

JAWA TIMUR -- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Teluk Parigi 539, telah bersandar di dermaga Armatim TNI AL, Ujung Surabaya, pada Kamis, (20/8/2026). Buritan kapal terlihat jelas sejajar. Tangga menuju kapal terpasang aman, satu per satu paket bantuan kemanusiaan Lazismu diangkut dari truk untuk siap dikirimkan kepada warga terdampak gempa NTT.
Pengiriman bantuan tersebut juga untuk mendukung aksi kemanusiaan Muhammadiyah melalui MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Jawa Timur yang didukung Lazismu untuk program Indonesia Siaga di NTT. Total bantuan logistik amanah dari donatur itu senilai Rp 175 juta.
Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu Jawa Timur, Aditio Yudono, mengatakan barang bantuan logistik dikirimkan melalui jalur laut. Dengan menggunakan Kapal TNI Angkatan Laut (AL) KRI Teluk Parigi 539, tim Relawan MDMC siap diberangkatkan dengan kapal Dharma Lautan.
“Bismillah, aksi kemanusiaan ini mengirimkan bantuan logistik yang terdiri dari Family kit sebanyak 350 box, 1.440 Rendangmu produk kemasan inovatif Qurbanmu, 60 dos air minum dalam kemasan, terpal sepanjang 500 meter, genset, penguat sinyal internet, 100 pcs baju anak dan lainnya", kata Aditio di dermaga Armatim TNI AL.
Melalui program Indonesia Siaga untuk masa tanggap darurat pascagempa NTT, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) PP Muhammadiyah telah menginstrusikan dan mengarahkan dukungan donasi kemanusiaan masyarakat lewat Lazismu.
Hal ini diperkuat oleh arahan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Majelis Lingkungan Hidup Penanggulangan Bencana (MLHPB) PWM Jatim yang turut mengirimkan 14 orang relawan dengan berbagai keahlian dan membentuk Pos Koordinasi (Poskor) bantuan untuk penyintas gempa di kota Ende.
Oleh karena itu, kata Aditio, Lazismu berkewajiban untuk mendukung pergerakan relawan dengan dukungan dana operasional dan sejumlah bantuan logistik. "Aksi kemanusiaan Muhammadiyah Jawa Timur di Flores akan ditempatkan di beberapa Pos Pelayanan yakni di kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur dan Nagekeo”, ujarnya.
Layanan yang akan diberikan meliputi layanan kesehatan dan dapur umum selama masa tanggap darurat 30 hari. Sesuai rencana dan jika tidak ada kendala barang bantuan akan sampai ke Flores dalam tempo 3 - 4 hari. Kecepatan Kapal pengangkut hanya 18 knot atau sekitar 36 km perjam, kata Aditio.
Layanan Dapur Umum akan segera diaktifkan. Bantuan logistik berupa bahan pokok makanan seperti beras, lauk, sayuran dan sebagainya akan dibelikan di daerah setempat. “Tentu dimaksudkan untuk membantu perekonomian penduduk lokal”, pungkasnya.
Mewakili Lazismu Jawa Timur, Aditio mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, khususnya pihak TNI AL Kodaeral V Surabaya dan segenap donatur yang memberikan kepercayaan kepada Lazismu untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan lewat moda transportasi laut.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Lazismu Jawa Timur]

