

MANGGARAI TIMUR -- Tulisan pengakuan keterbatasan di media sosial yang ditulis dokter Melinda Bella dari Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM), Dampek, Manggarai Timur, mengundang perhatian banyak orang.
Pasalnya, kata dokter Melinda, kondisinya saat ini tidak aman. Saya hanya dokter satu-satunya di sini dengan ratusan korban. “Saya benar – benar tidak mampu wilayah kerja saya cukup luas dan kurang lebih 17 ribu penduduk”, katanya.
Dokter Melinda dalam unggahannya, melanjutkan bahwa, kondisinya terisolasi. Akses jalan sulit karena banyak yang terputus dan longsor. Rumah-rumah banyak yang runtuh, Banyak korban yang luka berat sampai meninggal dunia. Sampai sekarang masih butuh bantuan tenaga kesehatan dari dinas kesehatan.
Dia mengakatakan alat dan obat-oabtan terbatas. Listrik dan sinyal hilang. Gempa susulan masih terus terjadi sampai sekarang. Saya mohon ada bantuan tenaga dokter atau nakes lainnya. Fisik saya sudah tidak mampu melayani pasien sebanyak ini sendirian. Saya tidak istirahat dari kemarin sampai sekarang.
Informasi itu sampai ke Tim Kesehatan Muhammadiyah setelah beredar di media sosial. Doktyer Ibrahim Sengaji yang bertugas di Klinik Utama Muhammadiyah Ende, lantas mengirimkan satu dokter dan dua perawat untuk mendukung pelayanan kesehatan di Puskesmas Dampek.
Seorang tenaga medis yang diterjunkan, dokter Baim, mengatakan tim kesehatan Muhammadiyah telah bergerak sejak hari pertama pascagempa di NTT. Bersama Klinik Muhammadiyah Ende, MDMC Ende, dan Klinik Muhammadiyah Maumere, tim relawan berangkat menuju Mbay pada Sabtu sekitar pukul 10.30 WITA.
Setibanya di Mbay, seperti dilansir dalam laman muhammadiyah.or.id pada Rabu, (19/8/2026), tim langsung bergerak menyisir lokasi yang berada di wilayah perbukitan setelah mendapatkan informasi mengenai potensi tsunami.
Pada hari kedua, dokter Baik dan Tim melanjutkan ke Riung, Kabupaten Ngada, lalu membuat pos pelayanan Muhammadiyah di Mbay dan berkoordinasi dengan Pimpinan Daerah Muhamamdiyah dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Ngada untuk membuat pos pelayanan di sana.
Di saat perjalanan menuju Manggarai Timur, kondisi sejumlah wilayah alami kerusakan cukup parah akibat gempa. Menimbang Risiko dan keterbatasan akses, tim membawa logistik serta obat-obatan untuk mendukung pelayanan kesehatan untuk warga terdampak.
Tim memberikan pertolongan kepada warga, termasuk membersihkan luka dan melakukan tindakan medis seperti penjahitan luka. Saat berada di wilayah Pota malam hari, tim memperoleh informasi mengenai kondisi dr. Melinda yang seorang diri kewalahan menangani banyak pasien di Puskesmas Dampek.
Informasi tersebut juga tersiar di grup IDI bawah keterbatasan dokter Melinda menangani pasien yang banyak memberikan sinyak kepada domter Baim untuk merapat mengirimkan tenaga medis bantuan ke Dampek.
Sampai berita viral ini ramai dibicarakan, Tim Kesehatan Muhammadiyah masih berkomitmen memberikan layanan kesehatan di Puskesmas Dampek. Tidak hanya memberikan layanan kesehatan, tim turut membantu proses evakuasi pasien yang segera mendapat penanganan lebih lanjut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/muhammadiyah.or.id]

