Muhammadiyah Lewat Lazismu Galang Dana untuk Warga Terdampak Asap Karhutla di Pontianak

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
26 Agustus 2026
Kategori :

PONTIANAK -- Dalam rangkuman laporan kejadian bencana kebakaran hutan dan lahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada periode Minggu hingga Senin, 23 - 24 Agustus 2026, masih dilakukan upaya penanganan dari operasi darat dan operasi udara.

Berdasarkan data dari BNPB terkait informasi penanganan karhutla yang terkonfirmasi juga melalui Sistem Pemantauan Karhutla Kemenhut (Sipongi), disebutkan bahwa dari 6 provinsi prioritas yang ditangani untuk wilayah provinsi Kalimantan Barat merupakan yang terbanyak titik api (hotspot) sejumlah 1.836 dengan indikasi lahan terbakar seluas 38.310 hektar.

Situasi yang memanas itu menggerakan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat, dalam hal ini bagi Lazismu untuk melakukan aksi kemanusiaan program Indonesia Siaga dalam merespons karhutla.    

Ketua Lazismu Wilayah Kalbar, Ismail Syailillah, mengatakan Lazismu bersiap ambil bagian dalam merespons bencana karhutla lewat penghimpunan dan penyaluran dana masyarakat secara tepat sasaran.

“Peran Lazismu dalam merespons karhutla merupakan komitmennya sebagai lembaga amil zakat untuk menghadirkan manfaat zakat, infak dan sedekah bagi masyarakat yang membutuhkan termasuk dalam situasi bencana”, paparnya.

Dukungan pendanaan menjadi penting, kata Ismail. Karena penanganannya tidak hanya membutuhkan relawan di lapangan, tetapi juga ketersediaan logistik dan biaya operasional yang memadai.

Wakil Ketua PWM Kalbar yang membidangi Majelis Pembinaan Kesehatan Umum dan Kesejahteraan Sosial sekaligus unsur Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Ishak Jumarang, menyampaikan bahwa keberlanjutan aksi kemanusiaan ini sangat bergantung pada dukungan seluruh unsur Muhammadiyah.

“Harapan kita melalui pertemuan kali ini dapat memaksimalkan keberadaan semua unsur yang ada di Muhammadiyah, baik ortom, AUM maupun lainnya, termasuk bagaimana dukungan pendanaan maupun mata rantai logistik agar terus berjalan”, tandasnya pada rapat koordinasi di SMP Muhammadiyah 1 Pontianak, Jalan Ahmad Yani, Selasa, (25/8/2026).

Menurut Ishak, dari kejadian ini berdasarkan kebutuhan di lapangan cukup beragam, mulai dari makanan bergizi bagi relawan, air mineral, susu, alat pelindung diri (APD), masker, kebutuhan operasional pemadaman, dukungan transportasi, hingga layanan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak asap.

Untuk tahap awal respons bencana karhutla, Muhammadiyah di Kalimantan Barat akan fokus pada sejumlah titik di Pontianak dan Kubu Raya. Dua wilayah ini yang menjadi perhatian dalam penanganan dampak karhutla.

Respons di lapangan melibatkan SAR Muhammadiyah LRB-MDMC Kalimantan Barat, Tim Assessment MDMC Kalimantan Barat, serta kader IMM Kota Pontianak. Pembagian masker juga dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dari kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Pontianak.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/Aep Mulyanto]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2026 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross