

SURAKARTA – Kepedulian Lazismu terhadap nestapa Palestina tidak hanya diwujudkan dengan bantuan kemanusiaan. Teruntuk pemuda dan pemudi Pelestina, melalui program beasiswa Lazismu memberikan perhatian penuh bahwa mereka layak mendapatkan pendidikan untuk meningkatkan kapasitas keilmuannya.
Sejak Lazismu menghadirkan program beassiwa berupa Muhammadiyah Scholarship for Palestinian Students to Study in Indonesia, yang berkolabnorasi dengan Majelis Diktilitbang membuka jenjang Sarjana hingga Magister di universitas-universitas Muhammadiyah di Indonesia. Dalam pelaksanannya, menurut Shofia Khoerunisa, Manager program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, program beasiswa ini juga bekerja sama dengan Baznas dan Quantum Akhyar Institute.
Pada prosesnya, kabar menggembirakan datang dari seeorang penerima beasiswa asal Palestina, seperti dikabarkan dalam laman resmi Universitas Muhammadiyah Surakarta, pada 21 Desember 2025, Mahmoud Amjad Muhammad Bolad, berhasil menyelesaikan studinya di Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, meraih predikat wisudawan tercepat dengan masa studi 1 tahun 27 hari dengan IPK 3,96.
Ia menempuh program magister di UMS melalui beasiswa penuh (fully funded) dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa Palestina. Ini menjadi pengalaman berharga dan mengoptimalkan kesempatan tersebut sekaligus titik penting perjalanan akademiknya, kata Bolad di Gedung Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS (20/12/2025)..
Ia menceritakan awal mula mengikuti perkuliahan amat sulit. Tidak mudah terutama dalam perbedaan bahasa dan budaya. Namun, suasana kampus dan keramahan sivitas akademika UMS, khususnya masyarakat Solo, memotivasinya untuk bisa beradaptasi.
Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, bangga dengan keberhasilan Bolad. Ia menyampaikan apresiasi atas capaiannya itu, Ihwan menilai capaian Bolad mencerminkan komitmen UMS dalam mendukung pendidikan inklusif dan internasional.
Sebagaimana disebut dalam laman resmi UMS, Ihwan mengatakan kisah Bolad menjadi inspirasi sekaligus penguat peran UMS dan Muhammadiyah dalam mendukung pendidikan global, kemanusiaan, serta pengembangan sumber daya manusia lintas bangsa.
Masih ada teman seperjuangan Bolad yang studi di Indonesia, antara lain Ali Abdulraoof Taha Al-Maktari, wisudawan asal Yaman lulusan Program Studi Magister Teknik Kimia. Ali berterimakasih kepada UMS dan para pimpinan universitas yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi di Indonesia.
Pada kesempatan berbeda, Shofia Khoerunisa saat dikonfirmasi Selasa, (23/12/2025) mengungkapkan, program Beasiswa Palestina merupakan salah satu turunan dari Program Beasiswa Sang Surya yang merupakan program unggulan LAZISMU di bidang Pendidikan.
“Ini sebagai bentuk komitmen Lazismu dalam merespons krisis kemanusiaan yang berkepanjangan di Palestina melalui pendekatan pendidikan,” pungkasnya. Program ini dirancang untuk memberikan akses pendidikan tinggi bagi generasi muda Palestina agar tetap dapat mengembangkan kapasitas akademik dan kepemimpinannya, meskipun berada dalam keterbatasan akibat genosida Israel.
Melalui skema beasiswa penuh yang mencakup biaya pendidikan dan pendampingan akademik, kata Shofia, nilai manfaatnya mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul yang kelak diharapkan mampu berkontribusi bagi pembangunan dan perdamaian. Capaian mahasiswa Palestina di UMS menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang bersumber dari lembaga amil zakat mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/UMS]

