Lazismu Lakukan Pendampingan Kantor Layanan Gali Potensi Zakat di Lombok Timur

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
10 Agustus 2026
Kategori :

LOMBOK -- Tata kelola kelembagaan dalam lembaga amil zakat itu sarana memperkuat kepercayaan publik. Aspek penghimpunan, penyaluran program dan pelaporan merupakan kesatuan pelayanan yang perlu didukung oleh sumber daya amil yang profesional.     

Pertemuan Lazismu Daerah Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, pada Sabtu, (8/8/2026), digelar di Aula ITSKes Muhammadiyah Selong untuk menjawab penguatan kapasitas kelembagaan. Agenda itu merupakan upaya pendampingan Lazismu terhadap keberadaan kantor layanan yang menghadirkan pemateri dari perwakilan Baznas dan Forum Zakat.    

Mengusung tema “Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Lembaga ZIS di Daerah”, Ketua Lazismu Lombok Timur Asbur Hidayat, bersama Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Timur Roma Hidayat, hadir membersamai 17 peserta. Peserta terdiri atas pengurus Lazismu Lombok Timur serta bendahara Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang pendidikan dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA se-Lombok Timur.

Dalam sambutannya, Asbur Hidayat menekankan besarnya potensi ZIS yang dapat dikembangkan melalui Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan AUM di Lombok Timur. “Optimalisasi ZISKA perlu dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai sektor, baik dalam penghimpunan maupun penyaluran”, jelas Asbur.

Asbur menekankan nilai penting membangun kepercayaan masyarakat terhadap Lazismu. Oleh karena itu, peningkataan tata kelola diperlukan untuk pendataan penerima manfaat dari masing-masing cabang Muhammadiyah. Dalam praktiknya, kata Asbur, diharapkan bantuan tidak lagi berkutat pada yang konsumtif tapi diarahkan pada bantuan pemberdayaan.

Tahapan sesi pendampingan berlangsung dalam pembahasan potensi ZIS-DSKL di Lombok Timur serta penghimpunan dan penyaluran. Secara bergantian dalam sesi pembahasan, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lombok Timur Roma Hidayat mengungkapkan besarnya tantangan Lazismu.   

Sementara banyak lembaga pengelola zakat hadir dengan berbagai kemudahan dalam layanannya. “Lazismu harus memiliki faktor pembeda sebagai nilai keunggulan agar mampu menarik perhatian masyarakat untuk menyalurkan donasinya dengan program yang meyakinkan.

Roma menyoroti Lazismu untuk perlu bergerak bersama dengan upaya membangun kepercayaan publik. Ia juga mengingatkan agar penghimpunan tidak hanya mengandalkan lingkungan internal Muhammadiyah. Lazismu perlu memperluas jejaring sehingga berani tampil ke ruang sosial yang lebih luas dengan membangun kepercayaan secara bertahap.

Menggali Potensi Zakat

Dalam sesi tersebut, Wakil Ketua IV BAZNAS Kabupaten Lombok Timur Asbullah Muslim mengatakan bahwa potensi zakat di Lombok Timur masih besar. Peluangnya dapat digali dan dikembangkan dari berbagai sektor.

Potensi itu, kata Asbullah mewakili Ketua Baznas, ada kalanya tidak hanya bersumber dari aparatur sipil negara. Potensi bisa diraih dari kalangan pengusaha dan sektor usaha lainnya. Ia menilai bahwa keberadaan pengusaha dari kalangan Muhammadiyah di Lombok Timur terbilang cukup banyak.

Sebagian dari pengusaha itu telah menjalin komunikasi dengan Baznas. Hal ini menjadi peluang sekaligus tantangan bagi Lazismu Lombok Timur untuk lebih giat menghidupkan jejaring dan mengambil peran dalam penghimpunan serta pendayagunaan.

Asbullah juga menekankan kolaborasi antara Muhammadiyah dan Baznas untuk bersinergi dalam pelaporan program penghimpunan maupun pendayagunaan. Melalui koordinasi dan pelaporan, kata Asbullah agar program-programnya dapat terdata dengan lebih terarah.

Di samping itu, untuk penguatan fundraising, kemitraan, dan transparansi, Ketua Forum Zakat (FOZ) Wilayah NTB Arjan menyampaikan bahwa penguatan penghimpunan membutuhkan strategi yang terarah.

Pemetaan potensi sektor unggulan adalah angkah pertama untuk mengidentifikasi mitra yang diteruskan dengan edukasi berupa peningkatan literasi publik tentang zakat. Dengan demikian, sambung Arjan, upaya melakukan branding lembaga akan kian kuat tanpa melupakan peningkatan kapasitas dan kompetensi amil.

Arjan mengungkapkan potensi dana zakat di Nusa Tenggara Barat sebesar Rp2,8 triliun per tahun. Adapun realisasinya masih di kisaran Rp 170 miliar per tahun. Artinya, peluang itu masih terbuka untuk dioptimalkan dalam penghimpunan zakat, infak dan sedekah.

Penguatan literasi, pelayanan, branding, serta kepercayaan masyarakat menjadi bagian penting dalam strategi fundraising. Arjan menilai, penghimpunan harus seirama dengan laporan yang transparans. Kepercayaan muzaki tidak hanya dibangun dari melalui kemampuan menghimpun tetapi juga dengan keterbukaan secara akuntabel.

Dalam sesi interaktif, Bendahara SLB Muhammadiyah Kelayu, Zahidin menanyakan tentang penggunaan dana zakat, infak dan sedekah untuk kebutuhan operasional lembaga. Menjawab pertanyaan itu, Arjan menjelaskan, kebutuhan operasional bisa bersumber dari hak amil sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Aulal Amini, Bendahara LKSA Lombok Timur, mengkonfirmasi soal pemanfaatan dana yang dihimpun dari para donatur untuk mendukung kebutuhan LKSA, terutama kebutuhan karitatif. Arjan menjelaskan pemanfaatan dana itu telah sesuai selama dimanfaatkan untuk kebutuhan program dan lembaga sesuai tujuan penghimpunan dana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Lomboik Timur/Fadli Dzil]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross