Sepuluh Hari Pascagempa NTT Kebutuhan Mendesak Penyintas Tenda, Makanan dan Air Bersih   

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
24 Agustus 2026
Kategori :
Sepuluh Hari Pascagempa NTT Kebutuhan Mendesak Penyintas Tenda, Makanan dan Air Bersih   

NUSA TENGGARA TIMUR -- Perkembangan situasi pascagempa di Nusa Tenggara Timur telah dimutakhirkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan informasi resmi yang dilaporkan BNPB, pada Minggu (23/8/2026), bahwa terjadi gempa susulan lebih dari 5.000 kali.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mencatat fenomena tersebut hingga Jumat (21/8), pukul 05.00 WIB terjadi sebanyak 5.012 kali. Magnitudo terbesar tercatat M6.2 dan terkecil M1.1. Dari total kejadian, sebanyak 124 gempa susulan yang dirasakan warga di NTT.

Dilihat pada dampak korban jiwa, Pos Pendamping Nasional mencatat korban meninggal dunia sebanyak 87 jiwa hingga Sabtu. (22/8/2026), pukul 16.00 WIB. Jumlah ini bertambah dari angka sebelumnya pada 21 Agustus 2026 sebanyak 78 jiwa.

Dalam laporannya, BNPB merinci bahwa korban jiwa tersebut meliputi 31 jiwa di Kabupaten Manggarai, 30 jiwa di Manggarai Timur, 13 jiwa di Nagekeo, 9 jiwa di Sikka, 4 jiwa di Ngada, 2 jiwa di Ende, dan 1 jiwa di Manggarai Barat. Sedangkan korban luka mencapai total 1.298 orang, dengan rincian 336 luka berat, 61 luka sedang, 895 luka ringan, dan 6 lainnya masih dalam proses pendataan.

Mayoritas korban luka berada di Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 643 jiwa dan Kabupaten Manggarai sebanyak 285 jiwa. Jumlah pengungsi sementara juga tercatat mencapai 150.576 jiwa yang tersebar di Kabupaten Manggarai sebanyak 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, Manggarai Timur 31.372 jiwa, Manggarai Barat 19.954 jiwa, Sikka 17.587 jiwa, Ende 3.429 jiwa, dan Ngada 2.551 jiwa.

EMT Muhammadiyah Dukung Klaster Layanan Kesehatan

Sementara itu, respons Muhammadiyah melalui MDMC dan Lazismu dalam program Indonesia Siaga, masih terus berkoordinasi untuk mengirimkan bantuan logistik dan tim medis serta dukungan operasional selama masa tanggap darurat. Pos Koordinasi wilayah, tujuh Pos Koordinasi Daerah dan sepuluh Pos Pelayanan terus dioptimalkan untuk membantu warga yang terdampak.  

Berdasarkan laporan resmi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, pada Sabtu (22/8/2026), dalam laman resminya, Emergency Medical Team (EMT) Internasional Muhammadiyah turut diterjunkan membantu korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Hal itu disampaikan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Agus Taufiqurrahman.

Tim EMT sudah bergerak karena warga terdampak membutuhkan rumah sakit lapangan. Agus mengatakan sebelum EMT diberangkatkan Muhammadiyah lebih dahulu memberangkatkan tim kesehatan dari amal usaha Muhammadiyah yang terdiri dari Rumah Sakit Muhammadiyah – Aisyiyah (RSMA) dan PTMA. Setidaknya sambung Agud, ada 4 institusi antara lain: Klinik Muhammadiyah Ende, RSM Bima, RSMA di Jawa dan juga dari Universitas Muhammadiyah Makassar.

Sementara itu, informasi terkini dari MDMC, jumlah pengungsi lebih dari 5.000 jiwa mengungsi yang tersebar di beberapa kabupaten. Titik pengungsian terbesar berada di Kabupaten Sikka sebanyak 3.356 jiwa, termasuk di GOR Samador Maumere dan pengungsian mandiri serta pengungsi di Kabupaten Manggarai sejumlah 2.078 jiwa.

Adapun kondisi pengungsian sementar ini dikabarkan banyak warga yang memilih tetap bertahan di luar rumah atau lapangan terbuka karena trauma serta kekhawatiran akibat gempa susulan yang masih berlangsung. Sebagian pengungsi ditampung di fasilitas umum (GOR, lapangan), sementara lainnya membangun tenda darurat secara mandiri di sekitar pekarangan rumah.

Kebutuhan mendesak yang sangat dinanti pengungsi adalah hunian darurat yang terdiri dari tenda keluarga, tenda peleton/pengungsi, terpal, tikar, velbed, dan selimut. Kebutuhan mendesak lainnya adalah bahan makanan seperti beras, makanan siap saji, makanan pendamping ASI serta serta air minum.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross