menguntungkan kedua belah pihak, yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).

Bertempat di SD Almadany, Perumahan Griya Karya Giri Asri (GKGA) Blok T 11, Prambangan, Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, penandatanganan ini dilakukan oleh Kepala SD Almadany, Nur Aini dan Manajer Lazismu Kabupaten Gresik, Minal Abidin pada Jum'at (05/11). Acara ini juga dihadiri oleh Ketua Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kedanyang H. Sutrisno AF serta Kepala Kantor Layanan (KL) Lazismu Kebomas Achmad Maulana.

Kepala SD Almadany, Nur Aini menegaskan, MoU ini akan memperjelas program-program yang akan dijalankan oleh Lazismu di lingkungan sekolahnya. Selain itu, program-program Lazismu diharapkan akan mendatangkan manfaat bagi SD Almadany. "Dengan adanya MoU ini, akan jelas program-program Lazismu di SD Almadany. Dan pada gilirannya akan banyak manfaat dari Lazismu Gresik untuk SD Almadany," tegasnya.

Nur Aini kemudian menjelaskan, telah ada beberapa manfaat yang diterima oleh SD Almadany sebelum penandatanganan MoU ini. "Dan dengan MoU ini insyaAllah makin terang kebermanfaatannya," pungkas Nur Aini.

Ketua Lazismu Kabupaten Gresik, Minal Abidin menjelaskan, dalam MoU ini ada beberapa program Lazismu yang akan dijalankan di SD Almadany. Program tersebut dapat disalurkan kepada sekolah, guru, dan siswa. Menurutnya, kerjasama dengan SD Almadany yang dituangkan dalam MoU ini dapat menjadi rambu bagi Lazismu dan SD Almadany. "Ibaratnya MoU ini sebagai rambu-rambu buat perjalanan SD Almadany dengan Lazismu," ungkapnya.

Setelah penandatanganan MoU antara SD Almadany dan Lazismu Kabupaten Gresik, Nur Aini kemudian menyerahkan hasil kaleng infak Filantropi Cilik yang telah terkumpul dari siswa. Kaleng Filantropi Cilik merupakan wadah untuk mengajak siswa sekolah berbagi dengan mereka yang membutuhkan melalui kaleng yang dibagikan kepada setiap siswa. Selain itu, Filantropi Cilik mengajarkan anak agar terbiasa beramal dan peduli terhadap mereka yang kurang mampu.

Ketua PRM Kedanyang, H. Sutrisno AF yang turut hadir dalam acara itu mengungkapkan rasa bangga terhadap antusiasme siswa SD Almadany dalam berinfak melalui program Filantropi Cilik. "Alhamdulillah dan terima kasih. Tentunya saya bangga dengan didikan ustadz-ustadzah di SD Almadany hingga sanggup memotivasi siswa dalam berinfak," ungkapnya.

SD Almadany adalah sekolah yang terletak di perbatasan Desa Kedanyang dengan Desa Prambangan. Sesuai namanya, sekolah ini memiliki keunggulan karena menggunakan pendekatan alam sebagai sumber belajar terbaik agar siswa memperoleh pengalaman yang nyata. Kenyamanan pelayanan bagi siswa dan wali siswa juga menjadi salah satu cara SD Almadany dalam memberikan kepuasan pelayanan akademik, termasuk pada masa pandemi Covid-19 ini.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
SEMARAK MILAD MUHAMMADIYAH KE-109, LAZISMU KOTA PAYAKUMBUH SERAHKAN BEASISWA

