

JAKARTA -- Gempa bumi mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan magnitudo 7,7 pada Sabtu, (18/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam laman resminya bahwa berdasarkan pemutakhiran informasi, pusat gempa berada di laut pada kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Akibat gempa bumi itu, BMKG memberikan informasi peringatan dini tsunami dan masih terus memantau perkembangannya, kendati peringatan dini tsunami akhirnya dihentikan pada pukul 07.31 untuk seluruh wilayah Indonesia per WIB. Kekuatan gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah NTT hingga Sulawesi Selatan.
Melalui Pusdalops dan seluruh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), BNPB akan terus berkoordinasi dengan unsur terkait memastikan kondisi masyarakat dan dampak yang ditimbulkan.
BNPB dalam pemutakhiran informasi situasi gempa bumi yang diterima Lazismu, menginformasikan pascagempa terjadi dampaknya melanda kabupaten Sikka, Nagekeo dan Kota Bima.
Sejauh ini korban jiwa masih dalam proses pendataan, dan ditemukan 2 orang meninggal dunia, 4 jiwa luka-luka, 5 kepala keluarga terdampak, dan 2000 jiwa melakukan evakuasi mandiri. Akibat gempa itu, BNPB merinci ada 2 unit rumah alami rusak berat, 1 unit rumah rusak sedang, 2 unit rumah rusak ringan, 1 unit Gudang Bulog terdampak, 3 unit fasilitas ibadah rusak ringan dan 6 unit kantor pemerintah setempat terdampak.
Respons Bencana
Pascagempa bermagnitudo 7,7 di NTT, Lazismu melalui program Indonesia Siaga berkoordinasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), menyikapi kejadian gempa bumi tersebut akan terus memantau situasi terkini.
Melalui aksi koordinasi aktif dengan pihak Pimpinan Muhammadiyah lokasi terdampak, pihak terkait (BPBD, BNPB, dan jejaring kebencanaan Nasional serta para pihak lainnya) dalam rangka identifikasi kebutuhan mendesak penyintas, sambil terus memantau perkembangan gempa yang terjadi di lapangan dan melalui BMKG.
Program Indonesia Siaga yang digerakkan MDMC-LAZISMU telah mulai dilaksanakan Muhammadiyah melalui serangkaian Tindakan antara lain:
1. Muhammadiyah melalui MDMC Pusat telah mengirimkan tim asistensi terdiri dari 2 (dua) orang menuju NTT.
2. Muhammadiyah melalui MDMC Pusat dan Wilayah telah mengaktifkan Pos Koordinasi Wilayah (Poskorwil) sementara di Ende, Nusa Tenggara Timur, berlokasi di Klinik PKU Muhammadiyah Ende, meliputi enam wilayah kerja: Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Ende, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Sikka, Kabupaten Manggarai, dan Kabupaten Nagekeo.
3. Mempersiapkan Pos Pelayanan pertama di SMK Muhammadiyah Manggarai Timur.
4. Mempersiapkan logistik darurat melalui tim MDMC-LAZISMU Jawa Timur.
5. Pelayanan kesehatan terbatas mulai dilaksanakan oleh Tim Medis dari Klinik PKU Muhammadiyah Ende.
6. Persiapan Tim Medis dari PKU Muhammadiyah Bima dan Muhammadiyah Jawa Timur.
Berdasarkan informasi dari MDMC, rencana respons darurat yang dilakukan adalah Koordinasi pusat wilayah dan daerah terdampak, Pendirian Poskorwil di Ende, Pendirian poskorda di kabupaten terdampak, Pendirian pos pelayanan dan Mobilisasi sumberdaya.
Saat ini, tim relawan yang sudah bergerak dari MDMC Ende dan Klinik Muhammadiyah Ende. Dalam kesempatan yang sama, Lazismu akan terus mendukung koordinasi aktif ini dengan melakukan penggalangan dana kemanusiaan untuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

