

JAKARTA – Raska semestinya bergerak lincah untuk anak seusianya. Perkembangan motoriknya lamban. Kedua kakinya tak mampu melangkah. Anak berusia delapan belas bulan ini didiagnosa mengalami Celebral Palsy, yakni gangguan pada otak yang berdampak terhadap gerakan dan koordinasi tubuh.
Kedua orangtuanya rutin membawa Raska ke Rumah Sakit Rujukan Nasional Fatmawati, Jakarta Selatan untuk rawat jalan. Sembari berobat, Imam Prasetyo, ayah Raska berupaya untuk anak lekas pulih. Imam juga melayangkan surat permohonan bantuan kepada Lazismu.
Pada Rabu, 3 Juni 2026, harapan Imam Prasetyo mendapat jawaban dari Lazismu. Sebagai bentuk kepedulian terhadap tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak yang alami keterbatasan fisik, Tokio Marine bersinergi dengan Lazismu menyalurkan bantuan alat bantu jalan (Gait Trainer).
Bantuan alat tersebut diberikan kepada tiga pasien anak yang menjadi penerima manfaat di Rumah Sakit Rujukan Nasional Fatmawati. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap proses rehabilitasi medis para pasien, khususnya dalam melatih kemandirian fisik mereka sejak dini.
Kehadiran alat bantu itu disambut rasa syukur yang mendalam oleh para orang tua pasien. Salah satunya pasangan suami isteri, Pak Imam dan Ibu Rina, orantua dari Raska. Bantuan ini, kata Imam menjadi penyemangat sekaligus pemantik agar Raska dan anak-anak lain yang menerima bantuan serupa bisa segera berjalan layaknya anak-anak seusianya.
“Raska diagnosis mengidap lumpuh otak (Cerebral Palsy). Mudah-mudahan alat bantu ini mampu merangsang motoriknya agar bisa berjalan. Harapannya lebih cepat, tidak terlalu lama sehingga bisa berjalan sesuai dengan usianya”, kata Imam penuh harap saat menerima bantuan.
Tenaga medis dari Rumah Sakit Rujukan Nasional Fatmawati, Vina Fadla Mumtaza, menjelaskan bahwa alat bantu seperti Gait Trainer bukanlah alat bantu jalan biasa. “Alat ini dirancang secara khusus sebagai instrumen terapi untuk melatih kemampuan motorik pasien yang mengalami kesulitan berjalan”, paparnya.
Melalui alat bantu mobilitas ini, kata Vina, yang dirancang sedemikian rupa pada fungsinya untuk membantu penyandang disabilitas atau pasien yang mengalami keterbatasan gerak bisa belajar dan melatih kemampuan berjalan.
Beberapa keunggulan dan fungsi alat ini antara lain, memiliki keamanan ekstra di seluruh sisinya untuk menjaga stabilitas tubuh pasien agar tidak terjatuh selama proses latihan. “Alat ini ada fleksibilitas terapi yang efektif digunakan bagi pasien dengan gangguan fisik maupun gangguan saraf (neurologis).
Melalui program penyerahan bantuan ini, Tokio Marine dan Lazismu berharap dapat terus berkomitmen untuk mendukung pilar program kesehatan yang inklusif, sehingga anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia mendapatkan fasilitas terbaik untuk masa depan mereka yang lebih mandiri.
Mewakili Lazismu dan Tokio Marine, Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat, Shofia Khoirunnisa, pada Selasa, (9/6/2026), mengatakan dari tiga pasien yang mendapat bantuan, ada dua pasien berhalangan hadir. “Lazismu akan terus berkoordinasi dan memberikan pendampingan agar anak-anak ini tumbuh kembangnya kembali normal”, pungkasnya.
Dukungan dari Tokio Marine untuk pilar program kesehatan, sangat berarti, mengingat pasien yang dibantu adalah anak-anak yang butuh dukungan sehingga manfaat zakat, infak dan sedekah bisa dirasakan oleh penerima manfaat dengan tepat sasaran.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