SEMARAK MILAD MUHAMMADIYAH KE-109, LAZISMU KOTA PAYAKUMBUH SERAHKAN BEASISWA

KOTA PAYAKUMBUH -- Dalam rangka menyambut Milad Muhammadiyah ke-109, Lazismu Kota Payakumbuh melaksanakan pentasyarufan bantuan beasiswa kepada 142 orang mahasiswa. Pentasyarufan ini dilakukan di Masjid Ansharullah Muhammadiyah Payakumbuh pada Ahad (7/11), dihadiri oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, H. Erwin Yunaz, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat H. Irsyad Syafar, Ketua Lazismu Kota Payakumbuh H. Amri Alza, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Lazismu Wilayah Sumatera Barat, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Payakumbuh beserta Lembaga dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, H. Erwin Yunaz dalam sambutannya berpesan agar para mahasiswa tak henti hentinya menuntut ilmu untuk kesuksesan dunia dan akhirat. "Kepada anak-anakku penerima beasiswa Lazismu hendaknya dapat menjadi pejuang untuk membesarkan Lazismu khususnya, dan Muhammadiyah pada umumnya. Karena Muhammadiyah sebagai gerakan umat ini sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan pendidikan dan sosial masyarakat," sambutnya.

Erwin menambahkan, program beasiswa ini merupakan bentuk dukungan para muzakki kepada Lazismu dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Lazismu Kota Payakumbuh. "Program beasiswa ini tak lepas dari dukungan para muzakki atau donatur, sahabat Lazismu yang menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya kepada Lazismu Daerah Kota Payakumbuh," ungkapnya.

Ia menambahkan, "Kepada pengurus Lazismu agar tetap istiqamah dan amanah dalam mengemban amanah dalam penyaluran zakat dari umat. Jangan bangga dengan dana terkumpul selama ini, cari cara cara jitu dalam pengumpulan ZIS. Lazismu harus punya link dengan perusahaan-perusahaan ataupun perbankan. Lazismu harus punya aplikasi untuk memudahkan orang menyalurkan ZIS hanya dengan genggaman," pungkas Erwin.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, H. Irsyad Syafar yang memberikan tausiyah dalam acara ini memberikan apresiasi kepada Muhammadiyah pada Milad ke-109 ini. Menurutnya, Muhammadiyah telah dan terus berkontribusi dalam mewujudkan cita-cita pejuang nasional pendiri NKRI sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, dan seluruh tumpah darah Indonesia, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kita tahu, Muhammadiyah tidak pernah berhenti melakukan terobosan-terobosan ilmiah dalam kehidupan beragama dan berbangsa, dengan tetap berpegang teguh dengan tuntunan Al-Qur'an dan Sunnah," ujarnya. Irsyad melanjutkan, "Para mahasiswa penerima beasiswa Lazismu agar terus menguatkan dua karakter unggulan seorang muslim dalam QS Al-Mujadilah ayat 11, yaitu unggul dalam iman dan unggul dalam ilmu pengetahuan."

Terakhir, Irsyad mengajak masyarakat Kota Payakumbuh agar terus memberikan dukungan kepada Lazismu. "Saya mengajak masyarakat dan para muzakki dalam Kota Payakumbuh dan sekitarnya untuk terus mensupport Lazismu Kota Payakumbuh," pungkasnya.

Sementara itu, H. Amri Alza selaku Ketua Lazismu Kota Payakumbuh menyampaikan jumlah penerimaan sementara Lazismu Kota Payakumbuh tahun 2021 sebanyak Rp. 686.395.133,-. Jumlah itu terdiri dari dana zakat sebanyak Rp. 392.985.133,- dan infak/sedekah Rp. 111.015.000,- serta sebesar Rp. 182.385.000.- untuk dana sosial keagamaan. "Sampai bulan Oktober 2021 penyaluran Lazismu sebesar Rp. 552.100.927,- dan hari ini berjumlah Rp. 142.000.000,- dengan total penyaluran Rp. 694.100.927,-," terangnya.

Gerak langkah Lazismu di Kota Payakumbuh sangat dirasakan oleh masyarakat. Tak hanya di bidang pendidikan, Lazismu Kota Payakumbuh juga aktif dalam membantu usaha kecil. Seperti yang telah dilakukan pada akhir Agustus lalu dengan penyaluran modal usaha, di samping penyerahan beasiswa.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
16 MINGGU GERAKAN ZAKAT NASIONAL; MULAI DARI MUZAKKI PEREMPUAN UNTUK MUSTAHIK PEREMPUAN KORBAN (MINGGU KE-12)

16 MINGGU GERAKAN ZAKAT NASIONAL; MULAI DARI MUZAKKI PEREMPUAN UNTUK MUSTAHIK PEREMPUAN KORBAN (MINGGU KE-12)

JAKARTA -- Zakat identik dengan delapan asnaf atau orang-orang yang berhak menerima zakat. Hal ini menjadi fokus diskusi dalam bedah buku "Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak" sejak diterbitkan beberapa waktu yang lalu. Memasuki seri ke-12 pada Jum'at (5/11), diskusi yang dilakukan secara spesifik membahas topik "Zakat untuk korban; perspektif pendampingan dan lintas iman".

Pada diskusi kali ini, Pusat Studi Islam, Perempuan, dan Pembangunan (PSIPP) Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (ITB-AD) Jakarta bersama Lazismu bekerjasama dengan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Sungai Penuh, Jambi. Acara ini berlangsung secara hybrid, karena diskusi ini juga menjadi pembuka bagi Musyawarah Cabang IMM Kota Sungai Penuh, Jambi yang dihadiri lebih dari 100 peserta di Aula IMM.

Beragam nara sumber dihadirkan, mulai dari lintas keilmuan, lintas generasi hingga lintas agama. Para pembicara yaitu Indra Mustika (Ketua Lazismu Kota Sungai Penuh), Nevey V. Ariani (Direktur Posbakum Aisyiyah), Budhis Utami (Wakil Direktur Institut KAPAL Perempuan), dan Saiful Anwar (Direktur Pascasarjana ITBAD Jakarta). Veni Oktaviana (Sekum PC IMM Kota Sungai Penuh Jambi) bertindak sebagai moderator.

Yulianti Muthmainnah selaku Ketua PSIPP ITBAD Jakarta dan penulis buku dalam sambutannya menjelaskan perbedaan pusat studi yang ia pimpin dengan pusat studi gender atau pusat studi perempuan pada umumnya. Sekalipun PSIPP fokus pada isu Islam, perempuan dan (ekonomi) pembangunan, tetapi juga memastikan dan mendorong fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Tarjih Muhammadiyah agar berpihak kepada perempuan. "Bila fatwa Majelis Tarjih telah berpihak, pasti terus kita publikasikan dan terus kita kampanyekan. Misalnya, pada tahun 2019 kita fokus pada isu penghapusan perkawinan anak, bagian dari sosialisasi Fikih Perlindungan Anak tahun 2018 yang disahkan oleh Majelis Tarjih dimana usia pernikahan minimal 21 tahun dan fatwa Keluarga Sakinah, 2015. Lalu tahun 2020, kita fokus kepada isu penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak," terangnya.

Tujuannya adalah mendorong agar Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih memiliki fatwa perlindungan terhadap korban kekerasan, utamanya kekerasan seksual. Yuli kemudian melanjutkan, "Kita membahas buku Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, ini juga bagian mendorong lembaga-lembaga keagamaan, lembaga-lembaga yang berwenang mengeluarkan fatwa, itu bisa membahas dan mengeluarkan fatwa supaya zakat bisa dialokasikan, bisa diberikan kepada korban kekerasan terhadap perempuan dan anak."

Kasus kekerasan seksual yang banyak menimpa perempuan membuat Ketum PC PC IMM Kota Sungai Penuh Jambi, Yoni Risuan dalam sambutannya berharap agar diskusi ini setidaknya bisa menyadarkan, jika belum mampu mencapai tahapan mengurangi kasus-kasus kekerasan tersebut. "Semoga dengan diskusi ini, kekerasan itu bisa berkurang, bisa dihindari, dan menemukan titik temu dari berbagai persoalan kekerasan," ujarnya.

Indra Mustika selaku Ketua Lazismu Kota Sungai Penuh dalam diskusi ini menyampaikan peran Nabi Muhammad pada masa silam yang telah memelopori dan memperjuangkan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Di sisi lain, ia menilai masih banyak orang yang belum berani mengangkat tema diskusi seperti ini. Padahal di kota tempat ia tinggal terdapat kasus-kasus kekerasan yang tidak teradvokasi secara baik. "Kita juga tahu bahwa tidak banyak yang mengangkat tema yang seperti ini. Apakah kita ini belum berani. Bahkan, kita cenderung reaktif," kritik Indra. Ia melanjutkan, "Maka, bila Lazismu Pusat sudah setuju adanya alokasi zakat bagi korban, maka kami di Jambi akan setuju dan menjalankannya."

Direktur Posbakum Aisyiyah, Nevey V. Ariani memaparkan, secara konseptual zakat dan shalat merupakan sesuatu yang tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, shalat menjadi sarana dan wujud hubungan antara manusia dengan Tuhan, sedangkan zakat lebih pada hubungan antar sesama manusia.

Nevey pun menekankan, korban kekerasan bisa menjadi penerima zakat karena termasuk dalam kategori riqab atau orang-orang yang teraniaya. Ia mengingatkan supaya tidak memaknai konsep riqab secara tekstual. "Riqab ini dalam konteks sekarang tidak boleh lagi dipahami secara tekstual. Ini dalam bukunya Mbak Yuli juga menarik terkait hal tersebut. Yaitu, orang-orang yang tereksploitasi secara ekonomi. Korban eksploitasi seksual dapat dikategorikan sebagai riqab yang berhak menerima zakat," ujarnya.

Sementara itu Budhis Utami yang menjabat sebagai Wakil Direktur Institut KAPAL Perempuan secara komparatif hendak menilik, apakah gereja telah melakukan gerakan yang sama dalam membantu korban kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh PSIPP dan Lazismu dengan berbagai mitranya. "Bagaimana buku ini menginspirasi saya untuk kembali melihat apakah gereja sudah melakukan seperti yang dilakukan oleh Lazismu ini dengan perjuangan banyak teman-teman di sini, termasuk perjuangan Kak Uli (sapaan akrab Budhis kepada Yuli)," ungkapnya.

Ia menilai, buku Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak ini akan menjadi ruang dialog bagi perempuan lintas agama, lintas suku untuk bisa bekerja sama. Lebih lanjut ia juga mengatakan, buku ini tidak hanya berbicara perihal zakat untuk korban kekerasan belaka. "Buku Zakat untuk Korban Kekerasan terhadap Perempaun dan Anak ini tidak semata-mata bicara tentang bagaimana memberikan zakat bagi korban kekerasan, tapi juga menunjukkan bahwa Islam membela korban."

Terakhir Budhis Utami menambahkan, "Isu kemiskinan atau pemiskinan sangat kental di dalam buku ini. Jadi, sebagai orang yang sudah sekitar 15 tahun bekerja untuk isu-isu kekerasan, Kak Uli ini dengan sangat bagus dan sangat kuat menjelaskan bagaimana proses-proses pemiskinan terhadap korban kekerasan sehingga muncul sebenarnya bagaimana zakat itu diberikan juga kepada perempuan korban kekerasan."

Direktur Pascasarjana ITBAD Jakarta, Saiful Anwar menyampaikan pandangan lain terkait kesejajaran antara laki-laki dan perempuan yang terinspirasi dari surat al-Hujurat ayat 13 dan juga tertuang dalam mukadimah buku ini. "Walaupun di situ menggunakan jamak muzakkar, tidak menggunakan muannats, tapi ini bukan menjelaskan tentang superlative dalam segi bahasa, tapi menjelaskan generalisasi. Saya menganggap bahwa justru ayat ini membuka cakrawala manusia bahwa wanita bisa lebih tinggi dari pria ketika dia lebih takwa dibandingkan dengan pria," jelasnya. Ia kemudian memberikan salah satu contoh Maryam, ibunda Nabi Isa sebagai wanita yang lebih tinggi daripada pria karena ketakwaannya.

Saiful melanjutkan, fungsi zakat dalam ekonomi syariah ada dua. Pertama, sebagai bentuk interaksi sosial antara pemberi dengan penerima zakat. Kedua, sebagai instrumen distribusi kekayaan. "Dalam Al-Qur'an, itu sangat menentang terjadinya akumulasi kekayaan pada sebagian atau sekelompok orang tertentu. Yang menarik adalah nanti kalau misalnya Bu Yulianti bisa menggunakan pendekatan wakaf untuk menyelesaikan permasalahan korban kekerasan, karena fungsi wakaf ini sangat strategis dan fleksibel untuk memberikan manfaat yang tinggi," tutup Saiful.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
SONGSONG RAKERNAS, LAZISMU WILAYAH KALIMANTAN SELATAN GELAR BIMTEK BANUA ENAM

SONGSONG RAKERNAS, LAZISMU WILAYAH KALIMANTAN SELATAN GELAR BIMTEK BANUA ENAM

KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH -- Dalam rangka persiapan menyongsong Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2022 yang rencananya akan digelar di Banten pada 10-12 Desember 2021, Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan dan Input SIM RAPB 2022. Acara ini berlangsung pada Sabtu (06/11) di Wisata Baruh Bunga, Desa Haliau, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Bimtek kali ini diikuti oleh amil Lazismu regional Banua Enam, yaitu Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong. Para amil dari daerah tersebut akan bertugas untuk menyusun Sistem Informasi Manajemen (SIM) Keuangan untuk Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) tahun 2022.

Aridansyah Effendi, Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan ini mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Lazismu Wilayah Kalimanatan Selatan untuk pelaksanaan kegiatan ini serta mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. "Kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan atas kepercayaan menjadikan kami tuan rumah pada kegiatan yang sangat penting ini sekaligus juga selamat datang para peserta yang berasal dari Lazismu se-Banua Enam, selamat datang di Hulu Sungai Tengah," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Hulu Sungai Tengah, Muhammad Sopyiannor pada kesempatan pembukaan kegiatan berharap agar pelaksanaan kegiatan Bimtek ini dapat meningkatkan kepercayaan para donatur. "Melalui pelaksanaan Bimtek ini nantinya Muhammadiyah, dalam hal ini Lazismu lebih amanah serta mampu meningkatkan kepercayaan para donatur, karena melalui inilah nantinya disampaikan bagaimana terkait administrasi pencatatan dan lain-lain," terangnya.

Abdullah Sani, Manajer Regional Lazismu Wilayah Kalimantan Selatan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran seluruh amil Lazismu Daerah yang diundang, karena kegiatan ini sangat penting guna menyambut pelaksanaan Rakernas. "Kegiatan Bimbingan Teknis ini bisa dikatakan sangat penting karena sebagai upaya bersama guna menyambut Rakernas 2022 pada awal Desember nanti," ungkapnya.

Sani kemudian menyambung, melalui Bimtek ini akan disampaikan teknis pengisian form laporan yang telah disediakan oleh Lazismu Pusat. "Pada kesempatan kali ini para peserta sekalian akan mendapatkan teknis pengisian form yang telah tersedia. Form ini akan dibawa ke Rakernas, di dalamnya berkaitan dengan kelembagaan, keuangan, dan penyaluran. Intinya tidak jauh dari pengadministrasian yang berkaitan dengan Lazismu," tegasnya.

Terakhir, Sani berpesan agar seluruh perwakilan daerah yang hadir untuk terus berkolaborasi dengan Majelis, Lembaga, dan Ortom (MLO) dalam menjalankan program-program Lazismu. "Yang tak kalah penting dalam penyaluran dana zakat, infaq dan shadaqah yang terhimpun melalui Lazismu hendaknya dalam pelaksanaan terus bersama-sama MLO di Persyarikatan Muhammadiyah. Jika tahun ini masih belum dilaksanakan, mari tahun depan untuk dilaksanakan sebagai sinergi yang bagus di internal Muhammadiyah," pungkasnya.

Setelah pelaksanaan pembukaan, dua nara sumber dari Lazismu Wilayah Kalimantan menyampaikan materi dalam kegiatan ini. Fahmi Idrus Tanjung selaku Wakil Ketua Badan Pengurus menyampaikan terkait pencatatan keuangan, sementara Abdullah Sani menyampaikan materi tentang pengisian kelembagaan dan penyaluran.

Rakernas Lazismu 2022 mengusung tema "Inovasi Sosial untuk Pencapaian SDG’s". Tema ini dimaknai sebagai solusi baru bagi permasalahan masyarakat dengan cara yang efektif, efisien, dan berkelanjutan, dan memberikan dampak terukur bagi penerima manfaat.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
PEDULI FAKIR MISKIN, LAZISMU KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN SALURKAN ZAKAT

PEDULI FAKIR MISKIN, LAZISMU KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN SALURKAN ZAKAT

KABUPATEN HULU SUNGAI SELATAN -- Asnaf fakir dan miskin menjadi fokus perhatian Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan dalam menyalurkan zakat. Hal ini juga menjadi ikhtiar Lazismu dalam memberantas kemiskinan, serta meningkatkan kembali perekonomian warga dhuafa yang terdampak pandemi, khususnya di kabupaten ini.

Pada Kamis (04/11), Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar pentasyarufan zakat kepada fakir dan miskin yang ada di sekitar Kandangan. Pentasyarufan ini menyasar 60 orang penerima manfaat, dengan bantuan berupa paket sembako serta uang tunai. Bantuan itu disalurkan dari pintu ke pintu oleh amil Lazismu sebagai sarana dakwah dan syiar Muhammadiyah.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Didi Kurniadi menyampaikan bahwa pentasyarufan untuk asnaf fakir dan miskin diinisiasi berdasarkan fakta masih banyak asnaf tersebut yang harus dibantu. "Kegiatan ini kami laksanakan mengingat penting untuk penyaluran ke fakir dan miskin yang memerlukan bantuan ini. Tentunya bagian dari dakwah Muhammadiyah," ujarnya.

Didi juga mengharapkan, penyaluran zakat tersebut bisa membantu meringankan beban hidup sehari-hari. "Mudah-mudahan bantuan yang kami salurkan bisa meringankan beban mereka sehari-hari terutama di masa pandemi ini. Selain paket sembako juga kami beri bantuan berupa uang tunai agar nantinya bisa dimanfaatkan sebaik mungkin," harapnya.

Rusmansyah, Staf Penghimpunan Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang turut hadir pada pelaksanaan pentasyarufan menjelaskan bahwa respon penerima sangat bagus, bahkan tidak sedikit yang terharu atas bantuan yang diberikan. "Pada saat penyerahan bantuan kami menerima banyak ucapan terima kasih. Bahkan, tidak sedikit para penerima manfaat terharu hingga berlinang air mata atas bantuan yang diberikan," ungkapnya.

Dalam bidang sosial, Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga melakukan agenda serupa, misalnya setiap Jum’at pagi turut membagikan nasi kotak secara gratis di halaman Masjid Istiqomah Kandangan. Selain itu, pada saat angka penularan Covid-19 sempat meningkat pada pertengahan tahun ini, Lazismu Kabupaten Hulu Sungai Selatan juga membagikan paket bantuan ke warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

[PR Lazismu PP Muhammadiyah/Muhammad Nashir]

SELENGKAPNYA
5 Mei 2025
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross