

BIREUEN – Kolaborasi program kemaslahatan antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Lazismu menyasar penyintas banjir dan longsor di Kabupaten Bireun, Aceh, dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi penerima manfaat.
Bantuan disalurkan pada Selasa (3/2/2026), untuk pemulihan Masjid Taqwa Muhammadiyah Peusangan, Masjid Jamik Lendanon Peusangan Siblah Krueng, serta Musholla Muhammadiyah Samalanga. Ketiga rumah ibadah tersebut mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah Bireuen beberapa waktu lalu.
Ketua Lazismu Bireun, Fajar Ardiansyah, mengatakan dalam program ini, BPKH dan Lazismu menyalurkan berbagai sarana pendukung ibadah, antara lain al-Qur’an dan lemarinya, sajadah, mukena, perlengkapan shalat, serta perangkat pengeras suara.
“Selain bantuan sarana ibadah, dilakukan pula perbaikan fisik berupa pengecatan ulang dinding masjid, perbaikan kran air, dan fasilitas pendukung tempat wudhu untuk menunjang kenyamanan jamaah”, ujarnya.
Sinergi BPKH dan Lazismu, kata Fajar, berdasarkan pemantauan di lapangan, semuanya saling melengkapi terlibat langsung dalam proses pemulihan, mulai dari pembersihan masjid hingga perbaikan sarana masjid yang terdampak banjir.
Pengurus masjid dan mushola penerima bantuan menyampaikan apresiasi serta terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Imam Masjid Jamik Lueng Daneun, Tgk. Nazli, menyampaikan, bantuan tersebut sangat membantu proses pemulihan rumah ibadah di lingkungannya.
Penyaluran bantuan program kemaslahatan BPKH di masjid-masjid yang terdampak turut dihadiri oleh Geuchik Lueng Daneun, Taufik, serta Ketua Pemuda Gampong Lueng Daneun, sebagai bentuk dukungan unsur masyarakat terhadap pemulihan rumah ibadah pascabencana. Mereka berharap bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan dan menghidupkan kembali aktivitas ibadah dan pelayanan umat di lingkungan masing-masing.
Dalam kesempatan berbeda, Manager Program Kemitraan Lazismu Pusat, Upik Rahmawati, mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH tahun 2025 untuk wilayah Provinsi Aceh.
“Dana bantuannya, sambung Upik, berasal dari dana abadi umat yang merupakan hasil tata kelolanya yang diperuntukkan untuk mendukung kegiatan sosial dan dakwah umat Islam.”, ungkapnya.
Secara terpisah, dilansir dari laman resmi BPKH (3/2/2026), Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan seluruh pendanaan Program Kemaslahatan ini tidak menggunakan pokok dana haji milik jamaah, melainkan murni dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat.
Program ini difokuskan pada tiga provinsi terdampak utama, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, untuk bantuan tanggap bencana dan pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera.
Sebagai bagian dari gerakan kepedulian dan kemaslahatan umat, masyarakat diajak untuk turut berkontribusi membantu sesama melalui penyaluran zakat, infak, dan sedekah. Donasi dapat disalurkan melalui Lazismu Bireuen rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 803 7075 290, agar manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Bireun]

