Salurkan Bantuan Rp 6 Miliar, Haedar Nashir: Kebersamaan dan Empati Solusi Pemulihan Bencana Sumatera  

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
16 Desember 2025
Kategori :

SUMUT – Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan rombongan dalam kunjungan penanggulangan  bencana di Sumatera Utara, kehadirannya fokus untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan sejak awal hadir untuk menyampaikan amanah berupa bantuan bagi warga yang terdampak.

Hal itu disampaikan Haedar Nashir pada Senin, (15/12/2025) di Auditorium Gedung PWM Jl. Sisingamangaraja No.136, Pasar Merah Barat Medan, bersama para tokoh dan pimpinan wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah Sumatera Utara.

Haedar mengatakan kami juga membawa amanah dari donatur yaitu Yendra Fahmi untuk berbagi dalam penanggulangan bencana. Sebagian rejekinya masing-masing sebesar Rp 1 miliar untuk Aceh, Sumut dan Sumbar.

Termasuk juga bantuan dari Lazismu Pimpinan Pusat Muhammadiyah, ada titipan dari dana yang terkumpul di lingkungan persyarikatan masing-masing Rp 1 miliar. “Jika digabung semuanya masingh – masing lokasi yang terdampak sebesar Rp 2 miliar dengan total Rp 6 miliar”, jelas Haedar. Adapun yang melalui Pimpinan Pusat Muhammadiyah sepenuhnya dengan proses administrasi sebagaimana dengan tata kelolanya.

Mewakili seluruh anggota, kader, pimpinan dan institusi persyarikatan, sambung Haedar, kami sampaikan duka cita mendalam untuk seluruh masyarakat yang terdampak di tiga kawasan ini. Lebih khusus lagi di Aceh yang sangat berat hadapi musibah ini.

Atas musibah itu, harta benda mereka hilang dan rusak, kita bisa merasakan hal itu karena tidak mengalaminya dan terasa sekali penderitaan saudara kita. Di samping itu, kita tetap berusaha dan berduka cita secara spiritual melalui doa bahwa setiap musibah itu tidak dikehendaki oleh siapa pun walau dalam kondisi yang lain musibah itu ada unsur campur tangan manusia.

“Sesuatu yang sudah terjadi itu adalah takdir Allah, maka yang diperlukan ikhtiar untuk menanggulangi agar bisa tertantangani dan mengajak semua untuk menerima dengan kesabaran dan tawakal,” pungkasnya.

Haedar juga berpesan agar kita tidak menjadi pemberontak ruhaniyah kepada Tuhan atau mungkin di saat genting seperti ini saling menyalahkan yang situasinya tidak sangat tepat. Alhamdulillah DNA Muhammadiyah untuk selalu membantu penanggulangan bencana yang terjadi di Aceh, Sumut dan Sumbar, yang mencul adalah semangat kebersamaan untuk menolong.

“Dengan spirit dan pengabdian luar biasa MDMC dan Lazismu dari pusat sampai wilayah dan daerah itu luar biasa, para dokter yang dihimpun di mejelis dan lembaga, PKU serta rumah sakit dan semua amal usaha terlibat dengan mengumpulkan dana,” paparnya.

Dana yang terkumpul itu masuk ke Pimpinan Pusat satu pintu melalui One Muhammadiyah One response (OMOR) sebagai semangatnya dan untuk infak yang hari Jum’at itu semuanya merupakan semangat dan apresiasi dukungan untuk terlibat., Apalagi dukungan netizen untuk berinfak dan sholat ramai- ramai di Muhammadiyah adalah bukti dukungan dan kebersamaan itu.

Kesulitan yang dihadapi tidak mudah sepenuhnya di tangani, ada lokasi bencana yang terisolasi dan di Aceh alhamdulilah sudah terurai satu persatu dan kita perlu hargai presiden yang sudah tiga kali datang ke Aceh.

Semoga peran dan tugas BNPB saling terintgerasi satu sama lain untuk mencari jalan keluar dan menyelesaikan urusan yang pokok dalam situasi ini dan paling mendesak hal itu sudah jadi bagian dari semangat dan harus terus dilakukan.

Tumbuhkan Rasa Empati dan Simpati

Pimpinan Pusat Muhammadiyah, kata Haedar, telah menyampaikan edaran untuk ikut berpartisipasi dan berharap di tengah suasana musibah itu kesatuan sikap di internal organisasi, di tubuh bangsa di level nasional, wilayah dan provinsi sangat diperlukan lebih, termasuk di era sosial media yang informasinya cepat dan beragam.

“Jika tidak pandai mengelola mental dan ruhani di tengah musibah itu bisa-bisa kita berantakan untuk menyelesaikan masalah dan Muhammadiyah hadir untuk mempelopori itu ke semua tingkatan pimpinan dan majelis - lembaga harus satu sikap dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah”, tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Haedar Nashir menekankan untuk menumbuhkan kepekaan, rasa empati dan simpati dengan sikap saling menolong.  “Harus ada jiwa ketuhanan, harus ada jiwa insani dan irfani, yang saya yakin dengan itulah selalu ada keinginan berbuat bersama Muhammadiyah bukan dengan kepentingan yang lain”. tutupnya.  

Pada agenda kunjungan itu, dipenghujung acara dilaksanakan penyerahan bantuan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama pengusaha Fahmi kepada Pimpinan PWM/PWA Sumatera Utara, didampingi Rektor UMSU, Agussani, yang kemudian dilakukan penandatanganan berita acara sebagai wujud komitmen bersama dalam penanggulangan bencana.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross