Perkuat Pendidikan Karakter, Yayasan Masjid PB Soedirman dan Lazismu Ajak Siswa Peduli Penyintas Bencana Sumatera

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
28 Januari 2026
Kategori :

JAKARTA – Wujud pendidikan karakter tidak hanya dipahami peserta didik di ruang kelas. Pendidikan karakter sejatinya dibentuk dengan sikap dan tindakan seperti empati, peduli dan saling tolong menolong. Implementasi sikap dan tindakan tersebut dipraktikan langsung oleh siswa dan siswi Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Cijantung, Jakarta dengan galang dana untuk penyintas banjir Sumatera.

Hasil penggalangan dana itu terkumpul sebesar Rp 261.305.474, yang diperoleh dari infak dan sedekah para siswa dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK serta para guru dan karyawan di lingkungan yayasan di Jakarta dan Bekasi. Demikian disampaikan Endang Titiek Soerjandari, Ketua Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, pada Rabu (28/1/2026), di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta.      

“Kami dari yayasan menyerahkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara yang tertimpa musibah bencana banjir dan longsor di Sumatera”, kata Endang. Keluarga besar yayasan menyampaikan rasa duka dan prihatin mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera dan Aceh.

“Islam mengajarkan untuk saling tolong menolong, spirit ini yang menjadi landasan untuk saling menguatkan dan saling membantu khususnya saudara – saudara kita di Sumatera yang sedang diuji sejak November tahun lalu”, paparnya.

Semoga bantuan ini, yang kami serahkan melalui Lazismu bermanfaat untuk para penyintas. Endang mengungkapkan, alasan mengapa perwakilan siswa dan siswi kami ajak ke Lazismu? Supaya peserta didik bisa menyaksikan bagaimana proses penyerahan donasi mengadirkan nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian kepada mereka yang membutuhkan.

“Insyaallah bantuan ini dapat meringankan dan sebagai penyambung asa kepada penyintas sebagai rasa empati kami”, sambungnya. Kami memercayakannya kepada Lazismu yang amanah dan profesional. Ini sudah yang kesekian kalinya, terima kasih atas sinergi yang terjalin, pungkasnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman. “Donasi kemanusiaan untuk penyintas di Aceh dan Sumatera akan segera disalurkan”, tandasnya. Setelah November Lazismu telah berkoordinasi dengan MDMC dan semua pihak untuk menerjunkan relawan.  

Kami perlu sampaikan juga, sambung Mujadid Rais, bahwa yayasan ini beberapa waktu lalu juga menyalurkan bantuan lewat Lazismu ke Palestina. Secara bertahap kami telah menyalurkan dan berkolaborasi dengan pihak-pihak yang saling sinergi melalui jalur Yordania dan Mesir. Saat ini, Lazismu sedang menuju tahap rehabilitasi dan rekonstruksi di Sumatera Utara dan Sumatera Barat, dan di Aceh masih terus berlangsung penyaluran bantuan kemanusiaan.  

Perkuat Pendidikan Karakter

Langkah pedagogis yang dilakukan Yayasan Masjid Panglima Besar Soerdirman dalam mengimplementasikan pendidikan karakter turut diapresiasi Kemendikdasmen yang diwakili oleh Arif Jamali Muis. Menurutnya, apa yang dilakukan oleh guru, siswa dan pengurus Yayasan dalam mengumpulkan donasi jauh lebih penting.

“Nilai-nilai kemanusiaan dan agama untuk saling tolong menolong merupakan bentuk praktik sikap dan tindakan dari pendidikan karakter”, ujarnya. Ia menilai, aspek kognitif saat ini berhenti di pendidikan kita. Anak-anak kita paham dan tahu tapi berhenti di kognitif.

Mengapa bisa terjadi, menurutnya karena tidak menyelelami dan menerapkan apa yang diajarkan. Tentu saja, lanjut Arif, pendidikan karakter di Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman diajarkan makna infak, sedekah dan zakat dalam pelajaran agama islam. Dan ternyata lebih jauh dari itu penerapannya.

“Pendidikan karakter yang sesungguhnya juga menarik dari apa yang dilakukan para guru tidak hanya meyerahkan kepada Lazismu, tapi anak-anak diajak ketemu langsung dengan pengurus dan amil Lazismu, serta mengerti apa yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah,” jelasnya.

Sementara itu, Arina Maharani salah seorang siswi SMA Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Kelas 2, mengatakan bersama keluarga besar Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman menghimpun dana untuk peduli terhadap penyintas banjir Sumatera. "Kami punya jiwa untuk peduli dan empati. Untuk kawan - kawan di sana yang sedang terkendala pendidikan, jangan putus asa karena pendidikan bisa diperoleh dari mana saja", katanya.

Secara simbolis serah terima donasi peduli penyintas bencana Aceh dan Sumatera dari Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman kepada Lazismu disaksikan oleh para guru, pengurus yayasan dan siswa – siswi serta jajaran pimpinan Lazismu Pusat di antaranya Wakil Badan Pengurus Lazismu Pusat Barry Adhitya, Direktur Utama Lazismu Pusat Ibnu Tsani dan Direktur Fundraising Lazismu Pusat Mochamad Sholeh Farabi.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross