

YOGYAKARTA -- Suara ayam berkotek terdengar keras begitu petugas masuk kandang membawa tepung ayam petelur. Nipel minum ayam berwarna kuning yang tergantung di tali tidak ada yang kosong. Semua dikelilingi ayam yang sedang minum air.
Petugas lainnya mendorong troli mengangkut karung pakan, memonitor kondisi kandang memastikan kualitas kebersihan tetap terjaga. “Petugas peternakan ayam petelur ini semuanya dikelola oleh penyandang disabilitas (difabel)”, kata Aditya Reffiyanto, amil Lazismu.
Telur ayam fungsional merupakan program peternakan ayam petelur yang selanjutnya dikenal dengan "Telurmoe". Suatu program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas buah kerjasama Lazismu dan Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang dikelola Jatam Farm Difabel.
Aditya menyebutkan, Lazismu terus memperkuat komitmen pemberdayaan ekonomi bagi mereka yang terpinggirkan dan rentan seperti difabel melalui program peternakan ayam petelur bahagia. Program pemberdayaan ini juga mendapat dukungan dari Permata Bank Syariah serta Universitas 'Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta.
Melalui program ini, Lazismu berperan aktif sebagai penopang dana memastikan kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas agar terwujud aktivitas pemberdayaan yang konsisten dan berdampak panjang.
Ketua Jatam Farm Difabel, Eko Suwito, menceritakan bagaimana awal terbentuknya usaha ini. Bermula dari interaksi anggota Bank Difabel dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereka disarankan untuk berdaya dengan melapisi segenap potensinya lewat kegiatan peternakan ayam petelur karena memberikan nilai manfaat.
"Pimpinan memberikan arahan, dengan ternak ayam petelur akan menghasilkan telur setiap hari. Artinya produksi telur tersebut bisa memberikan nilai ekonomi setiap hari bagi teman-teman penyandang disabilitas sehingga menghasilkan pendapatan”, ujarnya.
Sebelum memulai usaha peternakan ini, anggota penyandang disabilitas terlebih dahulu dibekali pelatihan intensif di Telur Ayam Bahagia (TAB), Kali Jeruk di bawah bimbingan Arya yang bergiat di Jatam Farm sekaligus anggota MPM PP Muhammadiyah. Perannya mencakup manajemen peternakan hingga tata kelola keuangan.
Perkembangan Pesat Membahagiakan
Usaha ini dalam perjalanannya menandai hasil positif. Berawal dari sketsa percontohan sebanyak 300 ekor ayam di Dusun Bejen, Caturharjo, Sleman pada tahun 2021, Jatam Farm dinilai berhasil. Kinerjanya baik atas sinergi yang dibangun antara MPM dan Lazismu.
Dengan keberhasilannya, sambung Eko Suwito, skala kapasitas produksi kemudian ditingkatkan menjadi 1.000 ekor ayam pada tahun 2023. Pertumbuhan inilah yang mendorong UNISA Yogyakarta memberikan dukungan penuh berupa penyediaan lahan hibah.
Lahan kosong di area kampus UNISA, seoptimal mungkin dimanfaatkan tanpa biaya sewa selama 10 tahun. Saat ini, 1.000 ekor ayam dikelola oleh 7 orang anggota penyandang disabilitas mampu memproduksi hingga lebih dari 900 butir telur. Ditaksir setiap harinya menghasilkan bobot sebesar 51 - 53 kilogram telur.
Di tengah perkembangan pesat yang membahagiakan ini, pekerjaan rumah berikutnya bagaimana mengantongi legalitas usaha dan tata kelola bisnis ke depannya. Lazismu dan MPM menggandeng sejumlah mitra mendampingi Jatam Farm. Targetnya proses pembentukan badan usaha yang legal berbentuk Koperasi.
Menjaga Kualitas Unggul "Telurmoe"
Belakangan, inovasi peternakan ayam petelur begitu melejit. Penerapan model berternak ayam dengan mengumbar (free-range) ternyata mampu meningkatkan kualitas ayam peliharaan. Uniknya, pada implementasi di lapangan tanpa menggunakan kandang baterai. Ayam bergerak bebas bahagia.
Alih-alih mendekam di kandang, ayam dengan model berternak seperti ini malah mandi pasir dan bertengger lincah sehingga terhindar dari stres. Justeru menghasilkan telur yang lebih berkualitas.
Kandungan nutrisinya tidak perlu diragukan. Omega pada Telurmoe dihasilkan dari pakan herbal yang diracik khusus. Jamu berisi campuran pelet, jagung dan rempah-rempah diberikan untuk menjamin kesehatannya. Dari sisi kualitas, Telurmoe tersertifikasi Humane Farm Animal Care (HFAC) yang menjamin standar kesejahteraan hewan.
Dalam prosesnya, Jatam Farm menjalin kemitraan saling menguntungkan dengan TAB yang memasok bahan pakan sekaligus membeli kembali hasil panen telur, di samping melayani jaringan reseller serta konsumen rumah tangga.
Program kolaborasi ini tidak hanya berhasil meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan anggotanya. Lebih dari itu, memberikan dampak sosial nyata bagi masyarakat sekitar.
[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

