

MANGGARAI TIMUR -- Layanan medis pascabencana di Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur, memasuki babak baru. Tim medis darurat Roster List 1 EMT Muhammadiyah Tipe 1 Fix secara resmi akan dilanjutkan dengan Rosterlist 2 setelah hampir dua pekan berada di rumah sakit lapangan.
Kehadiran tim medis darurat Roster List 2 melanjutkan tugas Roster List 1 yang selesai masa tugasnya di Dampek dalam aksi layanan kesehatan untuk penyintas. Tim kedua ini dipimpin oleh Dokter Anang, spesialis kedaruratan yang bertindak sebagai Team Leader.
Sesuai standar WHO, masa pelayanan Roster List 2 berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 7 September hingga 21 September 2026, berdasarkan total masa penugasan dari PP Muhammadiyah pada 5 September hingga 25 September 2026, yang mencakup durasi perjalanan.
Berdiri tepat di samping Puskesmas Dampek yang hancur akibat gempa bumi, posko EMT Muhammadiyah hadir memulihkan akses kesehatan primer bagi masyarakat sekitar. Pelayanan yang diberikan mengadopsi standar Puskesmas Indonesia serta regulasi WHO, meliputi layanan medis umum, kesehatan ibu dan anak hingga perawatan luka pascaoperasi.
"Kita tidak hanya menggantikan dari Puskesmas Dampek yang sekarang hancur, tetapi juga melayani masyarakat sekitar yang biasanya ke Puskesmas. Namun, tidak menutup kemungkinan ada pos layanan yang dikelola relawan mana pun atau pemerintah untuk merujuk ke EMT di sini”, ujar Dokter Anang.
Pasien yang memerlukan tindakan lanjutan atau rawat inap, tim berkolaborasi memanfaatkan tenda perawatan di area posko yang dikelola Puskesmas setempat bersama dukungan relawan MER-C dan ILUNI Universitas Indonesia. Sementara itu, kasus akut atau pasien yang membutuhkan kompetensi penanganan lebih spesifik akan dirujuk ke RSUD Borong yang berjarak sekitar 5 hingga 6 jam perjalanan ke arah selatan Pulau Flores.
Pada misi kemanusiaan ini, Roster List 2 menerjunkan 24 personil yang terdiri dari tenaga medis dan non-medis. Formasi medis diperkuat oleh satu dokter umum, dua dokter spesialis anak, salah satunya merupakan dukungan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tim ini didukung juga 8 perawat kualifikasi khusus di bidang triase, klinik umum, ruang isolasi, hingga maternal-pediatric. Operasional tim ini ditopang penuh oleh tenaga farmasi dan tim logistik.
Pengalihan roster ini sekaligus menandai pergeseran fokus penanganan kesehatan di lokasi bencana. Dokter Anang menjelaskan bahwa tugas di Roster List 2 memiliki karakter kasus yang mulai berbeda dibandingkan dengan tim pertama.
"Di Roster List 1 itu adalah masa-masa awal terjadinya bencana, sehingga kasus-kasus bedah atau tindakan masih cukup banyak. Untuk di Roster List 2, ini secara umum, pasien-pasien harian Puskesmas yang memang biasa harus kontrol, kemudian dialihkan sementara di sini. Sedangkan kasus pascabedah yang lampau, kita bisa melakukan perawatan luka”, pungkasnya.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

