

NUSA TENGGARA TIMUR -- Tantangan utama pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur adalah bagaimana memberikan pelayanan dan perlindungan kepada kelompok rentan. Kelompok inilah yang memiliki keterbatasan sehingga membutuhkan penanganan khusus.
Pada masa tanggap darurat, relawan muhammadiyah telah melakukan penanganan terhadap para penyintas termasuk kelompok rentan. Hingga saat ini aksi layanan kemanusiaan ini masih berlangsung dengan dukungan Lazismu melalui program Indonesia Siaga.
Pada awal September 2026, Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah berkolaborasi menyalurkan bantuan khusus untuk bayi dan keluarga terdampak. Sebanyak 1.695 pasang baju bayi baru lahir (newborn) disalurkan melalui Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) di NTT sebagai bentuk kepedulian terhadap penyintas bencana, terutama balita sebagai salah satu kelompok rentan.
Melalui Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah dengan melibatkan PDA Aisyiyah di NTT, bantuan kemanusiaan ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar bayi, khususnya mereka yang berada dalam keluarga rentan dan terdampak situasi darurat pascabencana.
Demikian disampaikan Penanggungjawab program dari Kantor Layanan Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah, Rifka Anisa, seperti dilansir dalam laman resminya (17/9/2026). Rifka mengatakan bantuan tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan bayi yang kerap belum mendapat perhatian utama dalam situasi darurat pascabencana.
“Sudah banyak bantuan dari berbagai pihak untuk penyintas bencana gempa bumi untuk orang dewasa. Tetapi, masih belum banyak bantuan yang khusus bayi di saat darurat pascabencana,” tuturnya.
Rifka mengungkapkan pemenuhan kebutuhan bayi adalah bagian penting dalam penanganan dalam situasi darurat. Oleh karena itu, bantuan baju bayi baru lahir (newborn), dari amanah donatur yang dikolola nilai manfaatnya oleh Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah diharapkan keluarga penyintas yang memiliki bayi bisa memenuhi kebutuhan dasarnya.
“Kami berharap dengan penyaluran bantuan baju bayi ini dapat bermanfaat untuk para penyintas, khususnya yang memiliki bayi, agar terpenuhi kebutuhan spesifiknya”, terang Rifka.
Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari ikhtiar Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi situasi pascabencana. Bantuan yang diberikan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan material, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan dukungan bagi keluarga yang tengah menghadapi kondisi sulit.
Baju bayi newborn sebanyak 1.695 pasang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh bayi-bayi dari keluarga terdampak, terutama mereka yang membutuhkan dukungan lebih dalam masa pemulihan pascagempa.
Lazismu Pimpinan Pusat Aisyiyah mengajak berbagai pihak untuk terus memperkuat kepedulian kepada kelompok rentan pascabencana. Perhatian terhadap kelompok rentan ini menjadi bagian dari upaya bersama memastikan pemulihan dapat berlangsung lancar dengan tetap memperhatikan kebutuhan setiap anggota keluarga penyintas.
(Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/PP Aisyiyah/Nola)

