

YOGYAKARTA -- Fatimatuzahra masih kuliah di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Status mahasiswanya terdaftar di Fakultas Sekolah Vokasi, Jurusan Pembangunan Ekonomi Kewilayahan. Sebagai mahasiswa, Ia selalu mencari hal-hal baru untuk mengembangkan pengalamannya.
Hal itulah yang Ia temukan di ajang PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Suatu ajang kompetisi bergengsi dan berskala nasional yang mengusung tema "Smarter Supply Chains to Power Small Local Businesses"
Keterlibatan Fatimatuzahra dalam kompetisi ini berawal dari sebuah ajakan untuk bergabung dengan tim Andai Aku Pro, katanya saat dikontak tim Digicom Lazismu, (14/7/2026). Keinginan yang kuat untuk terus berkembang menjadi alasan utamanya menerima ajakan tersebut.
Sepanjang prosesnya, kompetisi ini dimulai pada bulan Februari 2026 hingga puncak di hari kompetisi pada pertengahan Mei 2026. “Segenap dinamika saya lalui bersama tim memberikan begitu banyak pengalaman dan pelajaran berharga yang membentuk cara pandang saya”, pungkasnya.
Ini lebih dari sekadar perlombaan, menurutnya kompetisi ini memberi ruang kepada saya sebagai mahasiswa Pembangunan Ekonomi Kewilayahan untuk berkontribusi secara nyata. Melalui ide bisnis yang dirancang, kami berupaya menciptakan solusi untuk efisiensi biaya logistik bagi UMKM, yang menjadi salah satu customer profile kami.
Puji Syukur, tahapan demi tahapan berhasil dilewati, Fatimatuzahra dan tim akhirnya didapuk sebagai pemenang meraih juara 2 diajang tersebut. Fatima mengaku dengan berkuliah di program studi yang diambilnya, terasa seperti sedang menerapkan teori bidang ekonomi yang dipelajarinya.
Terutama sambung Fatima, mahasiswa dituntut menguasai perencanaan, pembangunan ekonomi wilayah dan pengembangan perekonomian suatu wilayah. Semisal dalam suatu dokumen perencanaan yang terukur dan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Cerita Fatimatuzahra yang juga sebagai salah satu penerima Beasiswa Zakat Indonesia (BeZakat) Lazismu, hanyalah bagian kecil suatu model bagaimana program pendidikan di perguruan tinggi bisa beradaptasi dengan suatu tantangan kompetisi.
Modal yang terpenting adalah pada orangnya, kata Manager Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Pusat Shofia Khoerunisa. Artinya kesungguhan dan keuletan bisa memberikan kesempatan kepada seseorang untuk belajar dan berkembang.
Semangat untuk terus berinovasi, belajar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat ini sekaligus menjadi wujud komitmen serta rasa syukur Fatima kepada Lazismu, sebagai pemberi beasiswa yang senantiasa mendukung langkah pendidikan dan pengembangan dirinya.
“Selamat kepada Fatimah atas keberhasilannya meraih juara 2 PIONEERS 5.0 Business Idea Competition yang diselenggarakan oleh HIPMI PT UGM. Prestasi ini menjadi bukti bahwa pendidikan dan inovasi mampu melahirkan generasi yang siap membawa perubahan. Sejalan dengan semangat Program Beasiswa Sang Surya Lazismu”, terangnya.
Kami berharap semakin banyak generasi muda Indonesia yang memperoleh akses pendidikan berkualitas yang mendorong lahirnya insan yang berani bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan cita-cita, serta menjadi agen perubahan yang menghadirkan dampak nyata bagi kemajuan Indonesia di masa depan.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

