Relawan OMOR Masih Dampingi Penyintas Banjir dan Longsor di Sumatera

Ditulis oleh
Author
Ditulis pada
20 Desember 2025
Kategori :

YOGYAKARTA – Respons kemanusiaan terhadap bencana banjir di Sumatera terus dilakukan One Muhammadiyah One Respons (OMOR). Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang didukung oleh Lazismu masih mengoptimalkan pos-pos kordinasi yang berada di tiga provinsi tersebut.

Sejak akhir November lalu, bencana ini dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat fenomena Siklon Tropis Senyar yang berdampak signifikan pada ketiga wilayah itu. Dalam perkembangan respons yang dilakukan hingga 19 Desember 2025, dampak bencana tercatat sangat luas.

Jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.068 jiwa, luka-luka sekitar 7.000 jiwa, korban hilang 190 jiwa, serta lebih dari 537.000 jiwa terdampak dan mengungsi. Kerusakan juga terjadi pada ratusan ribu rumah warga serta fasilitas umum, termasuk sekolah, layanan kesehatan, tempat ibadah, jembatan, dan perkantoran.

OMOR sebagai unsur Persyarikatan Muhammadiyah dalam penanggulangan bencana telah mengoperasikan Pos Koordinasi Nasional serta pos koordinasi wilayah di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Menurut Wakil Sekretaris MDMC, Budi Santoso, respons dilakukan melalui berbagai klaster layanan, meliputi pelayanan kesehatan, distribusi logistik, dapur umum, layanan psikososial, pembersihan lingkungan, pembangunan jembatan darurat, penyediaan air bersih dan sanitasi (WASH), hingga hunian darurat.

“Total penerima manfaat layanan MDMC hingga saat ini mencapai lebih dari 22.000 jiwa yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota terdampak”, imbuhnya. Selain itu, ratusan relawan Muhammadiyah dari berbagai daerah dikerahkan untuk memperkuat respons di lapangan, bekerja sama dengan BPBD, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat setempat.

MDMC juga mencatat kerusakan pada sejumlah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), khususnya di sektor pendidikan dan keagamaan, yang turut terdampak akibat banjir dan tanah longsor di ketiga provinsi tersebut.

Saat ini, berdasarkan keterangan Budi Santoso, kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi hunian sementara, air bersih dan sanitasi, layanan kesehatan lanjutan, perlengkapan tidur, serta dukungan pemulihan awal bagi warga terdampak.

MDMC mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat solidaritas dan dukungan kemanusiaan bagi para penyintas bencana. Muhammadiyah melalui MDMC berkomitmen untuk terus hadir mendampingi masyarakat terdampak, tidak hanya dalam fase tanggap darurat, tetapi juga pada tahap pemulihan dan penguatan ketangguhan masyarakat ke depan.

[Kelembagaan dan Humas Lazismu Pusat/MDMC]

Bagikan Tulisan Ini :
LAZISMU adalah lembaga zakat nasional dengan SK Menag No. 90 Tahun 2022, yang berkhidmat dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendayagunaan dana zakat, infaq, wakaf dan dana kedermawanan lainnya baik dari perseorangan, lembaga, perusahaan dan instansi lainnya. Lazismu tidak menerima segala bentuk dana yang bersumber dari kejahatan. UU RI No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang

Alamat

Jl. Menteng Raya No.62, RT.3/RW.9, Kb. Sirih, Kec. Menteng, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10340
Jl. Jambrut No.5, Kenari, Kec. Senen, Jakarta Pusat 10430
info@lazismu.org
0213150400
0856-1626-222
Copyright © 2025 LAZISMU bagian dari Persekutuan dan Perkumpulan PERSYARIKATAN MUHAMMADIYAH
cross